Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 358


__ADS_3

Nayra dan Raihan sudah pulang kerumah setelah Nayra benar-benar sudah sehat dan bahkan cukup memakan waktu yang lama di rumah sakit karena memang melahirkan secara normal akan lama sembuhnya dan sekarang dia sudah pulang kerumah setelah di pastikan sembuh total.


Sekarang pasangan yang berbahagia itu sedang berdiri di pinggir ranjang bayi mereka. Raihan memeluk Nayra dari belakang dengan melihat bayi mereka dengan wajah mereka yang penuh kebahagian.


" Dia tidurnya sangat lelap," ujar Nayra melihat suaminya dengan tersenyum.


" Kamu benar, dia tidurnya sangat lelap dan mungkin saja bayi kita ingin mama dan papanya istirahat," ujar Raihan mencium pipi Nayra.


" Hmm, aku memang mengantuk," jawab Nayra.


" Apa dia tidak akan bangun?" tanya Nayra.


" Sepertinya tidak. Dia tidak mungkin mengganggu kita," ujar Raihan.


" Ya semoga saja," sahut Nayra.


" Oh, iya sayang, kamu tidak cari baby siter untuk anak kita?" tanya Raihan. Nayra membalikkan tubuhnya dan langsung melihat ke arah Raihan.


" Untuk apa baby siter?" tanya Nayra.


" Untuk anak kita. Supaya kamu tidak terlalu repot," ujar Raihan.


" Aku tidak mau. Aku tidak ingin menggunakan jasa baby siter, aku ingin mengurus anak kita sendirian tanpa embel-embel baby siter," ujar Nayra yang memang tidak kepikiran untuk menggunakan jasa baby siter.


" Kamu yakin bisa?" tanya Raihan memegang pipi Nayra sembari mengusap-usapnya.


" Aku pasti bisa. Lagian dulu mama Zira juga juga mengurus kamu dan kak Raina sendiri. Jadi kenapa aku harus manja-manjaan untuk menggunakan jasa baby siter," ujar Nayra.


Raihan tersenyum lebar pada istrinya dan mencium kening istrinya.


" Bagaimana aku tidak semakin mencintaimu. Kamu semakin lama semakin sempurna. Aku tidak tau kenapa tuhan harus memberikan istri sebaik ini," ujar Verro mulai mengeluarkan kata-kata cintanya.


" Aku juga semakin mencintaimu," sahut Nayra yang tidak kalah mengeluarkan kata-kata cinta dan mencium pipi Raihan. Raihan yang menerimanya pasti tersenyum lebar.


" Sayang, aku merindukanmu," ucap Raihan berbisik di telinga Nayra. Nayra merasa geli mendengar suara menggoda Raihan.


Dia tau apa maksud Raihan. Apa lagi. Jika tidak bermesraan dengannya. Maklumlah mereka sudah lama tidak melakukan kegiatan itu. Karena Raihan yang memang menghilang di telan bumi.

__ADS_1


" Kenapa kamu diam, apa kamu tidak merindukanku," ujar Raihan memegang dagu Nayra dan mengecup bibir itu.


" Hmmm, aku merindukanmu bahkan sangat merindukanmu," jawab Nayra menatap dalam suaminya itu. Raihan yang sepertinya mendapat lampu hijau dari istrinya langsung memiringkan kepalanya dan untuk meraih bibir istrinya yang pasti sangat di rindukannya.


Owe, owe, owe, owe.


Belum sempat terjadi. Bayi kecil mereka sudah menangis dan membuat keduanya langsung berhenti dan sama-sama melihat ke arah ranjang bayi mereka. Nayra dan Raihan saling melihat dan sama-sama tertawa kecil. Lalu mereka mendekati ranjang itu.


Membungkukkan tubuh mereka mengusap-usap bayi itu, seraya mendiamkan bayi mereka.


" Kamu sih," sahut Nayra menyalahkan suaminya. Nayra langsung menggendong bayinya dan mendiamkannya.


" Sayang, kamu cemburuan sekali. Papa hanya ingin bermesraan sama mama kamu. Tapi kamu langsung rewel. Seakan tidak rela mama kamu papa ambil," ucap Raihan ikut mendiamkan anaknya.


Nayra mendengarnya hanya geleng-geleng dan pasti sangat kasihan dengan suaminya yang harus menunda kemesraan itu.


" Kamu tidurlah, terlebih dahulu, aku akan menyusuinya dulu," ujar Nayra memberi saran.


" Lalu aku kapan?" tanya Raihan yang sepertinya mulai menuntut. Nayra mendengarnya melebarkan matanya dan langsung mencubit perut suaminya.


" Kamu ini, ya," kesal Nayra.


" Makanya jangan jahil di depan anak sendiri," gemas Nayra.


" Iya sayang, maaf," ujar Raihan merasa bersalah.


" Ya sudah sana, kamu istirahat duluan," ucap Nayra.


" Oke," sahut Raihan mencium kening Nayra.


" Jangan lama-lama, aku menunggumu," bisik Raihan yang sepertinya masih berharap apa yang tertunda di lanjutkan.


" Issshhh kamu ini," desis Nayra kesal. Raihan pun langsung beralih keranjang dan membiarkan Nayra menyusui bayi mereka. Nayra geleng-geleng melihat tingkah suaminya yang semakin lama semakin aneh-aneh saja.


***********


Vira sedang melakukan pemeriksaaan dan pasti Dara menemaninya dan Vira dan Dara sudah selesai melakukan pemeriksaan dan Dokter sedang keluar sementara Vira masih berada di atas ranjang.

__ADS_1


Vira mengambil ponselnya dan melihat layar ponsel itu. Ketika melihatnya. Wajahnya seketika menjadi kecewa. Seperti ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.


" Kamu lagi nungguin pesan seseorang?" tanya Dara yang menerka-nerka.


" Iya Dara. Aku hanya heran saja. Kenapa ya sudah beberapa hari ini. Tetapi Dion tidak pernah mengabariku," jawab Vira. Mendengarnya Dara langsung tercengang. Sangat mudahnya Vira mengatakan hal itu.


" Kamu menunggu kabar dari Dion?" tanya memastikan. Vira mengangguk dengan entengnya.


" Kenapa harus Dion?" tanya Dara yang tampak mulai kesal.


" Memang harus ada alasan ya. Kenapa harus Dion?" tanya Vira yang begitu mudahnya. Membuat Dara terlihat kesal.


" Astaga, apa yang kamu lakukan Vira. Kamu tau kan Vira. Dion sudah menikah dan seharusnya kamu itu menghubungi Sony. Bukan Dion. Dion suami orang," tegas Dara yang semakin kesal.


Vira pun mencoba untuk duduk. Sepertinya dia akan bicara luas setelah duduk.


" Sony tidak mau bertanggung jawab kepadaku. Jadi untuk apa aku haru menunggunya," sahut Vira.


" Jadi maksud kamu. Dion mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi sama kamu?"sahut Dara menekan suaranya.


" Cuma, Dion yang bisa mengerti aku. Dan Sony tidak sama sekali. Bahkan Sony tidak bertanggung jawab kepadaku," ujar Vira menegaskan.


" Vira. Itu karena kamu juga tidak mau usaha. Kamu tidak mau mendekati Tante Saski. Coba saja kalau kamu berusaha. Kamu sama Sony akan bisa bersama," tegas Dara.


" Untuk apa melakukannya. Jika Sony saja tidak menginginkanku. Bukan hanya Tante Saski yang tidak menyukaiku. Tetapi Sony juga tidak menyukaiku karena dia masih menyukaimu," ujar Vira tiba-tiba membuat Dara kaget.


" Apa maksud kamu?" tanya Dara heran dengan pikiran Vira yang tidak masuk akal untuknya.


" Kamu jangan pura-pura bodoh Dara. Kamu tau kalau Sony masih menyukaimu. Dia tidak bisa menyukaiku. Karena perasaannya denganmu. Aku berhubungan *** dengannya hanya karena nafsu tanpa ada perasaan apa-apa kepadaku, dia hanya menganggapku sama seperti wanita lain," ucap Vira


" Jadi maksud kamu. Itu salahku. Apa aku harus menyalahkan kamu yang berhubungan di luar nikah. Kamu dengar Vira. Apapun itu jangan mengaitkanku. Aku tidak pernah ikut-ikutan dengan hubungan kamu dan Sony. Justru aku selalu berusaha membuat kamu dan Sony bersatu,"


" Tetapi sekarang aku baru menyadarinya. Bagaimana mungkin kalian bersatu. Jika kamu saja tidak bisa memulainya. Jika kalian saja tidak ada yang mau bersatu," ujar Vira dengan marah-marah.


" Aku benar-benar kecewa dengan pemikiran kamu. Aku benar-benar kecewa," ujar Vira yang kesal dengan Vira dan langsung pergi meninggalkan Vira.


" Dara!" panggil Vira. Tetapi tidak di respon Dara.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2