Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 387


__ADS_3

Ternyata Della tidak ke toilet. Dia malah keluar dari Restauran dan melihat Angga dan Karen memasuki mobil. Della benar-benar sangat bingung bagaimana cara untuk mengikuti Angga dan Karen. Ternyata Angga dan Karen yang memasuki mobil hanya menyenangkan mobil mereka ke sebrang jalan yang tak lain di sana adalah Hotel.


" Ngapain mereka ke sana?" batin Della penuh tanda tanya dan jelas rasa ke khawatiran ada di wajahnya.


Tanpa melihat kekurangannya Della pun mendorong kursi rodanya sendiri dan bahkan nekat menyebrang jalan tanpa di temani Luci. Mungkin Della memang sudah terbiasa seperti itu.


Karena dia juga lumpuh sudah sangat lama. Jadi wajar saja Della layaknya orang berjalan yang bisa melakukan apapun. Tanpa orang lain.


Della juga nekat memasuki Hotel. Karena Angga dan Karen memasuki hotel dan bahkan memesan kamar yang membuat Della penasaran.


" Tidak mungkin Angga akan melakukan hal itu," batin Della yang punya pikiran kemana-mana. Pasangan yang memesan kamar. Apa lagi jika bukan untuk suatu hal yang tidak benar.


" Apa yang harus aku lakukan. Karen pasti ingin menjebak Angga," ujarnya kebingungan. Saat melihat Karen dan Angga sudah berjalan sepertinya akan menuju kamar yang mereka pesan. Della melihat seorang pelayan wanita.


" Mbak!" panggil Della. Pelayan wanita itu pun melihat ke arah Della dan menghampiri Della.


" Iya ada ya mbak. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan ramah.


" Mbak tolong saya," sahut Della dengan wajah paniknya. Membuat pelayan itu ikutan panik.


" Minta tolong apa mbak," sahut pelayan itu.


" Itu," tunjuk Della pada Angga dan Karen yang sedang berjalan.


" Itu adalah suami saya. Dan wanita itu adalah perempuan yang berusaha untuk merebutnya. Saya ingin menghentikan kegilaan wanita itu. Sebelum suami saya benar-benar terjebak dan rumah tangga saya berantakan," ujar Della dengan wajah sedihnya seakan benar apa yang di katakannya.


" Itu pelakor," sahut pelayan itu yang langsung geram.


" Iya mbak," sahut Della.


" Ya ampun benar-benar ya. Wanita sekarang memang banyak yang tidak beres. Bisa-bisanya dia main ke hotel segala," desis pelayan itu dengan kesal bahkan sampai mengepal tangannya.


" Makanya mbak tolong saya," sahut Della yang seperti ingin di kasihani.


" Baiklah mbak. Apa yang bisa saya lakukan?" tanya pelayan itu tampak semangat. Mungkin kalau urusan pelakor dia harus semangat.

__ADS_1


" Tolong bantu saya, menuju kamar yang mereka pesan," ujar Della.


" Baik mbak, ayo. Kita harus musnahkan pelakor," sahut pelayan itu. Della mengangguk dan pelayan itu langsung bergerak cepat.


Angga dan Karen pun berada di depan kamar hotel dan terlihat Karen menggesekkan kartu hotel sampai pintu terbuka.


" Ayo masuk!" ujar Karen tersenyum.


" Kamu saja aku menunggu di luar," sahut Angga menolak.


" Mana mungkin Angga. Aku mungkin akan lama. Aku harus mengeringkan bajuku yang tertumpah minuman dan kamu mana mungkin berdiri di sini. Masuklah. Kamu juga bisa istirahat sebentar sembari menungguku," ujar Karen. Dan terlihat wajah Angga yang ragu.


" Sudah ayo. Jangan lama-lama. Nanti kalau aku memakai pakaian ini terus. Aku bisa masuk angin lagi," desak Karen yang memaksa Angga untuk masuk. Bahkan menarik lengan Angga sampai akhirnya mereka masuk. Dan Karen tersenyum lebar saat berhasil mengajak Angga masuk.


" Hmmm, ya sudah kamu tunggu di sini dulu. Aku mau ketoilet, ganti baju dan mengeringkan pakaian ku. Kalau kamu mau istirahat sebentar. Maka istirahatlah. Nanti kalau sudah selesai. Aku akan membangunkan mu," ujar Karen.


" Ya sudah. Jangan lama-lama," ujar Angga. Karen mengangguk dan melangkah memasuki kamar mandi.


Angga pun duduk di sisi ranjang dan melihat ponselnya sejenak. Angga memijat kepalanya dan membaringkan dirinya sembari menunggu Karen.


Sementara Karen berada di kamar mandi yang sudah mengganti pakaiannya dengan baju mandi yang ada di dalam kamar mandi dan berdiri di depan cermin dengan merias wajahnya.


Karen memberi lipstik di bibirnya dan juga menyemprotkan parfum dengan baju mandi yang putih yang di gunakannya yang hanya sepahak dan Karen sengaja membukakan bagian dadanya agar terlihat menarik.


Setelah merasa cukup dengan penampilannya. Karen pun keluar dari kamar mandi dan melihat Angga tertidur dengan ke-2 kakinya yang masih berpijak pada lantai.


" Kau akan menjadi milikku malam ini," ujar Karen yang langsung melangkah perlahan mendekati Angga dan bahkan sudah beranjak ke atas tempat tidur dan Angga tidak sadar.


Karen sudah berada di samping Angga yang terbaring tertidur. Wajah Karen begitu dekat dengan Angga dan bahkan memebelai-belai pipi Angga dengan jarinya yang lentik dan mencium pipi itu lembut dan langsung membuat Angga bangun dan kaget dengan Karen yang sudah ada di depannya.


" Karen, apa yang kamu lakukan?" tanya Angga panik. Karen meletakkan jarinya dibibir Angga.


" Shutttt, kamu tidak perlu bertanya. Karena jelas yang aku lakukan hanya ingin memberimu kebahagian malam ini," ujar Karen. Dengan tangannya yang sudah membuka kancing baju Angga.


" Apa maksud kamu?" tanya Angga menepis tangan Karen.

__ADS_1


" Angga. Aku mencintaimu. Jadi menolakku," ujar Karen yang sedikit memaksa dan bahkan mencium bibir Angga. Dia sengaja membuat Angga agar bergairah dan tidak menolaknya.


" Hentikan Karen, apa yang kamu lakukan. Jika sudah selesai ayo kita pulang," ujar Angga yang terus menolak dengan mengelakkan wajahnya.


" Sial. Tidak bisa aku tidak akan melepaskan mu Angga malam ini kau adalah milikku," batin Karen.


Sementara Della berada di depan kamar Angga dan Karen.


" Apa yang harus aku lakukan," batin Della yang kepanikan yang takut akan sesuatu.


Dan di dalam kamar itu Karen tetap menggoda Angga sehingga tidak peduli Angga menolaknya atau tidak. Bahkan Karen menciumi leher Angga. Dan Angga terus membuat Karen menjauh tetapi Karen sepertinya tidak akan mungkin melepas Angga sampai dia terus melajukannya.


Ya kalau seperti itu terus Angga juga lama-lama akan luluh. Karena mana ada kucing yang tidak mau ikan.


Dan bahkan Karen mencium Angga dan bahkan Angga membalas ciuman itu karena ciuman yang di berikan Karen membuat dia sebagai laki-laki normal menjadi panas.


Karena sebelumnya Karen telah mencampurkan sesuatu pada minuman Angga. Sehingga tubuh Angga yang tadinya menolak menjadi sangat panas.


Dratttt-Dratt- Dratttt- tiba-tiba ponsel Angga berdering dan Angga langsung tersadar dan mendorong Karen sehingga Karen jatuh di sampingnya.


" Sial," desis Karen yang merasa kehilangan sesuatu. Angga dengan cepat duduk dan melihat ponselnya panggilan masuk dari Della dan Angga tidak berpikir lagi dan langsung mengangkatnya.


" Ada apa Della?" tanya Angga.


" Tolong aku Angga," ujar Della.


" Kamu dimana?" tanya Angga melihat ke arah Karen yang wajahnya langsung sentimen ketika mendengar nama Della.


" Baiklah! kamu tunggu di sana," ujar Angga dengan cepat berdiri dan mematikan ponselnya.


" Aku harus pergi. Nanti kita bicara," ujar Angga yang buru-buru langsung pergi.


" Tapi Angga!" panggil Karen. Dan Angga tidak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya.


" Ishhhh, sial. Bisa-bisanya dia pergi meninggalkanku. Hanya karena wanita itu. Padahal sedikit lagi aku bisa mendapatkannya," desis Karen dengan kesal yang di tinggalkan oleh Angga.

__ADS_1


Angga memang lebih mementingkan Della dari pada Karen. Walaupun Angga sudah bergairah dengan obat yang sudah bereaksi. Tetapi mendengar Della yang meminta tolong membuatnya menahan diri dan tidak peduli dengan Karen dan meninggalkan Karen dalam kemarahannya dan juga amukannya yang rencananya gagal berkeping-keping.


Bersambung.....


__ADS_2