Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 367


__ADS_3

Dion yang menyadari kesalahannya kembali berdiri. Dion lalu memeluk Carey dengan erat dan Carey juga membalas pelukan itu. Tidak menyangka akhirnya Carey bisa mendengarkan ucapan cinta dari suaminya.


Kata cinta yang selama ini ingin di dengarnya. Wanita memang memiliki tipe yang berbeda-beda. Mungkin Carey butuh pengungkapan agar hatinya bisa luwes. Walau sebenarnya dia pasti tau jika suaminya itu pasti mencintainya.


Tetapi dia tetap butuh pengakuan. Mungkin juga bawaan sang baby di dalam kandungannya yang membuatnya menjadi sensitif. Tetapi apapun itu. Buah kesabaran Carey mendapatkan hasil.


Suaminya telah menyadari kesalahannya dan membuatnya benar-benar bisa sadar dan menyadari posisinya jika dia harus menjaga hati istrinya.


*********


Dara ke luar dari ruang dari kamarnya sudah rapi yang sepertinya malam ini dia akan keluar. Tetapi tidak tau mau kemana. Dara melihat Vira yang duduk di ruang tamu dengan termenung.


" Vira!" tegur Dara. Vira langsung sadar dan menoleh kebelakang dan melihat ke arah Dara.


" Ada apa?" tanya Vira dengan wajahnya senduh.


" Kamu kenapa?" tanya Dara.


" Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Vira.


" Begitu, Hmmm aku mau makan malam di luar. Kamu mau ikut tidak?" tanya Dara mengajak Vira.


" Tidak, aku di rumah saja," jawab Vira tampak tidak bersemangat.


" Kamu yakin?" tanya Dara. Vira mengangguk tersenyum.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu. Aku tidak lama kok," ucap Dara pamit. Vira menganggukkan kepalanya Dara pun akhirnya pergi.


Tidak berapa lama Dara pergi. Vira melangkahkan kakinya ke jendela, membuka tirai dan ternyata Vira penasaran dengan siapa Dara pergi yang ternyata Dara di jemput Sony. Apa yang di lihatnya semakin membuat dadanya sesak.


" Wajar jika dalam keadaan apapun Sony tetap peduli kepadamu. Karena kamu perempuan yang baik. Meski kemarin kita ribut. Tetapi kamu seakan-akan tidak menganggap, jika terjadi sesuatu di antara kita," batin Vira dengan air matanya menetes.


Dia memang harus mengakui Dara berhati malaikat. Tetapi dia tidak mempungkiri jika apa yang di lakukan Sony kepada Dara membuatnya cemburu. Karena seharusnya dia yang bersama Sony hidup membesarkan bayi di dalam kandungannya.


Tetapi tidak. Sony seakan hanya bertanggung jawab pada bayinya dan tidak untuk dirinya dan dia sangat meyakini, jika Sony masih mencintai wanita yang menolongnya itu.


" Aku memang tidak bernasib baik. Semua orang meninggalkan ku," batinnya dengan mengusap-usap perut rampingnya dengan kesedihan di wajahnya.

__ADS_1


*********


Sony dan Dara berada di dalam mobil dengan Sony yang fokus menyetir kedepan.


" Dara, kita mampir Kerumah bentar ya, soalnya ada yang ketinggalan," ucap Sony.


" Hmmm, boleh. Lagian baru jam berapa, anak-anak pasti belum ngumpul," sahut Dara tanpa menolak. Sonya mengangguk.


" Semoga Tante Saski ada di rumah dan aku bisa bicara kepadanya," batin Dara yang sepertinya juga ada keperluan makanya, mau-mau saja.


Tidak berapa lama, akhirnya Dara dan Sony sampai di rumah Sony dan Dara dan Sony langsung keluar dari mobil dan memasuki rumah dan memang benar ada Saski dan Roni yang bersantai di ruang tamu.


" Dara!" sapa Saski yang begitu melihat Dara.


" Tante," sahut Dara yang langsung mencium punggung tangan Saski dan Roni.


" Mau kemana kalian kok Dara cantik?" tanya Roni memuji Dara.


" Om bisa aja, Dara jadi malu. Dara dan Sony mau tempat Nayra. Dia lagi buat acara makan-makan. Makanya mau kesana," jawab Dara.


" Iya pa, ma, Sony ada ketinggalan, makanya mampir kemari," jawab Sony. " Ya sudah aku keatas bentar," sahut Sony yang langsung pergi.


" Tante, Om, ada yang ingin Dara bicarakan," ucap Dara seketika menjadi serius.


" Ada apa Dara, buat Tante takut saja, melihat wajah kamu yang tampak serius.


" Begini Tante, ini masalah Vira," sahut Dara. Saski langsung malas mendengar nama Vira.


" Memang kenapa dia?" tanya Saski yang tampak cuek.


" Tante, fikis dan mental Vira sedang buruk. Dia juga sedang hamil, dan aku sangat khawatir dengan kondisinya dan juga bayinya. Dia merasa sendirian. Aku sangat takut dia kenapa-kenapa," ujar Dara yang mengatakan kondisi Vira.


" Dara lalu apa maksud kamu. Tante sama Om kamu tetap bertanggung jawab pada bayinya. Kami tidak lepas tanggung jawab dengan anak yang di kandungnya," sahut Saski.


" Bayinya akan baik-baik saja. Jika ibunya baik-baik saja. Jika mental ibunya tidak mana mungkin bayinya akan baik-baik saja," ujar Dara menjelaskan.


" Terus Tante harus berbuat apa lagi. Kamu tau sendiri kan. Tante dan Om sudah melakukan semuanya," sahut Dara.

__ADS_1


" Tidak Tante, jalan yang seharusnya Tante lakukan, menikahkan Sony dan juga Vira. Karena yang di butuhkan Vira dukungan dari ayah dari bayinya," sahut Dara.


" Itu tidak mungkin Dara. Kamu tau hal itu tidak akan terjadi, tidak akan pernah terjadi," sahut Saski yang benar-benar menegaskan pada Dara.


" Tante. Apa yang terjadi pada Vira adalah perbuatan Dion dan anak yang di kandung Vira darah daging Tante. Apapun itu, seburuk apapun Vira. Bukan kesalahan dari janin yang tidak tau apa-apa itu. Percuma Tante membuat sana-sini bertanggung jawab dengan biaya dan yang lainnya. Jika Tante tidak mempedulikan ibu dari bayinya. Jika anak itu kenapa-napa karena mamanya yang stress. Bukankah bisa di katakan jika itu adalah kesalahan Tante," jelas Dara yang tidak peduli lagi dengan ucapannya.


" Dara, tetapi tidak mungkin melakukan apa yang kamu katakan," sahut Saski.


" Ayolah Tante, Tante tidak bisa egois, karena yang menjalani adalah Sony dan juga Vira. Biarkan mereka bertanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan. Biar mereka merawat bayi itu bersama-sama," ujar Dara yang membujuk Saski.


Saski terlihat memijat kepalanya jelas apa yang di sarankan Dara tidak mungkin di lakukannya.


" Aku tidak harus berbuat apa, lagi. Tetapi Dara ada benarnya juga. Jika bayi itu sampai kenapa-kenapa. Maka aku lah yang bersalah. Karena ke egoisan ku. Bayi itu jelas tidak bersalah," batin Saski yang kepikiran dengan ucapan Vira.


Roni hanya diam dan pasti setuju dengan kata-kata Dara yang bukan sekali ini membujuk Saski. Tetapi bicara Dara kali ini sangat kena ke hati Saski. Karena Saski sampai kepikiran.


" Tante, ayolah, semua ini demi calon cucu Tante," bujuk Dara lagi yang memegang tangan Saski. Saski melihat ke arah suaminya dan Rony menganggukkan matanya.


" Baiklah, Tante akan mengijinkan Sony menikah dengan Vira. Tetapi Tante tidak mau dia tinggal di rumah ini," ujar Saksi mengambil keputusan. Mendengarnya Dara merasa lega.


" Tante, aku yakin Sony akan bisa mengatasi masalah itu," ujar Dara dengan senyumnya yang merasa lega dengan keputusan Saski yang akhirnya memberi izin Sony untuk menikah dengan Vira.


" Makasih Tante, sudah memberikan Vira kesempatan," ujar Dara.


" Kenapa harus kamu yang berterima kasih," sahut Saski.


" Itu sama saja Tante," sahut Dara.


" Aku tidak tau, kenapa anakku begitu bodoh, bisa menyia-nyiakan wanita sebaik ini. Bahkan Dara memohon hanya untuk kebahagian orang lain yang jelas dia tau seperti apa orangnya," batin Saski yang begitu menyukai Dara. Tetapi sangat di sayangkan hubungan sang anak berakhir dengan Dara.


Ternyata di sisi lain Sony mendengarkan hal itu. Dia mendengar bagaimana Dara membujuk mamanya dan mamanya setuju. Sony tampak membuang napasnya perlahan kedepan.


" Aku tidak tau Dara. Hati kamu terbuat dari apa. Bisa-bisanya kamu melakukan itu hanya untuk orang lain," batin Sony dengan perasaannya yang hanya akan merasa bersalah dengan Dara dan pasti dia selalu merepotkan mantan kekasihnya itu.


Melihat senyum Dara yang begitu tulus. Mana mungkin ada orang tua yang tidak menginginkannya menjadi menantu. Tetapi seperti yang Saski katakan. Anaknya yang bodoh yang sudah menyakiti Dara dan akhirnya hubungan itu berakhir.


Dara juga sudah lumayan tahan dengan Sony, selama 5 tahun dan terus di selingkuhi oleh Sony.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2