
Carey dan Jihan kembali ke hotel tempat mereka menginap. Carey langsung melempar tasnya ke atas ranjang kesal dengan kejadian makan malam di rumah Raihan.
" Mama liat sendiri, bagaimana Raihan mempermalukan aku di depan semua orang," ujar Carey mulai emosi dengan air matanya yang jatuh.
" Carey sudahlah, mama capek mama tidak ingin membahas itu lagi, kamu sebaiknya istirahat," sahut Jihan yang tidak ingin membahas masalah itu lagi.
" Ma, Carey tidak mau, apapun itu Carey akan tetap menikahi Raihan Carey tidak akan membatalkan perjodohan itu," tegas Carey.
" Carey, apa gunanya menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai kamu," sahut Jihan.
" Cinta, banyak pasangan yang menikah tanpa cinta. Dan aku yakin setelah kami menikah Raihan akan mencintaiku," ujar Carey dengan yakin.
" Dia mencintai wanita lain," sahut Jihan.
" Kalau begitu aku akan membuat dia membenci wanita itu mencampakkannya," sahut Carey penuh rencana.
" Cukup Carey, mama tidak suka cara kamu seperti ini. Kamu tidak bisa memaksakan orang lain mencintai kamu," sahut Jihan dengan nada sedikit keras.
" Jadi mama lebih peduli dengan Raihan dan pacarnya di bandingkan Carey, iya ma," sahut Carey tidak habis pikir dengan tanggapan mamanya.
" Carey, mama cuma tidak ingin. Hanya karena masalah cinta dan ke egoisan kamu akan membuat kamu bukan seperti Carey anak mama," ujar Jihan menegaskan.
" Mama belum tau siapa wanita itu. Dia yang sudah menyakiti Raihan. Dia bahkan mengatai Carey yang tidak-tidak. Dia juga menampar Carey. Dan mama justru ingin Carey diam saja. Itu tidak mungkin ma," teriak Carey.
" Terserah kamu. Tapi ingatkan sama kamu jangan kelewat batas," tegas Jihan penuh penekanan dan langsung pergi.
" Ma, mama," teriak Carey tidak di respon oleh Jihan.
" Sial," desis Carey mengacak rambutnya frustasi.
**********
Mentari pagi kembali tiba. Nayra membuka matanya perlahan. Dia masih tetap berada di pelukan Raihan. Nayra duduk dengan pelan-pelan agar Raihan tidak bangun.
Nayra tersenyum melihat Raihan yang masih tertidur pulas. Nayra memegang pipi Raihan yang masih memerah.
" Pasti sangat sakit," ujar Nayra pelan.
Saat tangannya menyentuh pipi Raihan. Nayra merasakan tubuh Raihan yang hangat. Nayra langsung meletakkan punggung tangannya di dahi Raihan.
" Kamu demam," lirih Nayra langsung berdiri.
Nayra langsung kedapur mengambil baskom dan mengisinya dengan air dan mengambil handuk kecil. Nayra juga berlari kekamarnya. Membuka laci yang di samping tempat tidurnya. Nayra mengambil salep.
Nayra kembali ke ruang tamu dengan barang bawaannya. Nayra langsung duduk di samping Raihan. Nayra membasahi handuk itu dan meremasnya.
Lalu Nayra meletakkan di kening raihan. Nayra mengkompres Raihan agar panas Raihan segera turun. Nayra juga memberi salep di pipi Raihan. Tanpa Raihan kasih tau. Nayra mengetahui pipi itu pasti di tampar.
Nayra berdiri dan memperbaiki selimut Raihan. Agar Raihan tidak ke dinginan. Nayra menatap sebentar lalu langsung pergi.
Tidak berapa lama Nayra sudah selesai mengerjakan printilan yang biasa di kerjakannya setiap pagi. Jika bangun lebih awal.
Nayra sudah selesai mandi. Sudah rapi dengan dress kimono berwarna mustrad sampai lututnya yang akan di pakainya ke kantor. Nayra berdiri di depan cermin berhias sebentar.
Setelah sudah merasa cukup. Nayra mengambil tasnya dan ke luar dari kamar tidurnya.
Nayra langsung kedapur mengambil nampan yang berisi bubur dan segelas susu. Sebelumnya Nayra memang sudah membuatkan bubur untuk Raihan. Karena kondisi Raihan yang tidak enak badan.
Lalu Nayra menuju ruang tengah. Nayra melihat Raihan masih tertidur. Nayra duduk di samping Raihan. Memegang kening Raihan yang masih hangat. Nayra kembali mengkompres Raihan.
Uhuk uhuk uhuk uhuk Raihan merasa tenggorokannya kering. Raihan membuka matanya perlahan.
Nayra dengan cepat langsung memberi Raihan air putih. Raihan mengangkat kepalanya dan meneguk air putih yang di berikan Nayra.
" Terima kasih," ujar Raihan dengan suara seraknya.
__ADS_1
" Hmmmm," jawab Nayra kembali meletakkan gelas di atas nampan.
" Kamu ingin ke kantor?" tanya Raihan melihat Nayra yang sudah rapi.
" Iya aku akan kekantor," jawab Nayra, "kamu bagaimana?" tanya Nayra.
" Aku ingin istirahat dulu, jika sudah enakan aku akan kekantor," jawab Raihan dengan suara pelannya.
" Hmmmm, baiklah," jawab Nayra.
" Aku akan mengantarmu!" ujar Raihan.
" Tidak usah, kamu sedang sakit. Aku akan naik Taxi saja," sahut Nayra langsung menolak.
" Kamu yakin?" tanya Raihan. Nayra mengangguk tersenyum.
" Aku akan panggilkan Dokter, supaya kondisimu membaik," ujar Nayra.
" Tidak perlu aku hanya sedikit flu, istirahat sebentar sudah cukup," jawab Raihan tidak ingin Nayra mencemaskannya.
" Kamu pasti terkena hujan makanya sampai kayak gini. Kenapa tidak ganti baju tadi malam, dasar keras kepala," ujar Nayra mulai kesal dengan kebandalan Raihan. Raihan tersenyum mengusap pipi Nayra.
" Aku sudah mengatakan aku tidak apa-apa, terkena hujan sedikit tidak akan membuatku sakit," ujar Raihan terus mengusap pipi Nayra.
" Selalu menyombongkan diri. Tapi lihatlah kenyataannya. Kamu jadi sakit," sahut Nayra dengan wajah cemberutnya.
" Terima kasih, sudah mencemaskanku," ujar Raihan.
" Pindahlah ke kamar, biar kamu lebih nyaman!" titah Raina. Raihan menganggukkan pelan kelapanya.
" Kamu juga harus ganti baju. Kemeja mu yang kotor kemari sudah bersih kembali gantilah secepatnya. Jangan memakai baju yang basah, nanti kamu masuk angin," ujar Nayra lagi. Raihan kembali menganggukkan kepalanya.
" Kamu juga harus sarapan, aku sudah menyiapkan bubur dan susu untukmu!" ujar Nayra lagi. Raihan kembali mengngguk.
" Aku serius Raihan," ujar Nayra yang melihat Raihan menganggapnya bercandaan.
" Kamu sangat cerewet," ujar Raihan tersenyum.
" Jangan bercanda aku serius. Butuh apa-apa langsung telpon aku!" ujar Nayra dengan tegas.
" Iya aku akan melakukan apapun yang kamu katakan," sahut Raihan.
" Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa lakukan apa yang aku katakan tadi. Jangan sampai ada yang tinggal," tegas Nayra berdiri. Raihan menganggukkan matanya.
Nayra ingin melangkahkan kakinya tangannya di tahan oleh Raihan. Nayra kembali menoleh ke arah Raihan.
" Aku mencintaimu?" ujar Raihan dengan suara seraknya.
" Aku juga mencintaimu," jawab Nayra tersenyum lebar. Dia kembali ingin melangkah tetapi Raihan menahan tangannya kembali.
" Apa lagi?" tanya Nayra.
" Kamu tidak menciumku?" tanya Raihan.
" Tidak, sudah aku pergi dulu, bye bye," ujar Nayra dengan tegas dan langsung pergi.
Raihan tersenyum. Setelah kepergian Nayra Raihan kembali memejamkan matanya.
***********
Nayra serius bekerja di mejanya. Nayra melihat beberapa data-data penting.
" Nay," tegur Anita. Nayra langsung menoleh kesamping.
" Kenapa?" tanya Nayra.
__ADS_1
" Sebentar lagi kontrak kerja kamu habis. Kamu mau perpanjang atau bagaimana?" tanya Anita.
Nayra teringat akan kontrak kerjanya yang tinggal beberapa bulan lagi. Nayra melihat ke arah ruang kerja Raihan yang masih kosong.
" Nay, di tanyak kok diam," tegur Anita yang melihat temannya bengong.
" Hmmmm, entahlah aku tanya Raihan nanti saja," jawab Nayra spontan. Anita kaget mendengar jawaban Nayra.
" Maksud ku," Nayra yang sadar dengan apa yang di katakannya langsung melihat ke arah Anita yang tersenyum penuh curiga.
" Ya kan semua tergantung Pak Raihan," sahut Nayra mencoba memperbaiki ucapannya.
" Ya elah, masih pake di rahasiain. Gitu ya kalau sudah punya pacar, harus lapor dulu," goda Anita.
" Ihhhhh, apaan sih, siapa juga yang pacaran," sahut Nayra merasa malu.
" Sudah nggak usah bohong," goda Anita lagi.
" Sudah-sudah, itu nggak penting males banget," sahut Nayra kesal dan kembali fokus pada laptopnya.
Nayra kembali melihat ke arah ruangan Raihan. Nayra. Nayra tersenyum dan mengambil ponselnya.
Nayra langsung mengirim pesan.
..." Bagaimana ke adaan mu?" tanya Nayra....
...Raihan yang sudah pindah kekamar membaca pesan Nayra. Raihan tersenyum dan langsung membalasnya....
..." Aku baik-baik saja," jawab Raihan....
..." Apa panasnya sudah turun?...
..." Hmmmm, sudah aku sudah enakan. Tapi aku sepertinya tidak kekantor,"...
..." Ya sudah tidak apa-apa, sarapannya sudah habis?...
..." Iya aku sudah sarapan, sudah minum obat, sudah ganti baju dan sudah di kamar," ujar Raihan. Nayra tersenyum melihat balasan Raihan....
..." Baguslah kalau begitu, aku akan kirim makan siang, kamu mau makan apa?" tanya Nayra....
..." Apa aja," jawab Raihan....
..." Baiklah aku akan kirimkan,"...
..." Terimakasih, pulanglah cepat,"...
..." Iya,"...
..." I love you," ujar Raihan. Nayra tersenyum. Sementara Raihan mengkerutkan dahinya karena tidak mendapat balasannya....
..." Kamu tidak membalasnya?" tanya Raihan. Nayra melihatnya mendengus....
" I love you..."
" Nayra," tegur Alex.
Nayra langsung mengangkat kepalanya melihat Alex yang sudah berdiri di depannya. Nayra langsung meletakkan ponselnya. Belum sempat mengirim jawaban untuk Raihan.
" Ha, iya pak Alex," sahut Nayra gugup.
" Keruangan saya sebentar!" perintah Alex.
" Iya baik Pak," jawab Nayra gugup.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น
__ADS_1