Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 243


__ADS_3

" Nayra. Tapi Dokter itu sudah mengatakan yang sebenarnya. Jika aku tidak terlibat. Aku tidak tau apa itu salah atau tidak. Kenapa kamu terus memojokkanku," sahut Vira seakan terzolimi.


" Kamu benar-benar ya Vira. Kau keterlaluan," teriak Nayra. Semakin Vira berbicara emosinya hanya akan semakin naik saja.


" Sudah Nayra, jangan marah-marah lagi. Papa rasa semuanya sudah jelas," sahut David.


" Apa maksud papa?" tanya Nayra dengan firasatnya yang buruk. Dia takut jika papanya termakan omongan Vira.


" Jangan bilang kalau papa percaya dengan semua sampah yang keluar dari mulutnya," sahut Nayra memastikan. Sementara Raihan hanya melihat ke arah Vira yang berwajah sedih tetapi menyimpan senyum kemenangan.


" Papa tidak membela siapa-siapa tetapi papa hanya melihat fakta yang ada," sahut David.


" Dan maksud papa Nayra yang salah begitu," sahut Nayra dengan dadanya yang sesak.


Tidak mungkin baginya jika papanya pada akhirnya menyalahkan dirinya. Membenarkan omongan palsu yang di ucapkan Vira.


David menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. David melihat ke arah Ramon yang masih bersujud.


" Ramon. Keluar kamu dari rumahku! usir David dengan suara lemasnya. Hal itu membuat Nayra schok.


" Kenapa papa menyuruhnya pergi. Sementara semuanya belum selesai?" protes Nayra.


" Semua sudah selesai Nayra," sahut David menjeda omongannya dan melihat ke arah Ramon yang sudah bangkit dari sujudnya.


" Aku mengampuni kamu Ramon. Karena aku masih bisa melihat sisi baik kamu. Yang kamu lakukan kepada keluarga ku sebelumnya. Aku tidak akan memperpanjang masalah ini. Tetapi sebagai akibat perbuatan kamu. Kita mungkin sudah tidak berteman lagi," tegas David dengan keputusan yang di ambilnya.


Keputusan yang jelas membuat Nayra dan Raihan kaget. Sampai mereka merasa jika ini hanya salah paham saja.


Ramon yang mendengarnya langsung berdiri dan mencium punggung tangan David.


" Terima kasih, terima kasih sudah memberiku kesempatan," Ramon menciumi tangan David terus menerus. David menjauhkan tangannya.


" Pergilah sebelum aku berubah pikiran," ujar David. Ramon langsung pergi dengan buru-buru keluar dari kamar itu. Raihan mendapati Vira tersenyum kepada Ramon.


" Kenapa papa seperti ini," batin Nayra.memijat kepalanya.

__ADS_1


Bisa-bisanya papanya tidak mempermasalahkan hal itu dan dengan mudahnya mengampuni Ramon.


Sementara Vira sangat bahagia dengan kejadian hari ini. Tidak pernah terpikir olehnya ini akan terjadi di depan matanya.


" Apa yang papa lakukan?" tanya Nayra menekan suaranya.


" Sudah Nayra jangan di bahas lagi. Kamu kendalikan diri kamu. Kamu sedang hamil. Papa tau kamu terbawa emosi dengan semua ini. Tapi tetap yang kamu lakukan salah kepada Vira. Bagaimana pun kalian bersaudara," ucap David dengan lembut. Nayra geleng-geleng tidak terima dengan keputusan papanya yang sangat tidak masuk akal.


" Sayang sudah, kamu tenang ya," Raihan menenagkan istrinya.


" Raihan kamu bilang sama papa ini semua tidak benar," ujar Nayra yang berderai air mata yang sudah tidak tau harus mengatakan apa lagi.


Raihan hanya mengusap-usap bahu istrinya. Perasaan Nayra pasti sangat hancur dengan David yang terang-terangan membela Vira di bandingkan istrinya.


" Nayra, jangan menangis, papa tidak ingin melihat kamu sedih. Vira adalah saudara kamu. Kalian tidak boleh saling ribut," ujar David yang benar-benar tidak ingin melihat Nayra menangis.


Dia juga tidak ingin melihat Nayra tertekan dalam kondisinya yang sedang hamil.


" Tidak Pa, aku bukan saudara nya Nayra," sahut Vira tiba-tiba.


" Iya kan Nayra, kamu yang mengatakannya tadi. Kamu mengatakan jika aku hanya anak adopsi. Aku tidak pantas tinggal di rumah ini. Aku hanya parasit untuk papa," ujar Vira yang masih belum selesai berakting.


" Vira apa yang kamu katakan jangan membicarakan yang tidak masuk akal," geram Raihan sudah tidak tahan dengan wanita itu.


" Kapan aku mengatakannya?" teriak Nayra.


" Kamu mana mungkin mengakui hal itu. Kamu mengatakan aku pintar bersandiwara. Tetapi yang sebenarnya. Kamu lah yang pintar bersandiwara," sahut Vira tidak habis-habisnya memojokkan Nayra.


" Kamu benar-benar," Nayra kembali ingin melabrak wanita itu. Raihan langsung menahannya.


" Sayang sudah. Jangan bertindak bodoh di depan papa. Dia sedang memancing kamu. Kendalikan diri kamu, jangan termakan omongannya," ujar Raihan memegang ke-2 pipi Nayra yang bercucuran air mata.


Raihan memang sudah bisa membaca situasi jika Vira hanya mencoba membuat istrinya semakin salah di depan papa mertuanya itu.


" Nayra papa rasa sudah cukup. Papa tau kamu wanita yang baik dan sangat besar hati. Maka dari itu dengan kebesaran hati kamu, meminta maaflah pada Vira. Agar masalah ini selesai," sahut David tiba-tiba.

__ADS_1


Membuat Nayra dan Raihan melihat serentak ke arah David dengan mata melebar sempurna.


Sementara Vira yang merasa menang tersenyum penuh kemenangan mendengar hal itu. Dia tidak menyangka akan terjadi hal itu di dalam hidupnya.


" Wah dia akan mencium tanganku untuk meminta maaf. Hal yang begitu indah," batin Vira tidak sabaran hal itu akan terjadi.


" Papa menyuruh Nayra untuk minta maaf?" tanya Nayra memastikan.


" Sayang. Tidak ada ruginya untuk meminta maaf. Jadi minta maaflah kepadanya, kamu sudah bermain kasar kepadanya. Kamu sudah melukainya," ujar David


" Nayra tidak salah. Jadi Nayra tidak akan meminta maaf," tegas Nayra dengan yakin.


" Nayra, papa tidak ingin kalian terlibat kesalah pahaman," sahut David.


" Di sini tidak ada kesalah pahaman pa. Semua yang Nayra katakan benar. Dan yang di katakannya semuanya palsu," tegas Nayra dengan yakin.


" Nayra kamu kenapa..."


" Diam kamu! teriak Nayra memotong omongan Vira.


" Nayra sudah tidak tau harus mengatakan apa lagi. Nayra tidak menyangka kalau papa akan termakan omongan wanita iblis itu. Nayra hanya berusaha menunjukkan kebenaran. Nayra khawatir dengan kesehatan papa yang ada di tangan wanita itu. Tetapi papa tidak memberi Nayra kesempatan,"


" Papa hanya karena melihat luka di wajahnya langsung menyuruh Nayra untuk meminta maaf tanpa memikirkan luka Nayra. Lalu bagaimana dengan dia yang menyakiti hati Nayra berkali-kali apa papa memikirkan hal itu,"


" Dia berusaha menghancurkan rumah tangga Nayra dengan semua caranya yang murahan mendekati suami Nayra," teriak Nayra menunjuk Vira.


" Jangan bicara sembarangan kamu Nayra," sahut Vira mulai panik.


" Diam kamu!" bentak Nayra.


" Dia datang kerumah Nayra dengan keberaniannya memberi bunga pada suami Nayra. Memberi makanan yang katanya saran dari Dokter agar Nayra cepat hamil. Dia menghina Nayra dengan mulutnya yang berbisa itu. Karena Nayra belum mengandung," kesabaran Nayra habis. Dia mungkin akan puas jika mengungkap apa yang di simpannya.


" Itu bohong pa?" sahut Vira membela dirinya.


" Kamu pikir aku seperti kamu pintar bersandiwara. Kalau papa penasaran dengan yang aku katakan. Papa bisa datang sendiri kerumahku. Kita lihat Cctv dan perekam suara yang ada di ruang tamu ku," ujar Nayra. Mendengar hal itu membuat Vira kaget.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2