Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 277


__ADS_3

Sony yang berada di dalam kamarnya berdiri di depan cermin sambil memakai jam tangannya. Sony memang sangat rapi seperti mau berkencan saja.


" Ternyata tidak sulit untuk mengajaknya pergi lagi," gumam Sony dengan senyum seriangi nak di wajahnya.


Sony memang bersiap-siap untuk menemui Vira. Sebelumnya dia mengajak Vira makan malam hanya lewat wa dan dengan mudahnya Vira mengiyakan saja.


Padahal Sony hanya iseng-iseng saja. Saat memberi pesan pada Vira posisinya bahkan sedang berkencan dengan wanita lain.


" Kenapa juga Raihan harus memberikan pekerjaan yang sangat mudah seperti ini. Apa dia dia sedang berbaik hati kepada ku. Masa iya dia menyuruhku mendekati wanita. Jika tidak di suruh pun aku pasti melakukannya," gerutunya yang memang sangat hobi mempermainkan wanita.


" Oke kita akan mulai bersenang-senang," ujarnya mengambil ponselnya dan langsung keluar dari kamarnya.


Sesampai di ruang tamu. Ternya mama nya Saski dan papanya Roni sedang ada di ruang tamu sedang mengobrol.


" Malam ma pa," sapa Sony menghampiri orang tuanya.


" Mau kemana kamu. Wangi amat. Semua parfum kamu tumpahi ke baju kamu?" tanya Saski yang satu dulu tetap ketus.


" Ya nggak lah ma, mama itu berlebihan," sahut Sony.


" Terus kamu mau kemana? tanya Saski menatap anaknya curiga.


" Biasalah mau jalan," jawab Sony dengan santai.


" Kamu ini ya. Kerjaannya jalan terus. Jalan sama wanita sana sini. Sesekali kamu itu bisa nggak serius dengan 1 wanita," ujar Saski mengoceh mengharapkan banyak hal dari putra semata wayangnya itu.


" Sudah punya Dara juga tetapi di buang sia-sia," ketus Saski. Roni hanya geleng-geleng dengan galaknya istrinya yang mengomeli putra mereka satu-satunya.


" Mah bukan aku yang buang Dara. Tetapi Dara yang buang aku," tegas Sony membenarkan.


" Wajar dia membuang kamu. Kamu sangat tidak berguna. Bisanya cuman bikin ulah aja," sahut Saski yang malah membela Dara mantan dari anaknya itu.


" Kamu ini entah keturunan siapa," desis Saski.


" Ya papalah. Iya kan pa," sahut Sony dengan entengnya mengedipkan sebelah matanya pada papanya.


Saski memang harus mengakui jika tabiat anaknya memang sama seperti suaminya. Di mana dulu sangat suka mempermainkan wanita. Membuat wanita baper lalu ditinggal.


" Kamu jangan bawa-bawa nama papa. Kalau mama kamu memarahi kamu. Papa nggak ikut-ikutan," sahut Roni yang tidak mau di salahkan.


" Tapikan memang benar sih pa," sahut Sony.


" Sudahlah Sony. Kamu jangan bawa-bawa papa. Sesekali kamu dengarin kata-kata mama. Kamu serius dengan 1 wanita. Kamu juga harus menikah supaya kamu bisa lebih serius dalam setiap hal," tegas Roni.


" Gampang lah soal nikah. Entar-entar aja. Nanti kalau Sony sudah menemukan gadis yang tepat. Sony akan kenalin sama mama dan papa," ujar Sony.


" Jangan asal kenalin saja. Kamu juga harus mencari wanita baik-baik," sahut Saski mengingatkan.

__ADS_1


" Siap ma. Mama santai aja. Ya sudah Sony berangkat dulu. Mau menjalankan misi," ucap Sony mencium punggung tangan mama dan papanya bergantian.


" Jangan malam-malam pulangnya," ujar Saski.


" Aman," sahut Sony.


" Hati-hati," ujar Roni.


" Oke sip," sahut Sony. Sony pun langsung pergi sebelum mendapat lebih banyak omelan dari mamanya.


Saski sering memperingatkan Sony agar mencari pendamping yang baik dan benar. Tetapi Sony selalu tertawa dengan hal itu.


Bagaiman mungkin dia mendapatkan wanita yang seperti di inginkan mamanya. Dia saja sangat brengsek nya minta ampun. Jadi dia hanya menertawakan saja.


************


Raihan akhirnya pulang kerumahnya. Setelah menyelesaikan semua urusannya. Dia juga mencari semua keinginan istrinya sampai tidak boleh tidak ada yang ketinggalan.


Karena jelas Raihan tidak ingin istrinya kecewa sebesar apapun dan sesulit apapun permintaan istrinya. Pasti akan di usahakan nya.


Tangan Raihan sudah penuh dengan kantung plastik yang berisi semua pesanan sang istri. Sampai Raihan kesulitan memencet bel rumah. Tetapi untung sekali pencet akhirnya terbuka. Dan yang membuka istrinya. Lelahnya sudah hilang melihat cantiknya istrinya.


" Sayang," ujar Nayra yang matanya langsung turun ketangan Raihan dengan wajahnya yang penuh senyum.


" Ini semua punya aku?" tanya Nayra. Raihan mengangguk.


" Ya sudah ayo masuk!" ajak Nayra membantu suaminya membawa semua makanan yang di inginkannya.


" Aku mau makan di kamar, kamu bawain piring ke atas ya," ujar Nayra mengambil semua yang di pegang suaminya.


" Hmmm, baiklah," jawab Raihan.


" Oke, aku tunggu di atas," sahut Nayra tersenyum lebar dan langsung naik ke atas. Raihan hanya menghela napasnya.


Maklum kalau istri hamil harus di manjakan. Nggak deh dia memang sering memanjakan istrinya. Dia akan melakukan apapun demi kesayangannya itu.


Setelah mengambil piring dan yang lainnya yang di butuhkan Nayra. Raihan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Nayra sudah duduk di atas karpet dengan makanan semua di atas meja.


" Makasih sayang," ujar Nayra saat Raihan meletakkan apa yang di inginkannya.


" Kamu mau makan?" tanya Nayra.


" Nanti saja aku mau mandi dulu," jawab Raihan.


" Oke," sahut Nayra. Raihan mengusap pucuk kepala Nayra. Menunduk dan mencium pucuk kepala itu.


" Makan yang banyak," ujar Raihan.

__ADS_1


" Pasti sayang," sahut Nayra.


Raihan pun langsung kekamar mandi membersihkan tubuhnya yang sudah lengket. Dan ingin di bersihkan agar dia kembali segar


Sementara Nayra sudah memindahkan semua makanan kedalam mangkok dan piring. Yang pasti dengan ludah nya yang terus tertelan sudah tidak sabaran untuk menikmatinya.


Setelah membersihkan dirinya. Raihan keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian santainya. Raihan melihat istrinya dengan lahap memakan semua apa yang tadi di belinya.


Raihan tersenyum lebar dengan pemandangan itu dan langsung menghampiri sang istri. Duduk di samping istrinya dengan mengusap-usap pucuk kepala Nayra.


" Apa enak?" tanya Raihan.


" Hmmm, sangat enak," jawab Nayra dengan makanan penuh di mulutnya. Nayra juga menyodorkan sesendok es durian ke mulut suaminya.


" Akkk!!! ujar Nayra Raihan langsung membuka mulutnya.


" Enakkan?" tanya Nayra. Raihan mengangguk.


" Makasih ya kamu dah beliin semua untukku," ujar Nayra sambil terus makan. Yang sekarang sudah berpindah pada putu bambu.


" Sama-sama," jawab Raihan.


" Apa mencarinya sulit?" tanya Nayra.


" Tidak sama sekali," jawab Raihan.


" Baguslah kalau begitu. Oh iya. Kamu mau yang mana?" tanya Nayra menawarkan suaminya untuk di bagi.


" Yang itu?" tunjuk Raihan pada putu bambu yang sedang di makan istrinya.


" Kok itu. Kan aku minta 4," sahut Nayra sambil terus memakan putu bambunya.


" Aku kan sudah bilang kalau kamu mau beli lebih. Jadi jangan ambil punyaku," ujar Nayra yang tidak rela membagi makanan itu.


" Jadi yang lain saja jangan ini," ujar Nayra dengan wajah seriusnya.


" Tapi aku mau itu," sahut Raihan.


" Nggak boleh, aku tidak mau," tolak Nayra yang benar-benar tidak akan rela di bagi. Dan Raihan sepertinya sengaja membuat istrinya kesal.


" Salah sendiri kenapa tidak beli lebih," cicit Nayra.


" Kamu tidak akan memberinya?" tanya Raihan menatap Nayra. Nayra menggeleng memastikan.


" Kalau kamu tidak akan memberiku itu. Maka aku akan ambil sendiri dari mulut kamu," ujar Raihan dengan seriangi nakal di wajahnya. Membuat Nayra kaget dan langsung melotot.


Bersambung .......

__ADS_1


__ADS_2