
Mereka asyik membicarakan Raihan yang tak kunjung datang. Sementara Raihan tertidur pulas di Sofa panjang di ruang tamu di Apartemen Nayra.
Ruang tamu itu sangat gelap. Namanya sudah malam hari. Kebiasaan Nayra yang harus mematikan lampu jika sudah malam.
Raihan tertidur sangat nyenyak. Dia meletakkan satu tangannya di belakang kepalanya menjadikannya bantal dan satu lengannya di letakkan di matanya, menutup matanya
Tiba-tiba Nayra datang dan berjongkok di samping Raihan. Nayra datang membawakan kue ulang tahun yang berukuran kecil. Dia atas kue tersebut terdapat lilin dengan angka 28. Kue itu juga terdapat buah Ceri yang di taruh di pinggir dengan melingkar.
Sebelumnya Nayra memang menyiapkan kue ulang tahun untuk Raihan. Bahkan dia membuatnya sendiri. Karena menurutnya membuat sendiri adalah kepuasan tersendiri untuknya.
Sekarang adalah waktu yang tepat untuknya. Jam 12 malam Raihan akan genap berusia 28 tahun. Nayra justru ingin menjadi orang yang pertama memberinya kejutan.
" Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to you," ujar Nayra pelan tepat di telinga Raihan.
Raihan tersentak kaget, dan langsung Menyinggirkan tangannya dan membuka matanya. Raihan menoleh kesampingnya.
Raihan melihat cahaya lilin yang memperlihatkan wajah cantik Nayra. Raihan tersenyum melihatnya lalu bangun. Raihan pun duduk di sofa. Nayra pun ikut duduk di sampingnya dan menghadap pada Raihan.
" Selamat ulang tahun," ujar Nayra dengan lembut mendekatkan kue tersebut pada Raihan agar Raihan meniup lilinnya.
" Make wish dulu!" ujar Nayra. Raihan menutup matanya dan berdoa dengan harapannya. Raihan kembali membuka matanya lalu meniup lilin tersebut.
" Terima kasih," ujar Raihan mencium kening Nayra.
" Katakan apa permintaan mu?" tanya Nayra penasaran.
" Itu rahasia," jawab Raihan membuat Nayra semakin penasaran.
" Baiklah," jawab Nayra lalu meletakkan kue dia atas meja. Nayra memotong sedikit kue tersebut dan menyodorkannya ke mulut Raihan.
" Akkkk," ujar Nayra.
Raihan memegang tangan Nayra dan membalikkan menyodorkan kue itu ke mulut Nayra. Nayra tersenyum dan mengigitnya sedikit, lalu Raihan memakan sisanya.
" Terima kasih," ujar Raihan. Nayra hanya mengangguk.
" Aku ada hadiah untukmu," ujar Nayra, Raihan menatap penasaran, Nayra mengambil kotak kecil yang sudah di simpannya di bawah meja. dan memberikan pada Raihan.
" Bukalah!" ujar Nayra. Raihan meraih kotak tersebut dan membukanya. Melihat pulpen berwarna gold dan dasi berwarna Navy.
" Untukku?" tanya Raihan memastikan.
" Iya untukmu,"
" Apa ini ada artinya?" tanya Raihan.
" Tidak, apa yang aku berikan karena kamu pasti membutuhkannya," jelas Nayra.
" Terimah kasih, aku tidak akan menggunakan pulpen ini," ujar Raihan.
" Kenapa?" tanya Nayra.
" Karena jika tintanya habis, pasti tidak bisa di pakai, dan aku tidak mau itu," jelas Raihan.
" Terserah kamu saja, bagaimana dengan dasinya apa kamu suka?" tanya Nayra.
" Aku menyukainya," jawab Raihan.
__ADS_1
" Baguslah kalau begitu, jadi tidak sia-sia aku membelinya," jawab Nayra.
" Nara," ujar Raihan.
" Iya,''
" Besok papa dan mama akan mengada Acara ulang tahun untukku di Perusahaan, aku mengundangmu secara khusus datanglah besok malam, aku akan memberimu kejutan," ujar Raihan mengusap pipi Nayra dengan jarinya.
" Yang ulang tahun kamu, kenapa aku yang mendapat kejutan?" tanya Nayra bingung.
" Karena kamu sudah memberiku kejutan, jadi aku juga akan memberimu kejutan. Sekali lagi terima kasih sudah mengingat ulang tahunku," ujar Raihan menatap Nayra dengan dalam.
" Aku tidak mungkin melupakan hari penting itu," sahut Nayra tersenyum lebar. Raihan hanya mengangguk.
" Oh iya, makanlah ini," ujar Nayra memberi Raihan buah ceri.
" Kamu yang makan," ujar Raihan lagi.
" Kamu kan tau sendiri, aku tidak menyukainya," ujar Nayra dengan wajahnya yang cemberut.
" Makanlah untukku!" ujar Raihan menaikkan alisnya. Nayra mengkerutkan dahinya namun langsung tersenyum.
" Baiklah kemarin aku bahkan rebutan untuk membeli buah ini. Karena ini ulang tahunmu aku akan memakannya untukmu," ujar Nayra dengan ragu memakan 1 buah ceri itu.
Nayra memejamkan matanya dan mengkerutkan dahinya saat buah itu masuk kemulutnya, sangat jelas terlihat Nayra tidak menyukai buah itu.
Raihan tersenyum melihat eksperesi Nayra yang begitu menggemaskan. Dia memang tau itu adalah jenis buah yang di sukainya. Tetapi Nara tidak menyukainya.
Raihan mengendus melihat ekspresi wanita yang sangat menggemaskan itu. Raihan memegang dagu Nayra, dia langsung meraih bibir itu mengambil kembali buah itu dari mulut Nayra.
Nayra tersentak kaget. Sempat membuka matanya namun menutupnya kembali. Raihan yang mendapat Izin semakin memperdalam ciumannya.
" Kamu selalu menyerangku tiba-tiba," protes Nayra dengan wajahnya yang kesal tetapi sudah memerah. Raihan hanya tersenyum
" Aku tidak suka jika buah itu sampai ke tenggorokanmu, jadi aku harus mengambilnya kembali," ujar Raihan mengusap bibir Nayra.
" Ini yang ke-3 kalinya kamu menciumku," ujar Nayra dengan polos.
" Ini yang ke-4 kalinya," jawab Raihan. Nayra mengkerutkan keningnya. Perasaan Raihan baru menciumnya 3 kali.
" Dan ini yang ini yang ke-5 kalinya," ujar Raihan kembali meraih bibir Nayra. Nayra yang masih sibuk dengan lamunannya dan pikirannya kembali mendapat serangan.
Raihan memperdalam ciumannya. Bibir Nayra adalah candu untuknya. Mereka berciuman dengan penuh gairah.
Sekarang Nayra sudah berbaring di atas Sofa, Raihan sudah berada di atas tubuhnya. Ciuman Raihan bahkan berpindah ke leher Nayra. Nayra hanya pasrah dengan apa yang di lakukan Raihan kepadanya.
Angga dan yang lainnya masih menunggu Raihan. Tetapi Pria yang di tunggu masih sibuk dengan Nayra. Perasaan Angga malah tidak enak, dia terus memikirkan Nayra.
Memikirkan perasaannya kepada Nayra yang tidak pernah di balas oleh Nayra. Bukan salah Nayra. Karena memang Angga tidak menyatakan perasaannya pada Nayra. Jadi bagaimana Nayra bisa tau.
********
Pagi hari kembali Nayra. Cahaya matahari sudah masuk kedalam sela-sela jendela kamar Nayra. Nayra membuka matanya perlahan karena sinar matahari yang sangat menusuk matanya.
Nayra mengangkat tangannya ke atas kepalanya dan menguap menahan rasa mengantuknya. Nayra melihat ke beradaannya yang sekarang sudah berada di kamarnya.
Nayra malah tersenyum seperti memikirkan sesuatu. Lalu dia bangkit dari duduknya. Wajahnya begitu cerah sangat terlihat dia begitu bahagia.
__ADS_1
Nayra melihat di atas nakas sudah terdapat Boucket bunga liliy kesukaannya. Nayra tersenyum melihat boucket tersebut mengambilnya dan menghirup wanginya.
" Ada suratnya," ujar Nayra yang menemukan surat di bunga tersebut.
...Terimakasih untuk semuanya...
...Raihan...
" Dia selalu mengucapkan terimakasih," gumamnya terus menghirup wangi bunga itu.
Nayra tersenyum lebar kala membaca surat itu. Paginya begitu bahagia. Memang hanya bersama Raihan dia bahagia. Mata mengarah ke atas nakas dan melihat paper bag di atas nakas.
" Apa ini," ujar Nayra penasaran. Nayra membuka paper bag tersebut dan melihat isinya. Nayra mengeluarkan isinya. Berupa gaun biru langit.
" Indah sekali," ujarnya takjub.
Nara lalu mengambil surat dan kotak panjang di dalam back paper itu.
" Pakailah saat datang ke acara ulang tahunku. Jangan buka kotak itu terlebih dahulu bukalah setelah beberapa hari. Aku menunggumu nanti malam,"
" Memang apa isinya, bikin penasaran aja," ujar Nayra menggoyang kotak tersebut.
***********
Malam hari sudah tiba. Nayra sedari tadi berada di dalam kamar. Dia terus menatap dirinya di cermin.
Nayra sudah memakai gaun pemberian Raihan kepadanya, gaun biru muda panjang sampai mata kakinya. Nayra juga memakai hils berwarna silver.
Rambutnya di lilit kesamping, polesan makeup di wajahnya hanya natural. Nayra terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaian yang di pakainya.
Ketika sudah merasa cukup berhias. Nayra pun keluar dari kamar. Andini sudah menunggunya di ruang tamu. Hentakan hils yang di pakai Nayra terdengar membuat Andini langsung menoleh ke belakang.
Andini membelalakkan matanya saat melihat Nayra yang berjalan mendekatinya begitu cantik layaknya princess.
" You are beautiful," puji Andini saat sahabatnya itu sudah di hadapannya.
" Thank you, kamu juga," jawab Nayra.
" Nay, kamu cantik banget, aku yakin kamu akan menjadi perhatian malam ini," ujar Andini yang terus memuji Nayra.
" Kamu itu bisa aja. Aku bisa terbang nih, kalau terus di puji seperti ini," ujar Nayra merasa malu.
" Aku serius, apa yang aku katakan memang benar apa adanya," sahut Andini lagi.
" Sudahlah, jangan terus memujiku, sebaiknya kita pergi," ajak Nayra.
" Hmmm iya ayo," sahut Andini meraih tangan sahabatnya.
...Carey Lamosi ( 26 tahun )...
...Anak Jihan ...
...Raka (kepercayaan keluarga Admaja) ...
__ADS_1
...Bersambung.........