Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 201.


__ADS_3

Tangan Raka yang luka parah sementara hanya di balut kain untuk menahan darahnya. Sementara Amira sedang di gendong Raihan.


" Kita cari rumah sakit terdekat dulu," ujar Sony memberi saran.


" Tidak usah, kita pulang saja, kasihan Amira, dia pasti ingin langsung menemui Raina," sahut Raka yang lebih peduli pada Amira. Di bandingkan lukanya.


" Kamu yakin?" tanya Raihan ragu. Raka mengangguk.


Polisi juga sudah memasukkan Saras dan orang-orang yang terlibat ke dalam mobil tahanan. Saras yang sudah di borgol terus melihat ke arah Raka dan menatap sinis.


" Tante jahat itu mau di mana kemana?" tanya Amira bingung.


" Dia akan di hukum, sesuai dengan perbuatannya," jawab Raihan uang masih menggendong Amira.


" Ya sudah ayo kita kembali," ajak Alex. Mereka menganggu dan memasuki mobil Alex. Sementara mobil Raka akan di jemput supir nanti.


Alex menyetir dan Sony di sampingnya. Raka, Raina dan Amira duduk dibelakang, Amira terus melihat luka Raka.


" Tangan Om sakit?" tanya Amira.


" Tidak sayang," jawab Raka bohong. Mana mungkin tidak sakit sangat sakit dan perih.


***********


Di ruang tamu, Addrian, Zira, Nayra, Raina dan Andini terus panik. Bahkan sudah sangat larut tetapi mereka belum mendapat kabar. Yang adanya mereka semakin khawatir.


" Kenapa Raihan belum pulang, apa yang terjadi apa dia baik-baik saja," batin Nayra sedari tadi menggigit ujung jarinya, rasa khawatir pada suaminya semakin besar.


" Apa tidak sebaiknya kita susul saja mereka," sahut Raina yang tidak bisa tinggal diam.


" Jangan gegabah Raina, kita tunggu di sini saja," sahut Addrian.


" Tapi Pah, ini sudah sangat lama," sahut Raina yang tidak sabaran.


" Sabarlah Raina, bukan cuma kamu yang cemas, semua orang juga," sahut Zira, melihat Raina panik yang ada dirinya akan semakin panik.


" Semoga semuanya pulang dalam ke adaan baik-baik saja," batin Andini penuh harapan.


" Benar kak, aku yakin Raihan dan yang lainnya akan membawa Amira pulang dengan selamat," ujar Nayra yang sedari tadi berusaha tenang. Padahal dia jauh lebih khawatir.


Tiba-tiba suara mesin mobil terdengar, semuanya serentak berdiri. Raina langsung berlari keluar rumah.

__ADS_1


" Raina panggil," Zira. Nayra juga ikut berlari ke luar. Saat membuka pintu. Raina melihat Amira turun dari mobil.


" Amira," teriak Raina.


" Mama," teriak Amira yang berlari, Raina berlutut dan memeluk anaknya dengan erat. Pasti dengan air matanya yang menetes.


Yang lainnya ke luar dari rumah dan melihat Amira. Semua merasa lega. Dan melihat para lelaki itu juga kembali tanpa ada yang kurang. Nayra pun langsung menghampiri suaminya yang baru turun dari mobil dan langsung memeluk.


Raihan tersenyum dan memeluk Nayra erat, sambil mengusap-usap bahu Nayra. Dia juga tau istrinya sangat mencemaskannya.


" Aku tidak apa-apa," ujar Raihan sebelum di tanya. Raihan melepas pelukan itu. Melihat air mata Nayra, Raihan langsung mengusap air mata tersebut. Nayra memegang pipi Raihan yang terluka.


" Tidak apa-apa bagaimana?" tanya Nayra yang melihat luka di wajah suaminya.


" Nara, aku baik-baik saja, ini tidak sakit, jangan Khawatir," jawab Raihan mencium kening Nayra, menenagkan Nayra agar tidak terlalu mengkhawatirkannya.


Sementara Raina masih memeluk Amira.


" Maafin mama Amira, maaf sayang, maaf," ujar Raina merasa bersalah.


" Amira tidak apa-apa ma," jawab Amira. Raina melepas pelukannya. Memegang ke dia bahu Amira.


" Tidak mah, tidak ada Amira baik-baik saja, perut Amira juga sudah tidak sakit," jawab Amira. Raina kembali memeluk erat.


" Maaf sayang, maafin mama, seharusnya mama tidak teledor menjaga kamu, maaf sayang," ujar Raina terus menerus minta maaf.


Addrian dan Zira menghampiri, berdiri di belakang Raina, tangan Addrian mengusap pucuk kepala Amira, dia merasa lega bisa melihat cucunya pulang dengan selamat.


" Mama jangan cemas dengan Amira, Tante jahat itu sudah di tangkap polisi jadi semuanya sudah beres," ujar Amira menjelaskan. Raina melepas pelukannya. Tersenyum memegang pipi Amira.


" Iya sayang," ucap Raina. Amira menghapus air mata mamanya.


" Mama jangan nangis, Amira tidak luka. Tetapi. Om Raka terluka," ucap Amira. Raina melihat Raka yang berdiri di belakang Amira. Bukan hanya tangan wajah Raka yang luka.


Tetapi tangannya yang di balut dengan kain asal-asalan bahkan masih berdarah. Membuat Raina khawatir. Raina berdiri dan terus melihat Raka dengan simpatik.


" Om Raka yang nolongin Amira ma," ucap Amira lagi.


" Makasih ya Raka," ucap Raina. Raka mengangguk.


" Ya sudah ayo kita masuk kedalam, jangan hanya di luar terus, kalian juga terluka, jadi harus di obati," ajak Zira. Semua mengangguk dan masuk.

__ADS_1


Mereka sudah 1 jam berada di rumah Addrian dan Zira. Karena larut malam dan masih dalam keadaan luka.


Zira melarang siapapun untuk pulang. Jadi Alex, Raka, dan Sony, masih berada di rumah itu. Bahkan Zira menyiapkan kamar agar bisa beristirahat dengan dengan tenang.


Di dalam kamar Nayra mengobati luka di wajah Raihan, dia atas sofa yang berada di dekat tempat tidur.


" Jadi Saras itu simpanan ALM suaminya kak Raina," sahut Nayra shock sambil mengobati luka Raihan. Mendengar cerita suaminya.


Sebelumnya di kantor Polisi. Saras mengakui semuanya dan polisis menyampaikan semua pada Raihan. Selain motif asmara cinta segitiga. Saras juga punya dendam pribadi pada Raina sebelumnya.


" Iya, aku juga tidak percaya, jika selama ini, Zetty menyembunyikan masalah rumah tangganya," jawab Raihan, yang benar-benar masih tidak menyangka. Dia mengira rumah tangga adiknya, baik-baik saja. Ternyata tidak, adiknya malah di khianati.


" Apa kak Raina tau, jika Saras itu," sahut Nayra.


" Dia tidak tau, tetapi dia tau jika suaminya selingkuh dan Saras mengatakan Raina memergoki sendiri perselingkuhan itu," jelas Raihan.


" Kasian kak Raina, dia selama ini dia tidak tau jika ALM suaminya juga bermain api di belakangnya," sahut Nayra yang tidak tega.


" Kamu benar, aku tidak tau penderitaan itu di alaminya dan bodohnya dia bertahan," sahut Raihan.


" Dia melakukan itu pasti demi Amira," tebak Nayra.


" Kamu benar, Saras juga sakit hati kepadanya, karena Dalu suami Zetty tidak menceraikan Zetty dan bahkan Saras juga di selingkuhi dan sekarang setelah semuanya berlalu. Saras kembali menyerang Raina karena kedekatannya dengan Raka," jelas Raihan lagi.


" Aneh, padahal dia Raka sepupu. Tapi ya namanya juga sudah cinta, mau gimana lagi," ujar Nayra. Raihan meraih Nayra ke dalam pelukannya.


" Maafkan aku," ujar Raihan, Nayra bingung dengan perminta maafan suaminya.


" Kenapa?" tanya Nayra.


" Masalah yang terjadi pada Amira, pasti mengingatkanmu," sahut Raihan. Nayra tersenyum melihat ke arah suaminya dan geleng-geleng.


" Tidak Raihan, tidak hubungannya dengan mu, lagi pula aku tidak memikirkan hal itu. Yang penting Amira sudah selamat, dan semuanya sudah kembali, wanita yang bernama Saras itu sudah berada di penjara menerima hukumannya dan itu sudah jelas," ujar Nayra.


" Iya kamu benar," jawab Raihan memeluk erat istrinya.


" Semoga tidak ada masalah lagi, aku berharap semuanya semakin membaik, kak Raina dan Raka bisa bahagia," ujar Nayra dengan harapannya yang tinggi.


" Amin," jawab Raihan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2