Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 67


__ADS_3

Keesokan harinya Raihan yang duduk di pinggir meja kerjanya. Dengan ke-2 tangannya berada di dalam saku celananya. Raihan terus mengarah ke tempat Nayra yang terhalang kaca.


" Kenapa dia tidak masuk kerja juga. Ada apa dengannya?" batin Raihan


" Apa dia sakit?" batinya yang penasaran.


Wajah Raihan terlihat cemas. Dari wajah Raihan tidak bisa di bohongi jika dia sangat mengkhawatirkan Nayra.


tok tok tok tok tok tok.


Raihan membuyarkan lamunannya. Menoleh ke arah pintu.


" Masuk!" ujar Raihan kembali duduk ke bangku kerjanya.


Raka memasuki ruangan Raihan dan menghadap Raihan dengan sopan.


" Ada apa?" tanya Raihan.


" Saya sudah tau, siapa yang mengambil foto-foto bapak dan Bu Nayra," ujar Raka.


" Siapa?" tanya Raihan penasaran.


Raka memberikan amplop coklat pada Raihan. Dengan cepat Raihan langsung mengambilnya dan melihatnya. Betapa terkejutnya Raihan saat melihat orang yang mengambil foto-foto dia dan Nayra.


" Della," desis Raihan tidak percaya.


" Benar Pak. Dokter Della yang melakukannya. Dia ada di sana pada saat bapak dan Bu Nayra bersama," jelas Raka setelah mencari dengan teliti.


" Kurang ajar, apa maksudnya. Kenapa dia mencampuri urusanku dengan Nara," ujar Raihan mengepal tangannya.


" Saya kurang tau pak. Menurut infomasi yang saya dapatkan. Dokter Della berada di lokasi yang sama saat Bapak dan Bu Nayra ada di sana," jelas Raka. Raihan berdiri dan langsung.


Raihan dengan langkah yang cepat langsung memasuki mobilnya. Raihan menginjak gas mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Sepertinya Raihan akan menemui Della.


Sementara di sisi lain. Della dan Angga sedang menikmati makan siang di rumah sakit tempat Della bekerja.


Mereka mengambil tempat duduk di salah satu bangku yang kosong di taman rumah sakit.


" Makasih ya, sudah di bawain dan bahkan di temani makan," ujar Della yang sangat bahagia dan mengunyah makanannya.


" Hmmm, sama-sama," aku hanya sekalian lewat saja kok," jawab Angga.


Dia tidak makan, hanya menemani Della makan. Yang kebetulan dia memang membelikan Della makanan di luar dan membawanya ke rumah sakit.


" Kamu nggak makan?" tanya Della.


" Tidak aku sudah kenyang, kamu saja," ujar Angga.


" Oke," sahut Della.


Angga dan Della sambil mengobrol. Beberapa kali Della tersenyum hanya karena Angga menemaninya hal yang memang jarang di lakukan Angga.


Raihan sudah sampai rumah sakit dan dia langsung mencari Della. Wanita yang membuat emosinya naik level 5. Raihan akhirnya menemukan Della yang makan sambil mengobrol dengan Angga.


Raihan langsung menghampiri Della. Tidak ada ampun untuk Della. Raihan langsung menarik tangan Della. Membuat Della kaget.


Sampai makanan yang di pegangnya jatuh di atas rumput. Angga yang di samping Della ikut kaget dan melebarkan matanya.


" Raihan apa-apaan kamu?" ujar Della dengan suara kesal.

__ADS_1


" Kau yang apa-apaan," bentak Raihan masih mencengkram kuat tangan Della. Angga langsung berdiri dan mendorong dada Raihan.


" Lepasin dia, kau tidak bisa lembut sedikit dengan wanita," ujar Angga dengan sinis.


" Ini bukan urusanmu," tegas Raihan.


" Ini akan menjadi urusanku," teriak Angga menatap Raihan tajam.


" Sudah, ada apa sih, kenapa jadi kalian yang ribut. Raihan kamu kenapa tiba-tiba seperti ini, kasar sekali?" tanya Della dengan nada berteriak sedikit.


" Aku yang bertanya apa maksudmu, kenapa kau mencampuri urusan ku dengan Nara," teriak Raihan.


" Apa maksudmu aku tidak mengerti?" tanya Della yang bingung.


" Hey Raihan, bisa tidak urusanmu dengan Nayra jangan membawa-bawa Della," sahut Angga ikut geram.


" Aku sudah katakan jangan ikut campur," sahut Raihan dengan sinis.


" Katakan Della, kenapa kau melakukan ini?" tanya Raihan menekan suaranya.


" Aku tidak mengerti apa yang kau katakan," jawab Della.


" Tidak mengerti kau bilang. Kenapa kau mengikutiku dan Nayra dan kau bahkan mengambil-alih foto-fotoku dengan Nayra. Foto -foto yang tidak pantas untuk di pamerkan. Tapi apa yang kau lakukan. Dengan enteng kau malah menyebarnya," ujar Raihan berteriak.


Della mendengarnya shock. Angga juga langsung melihat ke arah Della.


" Bagaimana Raihan bisa tau semua itu," batin Della yang schok.


" Katakan siapa yang menyuruhmu," teriak Raihan tepat di wajah Della.


" Hentikan Raihan! biasa tidak kau jangan menuduh semua orang. Jika kau bersalah jangan melibatkan orang lain,"ujar Angga berdiri di depan Della.


" Menuduh kau bilang. Tanyakan padanya, dia ada di belakang mu," sahut Raihan menekan suaranya.


Angga membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Della. Della yang sudah menunduk dan bahkan menangis dengan tubuhnya yang sudah bergetar. Dengan lembut Angga memegang ke -2 bahu Della dan agar tubuh wanita itu menghadapnya.


" Benar apa yang di katakannya?" tanya Angga menunggu jawaban dari Della. Della menelan salavinanya menatap Angga dengan takut, dengan ragu Della mengangguk.


Angga terkejut dan melepas perlahan tangannya dari bahu Della.


" Aku memang melakukannya," ujar Della mengakui kesalahannya.


" Kenapa kau melakukannya hah! apa Nara pernah mengusik hidupmu hah!" teriak Raihan.


" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Raihan.


" Aku melakukannya sendiri, tidak ada yang menyuruhku," jawab Della.


" Kenapa kau melakukannya," bentak Raihan.


" Kenapa Della," tambah Angga lagi dengan keras.


" Karena aku tidak ingin Angga menikah dengan Nayra," jawab Della dengan berteriak.


" Apa maksudmu?" tanya Angga.


" Raihan aku melakukan semua ini untukmu. Aku tau kamu masih mencintainya. Makanya ketika aku tau Nayra menerima pinangan Angga. Aku tidak punya cara lain selain ini," jelas Della menangis Sengugukan.


" Della apa yang kamu katakan?" tanya Angga.

__ADS_1


" Seharusnya kau tidak mencampuri urusan ku Della. Kau tau Della akibat perbuatan mu. Mama menjadi sedih. Dia terus berpikir buruk kepadaku. Apa kau tidak sadar kau melakukan itu sama saja menyakiti mamaku," teriak Raihan.


" Aku tau. Tetapi aku tidak punya pilihan. Aku juga tidak ingin merendahkan Nayra di depan keluargamu, tapi hanya itu caranya," sahut Della.


" Tetap saja caramu salah. Kau tidak perlu ikut campur urusanku dengan Nara. Aku sangat kecewa kepadamu," ujar Raihan dengan tegas lalu pergi.


" Raihan teriak Della ingin mengejar.


Namun tangannya di stop oleh Angga. Della langsung melihat pada Angga yang terlihat lebih menyeramkan.


" Ada apa ini. Apa maksudmu?" tanya Angga.


" Kenapa kau tidak ingin menikah dengan Nayra?" tanya Angga lagi. Della diam dan hanya menatap Angga.


" Jawab," bentak Angga.


" Karena aku mencintaimu," jawab Della dengan berteriak.


Angga yang mendengarnya langsung kaget bagaimana mungkin Della memiliki perasaan itu kepadanya.


" Hatiku sangat bahagia jika Nayra dan Raihan kembali. Tetapi hatiku sangat hancur. Saat tau jika kau akan menikahinya," ujar Della yang sudah tidak peduli dengan gengsinya. Dia terus terang pada perasaannya dan Angga.


" Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, jangan beralasan lain. Hal yang tidak .asuk akal," ujar Angga.


" Apa mencintaimu tidak masuk akal?" tanya Della.


" Cukup Della, aku tidak percaya jika kau bisa melakukan ini," ujar Angga lalu langsung pergi.


" Angga," panggil Della. Namun Angga tidak menoleh sama sekali dan melanjutkan langkahnya.


Della langsung terduduk. Dia tau apa yang di lakukannya memang keterlaluan. Seharusnya dia tidak pantas mengambil privasi Raihan dan Nayra.


Sebelumnya Della memang melihat Raihan dan Nayra di gubuk itu. Dan dia mengambil foto yang untuk di tunjukkan pada Angga. Agar Angga menjauhi Nayra.


Tetapi melihat hubungan Raihan dan Nayra semakin dekat Della mengurungkan niatnya dan menyimpan di ponselnya.


Ketika mendengar dari Kayla masalah pernikahan itu. Della tidak punya pilihan lain selain melakukan hal itu.


Sekarang Della hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya. Raihan pasti sangat marah kepadanya. Belum lagi Angga yang juga pasti sangat kecewa.


********


Raihan yang berada di ruangannya. Terus melihat ke arah tempat duduk Nayra. Dia sungguh penasaran kemana Nayra.


tok tok tok tok


" Masuk!" ujar Raihan. Anita memasuki ruangan Raihan membawa beberapa laporan.


" Ni Pak laporan yang perlu di tandatangani," ujar Anita dengan sopan. Meletakkan berkas itu di meja Raihan.


Raihan membukanya, Raihan mengambil pulpen yang kecantol di saku bajunya. Saat ingin menandatangani berkas itu.


Tangan Raihan berhenti ketika melihat pulpen yang akan di gunakannya. Pulpen yang pernah di berikan Nayra pada ulang tahunnya yang belum lama ini.


" Kamu pasti akan membutuhkan ini," wajah Nayra yang tersenyum dihadapannya saat memberikan pulpen itu langsung terlintas di pikirannya.


" Kenapa Pak Raihan malah bengong," batin Anita yang bingung.


...Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2