Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 345


__ADS_3

Flashback


Mendapat tembakan dari Sisil membuat Raihan langsung jatuh kedalam lautan dan Raihan langsung terbawa oleh ombak yang besar. Kondisi Raihan masih sadar dan masih berusaha untuk menyelamatkan diri dari ombak.


Karena luka tembak yang di alaminya membuat Raihan banyak kehilangan tenaga. Yang akhirnya Raihan lemas dan langsung tidak sadarkan diri dan ombak langsung terseret ombak entah sejauh mana.


**********


Tidak tau desa apa itu. Desa yang yang terletak di pinggir pantai dengan bangunan rumah-rumah yang masih terbuat dengan kayu dan juga atap yang berbahan nipa.


Terlihat Raihan yang berada di atas tempat tidur yang seukuran dirinya yang masih terbuat dari kayu.


Raihan terbaring tanpa menggunakan pakaian dan tampak luka tembak yang di alaminya di balut dengan daunan hijau yang sudah di giling. Yang mungkin saja itu obat alami yang di berikan kepadanya.


Tangan Raihan bergerak sedikit seakan dia tersadar dari tidurnya dan tidak berapa lama Raihan mengerjapkan matanya, membuka matanya perlahan, memijat kepalanya. Pandangan Raihan masih rabun dan belum sempurna.


" Di mana aku," ucap Raihan ketika pandangannya sudah mulai sempurna. Kepalanya berkeliling melihat di sekitarnya. Raihan melihat keberadaannya di dalam ruangan yang berukuran kecil.


" Cepat! jangan lama, cepat! dasar bodoh kau benar-benar sangat bodoh," suara bentakan dari luar di telinga Raihan membuat Raihan kebingungan.


" Siapa itu," ujar Raihan. Raihan pun langsung berdiri untuk melihat orang yang mengeluarkan suara itu.


Raihan memegang dadanya yang masih sakit dan berusaha untuk berjalan menuju jendela kecil yang memberikan udara pada ruangan itu. Dengan sekuat tenaganya. Akhirnya Raihan bisa sampai di sana dan Raihan melihat orang yang bersuara itu.


Raihan kaget melihat orang-orang yang mendorong gerobak yang berisi karung beras yang tidak tau apa isinya.


Pria yang dengan beberapa macam usia itu dari anak muda sampai yang sudah tua mendorong gerobak dengan bersusah payah dan ada beberapa orang dengan wajah yang sangar-sangar dan dan mencambuk orang-orang yang menurutnya lama bekerja dan membuatnya marah.


Raihan benar-benar kaget. Melihat apa yang di depan matanya. Seperti kerja rodi dan jaman sekarang masih ada kerja seperti itu.


" Di mana ini. Kenapa mereka di perlakukan. Tidak manusiawi seperti itu," batin Raihan dengan wajah terkejutnya. Raihan terus melihat orang-orang itu dengan rasa simpatik seperti Zaman penjajahan Belanda.


" Kau sudah bangun," tiba-tiba suara seorang wanita membuat Raihan kaget. Raihan membalikkan badannya terlihat wanita yang cantik dengan memakai dress panjang kebawah dengan rambutnya yang di gerai.


Raihan tadi juga melihat beberapa wanita yang ada di luar dan wanita-wanita itu tidak sebersih dan Serapi wanita yang mengeluarkan suara itu.


Wanita itu tersenyum dengan nampan yang di bawanya dan menghampiri Raihan berjalan dengan indah.


" Seharusnya kau tidak bergerak dulu. Lukamu belum sembuh," ujar wanita itu dengan lembut sudah berdiri di depan Raihan.


" Siapa dia, kenapa aku di sini. Wanita kenapa berbeda dari yang main," batin Raihan yang heran dengan wanita yang ada di hadapannya.


" Mari duduk kau harus makan dulu," ujar wanita itu.


" Ayo kemari!" wanita itu pun menarik lengan Raihan membawanya kembali di mana tadi tempat Raihan berbaring. Raihan yang masih bingung. Duduk di hadapan wanita itu.


" Kau harus makan," ujar wanita itu. Raihan masih di landa kebingungan.


tok-tok-tok-tok

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kayu itu di ketuk dan menampilkan wanita paruh baya dengan pakaian sederhana.


" Ada apa. Kau tidak melihat aku sedang ada pekerjaan," ujar wanita itu dengan suara membentak.


Hal itu membuat Raihan kaget kesan lembut wanita itu hilang seketika dan menjadi wanita yang terlihat judes.


" Maaf nona. Saya hanya di perintahkan nona untuk di panggil tuan," ujar wanita itu dengan menundukkan kepalanya bicara dengan ketakutan.


" Apa ayah tidak tau. Aku sedang pekerjaan. Mengganggu saja!" ujar wanita itu langsung berdiri.


" Kau beri dia makan. Awas saja kalau sampai dia tidak makan. Aku tidak akan memberimu makan sebagai hukumannya," ujar wanita itu yang langsung memberi ancaman.


" Baik nona," jawab wanita paruh Bayah itu. Wanita yang marah-marah itu pun langsung pergi dan wanita paruh baya itu langsung menghampiri Raihan.


" Ayo nak makan. Makanan mu harus habis sebelum dia kembali," ujar wanita itu dengan tergesa-gesa.


" Di mana ini?" tanya Raihan. Dia baru bisa bicara dengan wanita yang tampak tua di depannya itu.


" Kamu sedang berada di tempat yang salah," jawab wanita itu. Membuat Raihan bingung dengan perkataan wanita itu.


" Apa maksudnya tempat yang salah dan wanita tadi siapa dan orang-orang di luar kenapa?" tanya Raihan yang benar-benar penasaran.


" Wanita tadi. Adalah anak dari Ketua di tempat ini orang yang paling di takuti dan orang-orang yang mungkin sudah kamu lihat adalah budak mereka. Sama seperti ibu yang telah menjadi budak mereka selama bertahun-tahun," jelas wanita itu membuat Raihan kaget.


" Lalu berasal dari mana orang-orang itu?" tanya Raihan.


" Warga di tempat ini adalah orang-orang yang awalnya di tipu. Sebagian dari mereka adalah beberapa orang yang kapalnya sengaja di sesatkan dan di masukkan kedalam desa ini dan sebagian sengaja di ambil dari kota. Dengan iming-iming menjadi TKW di Luar negri tetapi pada akhirnya di letakkan di tempat ini dan di perbudak sesuka hati mereka. Para Pria akan di jadikan pekerja rodi dan para wanita juga sama di jadikan budak dan bahkan banyak wanita yang masih muda di lecehkan anak buah dari ketua," jelas wanita itu dengan sedetail-detailnya.


" Lalu apa tidak ada orang yang yang khusus datang untuk menolong?" tanya Raihan.


" Banyak. Sudah banyak orang-orang yang mungkin dari kota yang melakukan pencarian. Yang mungkin kapal hilang dan sebagainya. Tetapi justru orang-orang dari kota itu malah menjadi budak juga di tempat ini. Jadi sama saja. Karena memang sudah takdir siapa yang masuk ketempat ini tidak pernah bisa lolos. Kecuali kematian datang padanya," jelas wanita itu.


" Apa ini. Kenapa aku bisa datang ketempat ini?" tanyanya kebingungan.


" Kamu di temukan oleh anak buat dari Ketua dan sengaja di bawa. Kamu sudah tidak sadarkan diri selama 1 bulan lebih dan wanita tadi adalah nona Paramitha. Dia adalah putri dari ketua di sini dan sepertinya dia menyukaimu," ujar wanita itu membuat Raihan kaget.


" Apa maksudnya?" tanya Raihan heran.


" Jika dia menyukaimu. Maka kamu akan aman. Kamu tidak akan di perlakukan budak seperti orang-orang yang kamu lihat. Asal kamu bisa memberinya kesenangan. Karena banyak juga Pria yang di tidak di perbudak asal bisa menjadi suaminya," jelas wanita itu.


" Suami!" pekik Raihan.


" Benar suami. Pria yang di sukainya akan di jadikannya suami sampai dia sudah tidak menyukainya lagi dan ketika sudah tidak di sukainya lagi. Suaminya akan di bunuh langsung," jelas wanita itu Raihan benar-benar kaget mendengar penjelasan wanita itu.


" Apa tidak bisa pergi dari sini?" tanya Raihan yang mempunyai niat untuk kabur.


" Tidak akan mungkin. Karena belum ada yang bisa keluar dari tempat ini dan kamu jika mau aman sebaiknya buat dia senang dan mungkin itu jalan terbaiknya," jelas wanita itu. Raihan terdiam benar-benar tidak percaya jika dia akan berada di tempat yang tidak pernah di pikirkannya akan ada.


**********

__ADS_1


Malam hari tiba Raihan yang masih terluka parah mondar-mandir di sekitar ranjang. Mendengar penjelasan wanita itu membuat Raihan benar-benar tidak percaya jika dia akan berada di tempat itu.


" Aku harus bisa pergi dari tempat ini. Aku tidak bisa di sini. Nara dia pasti mencariku. Aku tidak akan menyerah aku akan harus pergi dari tempat ini," batin Raihan dengan gelisah yang sedang memutarkan otak untuk pergi.


***********


Hari-hari telah Raihan lalui di tempat itu. Raihan sudah sadar selama 1 Minggu dan selama 1 Minggu. Tetapi Raihan sama sekali belum keluar dari kamar itu karena kondisinya yang belum pulih.


Benar kata wanita tua itu Raihan akan di perlakukan istimewa. Jika wanita yang bernama Paramitha itu menyukainya. Terbukti dia tidak pernah di disuruh untuk bekerja paksa.


Tetapi tetap saja Raihan sangat gelisah berada di tempat itu. Matanya tidak tahan setiap hari haru mengintip keluar dan melihat orang-orang yang di perlakukan tidak manusiawi.


" Aku harus bisa pergi dari sini. Kondisi ku sudah lumayan. Aku rasa aku akan bisa lolos," batin Raihan yang kembali merencanakan untuk kabur.


Ditengah pemikirannya tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan Raihan merasakan ada tubuh yang menempel di punggungnya. Hal itu membuat Raihan kaget dan langsung membalikkan tubuhnya.


Raihan kaget melihat wanita yang bernama Paramitha ada di depannya. Wanita itu tersenyum dengan tatapan dalam pada Raihan.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Raihan.


" Kamu sudah sembuh bukan, aku sudah lama menunggumu untuk pulih!" ujar wanita itu melangkah mendekati Raihan dan meraba luka Raihan. Tetapi Raihan langsung menjauh dan menghindar dari wanita itu. Wanita itu tersenyum.


" Aku menyukaimu dan aku lebih menyukai cara mu sok jual mahal kepadaku," ucap wanita itu.


" Apa maksudmu?" tanya Raihan.


" Kau harus bersyukur karena aku menjadikanmu sebagai suamiku yang itu artinya. Kau hanya perlu memberiku kesenangan," ujar wanita itu.


" Aku tidak mengerti apa yang kau katakan?" tanya Raihan. Padahal dia sudah tau apa maksud wanita itu. Karena sebelumnya dia mendapat penjelas.


" Kau akan tau. Ketika kita menghabiskan malam pertama kita," ujar wanita itu tersenyum. Raihan mengkerutkan dahinya mendengar apa kata wanita itu.


Tangan wanita itu langsung bergerak memegang punggungnya yang ternyata dia telah membuka resleting belakangnya. Dan tidak sampai satu menit apa yang di pakai wanita itu langsung lepas dari tubuhnya dan jatuh kelantai.


Raihan kaget melihatnya tetapi dengan cepat dia langsung membalikkan tubuhnya membelakangi wanita.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Raihan.


" Jangan sok jual mahal. Mari bersenang-senang denganku," ujap Wanita itu. Yang meraba punggung Raihan. Raihan langsung maju dan menghindari wanita itu.


" Kau menolakku?" tanya wanita itu sepertinya sudah mulai tersinggung.


" Aku sudah menikah dan istriku sedang hamil. Jadi jangan menyentuhku. Tubuhku hanya miliknya, bukan kau yang aku tidak tertarik untuk menyentuhmu," ujar Raihan menegaskan.


Wanita itu kaget mendengarnya. Bukan hanya Raihan menolaknya dan bahkan Raihan juga telah menghinanya dan merendahkannya.


" Kurang ajar kau. Kau seharusnya tau bicara dengan siapa. Kau berlututlah kepadaku dan mengemis meminta maaf. Maka aku akan mengampunimu. Kau tetap menjadi suamiku dan memberiku pelayanan maka aku akan melupakan kata-kata yang keluar dari mulutmu," ujar wanita itu menekan suaranya.


" Aku tidak perlu minta maaf. Karena aku tidak bersalah dan sudah ku tegaskan aku tidak ingin menjadi suamimu karena aku tidak akan menghiyanati istrimu," sahut Raihan menegaskan dan benar-benar tidak peduli apa yang akan di dapatkannya setelah itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2