Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 138.


__ADS_3

Angga masih simpatik dengan apa yang di lakukan Carey kepada Nayra. Angga membuka ikatan tangan Nayra.


" Sudah lah Angga kamu nggak usah lebay, orang dia juga tidak apa-apa," ujar dengan entengnya.


" Tidak apa-apa kamu bilang. Kamu nggak liat perbuatan kamu hah!" geram Angga.


" oke, oke, kita nggak punya waktu, sekarang ayo kita bawa dia. Ingat Angga kalau kamu masih mikirin rasa kasian kamu. Kamu akan kehilangan dia. Dan semua yang kita lakuin akan sia-sia. Kamu pikir kita aman. Sekarang kita bawa dia," desak Carey.


Carey lumayan panik. Karena takut Angga berubah pikiran.


" Sudah cepat buruan," Carey menarik baju Angga aga cepat-cepat. Karena Angga terlalu bertele-tele


Angga pun melihat sebentar ke arah Carey. Dan langsung mengangkat Nayra. Menggendong ala bridal style.


" Ayo," ajak Care setelah Nayra berada di gendongannya.


Angga mengangguk. Carey berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Angga.


Sementara Luci masih terus di dalam persembunyiannya dan melihat bagaimana 2 orang itu pergi.


" Apa lagi yang akan mereka lakukan, apa mereka belum puas melihat Nayra keadaan seperti itu," batin Luci geram dengan kelakukan temannya.


Tanpa berpikir panjang, akhirnya Luci pun keluar dari persembunyiannya dan mengikuti 2 temannya yang tidak punya hati.


Luci melihat mobil Angga dan Carey mulai bergerak. Dengan buru-buru Luci masuk kedalam mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi mengikuti Carey dan Angga.


Dia tidak boleh ketinggalan jejak sedikitpun kemana perginya Carey dan Angga membawa Nayra.


" Kemana mereka membawa Nayra," gumam Luci terus fokus menyetir melihat 2 mobil yang di depannya.


" Aku harus hubungi kak Raihan," gumamnya mengambil tasnya. Luci merogoh tasnya dengan 1 tangannya dan satunya lagi fokus berada di stir mobil.


Sampai akhirnya Luci berhasil mengambil ponselnya.


" Sial, lobet lagi," desis kesal saat ponselnya tiba-tiba mati.


" Bagaimana ini aku, apa yang harus aku lakukan," gumamnya bingung tidak tau harus melakukan apa-apa.


Setelah cukup lama menyetir. Ternyata mobil Carey dan Angga berhenti di depan baskem Angga. Luci mengenali tempat itu. Itu tempat milik Angga. Dia juga beberapa kali sering datang ke tempat itu.


" Kenapa mereka membawa Nayra kemari," batinnya heran melihat dari dalam mobil. Bagaimana Angga menggendong Nayra ke luar dari mobil.


Luci tidak keluar. Jika dia ke luar mungkin dia akan ketahuan. Dia hanya melihat Angga dan Carey berbincang di depan pintu baskem tersebut.


Angga masih menggendong Nayra seperti awal. Nayra yang tidak sadarkan diri.


" Ya sudah sana lo balik," usir Angga pada Carey.


" Oke, tugas gue sudah selesai, sekarang tinggal lo yang lanjutin. Setelah ini, semua akan selesai. Nayra akan jadi milik mu seutuhnya. Raihan akan membencinya setelah ini. Jadi mereka tidak akan bisa bersama lagi," ujar Carey tersenyum puas melihat Nayra yang akan hancur di depan matanya.


" Oke gue balik dulu," ujar Carey pamit menepuk bahu Angga," " selamat bersenang-senang," bisik Carey tersenyum miring.

__ADS_1


Angga tidak merespon dan langsung masuk membawa Nayra kedalam. Carey pun memasuki mobilnya dan meninggalkan lokasi tersebut.


" Kenapa kak, Carey malah pergi. Tidak ini tidak mungkin," batin Luci seperti bisa menebak rencana Carey dan Angga. Lucu dengan buru- buru menginjak gas mobilnya dan melaju kencang.


************


Andini dan Alex sudah sampai parkiran gedung Apartemen Nayra. Dengan buru-buru mereka ke luar dari mobil.


Baru ingin melangkahkan kaki mereka memasuki gedung itu. Mobil Raihan juga berhenti tepat di depan mereka. Raihan membuka seat beltnya dan langsung keluar mobil menghampiri Andini dan Alex.


" Bagaimana kalian sudah cek?" tanya Raihan panik.


" Belum, ini kita baru mau cek," jawab Alex nada buru-buru.


" Ya sudah Ayo!" ajak Raihan. Andini dan Alex mengangguk dan melangkahkan kaki mereka memasuki gedung itu.


Baru juga beberapa langkah, tiba-tiba berhenti sebuah mobil yang menghentikan langkah mereka. Mereka ber-3 melihat ke arah mobil tersebut.


" Kak Della," gumam Andini mengetahui mobil itu adalah milik Della. Della pun langsung ke luar dengan buru-buru.


" Ngapain dia di sini," desis Raihan yang masih kesal dengan Della.


" Raihan," ujar Della dengan wajah cemas menghampiri Raihan.


" Maaf kita ada urusan, kita nggak punya waktu buat bicara denganmu," sahut Raihan dengan ketus.


" Ayo," ajak Raihan pada Andini dan Alex.


" Raihan sebentar," desak Della.


" Apa sih, Della," bentak Raihan menepis tangan Della, " aku sudah katakan aku tidak punya waktu, buat Mengurusmu. Seharusnya kamu mikir kamu itu orang seperti apa. Dan masih berani datang kemari. Buat apa hah! kamu sadar kamu itu perempuan jahat," kecam Raihan yang penuh emosi.


Disaat dia lagi steres kehilangan Nayra. Della masih sempat-sempatnya menambah emosinya.


" Raihan, sudah tidak ada gunanya bertengkar, Nayra lebih penting," ujar Alex menenangkan Raihan.


Raihan, Andini dan Alex kembali berjalan. Tidak mempedulikan Della.


" Aku memang jahat, tetapi paling tidak aku tidak seperti Angga dan Carey," sahut Della menghentikan ke-3 langkah manusia itu. Mereka dengan serentak berbalik badan.


" Kak Angga, kak Carey," gumam Andini heran dengan perkataan Della.


" Apa maksud kamu?" tanya Raihan dengan wajah memerahnya.


" Kalian mencari Nayra bukan. Nayra ada sama Angga dan Carey," jawab Della sedikit berteriak. Raihan langsung mendekati Della. Memegang ke-2 bahu Della dengan kuat.


" Apa yang kamu katakan," bentak Raihan.


" Aku mendengar sendiri, Angga menelpon dengan Carey. Aku tidak tau apa yang mereka lakukan yang jelasnya. Nayra bersama mereka. Mereka merencanakan hal buruk kepada Nayra," jelas Della.


Rahang kokoh Raihan mengeras. Ketika mendengar kata-kata yang ke luar dari mulut Della.

__ADS_1


" Ahhhhhhh..... sial," teriak Raihan, memukulkan tangannya ke mobil yang di belakang Carey meluapkan emosinya.


" Raihan tenang," Alex mencoba menenangkan Raihan yang sekarang mengacak rambutnya. Raihan menepis tangan Alex dari pundaknya.


" Dimana mereka," teriak Raihan tepat di wajah Della.


" Aku tidak tau, yang aku tau Nayra bersama Carey, dan Angga berencana ingin menemuinya," jawab Della dengan wajah panik.


" Brengsek, apa yang mereka lakukan," desis Raihan dengan mata yang sudah memerah.


" Kak, Raihan tidak ada gunanya, kakak seperti ini. Ini tidak akan bisa menemukan Nayra. Sebaiknya kita temui kak Carey dan kak Angga," sahut Andini menenangkan situasi yang panas.


" Benar apa kata Andini, kita nggak punya waktu. Kita juga tidak tau apa yang akan di lakukan Carey dan Angga, jadi kita harus cari mereka," sambung Alex yang langsung setuju.


" Iya ayo," Raihan meredakan emosinya dan mencoba berpikir tenang, baru saja mereka ingin memasuki mobil.


1 Mobil kembali berhenti dan hal itu kembali menghentikan langkah mereka.


" Luci, ngapain dia di sini," batin Andini yang mengetahui bahwa mobil itu mobil Luci.


" Kenapa Luci berada di sini," batin Della.


Dengan buru-buru Luci langsung ke luar dari mobilnya. Beruntung tujuannya tepat langsung ke apartemen Nayra. Karena dia langsung menemukan Raihan.


Karena ponsel yang mati Luci tidak bisa menghubungi Raihan. Dia hanya memainkan feeling-nya jika Raihan ada di tempat Nayra. Dan syukur tebakannya benar.


Dengan napas tersenggal-senggal. Luci sudah berada di depan. Raihan, Alex, Andini, dan Della.


H-h-h-h-h-h-h-h.. Deru napas Luci masih terdengar naik turun sampai dia tidak bisa bicara sama sekali.


" Ada apa Luci?" tanya Della.


" Na- Na- Nayra- Nayra," Luci belum mampu berkata-kata.


" Ada apa dengan Nayra?" tanya Raihan mendesak.


" Nayra- Nayra, ada di baskem kak Angga," ujar Luci terbata-bata.


Semuanya serentak kaget mendengar ucapan Luci.


" Apa maksud kamu?" tanya Raihan.


" Kak Carey dan Angga membawa Nayra ke beskem kak Angga. Dan aku melihat kak Carey pergi. Sementara Nayra masih bersama kak Angga," jelas Luci terbata-bata. Raihan mendengarnya mengepal tangannya.


" Kurang ajar," geram Raihan dan langsung memasuki mobilnya.


" Raihan," panggil Alex. Raihan sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena semakin khawatir dengan Nayra.


" Ayo kita susul," ajal Alex. Andini mengangguk dan langsung memasuki mobil mengejar Raihan. Della dan Luci pun ikut menyusul.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2