Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 296


__ADS_3

Carey berada di dapur menyiapkan sarapan untuk Dion. Setelah melakukan hubungan suami istri tadi malam. Dan bahkan saling bicara dengan baik. Sama-sama ingin membuka hati dan bahkan Dion mencium keningnya lagi.


Dion ternyata melanjutkan tidurnya dan Carey mulai beberes rumah. Selain membuka toko Floristnya dan karyawannya sudah berdatangan. Carey langsung kedapur menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya yang menginap di rumahnya.


Ternyata Dion sudah bangun. Setelah mandi Dion langsung menyusul istrinya keluar dari kamar. Dion hanya menggunakan bathrobe karena pakaiannya yang memang tidak ada di rumah itu. Pakaiannya tadi malam juga sudah basah dan sudah di cuci Carey juga.


Bagi Dion itu pertama kali baginya bermalam di rumah itu dan bahkan bermalam dengan sambilan malam pertama. Dion melihat Carey sedang memasak di dapur.


Entah kenapa setiap melihat Carey dia selalu bahagia. Seakan merasa Carey adalah magnet yang menariknya.


" Mama mana?" tanya Dion membuat Carey sedikit kaget.


" Ohh, itu, mama lagi sedang kepasar," jawab Carey. " Kamu mau makan, aku sudah masakan?" ujar Carey.


Dion mengangguk dan menarik kursi mulai untuk menikmati nasi goreng yang sudah beberapa hari tidak di makannya dan pasti sangat di rindukannya.


Tidak berapa lama Carey juga menghampiri Dion dengan membawa sepiring mie goreng. Carey menarik kursi di sebelah Dion.


" Kamu makan mie?" tanya Dion.


" Iya, mau?" tanya Carey. Dion menggeleng.


Carey melihat kearah Dion sambil meniup mie goreng yang dibuatnya.


" Oh iya pakaian kamu bagaiman, bukannya kamu harus kekantor? Atau aku telpon supir untuk antarkan pakaian kamu. Kan kamu tidak mungkin pulang dalam ke adaan seperti ini," ucap Carey.


" tidak perlu, aku tidak kekantor hari ini," jawab Dion.


" Kenapa?" tanya Carey bingung sudah mengunyah makanannya.


" Aku ingin kerumah Raihan?" jawab Dion.


" Untuk?" tanya Carey melihat Dion.


" Aku ingin minta maaf pada Raihan. Masalah kejadian di rumah sakit. Seharusnya aku tidak seperti itu. Aku juga menyebabkan dia dan istrinya bertengkar. Jadi aku ingin meminta maaf agar hubungan kami baik-baik saja," jelas Dion.


" Aku akan minta maaf kepadanya dan juga istrinya," jelas Dion lagi.

__ADS_1


" Ohhhh," sahut Carey tampak biasa.


" Dengan Raihan aja minta maaf. Tetapi dengan ku. Sama sekali tidak punya niat.," ujar Carey pelan. Yang cemberut. Walau pelan. Tetapi Carey dapat mendengar suaranya.


" Aku juga minta maaf kepadamu," ujar Dion.


" Hah," sahut Carey pura-pura tidak mendengar atau pura-pura kaget.


" Aku minta maaf, sudah membuatmu marah. Aku minta maaf, sudah menuduhmu, aku minta maaf, sudah membawa Vira kedalam rumah. Aku minta maaf sudah membaringkannya di ranjang kita. Aku minta maaf, sudah memebelanya di depanmu. Aku minta maaf sudah memarahi mu. Aku minta maaf sudah ingin memukulmu. Maafkan aku Carey," ucap Dion dengan tulus yang menutur semua permintaan maafnya. Menatap Carey dengan dalam. Dia benar-benar mengakui kesalahannya.


" Kamu memaafkanku?" tanya Dion.


" Iya aku sudah memaafkan semuanya. Aku juga minta maaf, jika emosiku berlebihan. Dan perkataanku yang minta cerai dari mu. Maaf kan aku," sahut Carey yang juga minta maaf. Dion tersenyum dengan mengangguk.


" Ya sudah ayo makan," ajak Carey. Dion mengangguk. Mereka pun melanjutkan sarapan pagi mereka.


" Kamu akan pulang kan hari ini?" tanya Dion memastikan. Memang pasti tujuannya datang kerumah itu awalanya untuk menjemput Carey.


" Iya aku akan ikut denganmu kita akan pulang. Setelah pakainamu kering," jawab Carey. Dion tersenyum mendengarnya.


" Kamu benar tidak mau?" tanya Carey menawarkan makananya.


Mereka seperti bocah yang cinta-cintaan monyet. Kegengsian Dion memang akhirnya runtuh. Meminta maaf dengan tulus dan menyelesaikan masalah dengan hati dan akalnya.


*************


Di sisi lain Nayra dan Raihan juga sedang sarapan bersama. Raihan juga sedang menikmati makanan istrinya yang pasti enak.


" Oh iya sayang, aku lupa kasih tau sesuatu sama kamu," ujar Nayra tiba-tiba.


" Memang apa?" tanya Raihan sedang mengunyah makanannya.


" Tentang wanita yang kemarin kamu kasih lihat aku foto. Wanita yang mengadopsi Vira," jawab Nayra yang memang baru mengingat hal itu.


Dia memang belum sempat memberi tahu suaminya tentang hal penting itu. Karena mereka yang baru ribut jadi dia lupa dan sekarang baru ingat lagi.


" Memang kamu ingin kasih tau apa?" tanya Raihan dengan wajahnya yang penasaran.

__ADS_1


" Amira bilang dia pernah melihat foto wanita itu ada di rumah Eyang Farah. Ada di dalam gudang dan foto itu seperti foto keluarga," jelas Nayra menyampaikan apa yang di katakan keponakannya. Hal itu membuat Raihan kaget.


" Kamu serius?" tanya Raihan yang masih schok. Nayra mengangguk.


" Amira pasti tidak mungkin mengarang, kalau memang tidak melihatnya dan aku juga merasa wanita itu sangat mirip dengan Tante Kayla. Apa memang dia ada hubungan dengan keluarga papa kamu?" sahut Nayra yang menarik kesimpulan sendiri.


" Kalau memang iya, kenapa aku tidak pernah melihatnya," ujar Raihan dengan wajah bingungnya.


" Aku juga tidak tau, itu sangat aneh bukan," sahut Nayra kebingungan.


" Ya sudah nanti aku coba pastikan dulu pada Eyang. Aku juga sedang menunggu kabar dari Raka. Mengenai orang yang di katakan papa. Dia sedang ke Australia mencari orang itu dan untuk memastikannya," jelas Raihan.


" Kak, Raka ke Australia?" tanya Nayra. Raihan mengangguk.


" Kak Raina sendirian dong di rumah," sahut Nayra.


" Nanti siang mereka akan datang selama Raka pergi. Mereka akan menginap di sini," ujar Raihan.


" Serius!" tanya Nayra dengan wajah cerianya.


" Iya sayang," jawab Raihan.


" Ya sudah mari makan lagi," ujar Raihan. Nayra mengangguk.


" Aku juga tidak mendapat kabar apa-apa dari Sony. Sebaiknya aku menemui Sony dulu," batin Raihan.


*********


Di sisi lain Sony sedang berada di dalam mobilnya. 1 Minggu lebih dia tidak mendapat kabar dari Vira. Dia juga memang tidak mengabari Vira dan begitu juga dengan Vira yang tidak mengabarinya.


" Apa dia baik-baik saja, dia benar-benar tidak akan mengabariku. Apa karena omonganku. Jadi dia menjaga jarak," batin Sony yang kebingungan dengan Vira yang mendadak hilang.


" Bukannya seharusnya kami bisa bertemu. Apa dia terlalu baper sampai tidak ingin mengabari ku. Apa aku telpon saja. Tidak mungkin. Aku akan terlihat sangat mencemaskannya," gerutu Sony di dalam hatinya yang benar-benar kebingungan.


Setelah enak-enakan dengan Vira dia memang banyak bicara kepada Vira. Karena memang tidak mau mengambil resiko apapun. Seperti apa yang di lakukannya kepada banyak wanita yang lainnya.


Tetapi Vira justru membuatnya kepikiran. Apa lagi Vira yang benar-benar tidak pernah mengabarinya membuatnya bingung sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


karena sifatku di rumah sakit membuat aku


__ADS_2