
Sementara Nayra masih terdiam dengan percekcokan itu. Nayra tidak tau benar atau tidaknya tetapi hatinya sakit rasanya. Air matanya juga mengalir deras.
Raihan menoleh ke arah Nayra. Dia melihat Nayra yang menangis. Padahal Raihan pasti tau. Nayra tidak mungkin percaya dengan kata-kata Dion yang menuduhnya sembarangan
" Sayang!" Raihan mendekati Nayra. Tetapi Nayra menjauhkan langkahnya. Membuat Raihan kaget.
" Nayra semua tidak seperti apa yang di katakan Dion. Dion menuduhku dan juga Raihan," ujar Carey mencoba meyakinkan adiknya.
" Kau selalu berpura-pura manis di depan adikmu sendiri. Nayra, jagalah suamimu sebelum wanita ini merajalela," desis Dion.
" Dion cukup!" bentak Raihan.
" Kenapa, kau membelanya, sangat jelas terlihat kalian punya hubungan," sahut Dion dengan sinis.
" Dion keterlaluan ya kamu," ujar Carey mendorong dada Dion. Dia Dia benar-benar tidak tahan dengan kata-kata Dion.
" Hay semuanya," sapa Andini yang tiba-tiba masuk. Andini heran melihat suasana tegang di dalam sana. Para wajah yang penuh amarah dan Nayra menangis.
" Andini antar aku pulang," ujar Nayra tiba-tiba yang langsung menghampiri Andini.
" Ha, kemana?" tanya Andini bingung. Tetapi Nayra langsung menarik tangannya keluar dari ruangan itu.
" Nara!" panggil Raihan. Namun di cegah Raka.
" Biarkan dia sendiri dulu," ujar Raka.
" Ayo pulang! Dion langsung menarik paksa tangan Carey. Walau Carey sudah memberontak.
" Dasar sialan," desis Raihan masih kesal dengan Dion yang membuat onar. Raihan mengacak rambutnya frustasi.
" Bisa-bisanya dia menuduhku. Apa pikirannya sejelek itu," geram Raihan yang benar-benar masalah ini berpengaruh pada rumah tangganya dan istrinya.
" Kak tenang lah, Nayra sudah sama Andini. Dia butuh ketengan, lagi pula ada cctv di ruangan ini. Jadi jika tidak melakukannya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan," ujar Raka.
Raihan langsung melihat ke sudut atas dan memang benar ada cctv. Raihan merasa lega sedikit. Jadi istrinya tidak akan salah paham dengan adanya bukti.
" Kakak tenang saja. Aku akan memeriksa cctv nya," ujar Raka yang langsung mengambil alih.
" Makasih ya Raka," ujar Raihan yang masih steres dengan kejadian hari ini.
__ADS_1
***********
Sementara Carey dan Dion sudah sampai parkiran dan lengan Carey masih saja di cengkram kuat Dion. Dion memang penuh kemarahan dengan apa yang di lihatnya tadi.
" Dion lepas!" berontak Carey yang berhasil melepaskan tangannya dan berhadapan dengan Dion.
" Masuk kamu!" ujar Dion.
" Aku tidak mau," tolak Carey yang benar-benar marah.
" Kau," pekik Dion. " Kau ingin kembali kedalam, masih kurang dengan apa yang kau lakukan tadi hah!" teriak Dion.
" Cukup ya Dion! Aku sedari tadi sabar dengan kelakukan mu. Semua tuduhan mu. Sudah membuat hubungan Nayra dan Raihan berantakan. Itu semua gara-gara kata-kata mu yang tidak masuk akal itu," tegas Carey.
" Tidak masuk akal katamu. Kau pikir aku buta hah!" bentak Dion.
" Memang kau buta. Kau buta sampai tidak bisa melihat mana yang benar dan yang salah. Kau pikir aku dirimu yang sudah menikah dan sesukanya memamerkan kemesraan di depan istrimu. Aku masih menghargaimu sebagai suami. Tidak seperti dirimu yang tidak punya pikiran," teriak Carey.
" Jangan sok pintar dan sok suci di depanku," sahut Dion kesal dengan menekan suaranya.
" Terserah apa katamu. Gunakan otakmu Sebelum melakukan sesuatu," tunjuk Felly pada kepalanya sendiri dengan jati telunjuknya. " . "
Carey pun meninggalkan Dion tetapi tangannya kembali di cegah Dion.
" Mau kemana kau?" tanya Dion menekan suaranya.
" Aku mau pulang, aku tidak mau pulang dengan orang sepertimu," jawab Carey.
" Kau sudah jelas salah, malah menyalahkan orang," sahut Dion. Carey kembali melepas kasar tangan Dion dari lengannya.
" Aku tidak salah, kau yang salah," tegas Carey dengan matanya melotot dan langsung pergi.
" Carey," panggil Dion.
Tetapi Carey tidak meresponnya dan pergi dengan rasa kekecewaan. Karena dengan sikaf Dion yang seperti anak kecil.
" Dia yang salah, malah menyalahkan orang Selalu tidak pernah mau kalah," desis Dion yang masih di penuhi amarah dan pasti amarah timbul. Karena rasa cemburu. Dan cemburu itu buta. Makanya terjadi percekcokan seperti tadi.
***********
__ADS_1
Sony akhirnya untuk pertama kali datang bertamu kerumah Vira. Vira mengajaknya bertemu di rumahnya. Karena sedang menjalankan misinya. Sony mau-mau aja. Karena dia juga sedang melakukan permainan.
Ternyata Sony di ajak kerumah mewah David. Sony sedang berada di ruang tamu sementara Vira diujung sana sedang membuat minuman untuk Sony.
..." Apa rumah sebesarnya dia tinggal sendiri," batin Sony dengan kepalanya berkeliling yang tidak melihat 1 orang pun bahkan pelayan tidak ada....
...Sementara Vira sedang mengaduk orens jus yang di buatnya....
..." Kamu jebak dia. Dia harus menjadi milikmu,"...
..." Maksud mama?" tanya Vira....
..." Tidak ada yang lebih instan. Kamu harus mendapatkannya walau dengan cara kamu menyerahkan tubuhmu kepadanya," ucap Sisil membuat Vira melotot....
...Kaget dengan mamanya. Demi dendam mamanya mengorbankan tubuhnya sebagai bahan....
..." Ma, itu tidak mungkin," sahut Vira yang benar-benar menolak....
..." Jangan membantah, lakukan apa yang di katakan. Kau harus mendapatkannya. Dan hanya dengan cara itu kau bisa memilikinya," tegas sisi yang melihat Vira sangat lama membuat Sony klepek-klepek....
Vira menarik napasnya dalam saat mengingat perintah mamanya yang benar-benar tidak masuk akal.
" Aku tidak mungkin mengorbankan tubuhku," gumamnya mengeluarkan sesuatu dari kantungnya. Ternyata botol kecil.
" Mungkin dengan cara ini. Aku bisa membuatnya tidak lari dari ku dan tanpa harus menjual tubuhku," ujar Vira sambil memasukkan cairan yang di dalam botol itu kedalam minuman untuk Sony.
" Dia tidak akan sadar dan aku bisa membuat skenario tanpa harus melakukan hubungan itu. Aku tidak menyukainya mana mungkin aku melakukan hubungan itu tanpa ada rasa suka," batin Vira yang masih menjaga batasnya untuk dendam mamanya.
Dia tidak mau mengorbankan dirinya untuk hal itu. Karena dia tidak menyukai Sony. Mungkin jika mamanya menyuruhnya melakukan itu untuk Raihan dia pasti mau.
Vira mungkin berpikir jika apa yang di lakukannya. Tidak tertangkap Dion. Dion memang sangat pintar dan bisa melihat jelas dari layar ponselnya jika Vira memasukkan sesuatu kedalam minuman itu.
" Apa lagi yang ingin di lakukannya," batin Dion tersenyum miring.
" Sepertinya wanita ini harus di beri pelajaran. Sudah membuat banyak keonaran sekarang malah mencari bikin ulah. Baiklah kita lihat siapa yang masuk kedalam permainan kau apa aku. Aku tidak tau apa tujuanmu mendekatiku. Tetapi yang jelasnya kau lah yang masuk kedalam perangkap ku," batin Sony dengan seriangi nakal di wajahnya.
Dia memang menyadari. Jika Vira sebenarnya punya maksud tujuan tertentu. Makanya Vira sangat mudah di gapainya. Tetapi karena Sony orangnya tidak mau repot. Jadi Sony tidak peduli dan membiarkan saja. Karena dia juga dengan melakukan misi dengan Vira.
Bersambung.....
__ADS_1