Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 98


__ADS_3

" Di mana Raihan kenapa dia belum datang," batin Carey, yang sebentar-sebentar melihat kerah pintu yang juga tidak melihat kedatangan Raihan orang yang di tunggu-tunggunya.


" Kenapa Carey?" tanya Dara heran dengan Carey.


" Tidak, aku hanya tidak melihat keberadaan Raihan," jawab Carey jujur.


" Mungkin lagi di jalan," sahut Dara berfikir positif.


" Ayo sudah bisa di nikmati, siapa yang mau ambil," Teriak Luci, memberi pengumuman hasil bakarannya sudah ada yang bisa di makan.


" Oke," sahut Dara.


" Ayo kak Della," panggil Andini melihat Della yang murung.


Della hanya mengangguk, Angga melirik ke arah Della, dan kembali mengalihkan pandangannya.


" Masih saling diam dengan Della?" tanya Sony yang melihat Angga dan Della sedari tadi tidak mengobrol.


" Aku tidak ada masalah dengannya," sahut Angga ketus.


" Angga, sudahlah, semua orang punya alasan untuk melakukan kesalahan. Lagi pula di sini kau tidak merasa di rugikan. Yang di rugikan Nayra dan Raihan," ujar Sony mencoba membuat Angga paham.


" Tetap saja caranya tidak benar," sahut Angga.


" Hhhh, terserahlah, aku kasih saran. Kita bukan anak remaja lagi. Kita semua sudah dewasa. Jadi harus menghilangkan ego masing-masing," ujar Sony lagi.


" Sok tau lo," sahut Angga.


" Wau, aku datang di waktu yang tepat, sepertinya," sahut Raihan yang tiba-tiba datang. Mendengar suara Raihan semua mata tertuju pada suara itu.


Carey yang tadinya senyum karena suara Raihan. Senyumnya seakan hilang ketika melihat Raihan datang bersama Nayra. Mata Carey turun kebawah melihat tangan Nayra dan Raihan saling menggengam erat. Carey seakan panas melihat hal itu. Belum lagi dengan wajah Nayra yang tersenyum lebar.


" Nayra," lirih Angga pelan. Kaget melihat kehadiran Nayra dan Raihan. Dia juga melihat genggaman itu.


" Nayra," ujar Andini senyum yang tidak menyangka jika Nayra akan ada di didalam acara mereka.


" Ngapain sih, dia pake ikut segala," desis Luci dengan tidak sukanya terhadap Nayra.


" Ayo Nayra," ajak Raihan. Nayra mengangguk dan mengikuti Raihan bergabung bersama teman-temannya. Jujur Nayra sebenarnya sangat gugup dengan hal itu.


" Ayo Angga," ajak Sony menepuk bahu Angga yang wajah Angga terlihat lesu.


Angga mengangguk dan mengikuti Sony bergabung bersama yang lainnya.


" Maaf sudah menunggu lama," ujar Raihan yang sudah berhadapan dengan teman-temannya.


" Tidak, ko kak Raihan," sahut Cecil.


" Oh iya kenalin, ini Nara, kalian pasti sudah tau," ujar Raihan memperkenalkan pacarnya.


" Hay Cecil," sahut Cecil mengulurkan tangannya.


" Nayra," jawab Nayra.


" Hay aku Dara, pantesan lama, pasti jemput pacarnya dulu," ujar dara Dara masih menjabat tangan Nayra.


" Bisa aja kamu," sahut Raihan.


" Aku Luci," ujar Luci sinis tanpa menjabat tangan Nayra dan malah pergi kembali melanjutkan bakarannya.

__ADS_1


" Sudah mau gosong," teriak Luci sambil berjalan.


" Maklumlah, ada sedikit kurang-kurannya," ujar Andini mencoba mencairkan suasana. Nayra hanya tersenyum. Meski dia bisa melihat Luci sepertinya tidak menyukainya.


" Hay, aku Sony, ini pertama kali kita ketemu, selama ini hanya mendengar nama saja. Dan penasaran. Sekarang terjawab penasarannya," ujar Sony masih menjabat tangan Nayra dan bahkan mengedipkan matanya pada Raihan.


" Sudah jangan lama-lama," sahut Raihan menurunkan tangan Sony dari tangan Nayra.


" Takut aja, nggak bakalan di ambil, santai," sahut Sony. Nayra hanya tersenyum. Raihan memang tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.


" Pak Angga," sapa Nayra. Angga hanya tersenyum tipis. Sementara Raihan melihat Angga datar.


" Hay Nayra," sapa Della. Nayra menjawab dengan senyum tipis. Sementara Raihan tidak ingin melihat Della sama sekali.


" Raihan pasti masih marah dengan apa yang aku lakukan," batin Della merasa tida enak.


Tinggal Carey, Nayra bahkan tidak tau harus bagaimana Carey terus menatap Nayra sinis. Sangat memperlihatkan ketidak sukaannya kepada Nayra.


" Aku lupa, jika dia temannya Raihan. Seharusnya aku menolak saja jika datang kemari," batin Nayra yang gugup. Apa lagi melihat Carey yang beberapa kali mereka sempat bertengkar.


" Sejak kapan, perkumpulan kita ada orang asing," ujar Carey sinis.


" Carey," desis Dara pelan.


Nayra dapat mendengarnya. Tetapi dia hanya tersenyum.


" Maaf jika menggangu kenyamanan kamu," ujar Nayra dengan tenang.


Seketika suasana menjadi tegang.


" Dasar kurang ajar," batin Carey.


" Orang asing bagaimana Carey, dia pacar Raihan, bukan. Kalau kau punya pacar, bawa juga lah, masa iya juga akan di katakan orang asing," sahut Sony dengan terkekeh.


" Makanya jangan jomblo Carey," lanjut Sony lagi bicara tanpa rem.


" Kau," desis Carey kesal dengan Sony yang malah memojokkannya.


" Memang kakak tidak jomblo," celetuk Cecil pada Sony.


" Ada, tapi tidak bisa di bawa. Kalau di bawa satu yang lain akan cemburu," sahut Sony dengan santainya.


" Memang ada yang suka sama kakak, selain Kak Dara," sahut Andini lagi yang malah menggoda Sony.


" Kenapa jadi gue yang di bawa-bawa, gue sama dia sudah putus," sahut Dara kesal.


" Ini kapan mau di makannya," teriak Luci.


" Iya bawel," sahut semuanya serentak.


" Ayo Nara," ujar Raihan. Nayra mengangguk.


" Raihan," tegur Nayra.


" Kenapa," tanya Raihan.


" Sepertinya dia tidak suka denganku," ujar Nayra melihat Luci.


" Mana ada yang tidak menyukaimu, itu hanya perasaanmu saja," ujar Raihan.

__ADS_1


" Benarkah," sahut Nayra. Raihan mengangguk tersenyum.


" Jadi mereka benar-benar jadian kembali," batin Angga yang merasa belum bisa menerima.


Nayra ikut bergabung membakar-bakar bersama. Andini dan Cecil. Sementara Luci malah makan di pinggir kolam renang. Luci memang kurang suka dengan Nayra.


Karena merasa Nayra menjadi perusak persahabatan mereka. Pertengkaran Raihan dan Angga. Belum lagi Angga dan kakaknya, juga Raihan marah kepada kakaknya karena berkaitan dengan Nayra. Membuat Luci memang tidak menyukainya.


" Aku bawa ini Kesana dulu ya," ujar Andini sudah selesai mengisi piring dengan sosis bakar.


" Oke," jawab Nayra.


Andini pun mengantarkan makanan itu kepada teman-teman yang lainnya.


Raihan melihat sang kekasih masih membakar. Membuat Raihan menghampirinya.


" Masih kurang," ujar Nayra yang merasa jika yang datang adalah Andini.


" Tidak ada," ujar Raihan memeluk Nayra dari belakang. Nayra sempat terkejut dan langsung melihat di sekelilingnya.


" Raihan, apa yang kamu lakukan, di sini rame orang," ujar Nayra, berusaha memberontak.


" Ini bukan kantor, jadi tidak masalahkan," jawab Raihan sudah menempelkan kepalanya di leher Nayra. Dan semakin mempererat pelukannya.


" Tetap saja, aku malu. Tidak enak di lihat yang lain," ujar Nayra merasa tidak nyaman.


" Kenapa harus tidak nyaman," bisik Raihan. Membuat Nayra merinding.


" Raihan, aku tidak enak di lihat teman-temanmu," ujar Nayra.


" Ada apa dengan mereka. Jika mereka punya pacar juga bebeas berbuat semaunya. Jadi kenapa harus tidak enak. Itu bukan urusan mereka," ujar Raihan.


" Mereka akan berpikir jika kamu pamer," sahut Nayra.


" Aku tidak peduli aku memang sengaja melakukannya. Agar tidak ada yang memiliki perasaan kepadamu. Agar dia juga tau. Jika kamu hanya milikku," ujar Raihan menatap Angga yang sedari tadi meneguk alkohol.


Jujur Angga sangat cemburu melihat kemesraan yang di perlihatkan Raihan kepadanya. Hatinya sangat panas melihat hal itu. Sony yang masih duduk di depannya hanya diam saja melihat Angga yang tidak biasanya minum terlalu banyak.


" Tetap saja aku malu," sahut Nayra melanjutkan bakarannya.


" Sudah jangan pedulikan orang," ujar Raihan.


" Baiklah, kamu mau," ujar Nayra menyodorkan sosis. Raihan membuka mulutnya. Sebelum memberinya pada Raihan. Nayra terlebih dahulu meniupnya.


Mereka terus saja membakar bersama, saling menyuapi membuat semua orang iri. Mereka menampilkan kemesraan seperti dunia milik berdua. Nayra dan Raihan memang terlihat sangat bahagia.


" Gue nggak nyangka, ternyata Raihan kalau pacaran sebucin itu," ujar Della yang melihat sedari tadi kemesraan itu.


" Kebahagian Nayra memang hanya ada pada kak Raihan, semoga saja hubungan mereka tetap seperti ini," batin Andini yang ikut senang.


" Alay, gitu juga," celetuk Luci.


" Sirik aja bilang," sahut Cecil.


" Ishhh, ngapain juga harus Sirik, aku juga punya pacar kali," sahut Luci.


" Kalau punya si bawa dong," sahut Dara.


" Pasti, liat aja nanti," sahut Luci dengan yakin.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹Bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2