
Di kediaman Angga.
Angga, Kayla dan Ilham sedang menikmati sarapan mereka. Sarapan yang di buatkan Kayla pastinya.
" Mama baru tau kalau kamu punya pacar?" sahut Kayla tiba-tiba di tengah makannya. Membuat Angga melihat mamanya.
" Karen maksud mama," sahut Angga.
" Apa ada lagi selain dia," sahut Kayla tampak tidak menyukai Angga yang memiliki kekasih.
" Maaf jika Angga baru memberi tahu mama dan juga papa," sahut Angga, " jika nanti ada waktu lagi Angga akan membawa nya lagi Kerumah ini," lanjut Angga.
" Tidak perlu," sahut Kayla dengan cepat, " kamu tidak perlu melakukan hal itu. Karena itu tidak penting," ujar Kayla tanpa basa-basi dan Ilham langsung melihat istrinya yang mengetahui istrinya itu tampak tidak menyukai Karen.
" Kenapa mama bicara seperti itu?" tanya Angga.
" Mama hanya melihat saat kamu dekat dengannya. Kamu begitu penurut padanya. Bahkan tidak segan-segan seperti suami istri di tempat umum," ujar Kayla dengan sinis yang tidak menyukai Karen yang merasa akan menjadi pengaruh buruk untuk Angga.
" Maksud mama apa?" tanya Angga.
" Sudah lah Angga. Mama kamu pasti marah. Karena kamu Tiba-tiba punya kekasih dan bahkan dia tidak tau," sahut Ilham. Kayla hanya diam saja.
" Sekali lagi Angga minta maaf," sahut Angga yang melanjutkan sarapannya.
" Oh, iya mas, nanti kamu bisa tidak temani aku ketemu Aca," sahut Kayla tiba-tiba.
" Memang untuk apa?" tanya Ilham.
" Aca ada pertemuan dengan tamu pentingnya dan dia minta tolong aku untuk menemaninya," jawab Kayla.
" Tumben sekali, apa tamu itu sangat penting sampai kamu harus ikut menemaninya," sahut Ilham bingung sementara Angga tetap melanjutkan sarapannya.
" Hmm, sangat penting kebetulan tamunya itu pria yang akan di jodohkan untuk Della," sahut Kayla.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk Angga mendengarnya langsung tersedak.
" Baru juga di bilang begitu langsung tersedak," batin Kayla yang sepertinya sengaja memanas-manasi anakannya.
__ADS_1
" Pelan-pelan Angga," ujar Ilham menggeserkan air putih pada Angga.
" Iya pa," sahut Angga yang langsung minum. Kasna lumayan sakit saat tersedak.
" Memang Della akan di jodohkan?" tanya Ilham yang juga tidak mengetahui hal itu
" Hmmm, kamu benar sayang. Makanya Aca minta tolong aku sesuai apa tidak Pria itu untuk Della. Karena kan pria itu harus sempurna. Dan sebenarnya ini sudah untuk yang kesekian kalinya. Tetapi Della selalu menolak untuk pertemuan dengan pria-pria yang di kenalkan Aca. Tetapi kali ini Della tidak menolak. Mungkin saja Della juga sudah mantap untuk menikah," lanjut Kayla yang bicara melebih-lebihkan kan.
Angga terus saja minum ketika mendengar mamanya yang berbicara dia benar-benar kepanasan dengan apa yang di katakan mamanya sampai-sampai dahinya berkeringat.
" Ya baguslah. Jika akhirnya Della akan menikah. Tomy pasti bahagia," sahut Gilang yang menganggapi cerita istrinya.
" Hmmm, kamu benar sayang. Aku juga senang mendengarnya. Makanya kamu harus ikut nanti. Kita harus benar-benar teliti menilai Pria yang pas untuk Della," sahut Kayla. Ilham mengangguk-angguk.
" Kamu mau ikut Angga," sahut Kayla langsung melempar pada Angga membuat Angga kaget.
" Ha! mama bilang apa tadi," sahut Angga yang menjadi gugup.
" Kamu mau ikut Kerumah Della. Sekalian kenalan dengan calon suaminya," sahut Kayla tersenyum miring dan Angga kembali minum. Saking panasnya dan mendadak linglung Angga tidak menyadari jika gelasnya sedang kosong.
" Masih banyak air Angga, jangan meminum gelas," sahut Ilham. Membuat Angga malu.
" Kamu ikut tidak?" tanya Kayla lagi.
" Tidak ma! mama pergi saja sama papa," sahut Angga.
" Ohhh, begitu rupanya," sahut Kayla santai.
" Mama ingin melihat tindakan kamu setelah ini. Bisa-bisanya kamu dengan wanita lain mesra-mesraan dengannya di depan mama. Sekarang lihat akibatnya. Ini baru permulaan mama akan buat kamu benar-benar meledak. Biar menyadari perbuatan kamu," batin Kayla yang yang tampaknya punya rencana untuk Angga dan Della.
Mungkin saja Kayla ingin menyatukan Angga dan Della yang perasaan mereka terhalang pagar yang tinggi yang menjulang ke langit.
" Della akan menikah. Kenapa tiba-tiba dia akan menikah," batin Angga terlihat sangat cemas. Tadi dia begitu cool menjawab pertanyaan sang mama. Setelah mamanya membuat pernyataan dia malah menjadi cemas seakan takut jika Della akan menikahi dengan orang lain.
***********
Raihan, sedang menemani istrinya berbelanja di salah satu supermarket terbesar. Dan pasti mereka membawa putri kecil mereka Kinara yang sedari tadi di gendong Raihan dan Nayra mendorong troli belanjaan.
__ADS_1
Mereka berada di daerah perdapuran dan isi troli itu sudah mulai terisi dengan sayuran dan kebutuhan kulkasnya dan pasti kebutuhan perut mereka.
Nayra memilih-milih dan Raihan juga terkadang ikut mengambil apa yang diinginkannya dan apa lagi jika bukan buah Cherry kesukaannya yang sudah di masukkan entah beberapa banyak ke dalam troli dengan satu tangan dan satu tangannya pasti memegang putri kecilnya yang lumayan tidak rewel dan sangat anteng.
Raihan yang tidak sabaran jika melihat buah Cherry langsung membukan tempat itu dan langsung mengambilnya dan mencicipinya dan bahkan memberikannya pada putrinya dan tertangkap Nayra. Nayra langsung melotot.
" Sayang!" gertak Nayra menepis tangan suaminya yang memberikan anaknya buah itu. " Ini belum di cuci," ujar Nayra kesal.
" Ya ampun di kirain apaan, bikin kaget aja," sahut Raihan.
" Kamu sih yang apa-apaan. Masa iya kasih anak kita makanan yang belum bersih," sahut Nayra kesal. Maklumlah ibu-ibu pada sensitif.
" Iya maaf deh," sahut Raihan.
" Maafin papa ya sayang papa memang ada-ada aja," ujar Nayra mengangguk-anggukkan pada putrinya dan Kinara malah tertawa.
" Nayra," tiba-tiba terdengar suara memanggil dan membuat Nayra melihat ke arah suara itu yang tak lain adalah Carey dan Dion.
" Kak Carey," sahut Nayra.
" Kalian di sini juga?" tanya Carey.
" Hmmm, kita lagi belanja bulanan," jawab Nayra.
" Sama kakak juga," sahut Carey yang ternyata kebetulan berbelanja mengisi dapur yang juga di temani suaminya.
" Ya ampun keponakan Tante, semakin cantik aja," ujar Carey memegang tangan Kinara gemes dengan dengan Kinara yang cantik itu.
" Pintar banget, temani mamanya belanja. Anak yang baik," ujar Carey lagi mengajak Kinara mengobrol dan Kinara tertawa-tawa. Yang lainnya tertawa gemes dengan Kinara yang semakin di ajak bicara semakin menggemaskan.
" Kakak bagaimana ke adaan kandungan kakak?" tanya Nayra.
" Baik-baik aja. Baru tadi periksa ke dokter sebelum belanja," jawab Carey.
" Hmmm, syukurlah kalau begitu. Semoga kandungan kakak terus sehat dan juga kakak tetap sehat," ujar Nayra penuh harapan.
" Amin," sahut semuanya serentak.
__ADS_1
Bersambung