
Raihan ingin menuntaskan masalahnya dengan Nayra. Dia tidak akan membiarkan diam ini berlarut-larut. Lagi pula bukan hanya Nayra juga yang akan menjadi masalahnya selanjutnya. Mungkin mamanya.
Raihan sampai detik ini belum mengetahui kenapa mamanya melakukan itu. Jika urusan pada kuliah pada saat itu menurutnya hal itu tidak masuk akal. Raihan juga tidak bisa menyuruh Raka dalam mencari tau hal itu.
Mengingat Raka lebih banyak bekerja untuk Zira. Dan mungkin saja selama ini Raka melapor pada Zira tentang dirinya saat di kantor.
Jadi Raihan harus lebih waspada. Dia juga memperbaiki hubungannya dengan Nayra. Raihan tidak melihat Nayra menghabiskan makanannya saat mereka makan tadi. Ya semua itu memang karena ulahnya.
Raihan yang sangat tau kondisi lambung Nayra membawakan Nayra kembali makanan. Alih-alih mencari perhatian juga. Untuk kembali meluluhkan hati yang sudah membeku itu.
Raihan sudah berdiri di depan kamar hotel nayra. Beberapa kali Raihan memencet bel kamar Nayra. Tetapi tidak di buka sama sekali.
" Hhhhh, Nara pasti tidak ingin menemuiku," ujarnya pasrah.
Raihan mengetuk dengan tangannya dan memanggil-manggil nama Nayra. Tangannya memegang kenopi pintu. Ternyata kamar Nayra tidak dikunci.
" Sepertinya takdir berpihak padaku," ujarnya dengan seriangi nakal di wajahnya.
Raihan memasuki kamar Nayra. Dia tidak melihat Nayra berada di tempat tidur.
" Nara, kamu di kamar mandi?" ujar Raihan memanggil.
" Kemana dia?" tanya Raihan bingung.
Raihan mendengar suara air dari kamar mandi. Raihan bisa menebak jika Nayra pasti ada di sana. Raihan melihat jam sudah pukul 10 malam.
Raihan meletakkan makanan itu dia atas meja di samping ranjang Nayra. Dia tidak ingin mengganggu Nayra melihat sudah larut malam. Yang ada Nayra akan marah dan makanan itu pasti tidak jadi di makan.
Raihan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Nayra. Tetapi langkahnya terhenti. Kembali membalikkan badannya. Pandangannya fokus pada kamar mandi.
Entah apa yang dipikiran Raihan. Dia merasa tidak ada aktivitas di dalam sana. Dengan rasa penasaran Raihan berjalan menuju kamar mandi.
" Nara kamu di dalam?" tanya Raihan mengetuk pintu.
" Nara," panggilnya lagi. Namun tidak mendapat respon. Raihan yang semakin tidak mendapat respon mulai cemas. Raihan menarik napasnya dan membuatnya perlahan kedepan.
Raihan memengang kenopi pintu. Dia memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi yang untung saja tidak di kunci.
Saat pintu kamar mandi terbuka. Betapa terkejutnya Raihan saat matanya turun ke bawah. Melihat Nayra yang menggunakan piyama merah maron sudah tergeletak di lantai. Air shower yang hidup membasahi tubuh Nayra.
" Nara," teriak Raihan langsung menghampiri Nayra, Raihan mematikan shower dan berjongkok di dekat Nayra
" Nara, apa yang terjadi," ujarnya panik mencoba membangunkan Nayra, memegang lembut pipi Nayra. Wajah Nayra sangat pucat. Raihan tidak tau sudah berapa lama Nayra dalam ke adaan seperti itu.
" Nara bangun, Nara," Raihan mencoba membangunkan Nayra. Tetapi tidak ada hasilnya.
Raihan memutuskan untuk membawa Nayra pergi. Raihan menggendong Nayra dan dengan buru-buru Raihan membawa wanita itu ke luar dari kamar mandi.
__ADS_1
*********
Rumah sakit.
Khawatir dengan kondisi Nayra. Raihan dan Alex membawa Nayra kerumah sakit terdekat untuk di periksa lebih lanjut.
Nayra sudah terbaring di ranjang rumah sakit dengan lilitan infus di punggung tangannya. Raihan duduk di kursi yang di samping tempat tidur Nayra. Raihan memegang tangan Nayra dan menatap Nayra dengan simpatik.
" Semua ini salahku," gumamnya menyalahkan dirinya atas kondisi Nayra.
" Maafkan aku Nayra. Aku sudah membuatmu banyak menderita. Aku mohon bangunlah, jangan seperti ini. Aku akan menebus kesalahanku, aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun. Aku mohon Nayra bangunlah," ujar Raihan sambil terus mengelus tangan Nayra.
Setelah menemui Dokter menanyakan tentang kondisi Nayra. Alex kembali kekamar perawatan Nayra. Alex membuka pintu kamar kamar perawatan Nayra.
Alex melihat Raihan yang tampak murung. Alex menarik napasnya lalu masuk kedalam. Dia juga sangat khawatir dengan ke adaan Nayra.
" Raihan," tegur Alex yang berdiri di belakangnya.
" Apa kata Dokter?" tanya Raihan tanpa membalikkan tubuhnya.
" Dia hanya kelehan. Maagnya juga kambuh, mungkin karena tidak bisa menahan sakit. Membuatnya pingsan," jawab Alex menyampaikan apa yang di katakan Dokter kepadanya.
" Apa selama ini dia terus bekerja. Apa Kau terus memberinya pekerjaan, sampai dia tidak bisa makan?" tanya Raihan mulai serius.
" Dari kemarin dia memang sangat sibuk, aku menyuruhnya cepat menyelesaikan berkas-berkas untuk pertemuan dengan pak David, mungkin Nayra sibuk sampai lupa menjaga makannya. Aku memang mendesak Nayra harus menyelesaikannya," jelas Alex dengan jujur. Raihan mengepal tangannya Raihan berdiri dan menghadap Alex.
" Raihan aku melakukannya demi klien kita," jawab Alex.
" Apa kau sudah gila," bentak Raihan. Mendengar teriakan Raihan. Alex hanya menunduk. Memang itu adalah kesalahannya. Seharunya dia juga sebagai atasan tidak boleh terlalu egois.
Raihan yang sadar sudah berteriak terlalu keras di depan Alex. Mengusap wajahnya kasar. Dia mencoba menenagkan dirinya.
" Sorry," ujar Raihan yang tidak bisa mengontrol dirinya. Dia menyadari apa yang di lakukannya pada Alex sangat keterlaluan.
" Aku yang minta maaf, karena tidak tau dengan kondisi Nayra," ujar Alex yang juga mengakui kesalahannya.
" Ini salahku, aku yang seharusnya menjaganya," ujar Raihan menyalahkan dirinya sendiri.
" Baikalah kau jaga dia, aku keluar dulu," ujar Alex pamit menepuk bahu Raihan.
" Sekali lagi sorry," ujar Raihan.
" Santai aja, Aku ngerti," sahut Alex lalu pergi.
***********
Pagi hari kembali Nayra yang masih tertidur miring di ranjang rumah sakit. Nayra membuka matanya perlahan. Nayra merasa kepalanya sangat berat.
__ADS_1
Nayra melihat ke beradaannya. Melihat tangannya yang sudah terdapat infus. Kepalanya yang seperti menimpa sesuatu membuatnya melihat apa yang ada di bawah kepalany. Ternya lengan kokoh yang menjadi bantalnya.
Nayra terkejut dengan keberadaan tangan itu. Belum lagi lengan kokoh yang berat menimpah tubuhnha. Yang juga tangan yang memeluk pinggangnya.
" Di mana aku, dan ," ujarnya bingung dan menolehkan kepalanya kebelakang melihat siapa yang memeluknya.
" Raihan," ujarnya pelan.
Nayra yang sudah menyadari bahwa Raihan yang tertidur dengan memeluknya dari belakang di ranjang rumah sakit yang ber size kecil.
Saat itu juga Nayra mencoba menggeserkan tubuhnya. Mencoba bangun agar lepas dari pelukan Raihan. Namun pelukan Raihan semakin kuat. Seakan Raihan sudah bangun dan tidak ingin melepas Nayra.
" Sebentar saja, tetaplah seperti ini," ujar Raihan dengan suara seraknya.
" Apa yang kau lakukan, lepaskan aku?" tanya Nayra yang memberontak, berusaha melepaskan diri dengan Menyinggirkan tangan Raihan dari pinggangnya.
Tetapi Raihan tidak melepas dan semakin memeluk erat. Dia juga menghirup wanginya rambut Nayra.
" Aku mohon Nara, sebentar saja," ujar Raihan tanpa membuka matanya.
Nayra yang merasa tidak memiliki tenaga. Mengalah dia kembali melonggarkan tubuhnya.
Raihan tersenyum saat Nayra membiarkannya seperti itu. Dia semakin memeluk wanita itu dari belakang. Diranjang yang kecil itu.
" Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Nayra.
" Kau pingsan di kamar mandi. Lalu aku dan Alex membawamu kemari," jawab Raihan.
" Kalau begitu aku ingin kembali ke hotel, aku sudah tidak apa-apa. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku," ujar Nayra yang langsung ingat pada pekerjaannya.
" Nara aku sudah katakan tetap seperti ini. Aku hanya meminta sebentar saja," ujar Raihan lagi.
" Kenapa kau melakukan semua ini?"tanya Nayra.
" Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya," jawab Raihan.
" Raihan aku mohon lepaskan aku dari hidupmu. Aku tidak ingin kembali di permainkan olehmu," ujar Nayra.
" Aku tidak mungkin melakukan itu Nayra. Aku tidak akan melepaskanmu. Aku akan menebus semua kesalahanku kepadamu," ujar Raihan serius.
" Raihan, hubungan kita sudah berakhir, dan kamu yang mengakhirinya. Aku tidak ingin kembali jatuh cinta kepadamu," ujar Nayra dengan matanya mulai berkaca-kaca.
" Aku tidak menyuruhmu untuk jatuh cinta kepadaku. Biarkan aku yang terus jatuh cinta kepadamu," sahut Raihan.
" Percuma, aku tidak akan percaya kepadamu lagi, semua yang kau lakukan hanya akan sia-sia," ujar Nayra menyakinkan dirinya.
Dia harus memberanikan diri menolak hati Raihan dia tidak ingin hatinya kembali hancur di tangan Raihan.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹Bersambung......🌹🌹🌹🌹🌹