
Dion mendengarnya melebarkan matanya. Dengan tangannya yang mengepal. Dion yang geram langsung membalikkan tubuhnya dan memegang bahu Carey dengan keras.
" Apa wanita berhijab seperti mu pantas bicara seperti itu," ujar Dion dengan menekan suaranya.
" Istri adalah cerminan suaminya. Jika suaminya seperti itu. Maka jangan salahkan istrinya juga akan seperti itu," sahut Carey yang tampak enteng bicara. Mungkin karena sangat marah jadi dia tidak peduli lagi.
"'Carey," gertak Dion. " Kau benar-benar melebihi batasmu saat bicara," sahut Dion.
" Aku melebihi batas ku. Lalu bagaimana dengan dirimu. Apa kau sadar apa yang kau lakukan. Apa menurutmu yang kau lakukan bersama Vira tidak melebihi batasmu. Apa menurutmu itu hal yang wajar hah!" sahut Carey semakin geram melihat suaminya.
" Aku sudah mengatakan berkali-kali kepadamu. Vira hanya sahabatku. Dan aku melakukan itu. Karena dia tidak punya siapa. Jadi jangan berlebihan Carey," sahut Dion.
" Berlebihan katamu. Kamu yang berlebihan. Ku tidak pernah sadar dengan semua yang kamu lakukan. Perasaanku yang tidak kamu ketahui seperti apa. Tapi aku sadar dengan diriku yang tidak perlu menuntut perasaan kepadamu. Karena memang nyatanya selama pernikahan kita hanya kata pernikahan," ujar Carey.
" Apa maksud kamu?" tanya Dion.
" Semua sudah jelas Dion. Kau tak bisa mencintaiku. Meski aku sudah melakukan banyak hal untuk mu. Tapi pada nyatanya hanya aku yang jatuh cinta dan sementara kau tidak memberikan hatimu untuk mencintaiku. Kau hanya menjadikan ku sebagai teman tidur mu," ucap Carey menekan suaranya. Dion terdiam mendengar perkataan Carey.
" Jadi lepaskan aku!" ucap Carey langsung menepis kasar tangannya dari Dion.
" Kau pergilah dengan wanita itu. Kau berikan saja perhatian mu kepadanya. Mungkin memang dia wanita yang kau cintai. Sampai kau tidak bisa membuka hati mu untukku dan menomor satukan ya," ucap Carey menekan suaranya yang sudah lelah bertengkar.
" Apa maksud mu Carey. Apa selama begini pikiranmu tentang pernikahan kita. Kau meragukan perasaanku kepadamu dan kau malah menganggap pernikahan kita hanya sebatas hubungan seksual saja," ujar Dion yang tidak percaya dengan kata-kata Carey barusan.
" Tetapi itu lah, kenyatannya. Semuanya hanya seperti itu. Kau bahkan lupa dengan kata-kata mu. Kau mengatakan akan membuka hati sama-sama. Tapi apa kau tidak pernah membuka hati mu. Kau membiarkan ku yabg melakukannya sendiri, semua tidak akan sesakit ini Dion. Kalau aku tidak mencintaimu. Aku akan menganggap biasa kalau aku tidak punya perasaan kepadamu. Tetapi semuanya sudah terlanjur dan aku sangat sakit mendapat perlakukan dari mu," sahut Carey menekan suaranya dengan air matanya yang kembali menetes.
" Kau pergilah dengan sesukamu. Urus saja dia. Kalau perlu nikahi sekalian. Aku sudah tidak peduli dengan apapun yang kau lakukan. Karena aku sudah membencimu," ujar Carey menyeka air matanya lalu langsung pergi.
" Carey!" panggil Dion. Carey tidak peduli tetap melanjutkan langkahnya.
" Ahhhhhh," teriak Dion mengacak rambutnya Frustasi.
__ADS_1
" Kenapa jadi seperti ini," ucap Dion yang kesal sendiri dengan beberapa kali mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar frustasi melihat sikap istrinya..
Carey masuk kekamarnya duduk di pinggir ranjang dengan kembali menangis terisak-isak.
" Kau benar-benar jahat Dion, kau melakukan semuanya kepadaku dengan sesukamu," ujar Carey yang beberapa kali menyeka air matanya.
Tiba-tiba Carey mendengar suara mesin mobil. Carey langsung berjalan mendekati jendela dan melihat mobil Dion yang pergi. Membuat Carey geleng-geleng dengan mendengus kasar.
" Jadi dia benar-benar pergi. Dia bahkan tidak peduli dengan apa yang aku katakan tadi. Dia pergi menemui Vira dia lebih peduli pada Vira di bandingkan aku. Kau benar-benar jahat Dion kau keterlaluan. Aku benar-benar membencimu. Aku sangat membencimu Dion," teriak Carey.
Dadanya semakin sakit dengan apa yang di lakukan Dion. Meski bertengkar hebat dan Carey sudah mengeluarkan isi hatinya. Tetap saja Dion tidak peduli dan sekarang .asih pergi menemui Vira dan meninggalkan dirinya.
***********
Dion memang Kerumah sakit. Dan Dion memasuki ruang perawatan Vira yang ada bersama Dara.
" Dion," tegur Dara yang melihat Dion datang.
" Oh iya. Tidak apa-apa. Carey tidak ikut?" tanya Dara.
" Tidak, dia sedang di rumah?" jawab Dion datar.
" Ohhh, begitu," sahut Dara yang sepertinya tau. Jika Dion sebenarnya ada masalah.
" Ya sudah aku nunggu di luar saja," ujar Dion pamit.
" Oke," sahut Dara mengangguk-angguk.
Dion pun akhirnya keluar. Dion menunggu di luar. Dion duduk di salah satu bangku rumah sakit yang ada di dekat ruangan Vira. Dion mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya sampai pucuk kepalanya.
" Apa yang di bicarakan kenapa dia bisa berpikiran seperti itu," batin Dion yang memikirkan istrinya. Dia benar-benar tidak percaya jika mendengar hal itu dari mulut Carey.
__ADS_1
" Apa aku keterlaluan," batin Dion yang mulai menyadari jika dia keterlaluan.
Dara keluar dari ruangan Vira dan melihat Dion yang tampak lusuh dan terlihat sedang banyak pikiran.
" Dion," tegur Dara. Membuat Dion sedikit kaget.
" Eh, Dara," sahut Dion. " Bagaimana Vira?" tanya Dion.
" Dia baik-baik saja," jawab Dara. " Kamu sendiri kenapa. Apa sedang ada masalah?" tanya Dara kepo.
" Tidak. Aku hanya ribut kecil dengan Carey," jawab Dion.
" Apa karena Vira?" tanya Dara yang seakan tau apa yang di alami Dion. Sampai Dion melihat kearah Dara yang mengetahui hal itu.
" Ya, aku bisa melihat beberapa hari ini Carey memang sedang tidak baik-baik saja," ujar Dara
" Carey hanya berlebihan. Dia marah-marah hanya karena aku mengurus Vira," ujar Dion.
" Itu tidak berlebihan Dion. Itu hal yang wajar," sahut Dara.
" Maksud kamu?" tanya Dion.
" Dion. Seandainya Vira seorang laki-laki saja dan kamu sedekat dan se perhatian itu kepadanya. Vira saja wajar marah. Apa lagi kamu dekat seorang wanita dan memberikan perhatian kamu yang sangat besar. Bagaimana mungkin Carey tidak marah. Jika Carey tidak marah itu baru aneh," ujar Dara seakan memberi penjelasan pada Dion.
" Tapi aku melakukan semuanya. Hanya karena simpati kepada Vira," sahut Dion yang masih beralasan.
" Kamu simpatik kepada Vira. Lalu bagaimana istrimu. Apa kamu simpatik pada perasaannya. Apa tidak sadar. Jika Carey yang hanya diam dan mengangguk setiap apa yang kamu katakan mengenai Vira. Itu adalah pertanda jika dia sangat marah dan tidak bisa mengeluarkannya. Jadi jika dia tadi marah-marah karena masalah Vira. Itu berarti dia sudah tidak menyimpannya lagi," ujar Dara menjelaskan.
" Apa aku keterlaluan pada Carey," batin Dion.
" Dion jangan sampai istri kamu lelah dengan perbuatan kamu. Kamu harus tau dan mengerti bagaimana Carey. Kamu harus bisa pahami perasaannya," ujar Dara lagi yang mengingatkan Dion. Dion tampak diam dan sepertinya mulai menyadari apa yang dilakukannya menyakiti hati Carey.
__ADS_1
Bersambung....