Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 213


__ADS_3

Nayra dan Raihan sudah memasuki beberapa Mall terbesar di Paris. Tangan mereka sudah di penuhi tas-tas belanjaan yang pasti barang-barang bermerek. Maklumlah mereka akan membeli banyak hadiah untuk orang-orang di Indonesia.


Bagaimana Nayra dan Raihan tidak semakin kaya. Karena mereka memang sangat ringan tangan terhadap orang lain. Dan tidak pelit sama sekali.


Setelah berbelanja seharian. Semua barang-barang mereka sudah di masukkan kedalam Mall. Karena sudah malam hari pasangan pasutri itu menikmati makan malam di Restauran mewah yang bernuansa romantis.


Dengan makanan favorite mereka yang sudah di hidangkan di atas meja dan sedari tadi ke-2 saling menyuapi.


" Siapa?" tanya Raihan ketika ponsel istrinya mendapat pesan.


" Biasalah Andini, lagi curhat," jawab Nayra yang hanya membaca panjang tulisan Andini tanpa membalasnya.


" Dia berantam lagi," tebak Raihan yang memang terbiasa dengan permasalahan sahabatnya dan adik sepupunya.


" Iya apalagi jika bukan Alex yang terus membuat Andini kesal," jawab Nayra.


" Alex sih, kelewatan banget sibuknya," sahut Raihan yang menyalahkan Alex.


" Kamu juga dulu gitu," sahut Nayra mengingatkan.


" Tapi kamu tidak pernah mengeluh," sahut Raihan dengan tersenyum lebar.


" Siapa bilang," sahut Nayra, " aku hanya malas protes," sahut Nayra. Raihan tersenyum dan memegang pipi Nayra mengusapnya lembut.


" Itulah kenapa aku mencintaimu," ujar Raihan dengan manis. Membuat Nayra tersenyum lebar.


" Dan aku memilih menjadi sekretarismu, supaya selalu bersamamu," sahut Nayra.


" Aku tau, kamu memang tidak bisa lepas dari ku," sahut Raihan percaya diri.


" Siapa bilang," ujarnya kesal.


*************


Pesawat Nayra dan Raihan. Sampai di Indonesia sore hari. Nayra dan Raihan langsung pulang ke rumah mereka. Istana mewah mereka yang hanya di tinggalin beberapa orang.


Nayra dan Raihan memang tinggal di rumah sendiri dan tidak di Apertemen lagi. Nayra tinggal bersama 2 aisisten rumah tangga.


Setelah mobil mereka berhenti. Supir langsung membukakan pintu mobil dan mempersilahkan nyonya dan tuannya. Ke-2 asisten rumah tangga langsung menghampiri Nayra dan Raihan.


" Kalian masukin koper-kopernya!" ujar Raihan.


" Baik Pak," sahut Bi Inah.


" Ayo sayang! ajak Raihan. Nayra mengangguk dan langsung dan langsung menggandeng suaminya.


Setelah di dalam kamar. Nayra membantu Raihan melepas jaketnya.


" Kita jadi ketempat mama?" tanya Nayra. Raihan melihat sudah jam 5 sore.


" Besok ajalah, aku capek banget, memang kamu nggak capek," ujar Raihan yang sudah menghadap istrinya.


" Capek sih," jawab Nayra yang memang merasa lelah.

__ADS_1


" Ya sudah kita istirahat aja dulu. Besok pagi baru kita tempat mama Jihan, mama Zira, papa David, papa Arya, Eyang dan tempat Amira," jelas Raihan yang sudah mengatur jadwal.


Begitulah punya keluarga besar. Jadi harus di kunjungi untuk memberi oleh-oleh yang mereka memang akan menagihnya. Nayra hanya mengangguk saja.


*******


Mentari pagi kembali tiba seperti biasa Nayra akan menyiapkan suaminya sarapan. Meski Nayra memiliki asisten rumah tangga. Tetapi Nayra tidak pernah absen untuk menyiapkan sarapan kepada suaminya.


" Pagi sayang," sapa Raihan yang masih memakai pakaian tidurnya menghampiri Nayra.


" Pagi," jawab Nayra. Raihan mencium lembut pipi istrinya.


" Ayo sarapan," ajak Nayra. Raihan mengangguk dan langsung duduk. Hari ini Raihan memang tidak bekerja. Karena mereka akan berkunjung ketempat berbagai saudara-saudara yang sudah menunggu mereka. Raihan mulai memakan nasi goreng buatan istrinya.


" Amira sudah tau kalau kita pulang?" tanya Raihan sambil mengunyah makanannya.


" Sudah, tadi dia menelpon, malahan tidak sabaran pengen ketemu. Kak Raina sampai ngomel-ngomel pengen. Karena Amira yang mau kemari," jawab Nayra.


" Amira belakangan ini memang suka bawel, tingkahnya makin lama makin aneh," sahut Raihan.


" Hmmm, begitulah, oh iya sayang, nanti aku mau ketemu kak Della. Dia mau sharing gitu tentang persiapan pernikahannya, kamu temani aku ya," ujar Nayra mengingat Della.


" Oke. Dengar-dengar pernikahannya di undur lagi bukan depan," ujar Raihan. Nayra mengangguk.


" Iya, maklumlah calon suaminya tidak tetap pendirian. Keluarga calon suaminya selalu ada aja halangan untuk datang ke Indonesia," sahut Nayra.


" Hmmmm, semoga, saja kali ini tidak akan di undur lagi, karena kasihan, jika di undur terus," ujar Raihan penuh harapan.


" Benar banget," sahut Nayra setuju.


*************


" Makasih Pak," ujar Della yang langsung berlari memasuki Restaurant. kepala Della berkeliling mencari orang yang menemuinya.


Della membuang napasnya perlahan kedepan. Saat melihat orang yang di temuinya. Duduk dengan wajah penuh kekesalan. Della kembali membuang napasnya perlahan dan menghampiri orang tersebut.


" Maaf aku terlambat," ujar Della gugup saat berada di samping pria yang berwajah sangar itu.


Dengan geram Pria itu merapikan jasnya, dan berdiri. Pria itu langsung mencengkram kuat pergelangan tangan Della. Sehingga Della kesakitan.


" Kau pikir kau siapa, bisa datang selama ini, waktuku habis hanya untuk menunggumu," ujar Pria itu dengan menekan suaranya berbicara di depan wajah Della. Della hanya memejamkan matanya menahan sakit.


" Maaf Ramah. Tadi mobil ku mogok, aku juga kemari menaiki Taxi," lirih Della yang kesakitan dengan cengkraman tangan ramah.


" Maaf katamu, kau pikir aku peduli," desis Ramah.


" Ramah lepas sakit," keluh Della. Ramah pun akhirnya melepas kasar tangan Della.


" Wajahmu penuh kebohongan," kecam ramah. Meski bicara pelan-pelan. Tetapi orang-orang di sekitar Restauran bisa melihat Della dan Ramah yang sedang bertengkar.


" Ayo," ajak Ramah dengan menarik kasar tangan Della, sampai Della merasa terseret. Della dan ramah pun menjadi pusat perhatian.


Ramah terus menyeret Della sampai mendekati mobil ramah yang terparkir. Ramah membuka pintu mobil dan menghempas tubuh Della kedalam mobil.

__ADS_1


Brukk. Suara tutupan pintu mobil terdengar sangat kuat. Pertanda ramah memang sangat marah dengan Della yang terlambat datang. Ramah menyusul memasuki mobil.


Ketika sudah berada di kursi pengemudi. Ramah menarik rambut belakang Della. Sehingga Della mendongak keatas.


" Ampun Ramah sakit," keluh Della menahan tangan Ramah.


" Kau sangat menyebalkan, kau harus tau, waktu ku sangat berharga. Tetapi kau malah membuang-buangnya," desis Ramah terus menarik rambut Della tanpa ampun.


" Aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku sudah berusaha tidak terlambat, maaf Ramah," ujar Della yang sudah meneteskan air mata memohon pada Ramah.


Karena Della sudah menangis Ramah melepas jambakan nya dengan kasar sampai kening Della kejedot bagian depan mobil.


" Auhhhhh," lirih Della memegang keningnya yang sudah memar.


" Itu akibat dari perbuatanmu," desis Ramah langsung menarik gas mobilnya dan melaju kencang.


Della hanya pasrah dan mencoba merapikan rambutnya akibat Ramah tunangannya yang memang sangat tempramental.


Mereka berpacaran baru 6 bulan dan memutuskan untuk menikah. Tetapi Ramah sangat sibuk dan beberapa kali harus mengundur pernikahan.


Ramah sangat benci wanita yang teledor, telat, dan banyak tingkah. Ramah selalu bermain kekerasan fisik pada Della.


Bahkan sering melakukan itu didepan umum, membentak dan tidak segan-segan melakukan hal seperti tadi. Tidak tau kenapa Della bertahan dengan kelakuan Ramah. Mungkin Della terlalu mencintai.


Tidak berapa lama mobil yang melaju kencang itu. Berhenti di depan sebuah Perusahaan Wedding Organizer. Della dan Ramah memang berjanji untuk mendatangi Perusahan itu. Untuk membicarakan konsep pernikahan mereka.


" Turun!" perintah Ramah yang masih kesal.


" Kamu tidak ikut?" tanya Della dengan hati-hati sambil membuka seat beltnya.


" Kau sudah membuang waktuku, jadi kau saja yang mengurusnya. Aku harus kembali kekantor. Pekerjaanku masih banyak. Salah sendiri kenapa datang terlambat," jawab Ramah dengan sinis.


" Baiklah, aku akan mengurusnya, sekali lagi aku minta maaf, jika pekerjaanmu sudah selesai datanglah," sahut Della dengan lembut.


" Hmmm," Ramah hanya menjawab dengan deheman.


" Ya sudah aku pergi dulu!" ujar Della pamit.


" Ingat aku tidak suka. Jika tidak sesuai dengan kemauanku, harus perfect," ujar Ramah menegaskan. Della hanya mengangguk dan langsung membuka pintu mobil.


Setelah ke luar dari mobil Ramah. Mobil itu langsung melaju kencang. Della menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu memasuki Perusahaan Wedding organizer tersebut.


Della langsung menemui salah satu karyawan yang membawanya menemui sang Pimpinan. Wanita yang bersama Della mengetuk pintu Ruangan.


" Masuk!" perintah dari dalam.


Wanita itu membuka pintu dan mempersilahkan Della Masuk. Terlihat seorang Pria yang menunduk yang membolak-balikan berkas.


" Pak klien kita sudah datang," ujar wanita tersebut. Sang pimpinan menegakkan kepalanya dan melihat kliennya. Della sangat kaget melihat orang yang di temuinya.


" Angga! lirih Della.


" Della," lirih Angga yang tidak percaya kliennya adalah Della yang sudah 1 tahun lebih tidak di temuinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2