Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 185


__ADS_3

Hanya kecupan dan tidak mendapat balasan. Raina melepas ciuman itu dan milihat ke arah Raka. Yang masih kaget. Mata Raka turun ke wajah Raina melihat mata Raina yang mengeluarkan air mata.


" Maafkan aku," gumam Raina menatap Raka dengan dalam.


Raina yang merasa ke bablasan, tidak bisa menahan dirinya dan mungkin merasa malu beralih dari hadapan Raka. Menuju meja kerja Raka dan mengambil tasnya yang berada di atas meja Raka.


Setelah itu Raina kembali menghampiri Raka.


" Aku permisi dulu," ujar Raina berpamitan pada Raka yang masih berdiri mematung tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Raina langsung ke luar dari ruang kerja tersebut. Raka pun akhirnya sadar dan menyusul Raina keluar dari ruangan tersebut.


Saat Raina ingin membuka pintu kamar Raka menghentikan tangan Raina, saat Raina dan Raka sudah berhadapan Raka langsung meraup ke-2 pipi Raina dan mencium bibir Raina.


Raina memejamkan matanya saat mendapat ciuman dari Raka. Raka yang seakan mendapat izin memperdalam ciumannya seakan mengabsen seluruh isi mulut Raina.


Raka bahkan menuntun tubuh Raina menuntun tubuh Raina menuju tempat tidur. Sehingga Raina sudah berbaring di atas tempat tidur dan Raka berada di atasnya.


Mereka berciuman panas di atas tempat tidur. Seakan meluapkan rasa kerinduan yang tidak bisa di artikan.


Raina menyadari kebodohannya lebih mempercayai apa yang di katakan Saras di bandingkan Raka yang rela mengorbankan perasaannya selama bertahun-tahun.


Ciuman itu semakin panas dengan mengebu-gebu. Dengan penuh gairah yang membara, saling membalas dengan panas di kamar yang dingin.


Ciuman hanya sebatas di bibir saja. Raka tidak ingin melakukan hal yang lebih. Dia menyadari jika Raina bukan istrinya dan tidak seharusnya melakukan hal lain. Raka melepas ciuman itu dengan napas tersenggal-senggal.


Begitupun dengan Raina yang napasnya naik turun. Membuka matanya perlahan melihat Raka yang sudah berada di atasnya. Wajah Raka tersenyum dan mencium kening Raina.


Ciuman Raka juga turun pada kelopak mata Raina yang mengeluarkan air mata.Raina kembali memejamkan matanya menetralkan dirinya dengan debaran jantungnya yang tidak karuan.


" Maafkan aku," ujar Raka dengan pelan.


Raina tersenyum dan mengangkat kepalanya, mengecup bibir Raka sekilas.


" Aku yang minta maaf," ujar Raina yang dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


Raka tersenyum lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Raina. berbaring di samping Raina meraih Raina kedalam pelukannya.


Memeluk Raina dengan erat dia tidak menyangka jika Raina kembali bersamanya. Padahal dia baru saja ingin menunjukkan bukti tentang hasil lab rumah sakit.


Belum menunjukkan bukti itu. Raina sudah kembali percaya kepadanya. Hal itu jelas membuat Raka sangat bahagia bahkan barusan mereka meluapkan rasa rindu dengan berciuman ke-2 kali untuk mereka lakukan.


*************


Karena kondisi Nayra yang memang kurang sehat. Raihan memilih untuk tidak kekantor dan menemani istrinya.


Apa lagi Raihan sudah paham bagaimana Nayra kalau sedang datang tamu. Pasti merengek minta ampun.


Raihan yang tidak ingin hal itu berlarut-larut, memilih memanggil Dokter. Sahabatnya Della untuk memeriksa kondisi istrinya. Della memeriksa Nayra sementara Raihan menunggu di ruang tamu.


Setelah selesai memeriksa istri sahabatnya Della pun keluar dari kamar Nayra dan menghampiri Raihan.


" bagaimana Nayra?" tanya Raihan Della duduk di depan Raihan.


" Sudah tidak apa-apa, aku sudah memberikan obat penahan sakit, agar menstruasi nya lancar," jawab Della.


" Syukurlah kalau begitu," sahut Raihan merasa lega.


Raihan menuju dapur membuka kulkas dan mengambil 2 minuman kaleng. Membawanya keruang tamu dan meletakkan di meja.


" Minumlah!" ucap Raka.


" Terima kasih," jawab Della, " ini resepnya," Della memberikan resep tersebut pada Raihan. Raihan langsung mengambilnya.


" Iya nanti aku akan tebus," ujar Raihan. Della mengangguk tersenyum dan membuka minuman itu. Lalu meneguknya.


" Hmmmm, aku tidak percaya jika kamu akan memanggilku, untuk memeriksa Nayra," ujar Della yang mengingat semenjak ke jadian di waktu itu. Raihan berlarut-larut tidak berbicara padanya dan mungkin sudah ada berbulan-bulan.


" Jika masih mempunya sahabat kenapa harus memanggil orang lain untuk menjadi seorang Dokter," sahut Raihan dengan santai membuat Della tersenyum.


" Sahabat, jadi kamu sudah kembali menganggapku sebagai sahabat?" tanya Della. Raihan mengangguk.

__ADS_1


" Aku tidak pernah menganggapmu musuh," sahut Raihan.


" Berarti kamu sudah memaafkanku?" tanya Della lagi memastikan.


" Aku yang minta maaf, karena sudah kekanak-kanakan, aku hanya belum sempat berbicara denganmu karena masalah Nayra. Jadi sekarang sudah waktunya untuk memperbaiki hubungan kita. Ya memang seharusnya kita seperti ini. Bukan cuma kamu bahkan dengan anak-anak yang lain aku belum sempat mengobrol dan bahkan aku tidak mendapat ucapan selamat atas pernikahanku, padahal aku dan Nayra menikah sudah lama, aku merasa kalian tidak menganggapku sebagai teman lagi," ucap Raihan memperotes teman-teman semasa kecilnya. Membuat Della terkekeh-kekeh.


" Mungkin kami hanya takut dengan mu," sahut Della dengan nada bercandaan.


" Ya aku tidak tau apa yang membuat kalian takut," sahut Raihan.


" Tapi kamu benar meski aku ada di acara pernikahan mu dengan Nayra, aku memang tidak mengucapkan selamat. Dan aku hari ini sahabat pertama yang mengucapkan selamat untuk pernikahanmu," ujar Della menjulurkan tangannya dan langsung di sambut Raihan.


" Terima kasih," sahut Raihan tersenyum.


" Hmmm, oh iya Raihan, aku juga baru mengetahui dari Andini jika Nayra sudah bertemu dengan orang tua kandungnya dan ternyata Carey adalah kakak kandung Nayra. Aku tidak percaya jika Nayra adalah anak Tante Jihan," ujar Della.


" Iya kamu benar, Nayra sudah mengetahui semuanya, tetapi dia masih butuh waktu untuk Tante Jihan. Aku tidak bisa memaksanya. Aku hanya berusaha tetap ada di sisinya dan mendukung apapun keputusan," ujar Raihan.


" Kamu benar. Raina benar-benar wanita yang kuat. Semoga saja semua semakin membaik," sahut Della penuh harapan.


" Iya terima kasih atas doanya," sahut Raka.


" Hmmm, bye the way, karena kita sudah kembali bersahabat dengan baik. Dan tidak ada musuh-musuh lagi di antara kita. Aku berharap kamu datang besok malam kepuncak di Villa. Aku ingin mengadakan pesta kecil-kecilan," ujar Della membuat Raihan mengkerutkan keningnya.


" Apa ini pesta selamatan untuk pernikahan ku?" tanya Raihan dengan percaya diri membuat Della tertawa kecil.


" Ya anggaplah jika mau di gabungkan. Tetapi ini lebih tepatnya acara perpisahan," sahut Della membuat Raihan bingung.


" Perpisahan," ujar Raihan.


" Iya, aku akan di pindahkan menjadi Dokter suka relawan di Papua barat. Aku tidak tau sampai kapan dan mungkin bisa sangat lama. Kamu tau sendirikan di sana bagaiman signal tidak ada jadi akan sulit berkomunikasi. Jadi aku membuat acara perpisahan kecil-kecil an," jelas Della dengan raut wajah sedih.


" Berarti kamu akan meninggalkan semuanya dan menjalankan tugas kamu?" tanya Raihan Della mengangguk dengan tersenyum.


" Tugas adalah tugas, mungkin juga itu yang terbaik, dan aku sangat berharap kamu datang bersama istri kamu," ujar Della.

__ADS_1


" Walau Angga dan Carey tidak ada di sana. Tetapi apa yang mereka lakukan adalah jalan yang sudah mereka ambil," batin Della menahan kesedihannya.


Bersambung....


__ADS_2