Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 139


__ADS_3

Setelah kepergian Carey. Angga membawa masuk Nayra ke dalam bescamp yang lumayan besar itu.


Bescamp itu memang sering di pakai untuk Angga istirahat jika sedang jenuh berada di rumah. Tempat itu juga terbuka untuk teman-temannya. Jadi siapa saja boleh datang. ada dan tidak adanya dirinya.


Angga langsung membawa Nayra kedalam kamar merebahkan Nayra di ranjang yang berukuran sedang itu.


Nayra masih sama tidak sadarkan diri. Dia masih menggunakan piyama yang sama, saat Carey membawanya pergi. Wajah cantiknya penuh luka.


Entah berapa kali Cherry memukulnya. Sampai darah di ujung bibir dan dahi Nayra saja belum kering. Belum lagi luka di tangan dan kaki Nayra yang terdapat garis-garis merah. Pasti bekas pukulan kayu.


Carey memang lebih tepat di katakan psikopat di bandingkan manusia. Karena cinta memang sudah menutup matanya dan membuatnya tega melakukan perbuatan keji kepada Nayra.


Angga duduk di samping Naya, mengusap pipi Nayra lembut, melap darah di ujung bibir Nayra.


" Seharunya Carey tidak melakukan ini, seharusnya kamu tidak perlu mendapatkan ini," ujar Angga yang simpatik dengan ke adaan Nayra.


Dia memang memiliki rencana dengan Carey sebelumnya. Dia sangat menyesal karena membiarkan Carey menyakiti wanita yang di sukainya.


Flashback.


Angga dan Carey berada di dalam mobil. Setelah mendengar Raihan akan menikahi Nayra. Membuat Angga tidak terima. Angga mengingat tawaran Carey dulu kepadanya tentang Nayra.


Hal itu langsung membuat Angga menemui Carey. Rasa tidak terimanya dengan pernikahan Nayra dan Raihan membuatnya ingin melakukan sesuatu agar Nayra menjadi miliknya.


Carey membisikkan sesuatu dengan senyum licik di telinga Angga.


" Kamu gila," sahut Angga kaget dengan rencana Carey.


" Kita tidak punya pilihan lain, hanya itu yang bisa kita lakukan. Percayalah setelah itu, Nayra akan menjadi milikmu dan Raihan akan berpaling kepadaku," ujar Carey dengan yakin akan rencananya.


" Apa kamu yakin, semuanya akan lancar, bagaiman jika dia mengatakannya pada Raihan," ujar Angga yang tidak ingin mengambil resiko.


" Tidak akan, aku sangat tau bagaimana sifat Nayra. Setelah kamu menjadikannya milikmu. Nayra tidak akan bisa berbuat apa-apa dan Raihan akan tidak Sudi bersamanya," ujar Carey tersenyum licik.


" Angga aku akan bawa Nayra keluar dari apartemen itu secepatnya, setelah itu kamu akan bersamanya," sahut Carey mulai menyusun rencana.


Seakan setuju dengan apa yang di katakan Carey Angga mengangguk dengan semua rencana Carey.


Rasa tidak terimanya melihat orang yang di cintainya bersama pria lain yang juga sepupunya sendiri membuat Angga gelap mata dan mengikuti rencana Carey.


Flassaon.


Angga sekarang mengambil kotak obat dari dalam laci. Baru saja Angga ingin mengobati Nayra. Tiba-tiba tubuh Nayra menggeliat seakan dirinya sadar.


" Nayra kamu sudah bangun," lirih Angga memegang pipi Nayra


" Raihan, Raihan, Raihan," lirih Nayra dengan suara seraknya.


Mendengar kata yang ke luar dari mulut Nayra. Membuat Angga kesal dalam ke adaan seperti ini saja. Nayra menyebut nama Raihan.

__ADS_1


Nayra memijat kepalanya yang terasa berat dan membuka matanya perlahan. Nayra melihat buram wajah yang duduk di depannya. Semakin lama semakin jelas. Dia mengenal orang tersebut.


" Angga," gumamnya pelan dengan suara yang susah keluar.


" Iya ini aku Angga, akhirnya kamu sadar," ujar Angga dengan suara dingin.


" Angga tolong aku, tolong panggil Raihan, tolong!" ujar Nayra memohon. Membuat Angga tersenyum miring.


" Kamu masih mengingatnya. Apa salahnya melupakannya Nayra. Sekali saja lupakan dia," ujar Angga dengan suara beratnya.


" Apa maksud kamu?" tanya Nayra bingung.


" Apa kamu tidak bisa membuka sedikit hatimu unntukku, apa kamu tidak bisa melihatku sedikit saja, aku menyukaimu sudah lama. Tapi kamu malah terus memikirkan Raihan, apa kamu tidak sadar jika Raihan hanya mempermainkanmu. Dia hanya akan terus menyakitimu," ujar Angga mengungkapkan semua perasaannya yang terpendam selama ini.


" Apa yang kamu katakan, kenapa kamu bisa mengatakan hal itu," ujar Nayra tidak mengerti maksud Angga.


" Aku menyukaimu apa itu belum jelas," sahut Angga menekankan sekali lagi.


" Kamu gila, aku akan menikah dengan Raihan, jadi jangan berpikir yang aneh-aneh," ujar Nayra mencoba duduk.


" Di mana aku, kenapa aku bisa ada di sini?" tanyanya bingung melihat ke beradaan-nya. Nayra yang tidak ingin banyak berpikir langsung beranjak dari tempat tidur dengan tubuhnya yang sakit.


" Apa kamu tidak bisa memberiku kesempatan Nayra?" tanya Raihan saat Nayra berdiri di depannya.


" Apa yang kamu bicarakan, kamu tau aku mencintai Raihan, jadi kenapa bertanya lagi," tegas Nayra yang menahan sakit.


Nayra ingin berjalan ke arah pintu. Dengan kasar Angga menarik tangan Nayra dan menghempaskannya ke ranjang.


" Auhhhh!" pekik Nayra saat tubuhnya semakin sakit terbaring kembali di ranjang itu.


" Apa yang kamu lakukan," ujar Nayra melihat Angga berdiri didepannya.


" Seharusnya dari awal aku mendengarkan Carey. Aku seharusnya tidak perlu manis-manis denganmu," ujar Angga dengan geram mulai membuka kancing kemejanya.


" Apa maksudmu?" tanya Nayra dengan wajah paniknya melihat pergerakan Angga.


" Apa kamu dan Carey..." tebak Nayra yang melihat sikaf Angga.


" Iya, kenapa kamu marah, ingin mengadu,iya," sahut Angga tersenyum miring.


" Keterlaluan kamu Angga, kamu sungguh jahat," umpat Nayra.


" Iya aku memang jahat. Kamu ingin menikah dengan Raihan bukan. Jangan harap. Hari ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya," desis Angga menyunggingkan senyumnya membuka 1 persatu kancing kemejanya.


Nayra menggeleng-geleng kan kepalanya dengan air matanya mulai jatuh. Nayra mengambil kesempatan untuk lari. Tetapi Angga langsung menarik pinggangnya dan memeluknya dari belakang.


" Lepaskan aku, lepaskan aku bajingan," umpat Nayra.


" Tenanglah Nayra aku hanya ingin kamu menjadi milikku," ujar Angga menggosok-gosokkan wajahnya ke rambut Nayra membuat Nayra jijik.

__ADS_1


" Jangan menyentuhku bajingan," umpat Nayra membalikkan tubuhnya.


Plakkk menampar Angga. Meski terluka Nayra masih punya tenaga melayangkan tangannya ke wajah Angga.


Angga yang menerima tamparan itu, berdecak kesamping. Geram dengan Nayra yang terus menolaknya. Dengan penuh ke marahan Angga kembali membanting Nayra di atas ranjang.


" Aku sudah memberimu banyak kesempatan. Ternyata kau lebih suka di paksa," desis Angga masih berdiri di depan Nayra yang ketakutan di atas ranjang. Angga melepaskan semua kemejanya dan menindih Nayra.


" Aku mohon jangan lakukan itu!" pinta Nayra saat Angga sudah di atas tubuhnya.


" Lepaskan aku, lepaskan aku, lepaskan!" Nayra terus memberontak memukul dada Angga. Angga yang merasa terhalang.


Mencengkram ke-2 tangan Nayra dengan kuat agar dia bisa melakukan niat bejatnya.


Nayra terus menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha menghindari sentuhan Angga. Yang sudah seperti monster yang akan menerkamnya.


Air mata Nayra terus menetes di dalam rasa sakit di tubuhnya. Dia hanya berusaha mempertahankan kehormatannya. Sementara Angga tidak peduli, dia terus mencari cela agar bisa mencumbui Nayra.


" Jika dengan cara ini akan menjadi milikku maka akan aku lakukan," batin Angga terus menciumi leher Nayra. Walau Nayra terus memberontak dan menghindar.


Bahkan piyama yang hanya di atas lutut Nayra sudah di robek Angga dengan kejam. Bukan hanya itu bagian depan baju Nayra juga di robek Angga. Karena nafsunya yang semakin menggila.


Cengkraman tangan Angga di Ke-2 tangan Nayra. Membuat Nayra tidak bisa melakukan apa-apa. Angga lebih kuat di bandingkan nya. Sehingga membuatnya tidak bisa melawan.


" Aku mencintaimu Raihan, aku sangat mencintaimu," batin Nayra mengingat Raihan yang melamarnya, mengingat masa-masanya bersama Raihan. Nayra hanya ingin mati saat itu juga.


Nayra semakin lemas dan pasrah akan hidupnya. Di mana Angga terus saja berusaha memperkosanya.


Di tengah kegilaan Angga yang berusaha menjadikan Nayra menjadi miliknya. Membuat kursi melayang kepunggungnya membuat Angga kaget.


" Kurang ajar," teriak Raihan yang datang tepat waktu.


Tanpa memberi ampun Raihan langsung menendang perut Angga sampai Angga terhuyung ke tembok. Angga memegang perutnya yang sakit akibat tendangan Raihan.


Raihan melihat ke arah ranjang dan melihat Nayra yang sudah entah seperti apa. Raihan langsung membuka jaketnya dan menutupkan ke tubuh Nayra. Karena pakaian yang Nayra gunakan sudah sobek.


" Nara," lirih Raihan dengan air matanya yang jatuh dan memeluk Nayra.


" Maafkan aku," Raihan terus memeluk Nayra. Raihan melepas pelukannya dari Nayra, memegang ke-2 pipi Nayra yang lebam.


Mata Nayra terbuka. Tetapi tidak mengeluarkan suara. Nayra seperti mayat hidup dengan tatapan kosong.


" Nara ini aku, kita akan pergi," ujar Raihan dengan suaranya yang serak. Raihan menoleh ke belakang dan melihat Angga yang masih menyandarkan tubuhnya di tembok. Dengan memegang perutnya.


Raihan yang di penuhi emosi, kembali mendekati Angga dan tanpa ampun Raihan memukul Angga dengan sangat brutal.


" Brengsek, beraninya kau menyentuhnya," teriak Raihan dengan penuh emosi tanpa ampun menghajar Angga.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2