Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 63


__ADS_3

" Ini Pak laporannya," ujar Jesika memberikan map berwarna merah pada Raihan yang sibuk dengan laptopnya.


" Letakkan!" ujar Raihan.


Jesika pun meletakkannya, dia kesal dengan Raihan yang begitu cuek kepadanya. Padahal dia sengaja berpenampilan cantik dan seksi hari ini. Agar bisa menggoda Raihan. Tetapi sepertinya usahanya sia-sia. Raihan bahkan tidak meliriknya sama sekali.


" Kapan mereka tiba?" tanya Raihan tanpa melihat ke arah Jesika.


" Maksud bapak siapa?" tanya Jesika yang tiba-tiba bingung. Raihan menghentikan ketikannya dan langsung melihat Jesika menaikkan alisnya menatap tajam Jesika.


" Kamu bisa bekerja atau tidak?" tanya Raihan dengan dingin.


" Ma_ maaf Pak, saya lupa. Pak David_ Pak David yang bapak akan sampai di Indonesia Minggu depan," jawab Jesika dengan gugup.


Raihan langsung menutup laptopnya, lalu dia berdiri merapikan jasnya dan melangkah pergi.


" Ikut saya!" ujar Raihan.


Jesika yang masih gugup, menghela napasnya langsung buru-buru berjalan mengikuti langkah Raihan yang sangat cepat.


" Saya tidak suka melihat pekerjaan yang lambat, jangan kamu anggap saya akan memberi kamu kesempatan. Jika kamu membuat kesalahan lagi," ujar Raihan dengan sinis berjalan di samping Jesika.


" Maaf Pak, saya janji tidak akan mengulanginya lagi," jawab Jesika dengan bibirnya yang bergetar.


Dia memang sangat takut jika Raihan marah. Tidak akan ada kata ampun. Raihan pasti akan langsung menendangnya. Wajah tampan itu benar- benar berubah menjadi Monster.


**********


Nayra kembali ke kantor setelah tidak mendapatkan hasil dari papanya. Dia harus bekerja dulu dan memikirkan kembali cara mendapatkan uang untuk pembebasan mamanya


" Ini Pak," Nayra memberikan ongkos Taxinya.


" Makasih neng," jawab ramah sang supir Taxi. Nayra tersenyum lalu membuka pintu Taxi dan keluar.


Nayra berjalan memasuki perusahaan, namun langkahnya terhenti ketika berpapasan dengan Kayla.


Sementara Raihan dan Jesika ingin memasuki mobil. Raihan tidak jadi membuka pintu mobil saat melihat Nayra dan Kayla berhadapan.


" Ngapain Tante Kayla kemari?"batin Raihan yang penasaran.


Jesika melihat Raihan yang bengong dan mengikuti arah pandang Raihan yang ternyata fokus dengan wanita yang tidak pernah di lihatnya.


" Tante Kayla, Tante kok tumben kemari, ada apa?" tanya Nayra dengan tersenyum.

__ADS_1


Namun wajah Kayla seperti bukan biasanya. Bahkan Kayla tidak tersenyum kepadanya. Tatapan Kayla pada Nayra juga sangat aneh. Mata yang melotot yang seperti ingin menerkam Nayra.


Plakkk


Kayla menampar wajah Nayra dengan keras. sampai wajah Nayra miring kesamping, tangannya menutup pipinya yang juga tertutup rambutnya. Dia shock menerima tamparan itu.


Bukan hanya Nayra. Raihan yang tidak jadi masuk kedalam mobilnya kaget dengan apa yang dilakukan mamanya Angga kepada Nayra. Sementara Jesika juga kaget dan menutup mulutnya.


" Tante ada apa ini?" tanya Nayra yang masih schok. Dia tidak tau apa kesalahannya, sampai dia di tampar.


" Perempuan murahan," desis Kayla dengan 2 kata yang menyakitkan itu.


Nayra bingung semakin tidak mengerti kenapa sekarang Kayla. Malah memanggilnya dengan sebutan itu. Padahal beberapa hari yang lalu Kayla sangat baik kepadanya.


Di sisi lain Raihan yang masih memegang pintu mobilnya. Menutupnya kembali dan menghampiri Nayra.


" Pak Raihan," panggil Jesika.


" Kenapa Tante bicara seperti itu, apa maksudnya?" tanya Nayra yang semakin tidak mengerti.


" Jangan sok polos. Berani sekali kamu, mempermainkan keluarga kami. Setelah kamu tidak mendapatkan Raihan. Kamu mengelabui anak saya. Kamu memanfaatkan dia, karena dia menyukaimu," ujar Kayla dengan nada sedikit berteriak.


" Tante, tolong tenang dulu, Nayra tidak mengerti maksud Tante," ujar Nayra mencoba menenangkan memegang tangan Kayla.


" Jangan menyentuh saya, tangan kamu sangat kotor," Kayla menepis tangan Nayra dengan kasar.


Kayla dengan kemarahannya membuka tasnya. Seperti mengambil sesuatu. Kayla yang mendapatkannya melempar lembaran foto kewajah Nayra.


Nayra kembali terkejut dengan lembaran yang menutup wajahnya dan sekarang berserakan di tanah.


" Ternyata wajah polos kamu hanya sebuah topeng," desis Kayla dengan sinis.


Kepala Nayra perlahan menunduk dan melihat foto yang barusan saja di lemparkan ke wajahnya.


Nayra melebarkan matanya saat melihat foto yang terpampang nyata. Foto dia dan Raihan sewaktu di gubuk saat mereka tidak bisa pulang.


Dalam foto itu, terlihat Nayra yang memakai kemeja putih hanya sampai pahanya. Sementara Raihan berada dia atasnya yang dengan telanjang dada.


Mereka berciuman dengan panas di dalam foto itu. Pasangan itu seperti melakukan hubungan terlarang.


" Kenapa foto-foto itu bisa ada, siapa yang mengambilnya?" batin Nayra yang sudah meneteskan air mata.


" Apa yang kamu lakukan Nayra. Kamu melakukan itu dengan Raihan, yang kamu tau Raihan sepupu Angga. Dan dengan seenaknya kamu menerima pinangan anak saya. Tanpa kamu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya," ujar Kayla yang sangat kecewa.

__ADS_1


" Tapi semua tidak seperti yang Tante pikir," sahut Nayra mencoba membela diri.


" Cihhhh, kamu masih mengelak, apa ada yang lebih parah, Dasar...," Kayla yang tidak bisa mengontrol dirinya mendorong dada Nayra. Nayra yang tidak siap menerimanya.


Belum lagi tubuhnya yang sangat lemah, hampir jatuh kebelakang. Tetapi untung saja Raihan datang tepat waktu dan langsung menahan punggung Nayra dengan tubuh kekarnya.


Raihan Berdiri di belakang Nayra dan memegang bahu Nayra dari belakang agar tidak jatuh.


Nayra melihat tangan yang berada di bahunya dan melihat ke arah pemiliknya. Nayra sempat kaget melihat keberadaan Raihan


Raihan dan Nayra saling memandang. Raihan melihat 2 bola mata indah itu sudah mengeluarkan air mata.


Kembali lagi perasaannya akan di acak-acak, ada rasa iba. Ingin bertanya ada apa? dan memeluk wanita itu.


Ujung bibir Nayra juga berdarah. Tubuh mantan kekasihnya itu bergetar hebat. Nayra dengan lemas melepas tangan Raihan dari pundaknya.


" Ada apa ini?" tanya Raihan melihat ke arah Kayla yang masih terbawa emosi.


" Lihat perbuatan kalian," sahut Kayla menunjuk ke bawah.


Raihan pun melihat kearah bawah, Raihan berjongkok. Raihan terkejut melihat fotonya dengan Nayra. Foto yang jauh lebih Farah dari apa yang sebelumnya di tunjukkan mamanya.


" Lihatlah kelakuan kalian berdua. Kalian bahkan melakukannya terang-terangan, bagaimana jika media melihat semua ini. Apa kamu ingin menghancurkan Adverb," jelas Kayla terus marah-marah.


" Apa ini pantas Raihan?" teriak Kayla.


" Sial," desis Raihan meremas foto tersebut. Raihan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Nayra yang sekarang masih menangis Sengugukan.


Raihan pun mengutipi foto-foto itu lalu berdiri. Raihan meraih tangan Nayra dan membawanya pergi. Nayra yang benar-benar sangat capek hanya mengikut saja.


" Raihan," teriak Kayla.


Raihan sama sekali tidak menoleh dia tetap membawa Nayra pergi dengan langkah yang cepat. Nayra pun harus bisa mengimbangi langkah Raihan.


" Anak itu benar-benar," ujar Kayla kesal.


" Hhhhhh untung saja aku tidak jadi menikahkan Angga dengan Nayra. Bisa berantakan semuanya. Aku harus membicarakan semua ini sama Zira. Raihan tidak bisa di biarkan seperti itu. Dia harus menyelesaikan masalah ini dengan Nayra. Dia harus bertanggung jawab dengan apa yang di lakukannya," ujar Kayla yang mulai khawatir.


" Ahhhhh, aku tadi malah menamparnya lagi, bagaimana jika Zira tau aku menampar wanita kesayangannya, dia akan mengomeliku. Tapi apapun itu aku harus, memberitahu Zira. Kasian juga sih, Nayra termakan dengan Raihan si brandal itu," gerutu Kayla yang menyesal dengan apa yang di lakukannya barusan.


Karena terbawa emosi. Dia memang tidak bisa menjaga tangannya untuk tidak menampar Nayra. Padahal dia juga berharap Nayra sebagai menantunya. Tetapi dia sangat kecewa dengan Nayra.


Tetapi siapa yang tidak menyayangkan hal itu. Kayla sebenarnya juga mengetahui hubungan awal Nayra dengan Raihan. Dia juga beberapa kali memberi masukan pada Angga agar tidak masuk kedalam hubungan Raihan dan Nayra.

__ADS_1


Tetapi Angga tetap menyakinkan dirinya dan berusaha semampunya. Dan hari ini pasti putranya kembali kecewa dengan apa terjadi.


Bersambung.......


__ADS_2