
Dion hari ini tidak kekantor. Karena dia benar-benar stres dengan kejadian beberapa hari ini. Sementara Carey tidak ada di rumah Carey sedang berbelanja bulanan ke Supermarket dengan salah satu pekerja di rumahnya.
Dion menuruni anak tangga dan langsung menuju dapur. Dion menarik kursi meja makan dan duduk. Makanan sudah terhidang dengan lengkap.
" Bi," panggil Dion salah satu pekerja di rumah langsung menghampiri Dion.
" Iya Pak ," sahut Bibi.
" Kemana Carey?" tanya Dion yang memang tidak melihat Carey.
" Ibu sedang belanja Pak," jawab Bibi.
" Sejak kapan dia pergi?" tanya Dion.
" Setelah selesai membuat makan siang ini," jawab Bibi.
" Aku mana tau kapan selesainya," sahut Dion kesal. Karena jawaban yang sangat bertele-tele.
" Maaf Pak, sekitar Jam 10 an pak," jawab Bibi dengan menundukkan kepalanya. Dion melihat jam tangannya sudah pukul 2 siang.
" Dia belanja atau kerja di sana. Pulang lama sekali," desis Dion kesal dengan Carey yang sudah jam 2 tidak pulang.
" Sudah sana," usir Dion.
" Baik Pak," jawab Bibi dan langsung pergi.
Dion melihat semua makanan itu. Selera makannya benar-benar hilang. Karena ulah Carey yang pergi sangat lama.
" Bukannya minta maaf sudah bersalah. Malah menyalahkan dan pergi suka-suka," Dion berdecak kesal yang sepertinya memerlukan permintaan maaf dari Carey.
tingnong Tingnong.
Suara bel rumah membuat Dion berdiri. Mungkin tidak selera makan dan memilih membuka pintu yang mungkin saja itu istrinya. Dion membuka pintu yang ternyata bukan istrinya melainkan Vira.
" Vira," ujar Dion.
" Aku mau ambil barang aku yang ketinggalan kemarin di mobil kamu," ujar Vira menyampaikan tujuannya.
" Kamu sakit?" tanya Dion yang melihat Vira tampak pucat. Mungkin karena banyak pikiran dengan masalah Sony dan mamanya membuat Vira jadi drop.
__ADS_1
" Aku hanya pusing. Oh iya bisa aku ambil. Aku harus buru-buru pergi," ujar Vira yang memang kali ini tidak banyak tingkah.
Mengecoh rumah tangga Dion hanya membuatnya menjadi kualat dan memang tujuannya untuk datang ke rumah Dion mengambil barang-barangnya dan tidak bermaksud untuk memanas-manasi Carey lagi.
" Ya sudah ayo masuk, aku sudah mengeluarkannya dari mobil kemarin," sahut Dion. Vira mengangguk dan langsung masuk.
" Kamu tunggu sini, aku ambil ke atas dulu," ujar Dion. Vira mengangguk dan duduk di sofa. Vira terus memijat kepalanya yang benar-benar sakit.
" Kenapa sakitnya makin parah," keluh Vira yang terus memijatnya.
Tidak berapa lama akhirnya Dion menuruni anak tangga dan langsung menghampiri Vira.
" Maaf menunggu lama," ujar Dion memberikan Paper bag besar untuk Vira. Vira pun langsung berdiri dan meraih paper bag tersebut.
" Ya sudah aku pulang dulu," ujar Vira pamit. Dion mengangguk.
Saat melewati Dion pandangan mata Vira membayang. Dalam sekejap Vira langsung pingsan. Dan untung Dion sigap dan menahan tubuh Vira sehingga jatuh ke di tubuhnya.
" Vira kamu kenapa?" tanya Dion panik dengan Vira yang sudah berada di pangkuannya.
" Vira bangun, bangun Vira," ucap Dion panik memukul-mukul pipi Vira agar terbangun. Tetapi wajah Vira yang benar-benar pucat membuat Dion panik.
Dion langsung menggendong Vira ala bridal style menaiki anak tangga. Dion membawa Vira masuk kekamarnya, merebahkan Vira dengan lembut di kamarnya.
" Ini Pak," ucap Bibi yang ikut panik.
" Kamu telpon Dokter!" perintah Dion.
" Baik Pak," bibi langsung pergi.
" Ada apa dengannya. Kenapa pingsan seperti ini, apa dia belum makan," batin Dion benar-benar panik.
Vira adalah sahabatnya. Jadi wajar jika dia panik. Dion pun mengambil air yang tadi diberikan bibi untuk di minum kan kepada Vira. Tetapi karena panik dan dengan tangannya yang bergetar gelas air tersebut malah tumpah kebaju Dion.
" Sial," desis Dion kesal dengan masalah yang sangat banyak.
Kaos yang di gunakannya malah basah. Dion langsung berdiri dan membuka kaosnya. Don melangkah menuju lemari untuk berganti pakaian.
Tetapi matanya tiba-tiba menoleh ke arah Vira yang mulai sadarkan diri. Dion langsung berlari dan mendekati Vira duduk di samping Vira.
__ADS_1
" Vira kamu baik-baik saja?" tanya Dion panik.
" Aku baik-baik saja, aku harus pulang," ucap Vira mencoba untuk duduk yang terus memegang kepalanya yang benar-benar berat.
" Tunggu sebentar lagi. Aku sedang memanggil Dokter," ujar Dion yang melarang Vira pergi. Karena khawatir dengan kondisi Vira.
" Tidak Dion aku harus buru-buru," ujar Vira terus memaksakan dirinya untuk segera pulang.
Ternyata Carey sudah pulang dari belanja keperluan rumah.
" Susun semua belanjaannya nanti saya menyusul," ujar Carey pada pekerja yang tadi ikut bersamanya.
" Baik Bu," jawab Bibi yang langsung pergi. Tiba-tiba mata Carey melihat ke arah ruang tamu dan Carey melihat tas wanita ada di sofa. Carey langsung mendekati benda tersebut.
" Punya siapa ini?" tanya Carey penasaran. Carey juga melihat ponsel di atas meja. Carey mengambilnya dan melihat menghidupkan ponsel tersebut terdapat foto Vira.
" Vira," lirih Carey tiba-tiba debaran jantung Carey tidak menentu dia punya firasat tidak enak. Mata Carey langsung melihat ujung anak tangga. Dengan perasaannya yang tidak tenang Carey pun langsung menaiki anak tangga seolah-olah ada sesuatu di atas sana.
Sementara si dalam kamar Vira pun yang sudah berdiri mencoba untuk berjalan. Tetapi tangannya masih di pegang Dion.
" Kamu yakin bisa?" tanya Dion ragu.
" Aku tidak apa-apa Dion jangan khawatir," jawab Vira yang benar-benar lemas. Saat melangkah.
Ternyata tubuh Vira tidak sekuat yang dia pikir dan membuatnya jatuh kembali ke atas ranjang dan karena Dion memegangnya akhirnya Dion ikut tertarik Vira dan alhasil tubuh Dion berada di atas tubuh Vira menindih Vira.
...Jenjerejenggg...
Tidak butuh waktu lama Carey juga sampai kekamar yang membuat langkahnya ingin terus Kesana. Pintu kamar yang terbuka dan Carey yang sudah di depannya. Harus menyaksikan pemandangan itu.
Ada bom yang meledak di dalam sana sehingga debaran jantungnya berdetak tidak menentu dengan matanya yang melotot melihat pemandangan yang membuat dada sesak itu.
Bagaimana tidak sesak. Ranjangnya sendiri terdapat seorang wanita dan suaminya yang tidak memakai pakaian berada di atas tubuh wanita tersebut. Apakah akan terdapat pikiran positif lagi setelah melihat kenyataan yang menyakitkan itu.
" Dion," teriak Carey yang menggelegar bagai Monster yang siap menerkam mangsanya. Mendengar teriakan itu membuat Vira dan Dion kaget.
Dion menoleh kebelakang dan melihat istrinya yang berdiri di depan pintu dengan tubuh bergetar mata yang ingin keluar.
" Carey," lirih Dion yang melihat keadaannya dan langsung buru-buru bangkit dari tubuh Vira.
__ADS_1
" Carey," lirih Vira setelah mengangkat kepalanya dan melihat wanita di depan pintu memang Carey.
Bersambung....