
Tomy, Aca sedang melakukan sarapan bersama dengan 3 putri cantik mereka. Della Celine dan Luci.
" Hmmm, oh iya mas, nanti sore jangan lupa kamu pulangnya cepat ya," ujar Aca memberi ingat.
" Memang mau kemana ma?" tanya Luci sambil meminum segelas susu.
" Tau nih. Kok papa di suruh cepat pulang?" sahut Celine juga heran.
" Nanti sore kita semua akan pergi ke Vila Tante kayla yang ada di Ancol," jawab Aca.
" Memang mau ngapain ma?" tanya Della heran.
" Tidak ada apa-apa. Tante Aca hanya ingin kumpul-kumpul saja. Dia tiba-tiba ingin suasana yang indah. Kumpul-kumpul, sambil baberque dengan nuansa pantai yang indah, hanya itu saja," jawab Aca menjelaskan dengan singkat.
" Memang Tante Kayla ulang tahun, soalnya tumben amat?" tanya Luci.
" Nggak sih. Pengen aja suasana yang berbeda, ya mungkin sekalian buat reflesing," sahut Aca.
" Oh, begitu rupanya," sahut Della santai sambil melanjutkan sarapannya.
" Oh iya kalian ber-3 juga ikut ya," ujar Aca.
" Boleh juga, kayaknya seru tuh," sahut Luci yang tidak masalah.
" Nginap ma?" tanya Celine.
" Ya kita pergi sore, baberque malam. Ya jadi jelas nginap semalam," ujar Aca.
" Ya sudah deh," sahut Celine.
" Kamu ikutkan Della?" tanya Aca yang melihat Della tidak merespon.
" Hmmm, kalau semuanya ikut. Della kan tidak mungkin tinggal di sini sendiri," sahut Della.
" Hmmm, iya sayang kamu benar banget," sahut Aca.
" Ya sudah nanti sore, papa akan coba cepat pulang dan lihat jadwal semoga aja pekerjaan papa cepat selesai," sahut Tomy.
" Iya mas," sahut Aca.
" Apa aku kasih tau aja Angga tentang Karen. Karena jika tidak di kasih tau Angga bisa benar-benar terjebak dengan Karen. Karen sudah menikah dan bahkan punya anak. Dan mungkin saja Angga hanya di peralat Karen dan mungkin ada maksud tertentu," batin Della yang bingung harus mengambil jalan apa ingin memberitahu kebenaran kepada Angga. Tetapi tidak tau caranya bagaimana.
" Oh iya ma, hanya kita saja yang di ajak Tante Kayla, yang lain tidak?" tanya Luci tiba-tiba.
__ADS_1
" Hmmm, mama tidak tau. Yang jelas mama di ajak dan mama ajak suami dan anak mama," sahut Aca.
" Ohhhhh, begitu rupanya," sahut Luci mengangguk-angguk saja.
" Ya bukan diajak. Tetapi memang rencanaku dan juga Kayla. Semoga saja Angga dan Della bisa kembali dekat dan mereka berdua bisa menggunakan kesempatan untuk memperluas perasaan mereka agar tidak terpendam terus," batin Aca yang ternyata ada kongkalikong antara Aca dan Kayla yang mencoba mendekatkan Angga dan Della.
Mungkin orang tua lebih peka dengan perasaan anaknya. Makanya melakukan berbagai cara untuk anaknya. Dan mungkin Aca dan Kayla memang ingin menjodohkan Della dan Angga.
**********
Sarapan di rumah Della juga sama sarapan di rumah Angga yang seperti biasa sarapan dengan roti dan buah-buahan.
" Angga nanti kamu pulang cepat ya," ujar Kayla sambil mengolesi selai pada setangkap roti.
" Memang kenapa ma?" tanya Angga sambil mengunyah makanannya.
" Kita mau nginap di Villa semalam aja. Jadi kamu tidak boleh nolak. Mama bilang pulang cepat. Jadi harus pulang cepat dan tidak ada alasan untuk tidak ikut," ujar Kayla menegaskan terlebih dahulu.
" Memang ada apa ma, sampai tidak ada alasan untuk ikut segala?" tanya Angga.
" Sudah lah Angga. Kamu dengarin aja apa kata mama kamu," sahut Ilham. Angga terlihat membuang napasnya perlahan.
" Ya sudah, nanti Angga coba buat selesain pekerjaan dengan cepat. Biar Angga bisa ikut," sahut Angga.
" Iya ma, tenang saja," sahut Angga yang akhirnya mengalah.
" Dan satu lagi. Kamu jangan bawa siapa-siapa. Apa lagi wanita yang tidak baik itu. Mama tidak mau dia ikut-ikutan," sahut Kayla mengingatkan terlebih dahulu.
" Maksud mama siapa?" tanya Angga heran.
" Ya, siapa lagi. Kalau bukan wanita yang kamu katakan pacar kamu itu. Mama tidak ingin dia ikut dengan alasan apapun dia tidak boleh ikut. Awas saja kalau dia ikut. Mama akan tenggelamkan dia di lautan sekalian," ujar Angga menegaskan dan lumayan mengerikan kata-kata mamanya.
" Iya Angga tidak akan ajak Karen," sahut Angga.
" Sudah jangan sebut namanya. Mama jadi tidak nafsu makan gara-gara mendengar namanya," sahut Kayla yang benar-benar menunjukkan ketidak sukaannya pada Karen.
" Iya ma. Mama terlalu berlebihan," sahut Angga.
" Berlebihan kamu bilang. Kamu tuh yang kelewatan, bukan hanya berlebihan," tegas Kayla.
" Sudah-sudah kenapa kalian jadi pada ribut. Ayo sarapan. Jangan membahas suatu hal yang tidak penting," sahut Ilham pusing dengan anak dan istrinya.
" Iya pa," sahut Angga.
__ADS_1
" Hhhhh, awas saja kalau Angga tidak menepati janjinya. Apa lagi sampai dia benar-benar membawa wanita itu. Benar-benar akan aku tenggelamkan dan semoga rencanaku dan Aca semuanya benar-benar lancar," batin Kayla yang tersenyum penuh rencana.
**********
Angga berada di kantornya dengan tumpukan pekerjaan yang bisa di katakan cukup banyak.
Ceklek.
Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan menampilkan seorang wanita yang tak lain adalah Karen yang masuk tanpa mengetuk pintu yang membuat Angga sedikit kaget.
" Bagus ya Angga. Bisa-bisanya kamu tidak menghubungiku setelah kamu mengantar wanita itu pulang," ujar Karen yang langsung marah-marah begitu memasuki ruangan itu dan Angga langsung berdiri.
" Aku tidak sempat melakukannya," jawab Angga dengan santai.
" Kamu bilang tidak sempat. Jadi dengan dia kamu sempat. Apa yang kamu lakukan dengannya ha. Kamu pasti senang-senang kan dengan wanita itu," ujar Karen yang langsung menuduh.
" Menurut kamu seperti apa. Dengan obat yang kamu berikan. Apa mungkin tidak terjadi apa-apa," sahut Angga yang membuat Karen kaget.
" Apa Angga tau aku memberinya obat," batin Karen yang malah kepanikan.
" Jika aku Della terjadi sesuatu. Itu bukan salahku. Tetapi itu salahmu," sahut Angga. Membuat Karen mengepal ke-2 tangannya.
" Apa maksud kamu. Kamu dan dia," sahut Karen yang menekan suaranya.
" Seharusnya aku yang bertanya apa maksud kamu. Kenapa kamu mengajakku ke hotel dan bahkan sebelumnya kamu memberikan ku obat," ujar Angga yang mempertanyakan balik.
" Angga aku pacar kamu. Jika kita di hotel itu sangat wajar," sahut Karen.
" Tapi Tidak untukku. Tindakan kamu keterlaluan dan aku sangat kecewa dengan apa yang kamu lakukan," sahut Angga dengan wajahnya yang penuh kekecewaan.
" Tapi Angga aku melakukan semua itu untuk memperdekat hubungan kita," jelas Karen.
" Cukup Karen. Aku rasa itu tidak perlu. Kamu tidak perlu melakukan sesuatu hal yang tidak bermoral. Jadi hentikan semuanya," tegas Angga.
" Tapi Angga," sahut Karen.
" Sudah cukup. Kamu sebaiknya pulang. Aku masih banyak pekerjaan," ujar Angga.
" Kamu mengusirku," sahut Karen. Yang tampak tidak terima.
" Keluarlah Karen. Aku benar-benar sibuk," sahut Angga menegaskan dan kembali duduk di bangku kerjanya tanpa mempedulikan Karen yang berdiri di depannya dengan penuh kemarahan.
" Kamu keterlaluan Angga," geram Karen yang mau tidak mau harus keluar dengan rasa emosi dan kekecewaan.
__ADS_1
Bersambung