Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 266


__ADS_3

Mobil Dion berhenti di depan rumahnya. Dia pulang hari ini sore memang agak cepat tidak seperti biasanya. Mungkin saja Dion tidak fokus bekerja sampai harus pulang sore hari.


Dion memasuki rumahnya. Sang mama yang berada di ruang tamu heran melihat kepulangan anaknya yang tidak biasanya sangat cepat.


" Ma," sapa Dion menghampiri mamanya mencium punggung tangan mamanya. Sementara mamanya masih heran dengan kepulangan Dion yang memang mengejutkannya.


" Kok tumben cepat pulang ?" tanya Erina, " kangen istri ya," goda Erina.


" Apaan sih, nggak jelas banget," sahut Dion mukai kesal.


" Carey mana?" tanya Dion reflex. Jelas pertanyaan itu membuat Erina tersenyum.


" Katanya tidak kangen. Tetapi nanyain," sahut Erina dengan nada mengejek.


" Terserah mama deh," sahut Dion pergi. Dari pada semakin kesal dengan mamanya yang sangat suka menggodanya. Dia memilih pergi.


" Kalau buat Baby pintunya di tutup, nanti kepergok mama lagi," teriak Erina dengan ejekan.


" Nggak jelas," desis Dion tetap menaiki anak tangga tanpa memperdulikan mamanya yang menggodanya.


" Ahhhhh, anak itu, katanya tidak suka, tidak kangen. Tetapi wajahnya memerah, saat membahas masalah Carey. Suatu saat kamu akan berterima kasih dengan mama. Karena mama sudah menikahkan kamu dengan Carey," ujar Erina geleng-geleng.


***********


Dion memasuki kamarnya dan melihat Carey yang rebahan di ranjang sambil membaca buku. Carey kaget dengan kemunculan Dion yang juga pulang tiba-tiba.


" Kok kamu sudah pulang?" tanya Carey langsung bangkit dari ranjangnya, menghampiri Dion mencium punggung tangan Dion dan mengambil tas Dion yang sedari tadi di pegang Dion.


" Memang nggak banyak kerjaan?" tanya Carey yang belum mendapat jawaban.


" Bisa nggak. Nggak usah banyak tanyak," sahut Dion kesal sembari melonggarkan dasinya.


" Maaf," sahut Carey meletakkan tas suaminya di tempatnya.


Carey membuka tas itu dan melihat bekal yang di berikannya kosong. Carey tersenyum. Karena Dion memakan sarapan yang di buatnya.


Dion yang selesai membuka dasinya meletakkan di tempat tidur. Carey langsung mengambilnya.


Dion melirik Carey, Dion mengeluarkan ponsel dari sakunya dan melempar kan di atas tempat tidur membuat Carey kaget.


" Pakai kata sandi, sangat ceroboh sekali," ketus Dion.


" Astaga, jadi ponselku sama kamu. Pantes saja aku cariin tidak ada," sahut Carey memegang ponselnya.


" Cepat buat kata sandinya," ucap Dion dengan serius.


" Kenapa?" tanya Carey bingung.


" Aku bilang buat," tegas Dion yang tidak suka di bantah.


" Baiklah!" Carey mulai mengatur kata sandinya, " apa ya yang cocok," gumam Carey sembari berpikir.


" Tanggal pernikahan saja biar ingat," Carey bergerutu sendiri dalam mengatur kata sandi. Ternyata Dion melihatnya terus menerus tanpa Carey sadari.


" Sudah," sahut Carey melihat Dion.


Dion yang tertangkap melihat Carey. Dengan cepat mengalihkan pandangannya dengan membuka kancing lengannya.


" Dion apa yang kau pikirkan, kenapa kau terus melihatnya," batin Dion terlihat salah tingkah.

__ADS_1


" Ya sudah Aku buatin makan malam dulu," ujar Carey melangkah ingin pergi.


" Tidak perlu," sahut Dion menghentikan langkah Carey, " kita makan di luar," lanjut Dion membuat Carey kaget.


" Makan malam di luar," sahut Carey masih tidak percaya.


" Raihan mengajak kita untuk makan malam di luar, jadi bersiaplah," ujar Dion.


" Raihan, berarti Nayra juga," sahut Carey.


" Ya iyalah," sahut Dion datar.


" Ya ampun serius, aku senang banget, aku sudah lama tidak bertemu dengan Nayra. Ini moment yang tepat," sahut Carey kegirangan Dion hanya menanggapi dengan biasa.


" Ya sudah buruan, siap-siap, jangan lama-lama," ucap Dion ketus.


" Oke," sahut Carey kesenangan dan langsung memasuki kamar mandi.


*************


Nayra berdiri di depan cermin dengan memakai dress merah maron. Wajahnya penuh kegirangan hari ini. Karena akan malam bersama kakaknya.


Dia baru saja berbicara pada suaminya mengenai keinginannya menemui kakaknya. Padahal Nayra mengetahui suaminya sangat sibuk. Tetapi Raihan menyempatkan waktunya mengajak istrinya makan malam bersama Carey dan suaminya.


Nayra sekarang sedang memakai lipstik merah di bibirnya. Nayra memang sangat suka mempercantik diri belakangan ini. Mungkin bayi mereka perempuan.


Nayra dan Raihan memang tidak mau USG kelamin. Supaya bayi itu menjadi Supraise untuk mereka berdua.


Tetapi banyak yang menebak-nebak jika Nayra akan melahirkan anak perempuan. Melihat semakin hari semakin cantik dan semakin manja.


" Sayang sudah selesai?" tanya Raihan yang sudah rapi.


" Bagiamana aku cantik tidak?" tanya Nayra mendekati suaminya. Sangat ingin di puji di setiap waktu.


" Kamu sangat cantik," jawab Raihan menatap dalam istrinya.


Memang kenyataan jika istrinya sangat cantik. Apa lagi sekarang ketika mendapat pujian. Wajah cantik itu tersenyum lebar menambah kecantikannya.


" Makasih," sahut Nayra.


" Ya sudah ayo kita pergi! ajak Nayra menggandeng lengan suaminya. Raihan tersenyum mengangguk lalu pergi bersama istrinya.


*********


Raihan dan Nayra sudah sampai di Restaurant yang mewah yang Raihan sendiri yang memilihkannya.


" Sayang kok kak Carey lama banget?" tanya Nayra yang tidak sabaran untuk bertemu kakanya.


" Sabar, paling sebentar lagi, kita mesan duluan saja," ujar Raihan mulai membuka menu makanan. Dia berdekatan dengan istrinya sampai kepala mereka berdempetan memilih menu makanan.


" Nayra!" panggil Carey.


Nayra yang mendengar namanya di panggil langsung melihat kearah suara itu. Carey yang muncul yang 10 meter dari mereka.


" Kak Carey," sahut Nayra langsung berdiri. Carey mempercepat langkahnya menghampiri sang adik.


Dion yang di sampingnya hanya geleng-geleng. Nayra juga keluar dari tempat duduknya. Begitu kakaknya dihadapannya Nayra langsung memeluk kakaknya.


" Kakak kangen banget sama kamu," ucap Carey memeluk dengan erat. Memang sudah lama tidak bertemu dan wajar dia merindukan adiknya.

__ADS_1


" Nayra juga," sahut Nayra yang juga melepas rindunya.


Sementara Dion menyapa Raihan dengan bersalaman dan berpelukan biasa sebagai sahabat.


" Apa kabar?" tanya Dion.


" Baik," jawab Raihan.


Carey dan Nayra saling melepas pelukan mereka. Dengan ke-2 nya yang sama-sama haru.


" Bagaimana calon keponakan ku ini, apa namanya menjaganya dengan baik," tanya Carey sembari mengusap perut Nayra dengan menyipitkan matanya pada Nayra.


" Alhamdulillah bayi baik-baik saja," sahut Nayra dengan wajahnya yang cerianya.


" Apa kakak juga sudah ngisi," celetuk Nayra asal-asalan membuat Dion reflex batuk.


Uhu-uhuk.


" Ihhh, kamu ini, sudah ayo kita duduk," sahut Carey salah tingkah dan mengalihkan untuk duduk.


" Ayo sayang duduk! ajak Raihan menarik kembali kursi istrinya.


Nayra mengangguk dan kembali duduk di samping suaminya. Carey juga duduk di samping Dion.


" Ya sudah kita mulai pesan," ujar Raihan. Mereka mengangguk setuju dan mulai melihat menu memesan makanan yang mereka mau.


Tidak berapa lama pesanan mereka sudah berkumpul di meja mereka juga sudah mulai makan sambil mengobrol.


" Jadi kapan kakak ada rencana pulang?" tanya Nayra sambil mengunyah makanannya.


" Nanti saja, kalau Dion ada waktu senggang," sahut Nayra. Membuat Dion melihat kearahnya.


" Kenapa haru bawa-bawa aku," batin Dion kesal dengan Carey.


" Memang harus seperti itu Carey. Apa-apa harus ijin sama suami," sahut Raihan.


" Iya kamu benar," sahut Carey melihat kearah Dion yang tidak banyak bicara dan hanya fokus makan.


" Kakak tidak ada rencana bulan madu?" tanya Nayra. Carey tersenyum mendengarnya.


" Tidak Nayra. Nanti saja kalau kami ada waktu," sahut Carey selalu bisa menjawab dengan baik. Tidak menyusukan Dion atau apapun.


Memang orang lain tidak perlu tau bagaimana kehidupan pernikahannya. Cukup mama mertuanya saja yang tau.


" Kalian sendiri bagaiman, bukannya kamu pengen liburan?" ujar Carey mempertanyakan Nayra.


" Nanti saja, kalau bayinya sudah lahir," jawab Nayra.


" Sayang kamu mau liburan?" tanya Raihan yang tidak pernah mendengar istrinya meminta itu.


" Tidak sayang, itu hanya iseng saja," sahut Nayra.


" Kamu kalau ada apa-apa, jangan di pendam, aku tidak mau kamu memendam sendiri. Kalau ingin bilang," sahut Raihan yang begitu manis.


" Iya sayang," sahut Nayra tersenyum lebar. Carey melihat keromantisan adiknya ikut tersenyum lebar. Dion menangkap Carey yang tersenyum.


" Apa dia menginginkan pernikahan seperti itu," batin Dion.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2