Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Episode 144


__ADS_3

Kayla dan Ilham akhirnya ke kantor Polisi. Memang benar Alex memasukkan Angga ke dalam penjara. Kayla menunggu di ruang yang biasa untuk tempat menjenguk para tahanan.


Wajah Kayla begitu pucat. Percaya tidak percaya memang putranya terlibat dalam penganiayaan yang di alami Nayra. Bahkan putranya sendiri ingin memperkosa Nayra.


Ilham suaminya hanya bisa menggengam tangan Kayla, berusaha menguatkan sang istri. Dia juga pasti sangat kecewa dengan apa yang di lakukan putranya kepada calon istri dari keponakannya sendiri.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Angga datang. Dengan 2 polisi di belakangnya. Angga berjalan menghadap ke-2 orang tuanya. Berpakaian seragam penjara dan tangan di borgol di depan.


Angga hanya menunduk tidak mampu melihat mama dan papanya. Kayla dan Ilham berdiri di hadapan putra mereka yang sekarang sebagai tahanan.


" Angkat kepala kamu," ujar Kayla menekan suaranya. Berusaha menahan emosinya.


Dengan perlahan Angga mengangkat kepalanya. Wajahnya yang memar terlihat jelas oleh Ilham dan Kayla. Angga juga melihat mata ke-2 orang tuanya yang penuh dengan kekecewaan terhadap dirinya.


" Mah," lirih Angga.


Plakkkk.


Tidak tertahankan, 1 tamparan melayang ke pipi Angga. Wajah Angga miring kesamping dengan matanya di pejamkannya. Dia memang pantas mendapatkannya.


" Apa yang kamu lakukan!" teriak Kayla yang sedari tadi menahan dirinya.


" Kayla tenang," ucap Ilham menenangkan istrinya dengan memegang pundak istrinya.


" Kamu lebih kejam dari seorang binatang. Bisa hal seperti itu kamu lakukan," ujar Kayla lagi dengan air matanya yang jatuh menunjuk tepat di wajah Angga yang sekarang masih menunduk.


" Katakan! Angga kenapa kamu sanggup menyiksa seorang wanita. Katakan Angga!" teriak Kayla, Angga tidak dapat berbicara.


Cinta yang membuatnya gelap mata. Mungkin itu yang menjadi jawaban yang paling tepat.


" Kenapa diam Angga, jawablah mama!" bentak Kayla yang sekarang mencengkram kaos Angga di bagian lehernya agar anaknya itu tidak menunduk.


" Maafkan Angga ma," hanya itu yang ke luar dari mulutnya ketika matanya kembali bertemu dengan mata mamanya.


" Kamu tau akibat perbuatan kamu. Nayra kritis di rumah sakit. Dia baru bisa melewati masa kritisnya dan kamu tau apa yang terjadi kepadanya dia histeris seperti wanita yang sakit jiwa. Kamu hanya bilang maaf. Setelah kamu menyiksanya dan bahkan kamu.....," deru napas Kayla naik turun tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


" Kayla sudah-sudah, kendalikan diri kamu. Ayo kita pulang. Kamu harus tenangkan diri kamu dulu," bujuk Ilham yang melihat istrinya begitu marah.


" Mah, Angga tidak menyiksa Nayra. Angga tidak melakukan itu. Angga juga tidak tau kalau Carey melakukan itu," ujar Angga mencoba membela dirinya.


" Cukup Angga," sahut Ilham.


" Seharusnya apapun itu kamu bersalah. Dengan kamu bekerja sama dengan Carey itu sama saja. Kalau kamu bilang tidak ikut-ikutan dengan apa yang di lakukan Carey. Jika kamu memiliki hati nurani sedikitpun seharusnya kamu membawanya dari Carey. Bukan malah kamu mencoba memperkosanya. Di saat dia tidak berdaya, di mana hati kamu saat itu," ujar Ilham dengan tegas.

__ADS_1


" Kamu sudah dewasa. Kamu tau akibat perbuatan kamu apa? Jadi terimalah hukuman dari perbuatan kamu. Dengan penjara tidak cukup dengan apa yang kamu lakukan. Papa berharap kamu belajar dari ke salahan kamu," ujar Ilham dengan penuh penekanan dan penegasan.


" Ayo kita pulang Kayla," ajak Ilham lagi.


" Kamu tau Angga, Apa yang kamu lakukan kepada Nayra. Telah membuka luka mama. Luka selama 28 tahun telah dibuka oleh anak tidak tau diri seperti kamu," ujar Kayla menekan suaranya. Kembali meneteskan air mata.


Angga tidak mengerti apa yang di katakan mamanya. Tetapi dia Schok mendengarnya. Melihat air mata mamanya. Angga bisa menarik kesimpulan jika mamanya pernah mengalami hal itu.


" Sudah Kayla, jangan di perpanjang ayo," ajak Ilham lagi yang tidak ingin Kayla mengungkit masa lalu itu.


" Mama kecewa sama kamu," kecam Kayla sebelum pergi. Ilham pun membawa istrinya pergi dari hadapan anaknya yang dalam sekejap membuatnya kecewa.


Angga hanya melihat punggung ke-2 orang tuanya berjalan tanpa menoleh ke arahnya.


" Maafkan Angga mah, maaf, maaf Angga telah menyakiti hati mama, maaf mah," batinnya penuh penyesalan dengan air matanya kembali jatuh.


***********


Raina duduk di kursi tunggu di dekat ruang perawatan Nayra. Raina menyandarkan punggungnya ke tembok dengan menyilangkannya ke-2 tangannya di dadanya. Matanya terpejam ke arah atas.


Sebenarnya Raina tidak tidur dia hanya mencoba menetralkan pikirannya. Alex yang sedari tadi mencari Raina akhirnya menemukan wanita itu. Alex bisa melihat bahwa Raina sangat frustasi. Alex pun langsung duduk di sampingnya.


" Raina," tegur Alex.


" Nih," Alex memberikan amplop putih ke depan Nayra. Raina pun membuka matanya dan melihat amplop itu.


" Apa ini?" tanya Raina.


" Buka saja," jawab Alex.


Raina menegakkan duduknya dan membuka amplop itu.


" Hasil tes DNA Nayra," sahutnya dengan nada biasa setelah membaca isi amplop itu.


" Iya hasilnya sudah ke luar, Nayra memang anak dari Pak David dan Bu Jihan," jelas Alex. Entah kapan dia melakukan tes DNA itu. Tetapi hasilnya sudah ke luar saja.


Raina kembali memasukkan kertas itu ke dalam amplop dan memberinya pada Alex.


" Ohhhh," sahutnya kembali menyandarkan dirinya dinding dengan matanya terpejam.


" Oh, saja," sahut Alex heran dengan tanggapan Raina. Padahal hal itu hal yang penting yang selama ini membuat ke-2 nya penasaran.


" Aku sudah tau," sahut Raina.

__ADS_1


" Lalu," ujar Alex


" Aku mendengar sendiri dari mama bahwa Nayra anak Tante Jihan dan Pak David. Kemarin juga mama, sewaktu kak Raihan mengamuk sempat ingin mengatakannya. Tetapi tidak jadi. Tetapi pada akhirnya aku mendengar sendiri dari mulut mama," jelas Raina yang memang tidak perlu kaget dengan apa yang di berikan Alex.


" Ya kalau semuanya sudah jelas, ya kita harus beritahu kebenarannya," sahut Alex.


" Kak Raihan akan menikahi Nayra, besok pagi," sahut Raina membuka matanya dan kembali duduk tegak.


" Ya baguslah, bukannya orang tua kandungnya Pak David. Jadi Pak David harus tau. Agar bisa menikahkan putrinya," sahut Alex.


" Kondisi Nayra tidak memungkinkan untuk hal ini. Alex, walaupun Pak David tau sekarang. Aku bisa menebak semuanya akan semakin berantakan. Jika dia tau sekarang. Belum tentu besok kak Raihan akan menikahi Nayra. Jadi sebaiknya kita tunggu saja dulu. Kak Raihan menikah dengan Nayra. Ketika Nayra sembuh baru kita beritahu kebenarannya," jelas Raina yang sudah memikirkan banyak resiko.


" Bagaimana pernikahannya bisa sah. Jika orang tuanya adalah Pak David," sahut Alex.


" Alex. Pak Aryo papanya Nayra adalah paman Nayra. Adik dari Pak David. Jadi tidak ada masalah. Mama juga sepertinya ingin mengungkap kebenarannya, jadi kita juga tidak perlu buru-buru," jelas Raina.


" Apa Tante Zira setuju dengan pernikahan ini?" tanya Alex ragu.


" Iya mama setuju, bahkan aku mendengar sendiri mama yang menyuruh Pak Aryo menikahkan Nayra?" jawab Raina.


" Dan Raihan tidak akan tau juga hal ini?" tanya Alex.


" Kita akan beritahu kak Raihan. Cuma dia yang bisa mengendalikan Nayra. Ketika kak Raihan tau. Aku yakin pelan-pelan Nayra akan bisa menerimanya. Jadi Nayra tidak akan terluka lagi," jelasr Raina.


" Oke baiklah, tapi bagaimana dengan Pak David dan Tante Jihan?" tanya Alex.


" Mama sudah tau. Jika aku diam-diam menyelidiki ini. Dan sepertinya mama akan memberitahu mereka sebelum aku melakukannya," jawab Raina.


" Bagaimana jika tidak juga?" tanya Alex memastikan resikonya.


" Aku akan bicara sama mama. Aku yakin sebenarnya mama sudah capek menutupi rahasia ini. Kita biarkan saja dulu semuanya seperti biasa. Ketika sudah mulai tenang. Baru kita kembali fokus," jawab Raina.


" Baiklah, jika memang itu yang terbaik. Tetapi bagaimana mungkin Raihan menikahi Nayra besok. Bukannya Nayra akan histeris jika bertemu orang lain selain Raihan," sahut Alex yang baru mengingat mental Nayra yang sangat lemah.


" Hmmmmm, iya Nayra akan histeris. Kak Raihan akan menikahinya sewaktu dia tidur," jawab Raina. Membuat Alex spontan tertawa.


" Ada apa?" tanya Raina.


" Memang ini cerita dongeng, ada-ada saja dinikahi waktu tidur, memang Nayra putri tidur," ujar Alex masih dengan kekehannya.


" Kamu itu ngejek aja. Banyak pernikahan yang pengantin wanitanya itu di nikahi sewaktu tidak sadarkan diri, jadi itu tidak hal yang tidak aneh, asalkan syarat pernikahan terpenuhi," sahut Raina menegaskan.


Alex masih saja tertawa.

__ADS_1


***๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน***


__ADS_2