
Nayra, Raihan yang berada di dalam kamar sedang berdiskusi. Mereka jelas kaget mendengar semua tentang Sisil yang tak lain orang tua Vira dan Ramah Mentan dari Della.
" Sayang lalu kamu akan melakukan apa?" tanya Nayra.
" Aku belum tau," jawab Raihan duduk di pinggir ranjang.
" Aku jadi khawatir tentang semua ini," sahut Nayra yang memang punya firasat buruk. Raihan langsung menghadap Nayra meraih ke-2 tangan Nayra.
" Sayang. Jangan khawatir ya. Semuanya akan baik-baik saja. Kamu harus ingat janji kita. Kalau kita. Kalau dalam masalah ini kamu tidak boleh ikut-ikutan. Biar aku yang mengurus. Tugas kamu hanya fokus pada kandungan kamu saja. Sama bayi kita. Kamu harus jaga bayi kita," ujar Raihan mengingatkan istrinya dengan lembut.
Dia tidak ingin istrinya kepikiran masalah ini. Dan terakhirnya akan menjadi beban untuk Nayra yang pasti akan berpengaruh pada kondisi bayinya.
" Iya sayang. Tapi mana mungkin aku tidak kepikiran. Aku takut terjadi sesuatu sama keluarga kita," ujar Nayra dengan penuh rasa kekhawatirannya.
" Aku tau kamu khawatir. Tetapi percayalah. Tidak akan ada yang terjadi," sahut Raihan memastikan. Semuanya akan pasti baik-baik saja," ujar Raihan meyakinkan.
" Lalu bagaimana dengan kak Della apa sudah ada kabar?" tanya Nayra.
" Belum. Andini masih menghubungi Della dan Andini belum ada kabar sampai sekarang," jawab Raihan.
" Semoga kak Della bisa di hubungi dan agar dia bisa mengatakan yang sebenarnya. Agar kita bisa menuntaskan masalah ini," ujar Nayra penuh harapan.
" Iya sayang. Aku juga berharap seperti itu," sahut Raihan.
*********
Sony berada di dalam kamarnya ternyata seharian Sony mencari Vira. Tetapi sama sekali tidak ketemu. Jelas dia merasa bersalah dengan kehamilan Vira yang dia ketahui itu adalah anak nya.
Tetapi semenjak mendapat kabar dari Dara. Kalau Vira hamil. Tetap saja Sony tidak bisa menemukan wanita itu.
" Kenapa semua bisa seperti itu," ujarnya Frustasi.
" Sebaiknya aku mencarinya lagi," ujar Sony langsung bangkit dari tempat tidurnya.
Saat Sony menuruni anak tangga dia melihat mama dan papanya berada di ruang tamu dan mengobrol dengan serius.
__ADS_1
" Aku tidak percaya jika wanita itu benar-benar akan muncul. Mau nya apa sih," ujar Saski kesal. Ketika mendengar dari temannya. Jika Sisil telah muncul dan berusaha merusak keluarga temannya. Tetapi dia juga tidak tau jika anaknya sudah menjadi korban.
" Tapi mungkin ini hanya kebetulan saja, sayang," sahut Rony yang menanggapi biasa.
" Kebetulan kamu bilang. Kebetulan dari mana. Dia menyuruh anaknya untuk mendekati Della dan melakukan kekerasan fisik pada Della. Kamu lihat sendiri Aca sampai sekarang menangis. Karena merasa bodoh tidak tau apa yang terjadi dengan Della. Dan anak perempuannya di jadikannya untuk menghancurkan hubungan Nayra dengan papanya. Dan juga berusaha menghancurkan rumah tangga Nayra dan Raihan. Selain itu dia juga menghancurkan rumah tangga Carey," jelas Saski.
" Dia itu memang dari dulu ular. Terus melakukan semua dengan sesukanya. Aku yakin wanita itu memang sengaja kembali untuk balas dendam," ujar Saski yang memang langsung bisa menarik kesimpulan.
Karena dari dulu dia sangat tau bagaimana Sisil yang berhati busuk. Jadi wajar saja dia menarik kesimpulan seperti itu. Sementara Sony masih mendengarkan apa-apa yang di bicarakan mama dan papanya.
" Apa maksud mama dan papa. Siapa Sisil itu," batin Sony penasaran dengan yang namanya Sisil.
" Apa dia ada hubungannya dengan Vira," ucapnya merasa curiga.
Ting. Tiba-tiba pesan wa masuk ke ponsel Sony dan Sony langsung melihat ponselnya. Wajah Sony menjadi kaget. Ketika melihat pesan dari Vira.
..." Mari bertemu," tulis Vira dalam pesannya dan langsung share location....
" Vira. Tumben dia mengajak bertemu. Aku mencarinya kemana-mana berusaha menghubunginya. Tetapi tidak bertemu sama sekali dan sekarang dia malah mengirim pesan," batin Sony heran.
" Mau kemana kamu Sony?" tanya Saski begitu melihat anaknya asal lewat saja tanpa berpamitan dengannya.
" Mau keluar sebentar ma," jawab Sony.
" Kemari sebentar," ujar Saski dengan wajah seriusnya.
" Cepat! malah bengong aja," ujar Saski dengan tegas. Sony membuang napasnya perlahan dan dengan terpaksa menghampiri mama dan papanya yang ada di ruang tamu.
" Ada apa ma?" tanya Sony yang sudah duduk di samping mamanya. Saski mengeluarkan ponsel dan meletakkan di depan Sony.
" Apa hubungan sama wanita ini?" tanya Saski memperlihatkan foto Sony dengan Vira.
Saski memang melihat Instagram milik putranya dan menemukan foto putra berpose romantis dengan Vira. Wanita yang membuat resah.
" Tidak ada," jawab Sony.
__ADS_1
" Tidak ada. Tapi bisa berfoto seperti ini. Tidak ada di mananya," ucap Saski yang tidak percaya.
" Jujur saja Sony. Jangan buat mamamu tambah pikiran. Kamu tau masalah semakin banyak," sahut Rony.
" Pa. Aku tidak mengenal siapa dia dan apa masalahnya dengan Raihan dan Nayra. Aku hanya di suruh Raihan untuk mendekatinya. Itu saja," jawab Sony apa adanya.
" Lalu kamu yang terjebak dengannya sekarang," sahut Saski dengan ketus.
" Apaan sih ma. Siapa juga yang terjebak. Aku juga tidak tau di mana dia sekarang. Aku juga tidak pernah berhubungan lagi dengannya," ujar Sony menjelaskan.
" Bagus jika seperti itu. Awas ya kamu. Jika kamu punya hubungan dengan wanita itu. Kamu harus tau wanita itu siapa. Dia dan keluarganya berusaha untuk menghancurkan keluarga kita. Jadi kamu harus hati-hati dengannya. Awas saja kamu kalau berani berhubungan dengan dia," ujar Saski yang langsung menegaskan.
" Ma bukan dia menjebakku. Tapi aku," batin Sony.
" Kamu dengar mama tidak. Malah bengong saja," ujar Saski yang tidak mendapat respon dari anaknya.
" Iya," sahut Sony tidak ikhlas.
" Ya sudah aku mau pergi dulu," ujar Sony langsung pamitan.
Dia bahkan malas mendengarkan ocehan mamanya. Ada niat ingin bertanggung jawab atas Vira. Eh mamanya sudah mengingatkan terlebih dahulu untuk tidak berhubungan dengan Vira. Terakhirnya dia semakin frustasi harus menempuh langkah yang mana.
*********
Sony akhirnya datang ke lokasi di mana Vira mengajak untuk bertemu. Sony masih berada di dalam mobilnya dan melihat bangunan tua yang sudah tidak layak huni lagi. Sony memang melihat ada mobil Vira terparkir di sana.
" Mengapa dia mengajak bertemu di sini," batin Sony heran melihat terus kearah bangunan itu.
Tanpa berpikir panjang akhirnya Sony pun langsung keluar dari mobilnya berjalan perlahan mendekati mobil Vira.
" Di mana dia," ucapnya mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan mencoba menghubungi Vira. Saat melihat layar ponselnya. Mata Sony turun ke tanah dan melihat bayangan seseorang.
Bukkk.
Belum sempat Sony membalikkan tubuhnya. Dia sudah mendapat pukulan dan membuatnya telungkup atas tanah.
__ADS_1
Bersambung.........