Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 276


__ADS_3

Vira terdiam mendengar kata-kata Carey yang keluar sedikit. Tetapi sangat menusuknya. Sebelumnya Vira juga pernah mendengar kata-kata yang sangat menusuk itu.


" Wanita ini benar-benar sialan. Sangat sombong. Apa dia merasa bangga menjadi istri Dion. Aku akan balas perbuatan mu tempo lalu kepadaku. Aku akan buat kau kepanasan," batin Vira kesal dengan tersenyum penuh rencana.


Dia memang masih mempunya dendam pribadi kepada Carey. Karena bicaranya yang membuatnya sewaktu dia datang kerumah Raihan dan Nayra.


" Sebaiknya aku jangan meladeninya. Dia akan terlihat bangga. Jika semakin di ladeni," batin Carey yang sangat bijak menghadapi orang seperti Vira.


" Kamu yakin bisa membuatnya?" tanya Dion. Apapun itu dia sangat tahu. Kalau Carey sedang sakit.


" Iya," jawab Carey tidak banyak bicara lagi dan langsung pergi menuju dapur. Dia tidak ingin memberi Vira banyak kesempatan berbicara sesukanya di depannya.


*********


Carey yang berada di dapur harus membuat jus. Sebenarnya Carey masih sangat lemas. Tetapi tidak tau kenapa kedatangan Vira membawa energi banyak untuknya.


Mungkin di tambah kesal atau cemburu dengan Vira. Karena nempel-nempel dengan suaminya. Tetapi apapun itu Carey tetap membuat minuman untuk wanita yang katanya teman Dion.


Wanita yang berusaha masuk kedalam rumah tangga adiknya. Dan sudah lama dia memang tidak mendengar kabar tentang wanita itu.


" Teman tapi apa iya harus peluk sana sini," oceh Carey yang tidak suka melihat Vira dan Dion yang tadi berpelukan.


" Dion juga apa dia tidak bisa melihat situasi. Kenapa juga mau aja di peluk sana sini," Carey terus mengoceh sambil mengaduk-aduk minuman untuk Vira.


Untung saja Carey sudah tobat. Jika tidak mungkin Vira bisa di racunnya agar bisa diam dan tidak masuk kedalam kehidupan adiknya dan dia.


Setelah membuat orens jus. Carey kembali keruang tamu dan melihat bagaimana Vira dan suaminya mengobrol dengan asyik. Vira pun melihat Carey yang keluar dari dapur. Dengan cepat Vira mendekatkan dirinya pada Dion.


" Jadi itu wanita yang dijodohkan denganmu?" tanya Vira membuat Carey menghentikan langkahnya.


" Iya, dia pilihan mama," jawab Dion.


" Kasian banget ya kamu. Kamu pasti stress ketika menikah dengannya. Sebelum menikah aja dari cerita kamu sudah sangat stress. Apa lagi ini, kamu pasti sangat tertekan," ujar Vira yang sengaja berbicara di kuat-kuat kan. Agar Carey mendengarnya dan kepanasan.


Carey menarik napasnya panjang dan membuang perlahan kedepan. Carey melanjutkan langkahnya. Apapun yang di katakan Vira. Tidak akan membuatnya terpancing.


Carey yang sudah berada di ruang tamu meletakkan minuman itu di atas meja. Dion menyadari kehadiran Carey mencoba bergeser dari Vira. Dion sepertinya juga tidak ingin Vira berpikiran aneh. Tetapi Carey tampaknya tidak peduli.

__ADS_1


" Minumlah!" ujar Carey mempersilahkan dengan senyuman.


" Makasih ya," sahut Vira tersenyum lebar, " oh iya bolehkan aku berbicara dengan suami kamu?" tanya Vira.


" Kenapa harus minta izin. Hal itu hanya di lakukan untuk pasangan yang menginginkan pernikahan. Sementara sepertinya kamu sudah tau bagaiman pernikahanku. Jadi kamu lakukan saja apa yang kamu mau. Bukankah itu biasa. Jadi jangan minta izin. Jika yang punya tubuh tidak keberatan dengan hal itu," ucap Carey dengan santai.


" Hanya saja kamu harus ingat. Kamu dan dia bukan muhrim paling tidak kamu bisa menjaga diri kamu," lanjut Carey dengan ketus.


Vira seakan di tampar oleh Carey. Dia diam tanpa berkutik sama sekali.


" Wanita sialan beraninya dia berbicara seperti itu," batin Vira yang justru kepancing emosi.


" Permisi!" ucap Carey pamit tanpa peduli. Dion tersenyum melihat kepergian Carey.


" Apa dia cemburu," batin Dion yang sangat berharap jika istrinya cemburu.


" Menyebalkan. Pantasan kamu tidak menyukainya. Ternyata dia seperti itu," ucap Vira dengan kesal. Tetapi sepertinya Dion tidak memperdulikannya.


*********


Raihan sudah menemui ibu panti yang kemarin mereka temui bersama Raka. Mereka duduk di ruang tamu dengan berhadapan.


" Ini Pak," Ibu panti memberikan dokumen orang yang mengangkat Vira dan juga kakaknya. Akhirnya ibu panti memang menemukan dokumen itu dan langsung menelpon Raihan.


Raihan langsung melihat data dokumen tersebut. Sangat jelas terlihat ada foto Sisil di sana.


" Kenapa wajahnya tidak asing," batin Raihan seperti pernah melihat.


Raihan maupun Raina memang tidak pernah bertemu dengan sisil. Bahkan Raihan dan Raina tidak mengetahui jika Sisil merupakan saudara tiri papanya.


Karena memang Raihan maupun Zira. Tidak pernah bercerita sampai sejauh itu dan lagi pula mereka juga tidak tau bagaimana kabar Sisil setelah keluar dari penjara.


Yang mereka tau Sisil tinggal di Kalimantan bersama pamannya. Karena Admaja Wijaya juga akhirnya lepas tangan dari Sisil. Karena sudah mengecewakannya. Yang mencelakakan anak dan menantunya.


Makanya hubungan mereka tidak pernah terjalin lagi dan mungkin itu juga yang membuat Sisil balas dendam. Karena merasa kembali terbuang. Padahal itu bukan urusan Addrian dan Zira. Seharusnya yang bertanggung jawab adalah papanya.


Raihan terus meneliti Foto itu, mengingat-ingat siapa dia. Namanya hanya Sisil dan memang banyak data yang di palsukan. Sampai- sampai Raihan tidak bisa mengetahui siapa wanita yang mungkin sebaya dengan mamanya.

__ADS_1


Jika saja Sisil menggunakan nama belakang Admaja Wijaya. Raihan pasti bisa langsung mengetahui siapa wanita itu.


" Ibu tau wanita ini sekarang tinggal di mana?" tanya Raihan.


" Maaf Pak saya kurang tau. Karena sampai sekarang ibu Sisil tidak pernah berkunjung," jawab Ibu panti.


" Jalan kenangan. Sony mengatakan. Jika Vira. menyebutkan alamat itu. Apa mungkin Vira tinggal di sana dan juga dengan wanita ini," batin Raihan yang terus menarik kesimpulan sendiri.


" Aku harus mengeceknya. Aku harus memastikan. Jika wanita ini masih tinggal bersama Vira dan orang tua yang di katakan papa bukanlah orang yang mengangkat Vira," Raihan sudah mulai memikirkan trik-trik yang akan di kerjakannya. Untuk mengetahui siapa Vira dan apa tujuannya.


" Boleh saya bawa ini," ucap Raihan.


" Boleh pak," jawab Bu panti.


" Baiklah Bu. Kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih untuk informasinya," ucap Raihan berdiri.


" Sama-sama pak," sahut Bu panti. Ya sudah saya pamit," Raihan menyalam tangan Bu panti sebelum pulang.


Setelah urusannya selesai Raihan pun keluar dari panti asuhan menuju mobilnya.


" Aku harus cepat bertindak. Semoga Sony mendapat informasi baru lagi," ujar Raihan sambil berjalan.


Ting bunyi pesan Wa membuat Raihan menghentikan langkahnya dan langsung mengambil ponselnya dari sakunya.


..." Sayang kalau pulang jangan lupa beli es durian. duriannya 3 ya dan pakai cincau sedikit. Oh iya sekalian bubur sumsum di tempat biasa soalnya mama tidak tidak di rumah jadi tidak ada yang masakin. Sekalian sayang aku mau makan putu bambu beli 4 ya. Kalau kamu mau beli lebih. Soalnya punyaku tidak boleh di bagi. Sekalian sayang jangan lupa kolak biji salak, gula merahnya yang banyak ya. Dan sekalian jangan lupa cinta kamu," ...


..." I love you sayang," Voice note dari istrinya membuatnya tersenyum lebar....


" Sekalian. Tapi sangat banyak," gumam Raihan geleng-geleng dengan permintaan istrinya.


" Kenapa dia sangat suka makan makanan manis belakangan ini," Raihan memang sering melihat Nayra memakan makanan yang manis. Mungkin nanti anak mereka bakalan manis.


Raihan menghidupkan Vois note membalas pesan istrinya.


" I love you to," ujar Raihan tersenyum lebar.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2