Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 298


__ADS_3

1 bulan kemudian


Vira berjalan di pinggir jalan dengan wajahnya yang pucat, kepalanya yang sedari tadi pusing. Jalannya yang sangat lambat seperti orang yang kurang makan. Dia tidak tau apa yang terjadi kepadanya yang jelasnya dia sedang tidak baik-baik saja.


" Kenapa sedari tadi, kepala ku sakit. Apa maag ku juga kambuh. Kenapa aku sedari tadi mual-mual, kenapa perut ku seperti ini," keluh Vira yang merasa tidak enak badan. Dia terus merasa mual dan memang tidak semangat untuk berbuat apa-apa.


Dia hanya merasa kondisinya semakin buruk. Kondisinya yang benar-benar sangat drop.


Tiba-tiba pandangan mata Vira menjadi buram. Matanya seketika sangat membayang. Dunia yang diinjaknya seakan goyang.


Brukkkk.


Akhirnya Vira pingsan di pinggir jalan. Ketika Vira pingsan. Orang-orang yang ada di sana langsung berlarian mengerumuni Vira. Mempertanyakan siapa wanita itu dan kenapa bisa pingsan.


Dara yang menyetir di dalam mobilnya dengan fokus. Tiba-tiba harus berhenti ketika melihat kerumunan di depannya.


" Ada apa itu. Kok rame-rame?" tanya Dara heran melihat kerumunan para warga. Yang mengundang rasa penasarannya.


" Apa-apaan sih, bikin macet aja," Dara yang penasaran pun akhirnya membuat sabuk pengamannya dan langsung keluar dari mobilnya. Dara langsung mengerumuni kerumunan warga.


" Ada apa ini?" tanya Dara yang menyepi-nyepi untuk masuk kedalam kerumunan. Dara melihat seorang wanita yang terkapar yang sudah tidak sadarkan diri.


" Kenapa dia seperti ini, apa yang terjadi kepadanya?" tanya Dara yang panik melihat wanita itu.


" Tidak tau bu, tiba-tiba pingsan," sahut salah satu warga.


" Lalu kenapa tidak di bawa kerumah sakit?" tanya Dara yang sudah berjongkok memegang kening wanita itu yang ternyata juga sudah panas. Wajah wanita itu juga sangat pucat.


Para warga saling melihat. Mereka memang lebih memilih untuk menonton dari pada membawa Vira kerumah sakit. Mungkin mereka bingung sampai tidak bisa melakukan apa-apa.


" Sudah-sudah, tolong bantu bawa kemobil saya. Biar saya yang bawa kerumah sakit," ujar Vira mengambil keputusan. Menunggu warga sama sekali tidak ada gunanya.


Para warga pun akhirnya bergerak cepat dan langsung mengangkat Vira kemobil Dara.


" Sedari tadi bukannya di tolong malah di tonton," cicit Dara kesal dengan warga.


Dara pun akhirnya menyusul kemobilnya dan langsung membawa wanita yang tidak di kenalnya itu kerumah sakit

__ADS_1


**********


Rumah sakit.


Akhirnya Vira sudah memasuki rumah sakit. Dokter sedang memeriksanya di dalam ruangan.


Sementara Dara menunggu di luar. Meski tidak mengenal wanita itu. Tetapi dia sangat khawatir dengan keadaan Wanita yang namanya sama sekali tidak di ketahui Dara. Apa lagi tadi wanita itu sangat pucat. Hal itu membuatnya cemas.


Tidak berapa lama Dokter pun keluar dari ruang perawatan Vira. Dokter mengajak Dara Keruangannya yang mungkin ingin membicarakan kondisi Vira.


Setelah berbicara dengan Dokter. Dara kembali keruangan perawatan Vira. Duduk di samping wanita yang belum sadarkan diri itu. Dara dengan setia menunggunya bangun. Karena tidak mungkin pergi meninggalkan wanita tersebut.


" Siapa dia, kasihan sekali sampai pingsan dijalan," gumam Dara melihat wajah Vira yang masih pucat.


Lama menatap Vira. Akhirnya Vira terbangun. Perlahan membuka matanya dengan mengerjap-ngerjapkan kan. Vira memijat kepalanya yang tampak masih berat.


Vira melihat di sekelilingnya dan heran dengan keberadaannya. Tetapi dia bisa tau. Jika dia dengan berada di rumah sakit.


" Kamu sudah bangun?" tanya Dara berdiri. Vira heran dengan wanita yang menanyakannya. Vira mencoba untuk duduk dan langsung di tolong Dara.


" Siapa kamu?" tanya Vira dengan suara seraknya. Dia masih sangat lemas.


" Kamu tadi pingsan di jalan dan aku membawa mu kemari," jawab Dara yang sudah kembali duduk.


" Pingsan," sahut Vira.


Dara mengangguk. Vira mengingat kejadian itu. Dia memang tadinya ingin kerumah sakit karena kondisinya yang lemas. Mobilnya yang mogok di pinggir jalan membuatnya berjalan mencari tumpangan dan tidak di sangka tubuhnya semakin lemas dan mungkin itu yang menyebabkannya pingsan.


" Lalu apa kata dokter?" tanya Vira. Dara tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


" Ini," ucap Dara memberikan Vira 2 lembar Foto.


" Selamat ya kamu hamil," ucap Dara yang senang. Walau tidak mengenal wanita itu tetapi dia sangat senang mendengar ada wanita yang hamil.


Tetapi Vira justru kaget. Matanya hampir mau keluar mendengar dari wanita yang juga tidak diketahuinya siapa dan mengatakan dia sedang Hamil. Dengan tangan bergetar Vira mengambil hasil USG tersebut.


Air matanya langsung menetes. Ketika menyadari bahwa dia hamil dan jelas itu bukan kabar yang benar. Bahkan tetesan air matanya jatuh pada foto janinya.

__ADS_1


" Aku hamil," lirih Vira.


" Kamu pasti terharu ya, ini pasti anak pertama kamu," sahut Dara yang melihat Vira menangis menganggap wanita itu terharu.


" Suami kamu pasti bahagia mendengar kamu hamil. Selamat ya," ujar Dara lagi yang benar-benar banyak kata-kata. Sampai Vira harus melihat Dara.


" Aku tidak punya suami," batin Vira dengan air matanya yang semakin banyak.


" Apa yang harus aku lakukan, bagaimana ini," Vira benar-benar bingung di dalam hatinya dengan kabar kehamilannya.


" Ya ampun dia sampai terharu seperti. Apa dia seperti Nayra yang dulu sangat memimpikan bisa hamil. 2 tahun pernikahan baru bisa hamil. Mungkin dia benar-benar sangat memimpikan bayi itu," batin Dara yang benar-benar tidak tau apa-apa.


" Kamu baik-baik saja?" tanya Dara yang mengusap lengan Vira. Seakan memberinya semangat.


" Iya aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolongku. Aku harus pulang," ujar Vira ingin duduk. Tetapi di tahan oleh Dara.


" Kamu sedang lemas. Bagaimana jika aku antar," ujar Dara yang benar-benar khawatir.


" Tidak usah, aku bisa pulang sendiri," sahut Vira.


" Kamu kasih aku nomor suami kamu, biar aku hubungi dia, biar dia menjemput kamu," ujar Dara yang mengambil tindakan.


" Tidak, itu tidak perlu. Aku sudah tidak apa-apa. Kalau tidak keberatan. Kamu panggilkan aku taxi saja," ujar Vira meminta tolong.


" Baiklah!" sahut Dara yang jelas tidak masalah.


" Makasih ya, kamu sudah menolongku," ucap Vira lagi.


" Sama-sama. Oh iya aku Dara," sahut Dara mengulurkan tangannya.


" Vira," jawab Vira menjabat tangan itu.


" Ya sudah ayo, aku bantu berdiri," ujar Dara. Vira mengangguk. Dara pun memapah Vira membantunya untuk berjalan.


Dara memang benar-benar memasukkan Vira kedalam Taxi. Sebelumnya Dara juga menebus obat Vira. Dan dara benar-benar lega ketika melihat wanita itu benar-benar memasuki Taxi.


" Semoga saja bayinya tidak apa-apa. Semoga bayinya sehat," batin Dara yang melihat Taxi semakin lama semakin jauh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2