
Posko EXlain
Angga mendengar jika Nayra tidak berada di posko. Bahkan Raihan juga pergi mencarinya. Angga terlihat gelisah dan mengkhawatirkan Nayra.
Angga berdiri di depan tenda dan terus melihat ke arah tenda Adverb dia terus melihat apa Nayra sudah pulang atau tidak.
" Kemana Nayra? kenapa dia belum pulang," ujar Angga yang cemas.
" Sebaiknya aku cari saja dia," ujarnya lagi memutuskan. Namun baru melangkahkan kakinya. Tiba-tiba tangannya tertahan sesuatu.
Angga langsung menoleh kebelakang. Melihat seseorang yang menahan tangannya yang ternyata adalah Della.
" Della," gumam Angga.
" Tidak ada gunanya menyusul. Raihan dan tim mereka sudah menyusulnya," ujar Della mencegah kepergian Angga.
" Tapi aku tetap mencarinya," ujar Angga yang keras kepala.
" Angga kita sedang berada di tempat orang-orang yang mendapatkan musibah. Kita datang sebagai relawan. Jangan sampai kehadiran kita di sini menjadi pertengkaran dan membuat kenyamanan warga desa hilang. Nayra sudah di urus oleh teamnya. Jadi kamu harus percaya kepada mereka," jelas Della mengingatkan Angga.
Angga menarik napasnya. Dia mengangguk pelan. Dia harus setuju dengan apa yang di katakan Della.
Dia harus mengalah demi wibawanya sebagai pimpinan EXlain. Meski dia sangat Khawatir kepada Nayra.
" Masuklah kembali," ujar Della yang tersenyum.
Angga pun menuruti Della dan memasuki kembali tendanya. Della kembali tersenyum lebar dia berhasil membujuk Angga yang memang mencemaskan Nayra.
***************
Di sisi lain Nayra dan Raihan sudah duduk berdampingan di depan api unggun yang di buatan Raihan.
Entah dari mana dia menemukan korek untum membuat api tersebut. Raihan sengaja membuatnya untuk mengurangi suhu dingin di tubuh mereka.
Nayra terduduk meringkuk, memeluk kaki dan tubuhnya secara bersamaan. Beberapa kali Nayra menghembuskan napasnya.
Raihan menoleh ke arahnya kembali. Melihat gadis itu kembali kedinginan. Raihan terlihat iba. Padahal dirinya juga sedang kedinginan. Raihan melihat punggung tangan Nayra yang luka dan masih berdarah.
Raihan berdiri. Nayra langsung menoleh pada Raihan dan melihat laki-laki itu berjalan. Mendekati pakaiannya yang tergantung. Nayra tersentak kaget saat melihat Raihan merobek kemejanya.
Syaskkkkk.
__ADS_1
" Hey," teriak Nayra. Tetapi sia-sia kemejanya bagian bawahnya sudah berhasil di robek Raihan. Raihan menoleh kearah Nayra, melihat betapa kesalnya wanita itu. Raihan kembali menghampiri Nayra dan duduk di sampingnya.
" Apa yang kau lakukan dengan pakaianku?" tanya Nayra dengan wajahnya yang cemberut. Melihat sobekan bajunya sudah ada di tangan Raihan.
Wajah Raihan hanya terdapat smirky, Raihan memegang ke-2 bahu Nayra agar wanita itu menghadapnya. Raihan meraih tangan Nayra yang luka, meletakkan di pahanya.
" Jika di biarkan akan infeksi," ujar Raihan meniup pelan luka Nayra. Saat tiupan itu begitu terasa. Jantung Nayra kembali berulah. Dia takut jika Raihan mendengar getaran jantungnya.
Selesai meniup luka itu. Raihan membalutnya dengan sobekan kemeja Nayra. Dengan sangat lembut Raihan melakukan itu. Nayra hanya bisa memandangi wajah Raihan yang sangat khawatir kepadanya.
Sekarang gantian mata Nayra yang tidak berkedip, melihat wajah tampan itu. Dia harus mengakui jika Raihan yang di kenalnya dulu sekarang semakin tampan. Wajah Arrogant Raihan menambah karismatik tersendiri.
Nayra harus kesulitan menelan salavinanya. Karena ulah Raihan yang sepertinya meruntuhkan pertahannya sebagai wanita.
Selesai membalutnya. Raihan melihat kearah Nayra yang masih menatapnya. Alhasil mata mereka saling menatap. Ke- mata itu seakan saling bercerita.
Tatapan Raihan yang sangat tajam, membuat Nayra salah tingkah dan langsung mengalihkan wajahnya kesamping. Raihan tersenyum melihat Nayra yang menjadi canggung.
Raihan meraih dagu Nayra, agar Nayra melihatnya. Nayra yang adanya semakin sesak napas saat wajahnya kembali di pertemukan dengan wajah dewa itu.
" Tidak ada apa dengan diriku, plis Nay jangan seperti ini,'" batin Nayra yang semakin gugup.
Raihan memegang pipi Nayra, menatapnya dengan penuh arti, Raihan juga kesulitan menahan salavinanya. Dia tambah hasratnya yang semakin tidak terkondisikan.
Wajah Raihan semakin mendekat kewajah Nayra sehingga tidak ada jarak lagi. Raihan memiringkan kepalanya sehingga hidung mereka bersentuhan. Raihan melihat kembali wajah Nayra yang semakin panik, tidak menunggu lama Raihan meraih bibir Nayra, mengecupnya.
Nayra terbelalak kaget. Saat sadar bahwa bibir Raihan sudah menempel di bibirnya.
" Apa yang barusan di lakukannya," batin Nayra yang masih tidak percaya.
Nayra akhirnya memejamkan matanya. Raihan melepas ciuman itu dan melihat Nayra yang memejamkan matanya.
Karena tidak ada penolakan dari Nayra. Raihan kembali mencium Nayra. Kali ini tidak hanya menempelkan saja. Raihan seakan meminta Nayra untuk membuka mulutnya agar dia bisa bermain di dalam mulut Nayra.
Seakan mendapat izin dari Nayra. Nayra yang terlena akhirnya membuka mulutnya sedikit. Membiarkan Raihan melakukan apapun yang di inginkannya.
Nayra memegang erat bajunya, saat merasakan sensasi yang di berikan Raihan kepadanya. Raihan terus mencium Nayra dengan penuh hasrat yang tidak bisa di kendalikan.
Dia seakan meluapkan emosinya karena kecemburuannya pada Angga tadi siang. Nayra sungguh ingin memberontak. Tetapi ada tembok yang menahannya.
Ciuman itu kembali mengantarkan ke-2 nya kedalam masa lalu. Masa dimana saat mereka bersama. Raihan dan Nayra sama-sama terbayang dengan kenangan manis mereka.
__ADS_1
..." Aku mencintaimu," ujar Raihan....
..." Aku juga. Kak Raihan berjanjilah jangan pernah meninggalkanku," ujar Nayra. Raihan tersenyum dan mengangguk....
..." Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," sahut Raihan menarik Nayra dalam pelukannya....
...Teringat bayangan itu di dalam ciuman pasangan itu....
Ciuman yang bercampur aduk. Dengan perasaan masing-masing. Perasaan kebencian, kemarahan dan kerinduan yang telah meruntuhkan semuanya.
7 tahun tidak bertemu. Ke-2 nya masih sama-sama menunggu. Wajar saja jika mereka harus melampiaskan semua itu. Meruntuhkan ego masing-masing untuk kembali saling membutuhkan.
Raihan terus menuntun Nayra dalam ciumannya. Ini bukan pertama kali untuknya mencium wanita itu. Sebelumnya sudah di lakukannya tanpa sepengetahuan Nayra.
Dan sekarang Raihan bahkan kecanduan dengan bibir Nayra yang sedari tadi membuatnya ingin kembali memilikinya.
Sementara Nayra yang merasa ini adalah ciuman pertamanya. Hanya menerima saja tanpa menolak dan memberhentikan Raihan.
Tidak percaya jika ciuman pertamanya itu telah di ambil Raihan. Sewaktu mereka berpacaran Raihan memang tidak pernah menciumnya. Karena Raihan sangat menjaga Nayra, apa lagi Nayra adalah gadis 14 tahun yang di pacarinya.
Setelah beberapa menit berciuman dengan penuh kerinduan. Raihan melepas ciuman itu dengan perlahan. Pipinya ikut basah dengan tetesan air mata Nayra.
Tidak tau ada apa, Nayra memang meneteskan air matanya. Mungkin dia sangat haru dengan apa yang barusan terjadi padanya dan Raihan.
Napas keduanya saling naik turun. Karena kecanduan oleh Nayra. Raihan tidak memberinya kesempatan untuk bernapas. Nayra kembali menunduk karena malu jika Raihan melihat wajahnya yang merah.
Raihan yang masih di pengaruhi gairah, memegang pipi Nayra dan mengusap lembut bibir Nayra dengan jarinya. Nayra belum berani menatap Raihan.
" Jangan bersamanya," ujar Raihan dengan suaranya serak dan napasnya yang sesak. Nayra langsung mengangkat kepalanya dan memberanikan diri melihat ke arah Raihan.
" Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud," sahut Nayra.
" Nara kamu tau apa yang aku maksud. Aku tidak ingin kau bersamanya, aku menyuruhmu pergi menyelesaikan pekerjaan yang tidak masuk akal itu. Karena aku marah melihat mu bersamanya. Aku sengaja datang kesini, karena aku tau dia ada di sini, aku tidak ingin kamu bersamanya," ujar Raihan dengan napasnya yang masih tersenggal-senggal, terus terang atas apa yang di rasakannya pada Nayra. Jika dia terbakar cemburu.
Nayra tidak habis pikir. Jika Raihan marah hanya karena kehadiran Angga.
" Bisakan tidak untuk bersamanya?" tanya Raihan menunggu jawaban Nayra.
" Kasih aku alasan untuk tidak bersamanya," sahut Nayra yang butuh kepastian.
" Aku ingin kau tetap di sisiku," jawab Raihan menatap dalam kembali Nayra. Memegang kembali pipi itu dengan ke- 2 tangannya. Nayra Tersenyum tipis. Nayra menganggukkan matanya pelan.
__ADS_1
" Jika itu alasanmu, maka aku tidak akan bersama siapa-siapa," ujar Nayra dengan tulus.
...Bersambung........