Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 342


__ADS_3

Andini dan Dara menjadi tertawa kecil karena tiba-tiba membahas Sony. Si playboy cap kuda. Yang selalu meresahkan dan membuat onar.


" Shutt, jangan bicarakan dia. Tuh orangnya muncul," ujar Dara meletakkan jarinya di bibirnya.


Ketika melihat Sony yang Tiba-tiba mengahampiri mereka. Andini langsung menutup mulutnya.


" Dara kita bisa bicara sebentar," ujar Sony yang ternyata menghampiri Dara dan Andini. Ingin mengajak Dara untuk bicara.


" Ohhhh, bisa," sahut Dara yang tidak masalah.


" Kayaknya penting banget sampai harus berduaan," sahut Andini sewot.


" Udah nggak usah ikut-ikutan," sahut Sony.


" Ya sudah ayo," ujar Sony mengajak Dara.


" Ya sudah Andini. Kakak pergi dulu ya," ujar Dara.


" Udah nggak usah kakak yang pergi. Biar aku aja yang pergi. Soalnya aku juga kayaknya mau pulang," jawab Andini melihat arloji di tangannya.


" Oh iya kalau begitu kamu hati-hati," sahut Dara.


" Hmmm, aku pamit dulu. Hati-hati kenak pelet lagi," ujar Andini berbisik menyindir Sony.


" Ishhh, kamu ini," desis Sony kesal.


" Bye," ujar Andini langsung pergi dan Dara hanya menanggapi geleng-geleng.


" Ada apa Sony, apa ada yang penting?" tanya Dara sudah melihat Sony. Sony melihat di sekelilingnya seperti takut dengan sesuatu.


" Bagaimana kondisi kandungan Vira?" tanya Sony pelan yang ternyata menanyakan Vira.


" Ohhhh, baik. Besok aku mau menemaninya USG. Kamu mau ikut," jawab Dara sekalian memberi tahu Sony. Jika besok ingin melakukan USG bersama Vira.


Selama ini Dara memang menjadi teman Vira. Karena Dara sangat simpatik dengan wanita yang sebatang kara itu.


Ramah yang lama koma. Akhirnya menghembuskan napas terakhirnya dan meninggalkan Vira yang sendirian. Sony yang terus mempunyai niat untuk bertanggung jawab atas Vira. Tidak mendapat restu dari mamanya.

__ADS_1


Mamanya mengakui anak yang di kandung Sony dan akan menerimanya. Tetapi tidak dengan Vira yang harus menjadi menantunya dan Sony pun tidak punya pilihan lain.


Dara yang kasihan dengan Vira pun selalu ada bersama Vira dalam merawat kandungan Vira. Sebenarnya David sang papa angkat selalu ada di sisinya dan pasti semua kebutuhan Vira terjamin.


Tetapi terkadang Vira merasa tidak enak. Dia menerima apapun yang di berikan David. Tetapi tidak perhatian yang berlebihan. Karena Nayra lebih membutuhkan papanya. Karena kehilangan suaminya.


Jadi Dara selalu di sisinya. Dengan tulus memberikan perhatian kepada Vira dan anak yang di kandungnya tanpa mengharapkan pamrih apapun.


" Bagaimana kamu mau ikut?" tanya Dara memastikan.


" Mama pasti tidak akan mengijinkan," ujar Sony yang tidak memungkin kan hal itu terjadi.


" Ya nggak usah di kasih tau dong. Kamu ya Sony. Walaupun Tante Saski melarang kamu untuk menemui Vira. Tapi kamu harus curi-curi waktu untuk sedikit memberikan perhatian. Aku tidak menyuruh pada ibunya. Tetapi anak yang di kandungnya. Ingat itu adalah tanggung jawab kamu," ujar Dara menegaskan pada mantan kekasihnya.


" Iya aku tau. Nanti aku akan kabari kamu jika aku bisa menemaninya ke USG," ujar Sony.


" Gitu dong. Harus di ingatin baru ngerti," ujar Dara kesal.


" Dara aku minta tolong sama kamu untuk jagain Vira dan juga anaknya," ujar Sony.


" Makasih ya," ujar Sony.


" Apapun sih, aku jagain Vira dan calon anaknya. Bukan karena kamu. Jadi nggak usah alay, pakai ngucapin makasih segala," sahut Dara sewot.


" Terserah kamu deh," sahut Sony.


" Ya sudah. Aku mau balik dulu. Kasian Vira nunggu sendirian." ujar Dara. Vira memang tinggal 1 Apartemen dengan Dara. Dara mengajaknya. Agar lebih bisa menjaga Vira. Walau Vira menolak. Tetapi akhirnya mau juga.


" Ya sudah. Kamu hati-hati," sahut Sony.


" Ok aku balik," ujar Dara lagi menepuk bahu Sony dan langsung pergi. Sony membalikkan badannya dan melihat kepergian Dara.


" Kamu memang sangat baik Dara. Aku tidak tau kenapa aku tidak pernah menghargai perasaan kamu. Dalam hubungan kita aku selalu melakukan sesuatu hal yang membuat kamu marah dan menangis. Sampai akhirnya kamu lelah sendiri dan mengakhiri hubungan kita. Tetapi kamu justru selalu menjadi penolongku bahkan kamu dengan tulus merawat wanita yang hamil karena ulah ku. Ya aku percaya kamu kamu akan menemukan laki-laki yang tepat untukmu dan pasti tidak Seberengseknnya aku," batin Dion dengan gejolak di hatinya.


Dion memang tidak bisa berkata apa-apa kepada Dara. Karena wanita yang dulu selalu di sakiti nya. Saat mereka berpacaran. Wanita itu sangat baik. Hubungan Dara dan Sony memang jauh lebih baik ketika mereka putus dan kembali menjadi sahabat.


Di banding pacaran yang sering ribut. Apa lagi jika bukan karena Sony selingkuh. Ya pasti Sony menyesal pernah melakukan hal itu kepada Dara.

__ADS_1


************


Raihan dan Nayra sudah tiba di rumah. Mereka sudah memasuki kamar mereka untuk beristirahat.


" Kamu mandi dulu, atau langsung tidur?" tanya Raihan pada istrinya yang sedari tadi menggengam tangan itu sangat tidak mau lepas.


" Aku mau ganti baju saja. Aku belum mau tidur. Aku masih mau mendengarkan cerita kamu," ujar Nayra. Raihan tersenyum mendengarnya.


" Ya sudah kamu ganti baju sana. Aku juga akan mengganti baju," ujar Raihan. Nayra mengangguk. Ingin melepas genggaman itu. Tetapi. Nayra seakan tidak rela.


" Kenapa?" tanya Raihan heran melihat istrinya.


" Apa jika aku melepas tanganmu. Apa kamu akan pergi lagi?" tanya Nayra yang ragu melepas tangan itu. Karena takut suaminya pergi. Raihan tersenyum mendengarnya dan menggenggam erat tangan Nayra.


" Sayang. Aku sudah mengatakan. Aku tidak akan pergi lagi. Kamu jangan khawatir. Aku akan menunggu mu di sini," ujar Raihan meyakinkan istrinya. Wajah Nayra masih ragu dengan suaminya. Dia masih takut jika sang suami akan pergi.


" Sana, atau kamu mau ganti baju di depanku. Biar aku memang tidak kemana-mana?" ujar Raihan menggoda istrinya.


Nayra langsung menggeleng cepat. Semenjak menikah memang hal itu tidak pernah mereka lakukan. Walau suami istri Nayra mana pernah mengganti baju di depan suaminya.


" Kamu memang tidak berubah. Masih saja malu kepadaku," ujar Raihan mencolek hidung Nayra.


" Issssss, kamu apaan sih," sahut Nayra tiba-tiba wajahnya cemberut.


" Ya sudah sana. Kalau tidak mau ganti baju di depanku. Lagian aku juga merindukan. Hal yang menjadi favorite ku," bisik Raihan yang menggoda Nayra membuat mata Nayra langsung melotot dan langsung melepas genggaman tangan itu


" Kamu," Nayra langsung memukul dada suaminya. Yang memuatnya malu sampai wajahnya merah merona. Raihan malah tersenyum cengengesan.


" Kenapa apa salah yang aku katakan. Apa salah aku merindukan hal itu?" tanya Raihan lagi dengan matanya yang menggoda Nayra.


" Issssss, sudahlah aku ganti baju dulu," ujar Nayra langsung kesal dan langsung pergi kekamar mandi dengan langkah yang buru-buru.


Raihan geleng-geleng melihat istrinya yang salah tingkah.


" Nara-nara. Kamu itu seperti pengantin baru. Masih malu-malu," ujar Raihan tersenyum melihat kelakuan istrinya yang tidak pernah berubah.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2