Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 310


__ADS_3

" Raihan itu tidak mungkin. Luci dan Celine sedang menjemputnya. Della baru saja memberi kabar dan menyuruh untuk di jemput," sahut Aca lagi yang menegaskan.


" Memang kapan Della mengabari?" tanya Raihan.


" Barusan tadi. Sebelum Tante dan om berangkat kemari," sahut Aca.


" Apa mungkin kak Della memang sudah pulang sayang," ujar Nayra berpikir positif. Raihan tidak bisa berpendapat apa-apa.


Karena memang Alex sudah kembali dari New Zeland kemarin. Jika Della pulang memang tidak ada yang aneh.


" Ehhmmm," sahut Dara berdehem, " Tante maaf ya. Dara harus pergi. Dara sampai lupa. Kalau Putri sedang menunggu," ujar Dara yang berdiri. Dia masih mengingat janjinya pada Putri.


" Iya, kamu hati-hati ya," ujar Nayra Dara mengangguk dan langsung pergi. Dia masih ingin mendengar banyak cerita. Tetapi karena janji dia harus pergi.


" Kenapa Della lumpuh dan tidak memberitahu kita mas," ujar Aca yang menangis di pelukan Tomy.


" Aku juga tidak tau kenapa anak itu bisa mengambil keputusan seperti itu. Pantas saja dia pergi tanpa menunjukkan wajahnya. Rupanya dia menyembunyikan masalah sebesar ini," sahut Tomy.


" Ramah benar-benar psikopat. Bisa-bisanya dia melakukan itu pada Della. Di mana hati nuraninya," ucap Ilham.


" Apa lagi jika bukan wanita itu yang menyuruhnya. Dia memang tidak akan pernah berubah. Sudah di penjara masih saja seperti itu," sahut Kayla dengan geram.


" Ya Allah apa lagi yang akan terjadi. Kenapa semuanya menjadi seperti ini. Kenapa Sisil harus kembali dan malah membuat anak-anak kami yang menanggung semuanya," batin Zira semakin panik.


Ting.


Tiba-tiba ponsel Zira hidup dan langsung menerima pesan wa dari no yang tidak di kenal. Zira langsung membukanya dan wajahnya paniknya berubah kaget.


Dengan matanya yang melotot. 1 tangannya menutup mulutnya yang menganga. Dengan tubuhnya yang benar-benar bergetar hebat.


" Kenapa ma?" tanya Raihan melihat exsperesi mamanya yang tampak schok.


" Ada apa dengan mama," batin Nayra yang melihat mama mertuanya itu sangat khawatir.


Zira langsung memberikan ponselnya pada Raihan dengan tangan bergetar. Raihan langsung melihat layar ponsel. Nayra juga merapatkan kepalanya melihat hal itu.


Nayra dan Raihan tidak kalah kagetnya. Saat melihat di layar ponsel itu. Sony, Putri, Luci, dan Celine yang tertidur di lantai dengan darah yang mengelilingi mereka.


...Semua akan menjadi impas jika keturunan kalian pergi ke neraka lebih cepat. Penderitaan kalian akan kalian terima. Tulis pesan itu....

__ADS_1


" Ada apa Raihan?" tanya Dion. Raihan langsung memberikan ponsel itu pada Dion.


Carey pun ikut melihatnya dan pasti eksperesi terkejut yang mereka perlihatkan. Ponsel Zira pun di gilir dan mereka melihat apa yang membuat orang-orang sebelumnya terkejut. Wajah mereka lebih terkejut lagi saat melihatnya. Apa lagi Aca. 2 anaknya berada di sana.


" Aca, Luci," lirihnya dengan bibirnya yang bergetar.


" Sayang, putri berarti," sahut Nayra yang tiba-tiba teringat sesuatu.


" Dara," ucap Raihan yang langsung tau apa isi pikiran istrinya. Tanpa berpikir lama Raihan langsung berdiri dan langsung lari.


" Raihan tunggu," teriak Dion yang langsung menyusul Raihan.


" Hati-hati Dion," teriak Carey yang malah Khawatir.


Raihan dan Dion langsung berlari ke luar rumah dan sudah tidak melihat ada Dara lagi.


" Ayo cepat kita kejar dia," ucap Dion. Raihan mengangguk.


Dengan cepat mereka langsung memasuki mobil dan mengejar Dara. Sebelum Dara masuk kedalam jebakan yang di buat oleh Sisil. Dion yang menyetir sementara Raihan sudah berada di sampingnya dengan terus menelpon Dara. Temannya itu.


*********


" Anak bodoh bisa-bisanya dia terjebak dengan wanita itu," oceh Saski yang langsung mengatai Sony sangat bodoh yang dekat dengan Vira dan terjebak. Saski tidak tau saja. Jika anaknya lah yang menjebak Vira.


" Sudahlah Saski kamu tenang dulu. Jangan hanya menyalahkan Sony saja," sahut Tomy.


" Bagaimana aku bisa tenang. Kamu tau sendiri bagaimana Sisil. Dia adalah manusia yang tidak memiliki hati dan Sony sedang ada di tangannya. Dia akan melakukan apapun demi membuat kita semua sensara," sahut Saski dengan marah-marah.


Saski malah ribut dengan suaminya. Sementara Aca terus menangis yang di tenangkan oleh suaminya dan juga Kayla.


" Ada apa ini. Kenapa perasaanku malah semakin tidak enak. Dan Raihan kenapa lama sekali kembalinya," batin Nayra terus mengusap perutnya. Dia benar-benar takut suaminya kenapa-napa. Karena masalah ini.


" Nayra kamu tenang ya Raihan, Dion dan Dara akan segera sampai," ujar Carey mengusap bahu adiknya. Dia tau adiknya sangat mencemaskan suaminya. Nayra hanya menganggu dan terus berdoa di dalam hatinya.


" Bisa-bisanya Sisil membalskan sakit hatinya. Kepada anak-anak kami," batin Addrian tidak menyangka jika adik tirinya itu berbuat sejauh itu.


" Aku sudah menebak jika dia memang tidak akan pernah berubah. Memang anak itu. Dia tidak jera-jera di dalam hidupnya," batin Kayla mulai mencemaskan situasi yang ada.


Tidak berapa lama akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang. Raihan dan Dion kembali.

__ADS_1


Mereka berdiri dengan serentak ketika melihat Dion dan Raihan berhasil membawa Dara dan ada juga Alex di sana. Nayra langsung menghampiri suaminya dengan cepat dia sangat khawatir pada suaminya itu.


" Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Nayra yang cemas. Raihan menggeleng dan memeluk istrinya. Mengusap-usap pundak istrinya.


" Aku tidak apa-apa sayang," ujar Raihan.


Yang lainnya pun langsung menghampiri Raihan dan yang lainnya. Dara langsung memeluk Carey. Wajah Dara sangat pucat.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Carey. Dara mengeleng.


" Di mana kalian bertemu Dara?" tanya Addrian.


" Alex yang menemukannya. Dara hampir di bawa beberapa orang. Kita juga tidak tau siapa mereka. Yang pasti itu berhubungan dengan wanita yang bernama Sisil yang menyekap. Sony, Luci, Celine dan Andini," jelas Raihan.


" Lalu kemana orang-orang itu?" tanya Ilham.


" Mereka berhasil kabur. Makanya kami tidak sempat mendapat informasi apa-apa," sahut Dion.


" Tapi masih untung. Dara selamat," sahut Kayla.


" Aku juga tidak tau. Jika ternyata yang mengirim pesan itu adalah orang lain bukan Andini," sahut Dara masih dengan bibir bergetar.


" Hal itu juga di lakukannya pada Luci dan Celine. Dia mengatakan dia sebagai Della. Yang ternyata bukan Della dan sengaja menjebak Luci dan Celine," sahut Aca yang semakin panik.


" Dia benar-benar sangat licik," sahut Saski geram dengan Sisil.


" Alex apa benar yang di katakan Raihan. Jika Della sedang lumpuh?" tanya Aca yang masih tidak percaya dan ingin 1 harapan. Jika itu salah.


" Benar Tante. Aku sendiri yang mengecek. Jika dia ada di sana bersama Angga," sahut Alex membenarkan apa yang sudah di jelaskan temannya sebelumnya.


" Astaga. Kenapa semua ini bisa terjadi. Kenapa harus seperti ini. Kenapa Sisil begitu kejam. Kenapa dia bisa melakukan semua itu. Kenapa harus anak-anak kita yang menjadi korban," sahut Aca kembali menangis. Zira mendekatinya dan memeluknya untuk menenangkannya.


" Dia menyuruh anaknya untuk mengecoh keluarga kita. Mencoba menghancurkan keluarga kita. Vira yang berusaha merusak keluarga Nayra dan Raihan dan Ramah merusak mental Della. Dan Bahkan Carey bersama suaminya juga mendapatkan masalah yang sengaja di sebabkan Sisil," sahut Kayla tidak percaya. Jika hal itu akan pernah terjadi.


" Wanita itu benar-benar berhati iblis yang sudah merusak semuanya. Hatinya sangat sudah tertutup. Dendamnya pada kita harus membuat anak-anak kita yang menjadi korban," sahut Saski.


" Dendam. Jadi Vira di jadikan alat oleh Tante Sisil untuk membalaskan dendam. Kenapa Vira bisa melakukan hal senekat ini. Dan Tante Sisil sangat keterlaluan. Bisa-bisanya dia mengorbankan anak-anaknya. Demi membalaskan dendamnya yang sudah bertahun-tahun," batin Dion yang tidak habis pikir.


" Ya Allah. Kenapa semuanya jadi seperti. Jadi selama ini. Benar-benar hanya skenario yang sudah di atur. Ada ada orang yang berusaha menghancurkan kami semuanya," batin Carey yang juga mencemaskan teman-temannya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2