Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 270.


__ADS_3

Nayra yang berada di dalam kamar papanya. Duduk di depan papanya yang menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Nayra sedang menyuapi sang papa dengan bubur yang sudah di masaknya.


" Bagaimana kondisi papa, apa sudah baikan?" tanya Nayra sembari menyuapi sang papa.


" Sudah Nayra. Semenjak berada di rumah ini membuat papa merasa jauh lebih baik. Itu karena kamu yang selalu menjaga papa dan memperhatikan papa dengan baik," jawab David yang memang bisa merasakan kesehatannya lebih baik di tangan Nayra.


Ya jelas lah. Nayra ingin papanya sembuh. Sementara Vira sebaliknya. Memang benar kata Raihan apapun maksud Vira di belakang yang tiba-tiba menitipkan papanya padanya yang jelas papanya bersamanya dan dia bisa memantau kesehatan sang papa.


" Baguslah kalau begitu, Nayra senang mendengarnya," sahut Nayra yang jelas merasa lega. Dokter juga mengatakan jika kondisi sang papa memang banyak peningkatan.


Tiba-tiba Nayra kepikiran sesuatu. Dia mengingat kata-kata suaminya yang ingin mempertanyakan Vira.


" Apa aku tanya sekarang ya?" batin Nayra ragu-ragu. Dia tidak tau cara memulai pembicaraan itu seperti apa. Dia takut jika bertanya membuat papanya memikirkan sesuatu.


" Hmmm pa, boleh Nayra bertanya sesuatu?" tanya Nayra gugup.


" Boleh sayang katakan ada apa," sahut David.


" Apa orang tua kandung Vira masih hidup?" tanya Nayra tu the point. Pertanyaan itu jelas membuat David heran kenapa Nayra bertanya ke arah sana.


" Kamu tumben menanyakan itu," sahut David bingung.


" Nayra hanya ingin tau saja pa. Soalnya Nayra tidak pernah melihat. Papa juga tidak pernah menjelaskan asal usul Vira kepada Nayra. Nayra hanya penasaran," ucap Nayra yang benar-benar harus menanyakan itu.


" Papa mengangkat Vira saat usianya 10 tahun. Dari teman papa yang tinggal di Singapore. Papa mengangkatnya karena dia sangat lucu pada saat itu. Tetapi walau mengangkatnya tetapi Vira tidak tinggal bersama papa. Papa hanya mengunjunginya sesekali saja dan baru 1 tahun belakangan Vira tinggal bersama papa," jelas David tanpa ada yang di tutup-tutupi.


" Lalu apa orang tuanya masih hidup?" tanya Nayra.


" Masih, Vira anak mereka satu-satunya. Mereka tinggal di Singapore sampai sekarang," jawab David memang apa adanya.


" Aneh sekali. Anak satu-satunya. Jelas Vira anak satu-satunya. Tetapi orang tuanya malah mengijinkan papa untuk mengadopsinya. Sementara mereka hanya punya Vira saja," batin Nayra yang merasakan keanehan.


" Ada apa Nayra, apa ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman?" tanya David yang melihat Nayra bengong seperti banyak pikiran.


" Tidak pa. Tidak apa-apa," jawab Nayra yang jelas memikirkan sesuatu.


" Aku harus beritahu Raihan tentang semua ini," batin Nayra tersenyum di depan David dan kembali menyuapi sang papa.


tok-tok-tok ketukan pintu membuat kepala Nayra menoleh kearah pintu.


" Masuk!" perintah Nayra. Sang pengetuk pintu pun datang.


" Mama," ucap Nayra yang melihat mamanya tiba-tiba datang.

__ADS_1


" Nayra, mas David," sahut Jihan yang menghampiri Nayra dan David.


" Mama kapan datang?" tanya Nayra.


" Baru saja sampai, oh iya ini mama bawa Ceri kesukaan kamu," ujar Jihan memberikan kantung plastik putih yang isinya semuanya Cherry.


" Ya ampun makasih ma," sahut Nayra dengan wajah cerianya.


" Mama nggak bawa makanan untuk papa?" tanya Nayra yang mulai menggoda orang tuanya.


" Nayra kamu ini," tegur David.


" Mama bawa kok," sahut Jihan yang ternyata mengingat mantan suaminya juga. Jihan pun memberikan kantung plastik lagi untuk Nayra.


" Untuk makan siang," ucap Jihan. Nayra langsung melihat isinya yang ternyata ayam bakar madu kesukaan David.


" Wauuuu makanan favorit papa," sahut Nayra kesenangan. Papanya yang di berikan dia yang kesenangan.


" Makasih sudah repot-repot," sahut David merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa mas, tidak merepotkan," sahut Jihan. Orang tuanya yang berbicara seperti itu. Nayra yang kehebohan senyum-senyum sendiri.


" Apa aku salah jika berharap mama sama papa bersatu. Bukannya mereka dulu saling mencintai dan aku melihat mereka masih tetap saling mencintai. Buktinya mama dan papa betah menjomblo," batin Nayra yang memang menginginkan suatu saat harapannya benar-benar terkabul.


*********


Ternyata pendekatan Sony dan Vira sudah di mulai. Mereka berdua jalan-jalan sejak pagi dan sekarang lagi sedang menikmati makan siang di salah satu kafe yang sering di kunjungi Vira.


Kafe yang memang Vira merekomendasikan nya dan Sony ikut-ikutan saja.


" Bagaimana apa makanan di sini enak?" tanya Vira.


" Enak, semua makanannya enak. Tempatnya juga bagus, sepertinya selera kita sama," jawab Sony mulai mengeluarkan kata-kata rayuannya.


" Benarkah!" sahut Vira tertawa kecil.


" Apa jangan-jangan kita jodoh lagi," sahut Sony yang memang bicara blak-blakan.


" Kamu bisa aja," sahut Vira cengengesan.


" Aku ngomongin jodoh tau-tau wanita cantik ini sudah punya pacar lagi," ucap Sony sambil meneguk minumannya.


" Pacar, nggak aku tidak punya pacar," jawab Vira apa adanya. Jika punya pacar jelas rencananya berantakan.

__ADS_1


" Tidak mungkin. Masa iya wanita secantik ini tidak punya pacar," ujar Sony.


" Serius aku tidak punya pacar," jawab Vira membenarkan.


" Nanti kamu lagi yang ternyata sudah punya pacar," sahut Vira yang juga penasaran.


" Tidak! aku tidak punya pacar," sahut Sony.


" Lalu wanita-wanita yang di Instagram siapa, apa dia memang suka berteman dengan para wanita," batin Vira.


" Oh iya kamu tinggal di mana?" tanya Sony.


" Daerah jalan kenanga," jawab Vira yang mengatakan alamat rumahnya sendiri. Vira pun menyadari hal itu. Menyadari jika dia keceplosan. Alamat yang di ucapkannya alamat mamanya.


" Maksud daerah Wonosori," sahut Vira meralat kata-katanya mengatakan alamat David.


" Aneh sekali lalu siapa yang tinggal di daerah kenanga," batin Sony yang sudah mulai curiga.


" Bolehkan aku main-main kerumah kamu?" tanya Sony.


" Boleh kok, kapan aja kamu mau," sahut Vira yang memang tidak keberatan.


" Kamu tinggal sama orang tua kamu?" tanya Sony.


" Iya aku tinggal sama mama dan kakak aku, " jawab Vira yang lagi-lagi keceplosan.


" Mama dan kakak, bukannya dia tinggal sama papanya," batin Sony yang sangat banyak mendapat keganjalan.


" Kamu sendiri bagaimana? tanya Vira tanpa menyadari apa yang di katakannya tadi.


" Aku tinggal sama orang tuaku," jawab Sony.


" Kamu anak tunggal?" tanya Vira.


" Iya aku anak tunggal," sahut Sony. Vira mengangguk-angguk kan kepalnya.


" Mari makan lagi! ujar Sony mempersilahkan. Vira mengangguk.


" Aku rasa dia sudah mulai menyukaiku. Terlihat dari bicaranya dan juga caranya menatapku," batin Vira yang terlalu percaya diri. Tersenyum makan dengan cantik di depan Sony.


" Baru saja sehari jalan. Aku sudah menemukan banyak hal. Dia tidak sadar dengan ucapan yang dia katakan. Jalan kenanga dan tinggal sama mama sangat aneh," batin Sony yang merasa sangat gampang untuk mendekati Vira.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2