
Pagi hari kembali. Nayra sudah bangun dari tidurnya. Tidurnya sangat nyenyak walau sebentar-sebentar harus bangun karena keram di perutnya dan pegal di seluruh tubuhnya.
Tetapi saat bangun Raihan selalu ada di sampingnya dan memberinya air hangat. Raihan memperlakukannya dengan baik.
Sama halnya dengan pagi ini, Raihan berdiri di depan jendela kamar Nayra.
" Apa dia memang tidak pernah pergi," batin Nayra penasaran.
Nayra terus melihat punggung Raihan yang berdiri di depan jendela. Ke-2 tangan Pria itu di masukkan kedalam sakunya. Nayra masih tidak percaya jika Raihan memang semalaman bersamanya.
Dengan spontan Raihan membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Nayra. Nayra tersentak kaget. Langsung mengalihkan pandangannya nya.
Nayra menjadi salah tingkah, pura-pura memperbaiki rambutnya. Dan mengusap- ngusap di bawah telinganya.
Raihan menaikkan alisnya melihat Nayra yang ketangkap basah olehnya. Raihan tersenyum miring melihat wajah Nayra yang sudah memerah.
" Kau sudah bangun?" tanya Raihan.
" Iya sudah, sudah bangun," jawab Nayra gugup.
" Apa masih sakit?" tanya Raihan.
" Aku sudah enakan," jawab Nayra pelan.
" Baguslah, kalau begitu aku pulang dulu. Nanti Raka akan datang mengantarkan makanan untukmu, jadi makanlah dengan benar, dan satu lagi jangan suka merepotkan orang,"ucap Raihan dengan wajah serius.
" Iya, maaf jika merepotkanmu," jawab Nayra.
Raihan tidak merespon dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Nayra.
" Raihan," panggil Nayra menghentikan langkah kakinya.
" Ada apa?" tanya Raihan membalikkan tubuhnya.
" Terima kasih, sudah membantuku dan memberi ku libur 1 hari," ujar Nayra dengan tulus.
" Jangan senang dulu. Aku tidak membantumu, aku hanya membayar hutangku. Dan soal libur itu tidak mudah. Kamu akan mendapat lembur dari libur itu," jawab Raihan dengan santai.
Nayra mengkerutkan dahinya, bisa-bisanya Raihan masih memikirkan hal itu kepadanya.
" Apapun itu aku tetap berterima kasih kepadamu," ujar Nayra lagi.
" Baiklah, terima kasih mu ku terima. Istirahatlah," ujar Raihan dan langsung pergi.
" Aku tau Raihan, kamu tulus melakukannya kepadaku, aku bisa melihat mana ketulusan dan mana hanya untuk membayar budi, Terima kasih Raihan sudah menemaniku," batin Nayra tersenyum lebar.
**********
__ADS_1
Raihan memasuki mobilnya. Sebelum menjalankan mobilnya Raihan melihat ke arah Apartemen Nayra.
Raihan mendengus lalu langsung menyetir dengan kecepatan santai. Saat di perjalanan Raihan tersenyum. Wajah dan bicara Nayra melintas di pikirannya. Di mana gadis itu tersenyum dan berbicara manis kepadanya.
💝
Setelah Nayra tidur kembali. Raihan menoleh ke belakang dan melihat Nayra yang tidur begitu menggemaskan. Wanita itu tertidur miring dengan satu tangannya memegang perutnya dan 1 nya lagi di di letakkan di bawah pipinya.
Raihan menutup laptopnya, karena memang pekerjaan Nayra sudah selesai. Raihan menaiki ranjang dan berbaring di samping Nayra. Raihan memeringkan tubuhnya agar bisa menghadap Nayra.
Raihan meraih Nayra kedalam pelukannya, memeluk kembali Nayra. Raihan terus memandangi wajah Nayra yang sangat dekat dengannya.
Deru napas Nayra bisa di rasakannya. Debaran jantungnya tidak terkontrol saat wanita itu sangat dekat dengannya.
Raihan mengusap lembut pipi Nayra dengan jarinya. Meletakkan rambut Nayra yang menutup pipinya. Nayra bahkan tidak bergerak sama sekali.
Beberapa kali Raihan melap keringat Nayra. Dia tau jika Nayra pasti tidak tenang tidur. Sewaktu mereka pacaran Nayra memang sering mengalami hal itu.
Raihan selalu membantunya, dan pasti jika kekasihnya sedang mengalami kesulitan. Nayra tidak akan sanggup mengerjakan tugas-tugas sekolahnya dan Raihan akan mengambil alih agar kekasihnya bisa istirahat.
Sama halnya dengan malam ini. Raihan membantu Nayra. Dan juga mengambil alih pekerjaan Nayra yang padahal pekerjaan itu adalah perintahnya.
Raihan memandang wajah Nayra dengan lama. Memiliki arti yang berbeda. Raihan kembali mengecup kening Nayra. Raihan melepas kecupannya, jari Raihan meraba bibir merah nayra.
Entah apa yang di pikirkannya Raihan berlanjut mengecup bibir Nayra. Raihan melepas ciuman itu. Perasaannya semakin tidak bisa di kontrolnya. Bahkan ada sesuatu yang membuatnya sesak di dalam dirinya.
Tidak peduli baginya Nayra akan bangun atau tidak. Ini adalah pertama kali Raihan mencium Nayra. Meski 2 tahun pacaran Raihan tidak pernah menyentuh sedikitpun wanita itu.
Baik hanya sekedar berciuman atau hal yang lebih jau. Dia selalu menjaganya dan Raihan berpikir Nara masih terlalu kecil untuk semua itu. Wajar saja jika kali ini Raihan tidak bisa mengontrol dirinya. Raihan telah mencuri ciuman Nayra diam-diam.
Setelah beberapa menit ******* bibir mantan kekasihnya itu. Raihan melepas secara perlahan. Napasnya tidak beraturan, sementara sang wanita masih tetap tidur. Raihan mengusap lembut bibir itu kembali. Dan meraihnya kedalam pelukannya. Memeluknya dengan erat.
💝
Ingatan itu membuat Raihan tersenyum yang fokus menyetir mobilnya. Raihan memegang bibirnya kala mengingat bagaimana dia dengan nakal mencuri ciuman Nayra.
Untung saja Raihan masih bisa menahan hasratnya. Jika tidak mungkin Nayra sudah habis malam itu di bawa Raihan menuju surga dunia.
Raihan mendengus, geleng-geleng saat mengingat hal itu. Raihan hanya berani melakukan itu saat Nayra tertidur.
**********
Nayra yang sudah merasa enakan. Sebenarnya jika Raihan tidak memberinya libur itu tidak apa-apa untuknya. Karena sakit itu hanya akan ada pada hari pertama haidnya.
Nayra berdiri di depan cermin. Nayra malah tersenyum saat melihat bayangan dirinya di cermin. Dia memegang keningnya. Dia masih mengingat bagaimana Raihan mencium keningnya.
Nayra hanya tau Raihan memeluknya dan mencium keningnya. Padahal Raihan sudah melakukan hal yang lebih jauh tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
" Kenapa aku merasa seperti tadi malam ada sesuatu ya, apa aku hanya mimpi," gumamnya memegang bibirnya.
" Ahhhh Nayra bego," Nayra dengan cepat menampar pipinya, " bisa-bisanya kamu berpikiran yang lain. Itu hanya mimpi tidak mungkin Raihan melakukan itu," gumamnya yang sebenarnya sangat berharap.
" Tapi jika benar, masa iya sih," gumamnya lagi tertawa geli dengan pemikirannya yang terlalu jauh.
***********
Perusahaan Adverb
Hari ini adalah jadwal keberangkatan Nayra dengan beberapa karyawan yang akan menjadi relawan di Desa Suka Jadi. Desa yang sekarang telah tertimpa musibah.
Perusahaan Adverb mengirim 10 orang yang pasti Nayra, Ria dan Anita sudah ikut di dalamnya. Mereka di pimpin Alek Manager dari Perusahaan Adverb.
Untung saja Raihan sudah membantu Nayra mengerjakan beberapa pekerjaannya jadi dia tidak khawatir saat meninggal kantor, 8 hari kedepan tidak akan ada pekerjaan yang menumpuk.
Nayra, Anita, Ria dan yang lainnya sudah berada di depan perusahaan. Mini bus yang dengan logo Adverb juga sudah terparkir di depan mereka.
Alex sedang memberi beberapa instruksi kepada mereka sebelum berangkat. Para karyawan hanya mengangguk-angguk seakan mengerti apa yang di katakan Alex.
Raihan berdiri di depan lobi Perusahaan dengan ke -2 tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.
Raihan memang tidak ikut pergi. Karena Perusahan yang membutuhkannya. Sementara Raina yang sudah tidak berada di Perusahaan lagi. Jadi Raihan tidak mungkin meninggalkan Perusahaan.
Sementara Nayra yang sedari tadi terus melihat di sekitarnya. Dia tidak fokus dengan apa yang di katakan Alex. Sepertinya di mencari seseorang. Kepalanya terus berputar-putar, ingin menemukan siapa yang ada di pikirannya.
" Nay nungguin siapa?" bisik Ria
" Ha, nggak, nggak apa-apa?" jawab Nayra gugup.
" Lagi nungguin pak Angga ya," tebak Anita dengan pelan.
" Nggak kok," jawab Nayra yang masih mencari seseorang.
" Bagaimana apa kalian sudah paham?" tanya Alex dengan suara tegasnya.
" Mengerti Pak," jawab karyawan dengan serentak.
" Baiklah sebelum kita berangkat, mari kita berdoa menurut ajaran agama kita masing-masing!" perintah Alex " Berdoa di mulai," lanjut Alex menunduk.
Para karyawan pun mulai berdoa dengan agama mereka masing-masing. Mereka berdoa dengan khusyuk.
" Berdoa selesai," ujar Alex
Para karyawan kembali mengangkat kepala mereka. Mengucap amin dan saling melihat.
" Baik sekarang kalian silahkan masuk," lanjut Alex memberi instruksi kembali kepada karyawannya.
__ADS_1
...Bersambung.........