Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 149


__ADS_3

Raihan dan Nayra sudah sampai Apartemen Nayra. Aryo juga setelah mengantarkan Nayra langsung berpamitan pulang.


Dia tidak ingin melihat Nayra semakin menderita karena ke hadirannya. Kondisi Nayra memang belum pulih jadi Aryo memaklumi semua itu. Raihan dan Nayra sudah memasuki kamar.


" Sekarang kamu mandi ya, setelah itu baru aku yang mandi," ujar Raihan memegang pipi Nayra.


" Tapi, kamu akan tetap di sini kan?" tanya Nayra yang takut akan di tinggalkan oleh Raihan.


" Iya aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap di sini. Kita kan sudah menikah, jadi kita akan tinggal bersama," ujar Raihan kembali mengingatkan Nayra.


" Menikah," sahut Nayra kembali bertanya.


" Iya, sudah sekarang mandilah, jangan memikirkan apa-apa," sahut Raihan. Mengusap pucuk ke pala Nayra.


Raihan mengantarkan Nayra memasuki kamar mandi. Nayra masih saja seperti orang linglung melihat kekanan dan kirinya seperti akan ada orang yang menghampirinya.


" Nara, tidak ada siapa-siapa. Jadi jangan takut, aku akan menunggumu di luar, jadi mandilah agar kamu semakin fress, tenangkan dirimu," ujar Raihan meyakinkan Nayra.


Nayra mengangguk. Setelah mendapat anggukan sang istri Raihan pun ke luar dari kamar mandi.


Raihan duduk di pinggir ranjang menarik tangannya ke atas sambil menguap panjang. Sepertinya Raihan sangat lelah dan kurang istirahat.


Semenjak Nayra masuk rumah sakit mungkin terhitung berapa jam dia tertidur. Terlihat dari matanya yang sangat lelah.


Raihan memijat- mijat belakang lehernya. Jika Nayra sembuh. Pasti Nayra yang akan melakukannya. Ya Raihan harus bersabar dengan kondisi Nayra yang sekarang.


Raihan meraih ponselnya dari saku celananya. Raihan melihat menu makanan yang akan di pesannya.


Mengingat dia juga sangat lapar. Mungkin Nayra juga pasti lapar. Setelah memesan makanan. Tiba-tiba Raihan kembali memikirkan sesuatu.


" Seperti ada yang di sembunyikan mama tentang Nayra," batin Raihan teringat dengan beberapa kejanggalan yang beberapa hari ini melintas di telinganya.


" Sifat Tante Jihan sangat aneh, beberapa kali aku memperhatikannya. Jika dia melihat Nayra. Dia akan menangis. Seperti seorang yang penuh penyesalan, atau hanya karena Carey yang membuat Nayra seperti itu. Makanya Tante Jihan seperti itu," batin Raihan lagi terus memikirkan ke ganjalan yang mengganggu pikirannya.


Nayra berada di dalam kamar mandi, masih melihat-liha di sekitarnya. Melihat ke atas, kiri dan kanannya. Dia sangat takut jika ada orang tiba-tiba datang. Karena di dalam pikirannya. Jika dia sendirian pasti ada yang menyakitinya.


Nayra membuka dress yang sedari tadi melekat di tubuhnya. Sampai dress itu jatuh ke lantai. Saat tubuhnya sudah polos. Nayra masih saja tidak tenang.


Tidak sengaja Nayra melihat cermin. Nayra melihat tubuhnya di cermin. Tubuh nya yang masih penuh bekas luka. Nayra melihat wajahnya di cermin.


Nayra semakin gemetar saat melihat cermin, bagaimana Carey memukulnya, memaksanya untuk minum, menyiksanya.

__ADS_1


Hhhhhhh, napas Nayra terdengar naik turun saat melihat di cermin dirinya yang di perlakukan sangat keji.


Nayra juga melihat Angga yang mencoba memperkosanya membuat Nayra menggaruk-garuk lehernya dengan penuh ketakutan.


" Jangan, aku mohon jangan lakukan itu, Raihan tolong aku, Raihan, tolong, aku," lirih Nayra mulai isteris dengan napas tersengal-sengal seperti ada yang mengejarnya.


Nayra mundur perlahan-lahan menjauh dari cermin sambil terus mengatakan.


" Tolong jangan lakukan itu, tolong sampai akhirnya punggung Nayra menabrak shower tangannya tidak sengaja menghidupkan shower karena sangking takutnya.


" Pergi pergi," teriak Nayra dengan kencang.


Teriakan Nayra membuat Raihan kaget, tersadar dari pikirannya. Raihan langsung beralih dari ranjang dan mendekati kamar mandi.


" Nara kamu kenapa?" tanya Raihan panik sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Tidak ada respons yang Raihan dengar hanya suara teriakan.


" Pergi, jangan ganggu aku, pergi, pergi," teriak Nayra dari dalam membuat Raihan semakin panik.


Raihan pun dengan cepat membuka pintu kamar mandi. Raihan kaget melihat Nayra yang sudah terduduk di lantai memeluk ke-2 kakinya, dengan tubuh polosnya di bawah guyuran air shower.


Nayra begitu ketakutan. Raihan langsung mendekati Nayra dengan cepat. Mengambil bathrobe yang bergantung di dalam kamar mandi.


Raihan mematikan shower lalu berjongkok dan menutupkan bathrobe itu kepada Nayra yang masih polos.


" Nara, tenanglah ini aku Raihan, tenanglah Nara," Raihan berusaha sebisanya menangkan Nayra.


" Raihan," ujar Nayra melihat Raihan. Raihan mengangguk menyakinkan nya. Nayra memeluk erat Raihan.


" Tolong usir mereka. Mereka ingin menggangguku?" ujar Nayra dengan terisak.


" Tidak ada yang mengganggumu. Percayalah kepadaku," ujar Raihan terus menenagkan Nayra.


" Mereka ada di sana?" tunjuk Nayra pada cermin dengan kepalanya yang terus berada di pelukan Raihan. Raihan hanya melihat cermin itu.


" Tenanglah, mereka sudah pergi," sahut Raihan terus memeluk Nayra. Agar Nayra tenang.


Akhirnya Nayra kembali tenang, Nayra dan Raihan ke luar dari kamar mandi. Nayra hanya memakai handuk mandi yang di berikan Raihan tadi.


Raihan mendudukkan Nayra di pinggir ranjang. Dengan tubuh Nayra yang masih bergetar.


" Kamu ganti baju ya!" ujar Raihan. Nayra mengangguk.

__ADS_1


Raihan mendekati lemari Nayra dan mengambil piyama Nayra yang berwarna merah mencolok. Raihan berjongkok di depan Nayra.


" Gantilah bajumu, aku akan di sini," perintah Raihan. Nayra mengangguk. Raihan pun duduk di pinggir ranjang membelakangi Nayra.


Sementara Nayra mulai mengganti pakaiannya. Sebenarnya tidak apa-apa juga. Jika Raihan melihat Nayra berganti pakaian.


Nayra kan sudah menjadi istrinya. Tetapi dalam kondisi seperti ini. Hal liar seperti itu tidak di pikirkan Raihan.


" Aku sudah selesai," sahut Nayra yang sudah selesai mengganti pakaiannya. Raihan berdiri dan kembali menghampiri Nayra.


" Kalau begitu tunggulah di sini," ujar Raihan memegang kepala Nayra.


" Kamu mau kemana?" tanya Nayra takut di tinggalkan sendirian.


" Aku mau ke kamar mandi sebentar, aku mau mandi dulu," jawab Raihan.


" Tapi...,"


" Nara, hanya mandi di situ, aku tidak kemana-mana, tidak akan ada yang datang," sahut Raihan.


" Atau kamu mau ikut masuk ke kamar mandi?" tanya Raihan sedikit menggoda.


Nayra langsung menggeleng cepat. Raihan tersenyum tipis. Sudah lama dia tidak menggoda Nayra.


" Ya sudah, jika tidak mau masuk, kamu tunggu sebentar. Setelah aku mandi kita akan makan," kelas Raihan.


Nayra mengangguk ragu. Raihan pun akhirnya mengambil handuk dan memasuki kamar mandi.


Sementara Nayra kembali gelisah. Karena sendirian. Raihan menghidupkan shower dan langsung mandi di bawah guyuran air shower. Dia tidak ingin berlama-lama.


Karena tau Nayra akan ketakutan jika sendirian. Raihan terus mandi sambil menggosok-gosok badannya dengan sabun. Juga membersihkan rambutnya.


Air Shower mati. Raihan sudah selesai mandi. Setelah mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Raihan langsung mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi.


Sementara Nayra yang gelisah. Terus berdiri di depan pintu kamar mandi. Nayra seakan begitu ketakutan sampai-sampai menunggu Raihan di depan pintu kamar mandi.


Raihan membuka pintu kamar mandi, sambil melap rambutnya dengan handuk kecil. Raihan heran melihat Nayra yang berdiri di depan kamar mandi.


" Ada apa?" tanya Raihan. Nayra menggeleng. Raihan tersenyum.


" Sudahlah, tidak ada yang terjadikan jadi jangan khawatir, semua akan baik-baik saja," ujar Raihan yang tidak pernah lelah mengatakan hal yang sama berulang-ulang kali. Untuk meyakinkan Nayra.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


__ADS_2