Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 340


__ADS_3

Raihan melepas pelukannya dari istrinya memegang wajah istrinya dengan ke-2 tangannya dengan mengusap untuk memperjelas apakah benar dia telah kembali bersama istrinya. Raihan juga menghapus air mata sang istri.


Mata Nayra sudah sembab dengan wajah yang penuh air mata bahkan rambutnya yang ada di pinggir-pinggir wajahnya sudah lepek.


" Maafkan aku," ujar Raihan dengan suara seraknya. Nayra mengangguk-angguk. Dia belum bisa berbicara sama sekali.


Raihan menatap wajah istiranya sangat dalam. Matanya berkeliling melihat wajah sang istri yang sangat di rindukannya. Sampai dia mengantarkan kening Nayra ke bibirnya dan mengecup lembut kening itu.


Nayra menutup matanya dengan hangatnya kecupan suaminya yang tidak pernah di rasakannya dan sekarang suaminya mencium hangat keningnya. Raihan melepas kecupan itu dan membantu Nayra berdiri.


Kaki Nayra benar-benar sangat lemas sehingga dia kesulitan berdiri. Carey juga membantu adiknya berdiri sampai akhirnya mereka berdiri.


Raihan terus menatap Nayra dan memeluk kembali dengan erat. Tubuh mereka sama-sama bergetar mungkin masih terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang barusan terjadi. Mereka semakin erat saling memeluk. Belum tertuntaskan rasa rindu di antara ke-2 nya.


Setelah memeluk erat Raihan kembali melepas dan kembali berjongkok. Raihan langsung mencium perut buncit istrinya.


" Maafin papa sayang. Terima kasih kamu sudah jagain mama. Makasih sayang," ujar Raihan. Nayra tidak henti-hentinya menangis dan Raihan kembali berdiri. Kembali memeluk Nayra dengan erat.


" Jangan menangis lagi sayang. Aku sudah ada di sini. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ujar Raihan memastikan hal itu. Nayra hanya menangis terisak-isak.


" Kak Raihan," lirih Raina memegang punggung Raihan.


Raihan melepas pelukannya dari istrinya membalikkan tubuhnya dan melihat adiknya. Raina yang sudah tidak tertahankan lagi rasa rindunya langsung memeluk kakaknya.


" Kakak kemana saja," ujar Raina yang memeluk Raihan erat dia menangis di pelukan kakaknya. Dia sangat merindukan kakaknya dan tidak menyangka merasakan hangatnya pelukan sang kakak. Raihan saudara kembarnya yang benar-benar sangat di rindukannya.


" Maafkan kakak Raina, maafkan kakak," ujar Raihan yang hanya bisa meminta maaf pada adiknya dan Raina juga tidak mampu berkata apa-apa lagi. Yang penting sang kakak sudah kembali.


Raihan melepas pelukan itu dan memegang pipi adiknya dan mengusap air mata adiknya dengan lembut. Menatap adiknya dengan dalam.


" Jangan menangis. Kakak sudah kembali. Jadi jangan menangis lagi," ujar Raihan. Raina mengangguk.


Pandangan mata Raihan turun pada papanya dan Raihan langsung memeluk papanya.


" Maafkan papa Raihan. Semua ini salah papa. Kamu tidak seharusnya melakukan itu. Gara-gara papa kamu menjadi korban," ujar Addrian yang masih merasa bersalah atas apa yang terjadi.


" Tidak pa, papa tidak salah. Semuanya sudah berakhir. Kita jangan membahas masa yang sudah lewat," ujar Raihan. Raihan pun melepas pelukannya dari papanya.


Dan matanya melihat satu persatu orang-orang yang di sana semua temannya yang lengkap tanpa ada yang kurang.


" kak Raihan," ujar Andini melangkah mendekati sang kakak sepupunya dan memeluknya.


" Andini merindukan kakak, kakak jangan pernah pergi lagi," ujar Andini yang sedari tadi mewek.


" Kakak juga Andini, makasih sudah menjaga Nara," ujar Raihan.

__ADS_1


Pelukan itu pun terlepas dan satu-persatu temannya mendekatinya dan sekedar memeluk melepas rindu. Kecuali Carey yang memang tidak mungkin memeluk. Karena bukan muhrimnya.


Dion berdiri di sampingnya dan meletakkan tangannya di pundak istrinya. Carey langsung memeluk suaminya dengan rasa haru yang di rasakannya.


Semua selesai melepas rindu pada Raihan. Percaya atau tidak. Tetapi mereka sudah memeluk Raihan dan sudah merasakan hangat pelukan itu. Walau masih berpikiran jika semua itu adalah mimpi.


" Terima kasih untuk kalian yang semuanya yang sudah menjaga Nara. Aku tidak tau harus mengatakan apa. Aku tidak bisa membalas semua yang kalian lakukan. Jadi aku hanya bisa mengatakan banyak-banyak Terimah kasih," ujar Raihan yang memang tidak bisa berbicara banyak.


" Raihan kamu berterima kasih. Karena memang itu sudah tugas kami," sahut Dara.


" Benar, yang penting kamu sudah kembali dan kembali melanjutkan apa yang harus menjadi tugas utama kamu. Kamu harus membayar semua air matanya selama ini," sahut Sony menambahi.


Raihan kembali melihat istrinya dan masih saja menangis.


" Kamu benar, aku membayar semuanya," sahut Raihan. Nayra melangkah kembali mendekati Raihan dan memeluknya kembali dengan erat.


" Maafkan aku sayang," ujar Raihan yang kembali meminta maaf.


" Iya," jawab Nayra yang akhirnya baru mengeluarkan suaranya. Mereka kembali memperat pelukan mereka.


**********


Akhirnya kangen-kangenan selesai walau masih saja ada air mata yang menetes. Walau pun seperti itu masih haru dengan semua suasana itu.


Dan kali ini tangan Nayra dan Raihan saling memegang pisau bersamaan. Mereka saling melihat dan memotong kue ulang tahun tersebut.


Ada senyum tipis di wajah Nayra yang merasa bahagia. Ulang tahunya kali ini masih bersama suaminya dan mereka sama-sama memotong kue bersamaan.


Prok-prok-prok Prok-prok-prok


Tepuk tangan kembali bergemuruh dengan wajah mereka yang sudah kembali tersenyum. Mereka ikut bahagia dengan perayaan ulang tahun Nayra yang di beri kado terindah yaitu kembalinya suaminya di dalam hidupnya.


Nayra mengambil kecil potongan kue dan menghadap suaminya memberikan potongan kue itu pada suaminya menyuapi suaminya. Raihan memegang tangan istrinya yang memegang keu.


Mengantarkan kemulutnya dan menggigit sedikit ujung kue itu. Mata mereka tidak lepas dari saling menatap. Selesai menggigiti kue pertama Raihan pun memutarkan suapan itu dan memberikan pada sang istri. Nayra pun mengigit bekas gigitan suaminya.


" Selamat ulang tahun," ujar Raihan. Nayra mengangguk. Raihan mencium keningnya kembali dan memeluk sebentar.


Sekarang Nayra kembali mengambil potongan kue dan memberikan pada mamanya, menyuapi mamanya.


" Selamat ulang tahun ya sayang, semoga kamu selalu bahagia dan berbakti pada suami kamu," ujar Jihan memeluk Nayra.


" Makasih ma," jawab Nayra dan melanjutkan memberi pada papanya. Papanya yang sudah tidak di kursi roda lagi.


" Selamat ulang tahun Nayra, semoga Allah terus melindungi kamu dan memberikan kamu kebahagian," ujar David

__ADS_1


" Makasih pa," jawab Nayra. Tidak lupa pada mertuanya juga. Pada mama Zira yang selalu ada untuknya.


" Selamat ulang tahun ya sayang. Semoga kamu dan bayinya sehat," ujar Zira memberikan doanya pada Nayra dan calon cucunya.


" Iya ma. Makasih ma," sahut Nayra dan Nayra pun memberikan pada papa mertuanya.


" Semoga kamu dan Raihan terus dalam lindungan Allah, dan apa yang kamu inginkan akan tercapai," ujar Addrian.


" Makasih pa, atas doanya," sahut Nayra dengan bahagia.


Nayra juga memberikan pada kakaknya dan Carey juga memberikan doanya pada adiknya dan memeluk adiknya dengan erat. Adiknya yang sangat kuat.


Berlanjut pada Raina dan juga yang lainnya yang akhirnya bergilir mengucapkan ulang tahun untuk Nayra tanpa ada yang ketercuali.


" Terima kasih untuk semuanya. Kalian semua sangat baik. Aku tidak tau bagaimana membalas kebaikan kalian semua. Kalian selalu ada di sisiku saat Raihan tidak ada. Kalian melakukan banyak hal untukku. Kalian berusaha menghabiskan waktu kalian untukku. Untuk menghiburku dan membuatku merasa bahagia," ujar Nayra menyampaikan rasa terima kasihnya.


" Aku sangat bersyukur bisa menjadi istri dari Raihan. Karena dari semua itu. Aku memiliki orang-orang yang sangat tulus dan sangat baik kepadaku. Seperti yang aku katakan. Aku tidak mungkin akan pernah membalas kebaikan kalian," lanjut Nayra lagi.


" Santai aja Nayra, kita kan memang sahabat. Jadi dalam persahabatan. Tidak ada kata ucapan terima kasih. Apa lagi membalas. Karena memang itu sudah tugas kita semua," sahut Celine dengan bijak.


" Apapun itu. Hari ini aku sangat bahagia," ujar Nayra. yang tidak bisa menggambarkan kebahagiannya.


" Sudah-sudah jangan sedih-sedihan lagi. Sekarang sebaiknya kita lanjutkan dengan menikmati makanannya, soalnya lumayan lapar Lo," sahut Sony.


" Benar setuju," sambung Alex.


" Oke kalau begitu mari nikmati makanan yang sudah di siapkan," ujar Carey yang memerintah.


Semuanya kembali saling tersenyum dan mulai merapat ke arah makanan. Mereka sudah lapar karena acara lumayan tertunda dan sekarang mereka harus mengisi perut dulu.


Nayra dan Raihan kembali berpelukan dengan erat. Nayra mengangkat kepalanya melihat sang suami tanpa melepas pelukannya.


" I love you," ujar Nayra dengan air matanya kembali menetes.


" I love you to," jawab Raihan dan mengecup bibir istrinya dan kembali memeluknya erat.


" Aku tidak akan meninggalkanmu lagi," ujar Raihan berjanji.


" Hmmm, jangan ingkari lagi janjimu. Aku tidak mau menunggu terlalu lama," ujar Nayra.


" Pasti sayang, maaf sudaha membuatmu menunggu lama," ujar Raihan.


" Hmmmm," jawab Nayra dengan deheman


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2