
Nayra dan Raihan masih tetap berada di Cafe. Nayra sengaja melama-melamakan makan agar Raihan bosan dan kesal kepadanya. Raihan masih tetap tidak makan dia masih tetap dengan aktivitasnya sebelumnya bermain ponsel.
Sesekali dia melirik Nayra makan. Tidak jarang Raihan menelan ludahnya selera melihat Nayra yang makan. Nayra memang sengaja makan dengan cara alay agar menggoda Raihan untuk makan.
" Kenapa kau lama sekali makannya?" tanya Raihan melihat kearah Nayra yang sekarang sedang memakan ayam bakar dengan tanganganya.
" Makanannya enak, jadi sangat sayang jika harus di makan dengan buru-buru," jawab Nayra dengan penuh makanan di mulutnya.
" Kau tau, kalau tingkahmu sangat membuang waktuku," ujar Raihan dengan sinis.
" Kalau begitu pergi saja, bukannya ada dan tidak adanya kau di sini. Tidak ada hubungannya, toh aku juga yang akan bayar makanan ini kan, lagi pula kehadiranmu juga mengurangi rasa enak makanan ini," jawab Nayra dengan santai namun menyindir Raihan.
" Kau," ujar Raihan menekan suaranya.
Raihan benar-benar habis kata-kata akibat ulah Nayra yang selalu berani mengeluarkan kata-kata pedas terhadapnya.
Raihan hanya bisa melihat Nayra yang terus makan tanpa mempedulikannya. Raihan yang tidak sabaran di tambah perutnya juga tidak bisa di kondisikannya langsung memindahkan ayam bakar yang masih ada di depan Nayra ke dalam piring kosong di depannya.
Raihan meletakkan ponselnya dan mulai menikmati makanan yang sudah di sentuh oleh Nayra.
" Hey," sahut Nayra heran melihat Raihan yang sekarang sudah makan.
Nayra tersenyum tipis berhasil menggoda Raihan untuk memakan makanan yang sudah di sentuhnya terlebih dahulu.
Sekarang Raihan dan Nayra makan ber-2 tanpa ada saling bicara. Mereka menikmati makanan yang sangat lezat berduaan.
Kebetulan makanan itu juga makanan favorite Raihan dan Nayra. Mereka memang memiliki banyak kesamaan dalam makanan.
Setelah beberapa menit menghabiskan makanan perut Nayra dan Raihan sudah kenyang.
" Mbak," panggil Nayra mengangkat tangannya pada pelayan yang lewat. Sang pelayan pun menghampiri Nayra.
" Iya mbak," ujar sang pelayan dengan ramah.
" Tolong Billnya," ujar Nayra.
" Baik mbak, silahkan," sang pelayan memberikan bill untuk Nayra.
Nayra melihat sebentar. Sangat mahal tapi mau tidak mau dia harus membayarnya jika menyuruh Raihan yang ada mereka akan berdebat.
" Sebentar," ujar Nayra membuka tasnya mencari ATM nya.
" Pakai ini," ujar Raihan memberikan kartu Kreditnya kepada pelayan itu. Nayra hanya melihat Raihan memberikannya.
" Baiklah tunggu sebentar," ujar sang pelayan tersenyum ramah lalu pergi.
" Bukannya kau yang mengatakan jika aku yang akan membayarnya," ujar Nayra.
" Aku tidak sudi memakan uangmu, sangat sial jika harus di bayari oleh wanita seperti mu," sahut Raihan sinis.
" Ohh, baguslah," jawab Nayra dengan sudut mulutnya mencibir, " dasar tidak bisa memegang kata-kata, tadi ngotot nyuruh orang yang membayari, sekarang sudah di makan banyak bacot," gumam Nayra pelan.
" Apa yang kau katakan?" tanya Raihan yang jelas mendengar Nayra menggerutu.
" Tidak aku tidak mengatakan apa-apa," sahut Nayra mengelak.
" Jangan biasakan menceritai orang, jika dia masih ada di depanmu," ujar Raihan menekan suaranya.
" Kalau begitu pergilah sekarang, biar aku puas menggibahimu," batin Nayra.
__ADS_1
" Jangan sampai terlambat kekantor," ujar Raihan berdiri.
" Hey, kau mau kemana?" tanya Nayra panik.
" Kembali kekantor," jawab Raihan.
" Ya sudah aku ikut," ujar Nayra. Raihan menyeriangi mendengar permintaan Nayra.
" Punya kakikan maka gunakanlah," ujar Raihan dengan dingin lalu pergi meninggalkan Nayra yang sekarang membuka mulutnya.
" Hey, kau beraninya meninggalkanku," teriak Nayra. Raihan tidak mempedulikannya, dia tetap berjalan dengan senyum kemenangan di wajahnya.
" Dasar Pria Arogant, sombong, sakit jiwa," umpat Nayra kesal. Karena di tinggalkan oleh Raihan sendirian.
***********
Hari ini adalah hari ulang tahun Luci adik dari Della dan Cecil yang merupakan anak ke-3 dari Tomy dan Aca. Luci berulang tahun ke 24 tahun. Perbedaan usia Della dan Cecil hanya terpaut 1 tahun, Cecil dan Luci pun hanya terpaut 1 tahun.
Seperti biasa wanita cantik itu akan mengadakan acara makan-makan dengan teman-teman masa kecilnya. Yang pasti tidak jauh dari lingkaran persahabatan mamanya.
Kali ini Luci mengadakan pesta kecil-kecilan di salah satu Vila milik papanya. Luci tidak ingin merayakan ulang tahunnya di rumahnya. Jika dirumahnya tidak akan bebas minum. Minuman beralkohol.
Tomy dan Aca jelas melarang semua anak-anaknya untuk mengkonsumsi minuman itu. Tetapi namanya juga wanita hidup di Jakarta pasti tidak bisa mendengarkan kata-kata orang tua.
Luci akan menikmati minuman itu hanya bisa di luar rumah. Tetapi tetap dia juga membatasi dirinya untuk tidak meminum terlalu berlebihan.
Suasana Villa sekarang sudah ricuh dengan suara musik. Dan kelap-kelip lampu yang memang sengaja di pasang untuk menambah suasana ala Club malam.
Di dalam Villa sudah ada Della, Cecil, Andini, Sony, Dara, Angga. Mereka juga sudah menikmati makanan yang juga sudah di siapkan. Pastinya sambil meneguk Vodka.
Sementara Raihan dan Raina baru saja muncul. Raihan yang menyetir mobil memberhentikan mobilnya di pekarangan Vila.
" Ini itu seru jarang ada," sahut Raihan yang memang kemauannya.
Raina hanya geleng-geleng dan membuka pintu mobil mengikuti sang kakak masuk ke dalam Villa.
Didalam sangat bising dengan suara musik, terlihat Luci yang asyik menari-nari bersama Dara dan Cecil. Sementara Angga dan Sony duduk di lantai sambil menikmati cemilan dan pasti ada botol Vodka di meja mereka.
" Kak Raina," panggil Luci menghampiri Raina yang masih bengong berdiri bersama Raihan.
" Selamat ulang tahun," ujar Raina cipika-cipiki dengan Luci.
" Thank you so much," sahut Luci dengan senyum lebarnya.
" Selamat ulang tahun ya Luci," ujar Raihan memeluk Luci.
" Makasih kak Raihan," sahut Luci.
" Hmmmm, Sorry banget ya Luci, kakak nggak bisa lama-lama, soalnya harus pulang," ujar Raina.
" Kok cepat banget, baru juga sampai," protes Luci mengkerutkan dahinya.
" Iya Luci, soalnya kamu tau sendiri Amira masih ngambek," ujar Raina.
" Ya, kalau begitu aku nggak bisa bilang apa-apa. Tetapi kak Raihan masih di sini kan?" tanya Luci memastikan.
Raihan tersenyum. Pastilah baginya pesta no 1.
" Ya sudah ya kakak, pulang dulu," ujar Raina sekali lagi.
__ADS_1
" Kamu pulang naik apa? jangan bilang kamu bawa mobil pulang," tebak Raihan yang jika adiknya pulang membawa mobil lalu dia pulang sama siapa.
" Tidak, tenang saja aku sudah suruh Raka untuk menjemput, jadi jangan khawatir," sahut Raina.
" Oke, good," sahut Raihan.
" Ya sudah aku balik ya," ujarnya lagi pamit. Luci hanya mengangguk. Sebelum pulang. Raina juga berpamitan dengan yang lainnya.
" Cepat banget pulangnya," keluh Della cipika-cipiki dengan Raina.
" Iya sorry," jawab Raina merasa tidak enak.
" Hati-hati ya," ujar Dara yang juga berpelukan dengan Raina.
" Jangan banyakan minum," ujar Raina mengingatkan.
" Pasti," sahut Cecil.
" Bye semuanya," ujar Raina pamit melambaikan tangannya. Yang juga di balas teman-temannya.
Raihan mengantarkan adiknya kedalam mobil yang di jemput Raka.
" Kakak jangan sampai mabok," ujar Raina mengingatkan dari jendela mobil.
" Iya," sahut Raihan tidak semangat.
Raihan melambaikan tangannya saat mobil adiknya sudah mulai bergerak. Setelah mobil itu keluar dari pagar dan tidak terlihat lagi Raihan memasuki Villa dan bergabung bersama dengan yang lainnya.
...Bersambung........
...Della Anastasya (26 tahun )...
...(Anak Aca dan Tomy)...
...Cecil Andara ( 25 tahun)...
...( Anak Aca dan Tomy )...
...Luci Patricia ( 24 tahun)...
...( Anak Tomy dan Aca )...
...Sony Wiliam Anggara ( 27 tahun )...
...( Anak Roni dan Saski )...
...Dara Azani ( 25 tahun )...
...( Anak Tasya dan Daniel )...
__ADS_1