Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 141


__ADS_3

Semua orang kaget dengan apa yang di katakan Raihan. Zira yang tadinya memegang lengan Carey untuk membantunya berdiri reflex melepaskannya.


Zira menatap Jihan dengan tatapan tajam. Tatapan mempertanyakan benar atau tidak hal yang di katakan Raihan.


" Tante itu tidak benar," sahut Carey masih mengelak.


" Kamu masih berbohong Carey!" bentak Raihan ingin melayangkan tangannya ke pada Carey.


" Raihan cukup!" bentak Addrian menahan tangan Raihan.


" Apa yang kamu lakukan hah! apa kamu ingin memukul wanita hah!" ujar Addrian dengan nada berteriak.


" Bahkan aku akan membunuhnya. Jika sampai terjadi sesuatu ke pada Nara. Aku tidak akan melepaskannya, tidak akan mengampuninya," sahut Raihan menekan suaranya.


Jihan membantu Carey berdiri, ada beberapa luka di telapak tangan Carey, akibat pecahan kaca.


" Carey, benar apa yang di katakan Raihan, jika kamu....?" tanya Jihan kepada Putrinya dengan serius.


" Ma, itu tidak benar, Raihan menemukan Nayra bersama Angga, lalu menyalahkanku," jawab Carey masih membela diri.


Raihan mendengarnya mengepal ke-2 tangannya. Jika tidak ada orang mungkin Carey sudah mati di tangannya.


" Apa benar kata Raihan, jika Angga mencoba memperkosa Nayra," batin Carey dengan wajah paniknya.


" Lalu di mana Angga sekarang?" tanya Ilham.


" Aku hampir ya saja membunuhnya," sahut Raihan dengan nada santai.


" Apa yang kamu katakan Raihan?" tanya Kayla.


" Dia ingin memperkosa Nayra," teriak Raihan.


" Raihan, kamu sebaiknya selidiki dulu apa yang terjadi, jangan hanya asal menuduh, benar kata Carey jangan hanya karena kamu menemukan Nayra bersama Angga. Kamu langsung menghakiminya, dan menuduh Carey yang tidak-tidak," sahut Oma Widya yang membela Carey.


Raihan tidak habis pikir dengan apa yang di dengarnya. Dia mendengus melihat Omanya yang masih percaya saja dengan Carey yang hampir membunuh Nayra.


" Tapi yang di katakan kak Raihan benar," terdengar suara sahutan membuat semua orang yang ada di ruangan tamu itu langsung mengarah ke suara tersebut.


" Luci," batin Carey melihat kedatangan Luci.


Luci mendekati semua orang. Dia memberanikan diri untuk mengungkap kebenarannya meski dia masih trauma dengan perbuatan Carey.


Luci yang melihat saja trauma bagaimana Nayra yang mengalaminya mungkin Nayra bisa gila jika mengingat ke jadian itu.


" Apa yang terjadi Luci?" tanya Raina memegang ke-2 bahu Luci.


Raina bisa merasakan tubuh Luci yang bergetar hebat. Dengan wajah yang pucat menahan ke takutan.


Luci melihat ke arah Carey dan mendapat tatapan tajam dari Carey. Luci yang semakin takut membuang pandangannya.


" Luci katakan, kamu lihat di sini banyak orang jadi jangan takut," Raina berusaha membujuk Luci agar tenang.

__ADS_1


Luci membuka tasnya dan meraih ponselnya.


Luci menghidupkan Vidio dan memberikan pada Raina.


" Apa yang di perlihatkan Luci," batin Carey dengan wajah paniknya.


Raina pun melihat Vidio itu. Baru berjalan 1 detik. Mata Raina melotot dengan mulut yang menganga melihat Vidio di mana Carey yang meniyiksa Nayra di saat Nayra sudah terluka.


Tidak sanggup melihat lebih panjang, Raina memberikan kepada papanya yang berdiri di sampingnya. Addrian melanjutkan Vidio itu.


Addrian begitu terkejut dengan perlakukan Carey kepada Nayra. Addrian langsung menatap ke arah Carey. Wajah Carey semakin pucat saat melihat ekspresi dari Addrian dan Raina.


Zira yang tidak sabaran langsung mengambil ponsel Luci dari tangan suaminya dan melihat apa yang mereka lihat.


Zira langsung melebarkan matanya saat melihat rekaman Vidio itu. Tidak sadar air matanya langsung menetes saat melihat kondisi Nayra yang sangat memperihatinkan.


Di siksa seperti seorang binatang. Zira juga melihat botol minuman beralkohol di samping Nayra. Dan Raihan tadi mengatakan jika Carey memaksa Nayra meminum itu.


Tubuh Zira bergetar saat melihat kenyataan itu. Sampai hanphone itu jatuh ke lantai. Dan Vidio itu masih hidup. Pandangan mata orang-orang yang belum melihat Vidio itu turun ke bawah.


Betapa terkejutnya, Jihan, Kayla, Ilham. Oma, Opa termasuk Carey saat melihat ke lanjutan Vidio itu. Mata mereka hampir ke luar ketika melihat melihat kekejaman Carey.


Raihan juga yang belum melihat Vidio itu sama sekali juga terkejut. Hatinya seperti tergores. Ketika melihat Nayra yang di perlakukan kasar tanpa ampunan.


Rasa bersalah kembali menyelimutinya karena tidak bisa melindungi wanita yang di cintainya.


Carey semakin pucat saat melihat bahwa dirinya benar-benar melakukan itu. Carey tidak menyangka jika Luci ada di saat itu.


Dan merekam secara diam-diam. Dia memang terlalu ceroboh sampai tidak menyadari Luci menyaksikan semuanya.


Carey yang masih ingin mencari pembelaan mendekati Zira memegang tangan Zira.


" Aku melihat sendiri, kak Carey membawa Nayra dari Apartemennya malam itu, dan aku mengikutinya, aku tidak tau apa yang terjadi, aku ketiduran di mobil, saat aku bangun aku mencoba mencari tau dan melihat semuanya. Aku juga melihat kak Angga datang dan mengikuti mereka membawa Nayra ke Beskem kak Angga," ujar Luci menjelaskan secara detail.


" Tante, Carey bisa jelasin, semua tidak seperti apa yang Tante pikirkan, semuanya...."


Plakkkk


Belum sempat Carey melanjutkan kata-katanya. Zira yang di penuhi kemarahan langsung melayangkan tangannya di pipi Carey.


" Berani kamu melakukan semua ini," teriak Zira menekan giginya geram dengan perbuatan Carey. Carey hanya diam memegang pipinya dengan air matanya yang menetes.


" Di mana hati nurani kamu Carey," teriak Zira mengcegkram ke-2 bahu Carey.


" Katakan!" teriak Zira.


Tidak ada satupun yang mencegah kemarahan Zira kepada Carey. Bahkan Jihan sekalipun perbuatan Carey membuat Jihan tidak bisa melakukan apa-apa.


" Kenapa kamu melakukan semua ini Carey, kenapa Carey," tanya Zira yang terus meneteskan air mata.


" Kenapa Tante selalu membelanya apa dia lebih baik di bandingkan aku. Dia hanya wanita yang menyakiti Raihan. Wanita yang tidak pantas hidup, parasit, dia menghancurkan hidupku," teriak Carey.

__ADS_1


Teriakan Carey kembali mendapatkan tamparan dari Nayra.


Plakkkkk


" Zira, stop," sahut Jihan yang harus angkat tangan saat Carey di tampar 2 kali.


" Zira, apa kamu juga akan membunuh Carey hanya karena ini, Carey akan mendapat hukumannya, kamu juga tidak perlu menamparnya berkali-kali hanya karena Nayra," sahut Jihan yang emosi dengan perbuatan Zira menampar Carey 2 kali di depannya. Sementara seumur hidupnya dia belum pernah melakukannya.


Zira tersenyum melihat Jihan dan Carey.


" Aku tidak menyangka Jihan, jika pada akhirnya anakmu melanjutkan hal yang dulu tertunda," ujar Zira tiba-tiba. Membuat semua orang kaget.


" Mama, apa mama akan mengatakannya," batin Raina yang satu-satunya mengerti maksud dari mamanya.


" Apa maksud kamu?" tanya Jihan heran.


" Kalian berdua benar-benar pembunuh, kalian ber-2 ingin membunuh orang yang sama," teriak Zira membuat Seisi ruangan semakin kaget.


Kata pembunuh mengingatkan Jihan pada masa lalunya.


" Apa yang kamu katakan Zira?" tanya Jihan dengan wajah serius.


" Ketahuilah Jihan Jiak Nayra itu adalah..."


Trettttttrr tttttttttttttt.


Omongan Zira terpotong saat ponsel Raihan berbunyi.


" Ada apa Andini?" tanya Addrian menerima panggilan dari Andini


" Apa," sahut Raihan kaget.


" Iya kakak akan segera kerumah sakit," ujar Raihan mematikan ponselnya dan berlari ke luar.


" Raihan apa yang terjadi sama Nayra," panggil Zira. Tidka mendapat respon Zira pun langsung menyusul.


" Zira tunggu," panggil Addrian ikut menyusul Zira.


Hal itu juga di lakukan, Raina dan pasti dia membawa Luci. Mereka menyusul Raihan yang mungkin kabar tentang Nayra.


Sementara Jihan masih terdiam. Dia masih penasaran dengan perkataan Zira yang terpotong tadi.


Tapi seakan perkataan Zira membuatnya seketika mengingat masa lalunya dan tiba-tiba dia merasa takut jika apa yang sudah di pikirkannya kenyataan.


" Ma," tegur Carey memegang tangan Jihan, Jihan langsung melepas dan pergi meninggalkan Carey.


" Ma," panggil Carey yang tidak di respon Jihan.


" Ayo Kayla kita pergi," ajak Ilham pada istrinya. Kayla yang masih schok mengangguk. Ilham merangkul istrinya dan membawanya pergi.


Oma Widiya melihat sebentar Carey lalu pergi tanpa ingin bicara. Hal yang sama juga di lakukan Opa Nugraha yang geleng-geleng kemudian langsung pergi.

__ADS_1


" Sial, kenapa semua seperti ini," desis Carey mengacak rambutnya frustasi. Dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2