Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 225


__ADS_3

Acara pernikahan Carey dan Dion di lanjutkan dengan resepsi di gedung pernikahan yang pasti sudah di sulap secantik mungkin.


Carey sangat cantik dengan gaun pengantin putih yang di balut di tubuhnya. Felly dan Dion yang bersanding di pelaminan melayani tamu yang memberi ucapan selamat kepada pengantin baru itu.


Carey tersenyum indah menyambut para tamu. Dion juga tersenyum. Tetapi tersenyum palsu. Karena jelas dia sangat tertekan dengan keadaannya.


Nayra dan Raihan berdiri melihat pasangan pengantin baru itu. Nayra terus memeluk erat lengan suaminya dengan kepalanya yang diletakkan di bahu suaminya.


" Kak Carey cantik sekali," puji Nayra yang tidak lepas memandang kakaknya yang berada di pelaminan.


" Kamu kau lebih cantik," sahut Raihan yang memang di dunia ini istrinya paling cantik.


" Aku tau itu," sahut Nayra kalau dipuji akan semakin meninggi.


" Semoga saja pernikahan mereka langgeng," ujar Raihan berharap banyak.


" Iya, aku berharap Dion bisa memberikan kebagian kepada kak Carey," as


shut Nayra. Raihan tersenyum mencium kening istrinya.


" Ehemm," deheman Eyang Farah membuat ke-2nya sedikit kaget.


" Eyang," sahut Nayra yang tidak melendet lagi di bahu suaminya.


" Kalian berdua mesra-mesraan mulu," ujar eyangnya gemes melihat cucu kesayangannya.


" Nara eyang yang tidak bisa lepas dari aku," ujar Raihan melempar pada istrinya.


" Enak aja," sahut Nayra kesal mendapat tuduhan seperti itu.


" Bercanda sayang," ujar Raihan.


Farah hanya geleng-geleng dengan ke-2 cucunya. Meski sudah menikah. Cucunya itu kerap kali bertengkar-tengkar kecil.


" Ya sudah ayo kita beri selamat kepada Carey dan Dion," ajak Raihan.


" Ayo," sahut Nayra, " Eyang kita kesana dulu," ujar Raihan pamit.


" Iya," jawab Farah.


Raihan dan Dion pun menaiki panggung memberi ucapan selamat kepada Carey dan Dion. Nayra yang sudah sampai panggung langsung memeluk erat kakaknya.


" Selamat kak," ujar Nayra gemes mempererat pelukannya.


" Makasih Nayra," sahut Carey mengusap-usap bahu adiknya.

__ADS_1


" Semoga pernikahan kakak langgeng terus,"


ujar Nayra mendoakan sang kakak dengan tulus.


" Iya, kamu juga ya. Dan semoga bayi kamu sehat," jawab Carey yang juga ikut mendoakan adiknya.


Nayra dan Carey saling melepas pelukan. Wajah Nayra masih penuh haru melihat pernikahan kakaknya. Nayra pun beralih pada Dion.


" Selamat ya kak Dion, jagain kak Carey," ujar Nayra yang berdiri di depan Dion. Dion hanya mengangguk.


" Selamat ya Carey," Raihan juga memberi ucapan selamat tanpa bersentuhan tangan. Bukan muhrim jadi wajar.


" Makasih Raihan," sahut Carey. Raihan langsung beralih pada Dion. Menyalam temannya dan memeluknya.


" Nitip Carey. Kalau dia sampai kenapa-napa. Istri ku akan kepikiran. Jadi jangan buat masalah. Karena aku tidak ingin istriku kepikiran," ujar Raihan memberi ingat dalam pelukannya.


" Ngancam ceritanya," jawab Dion dengan nada bercanda.


" Anggaplah itu ancaman. Aku yakin kau akan jatuh pada istrimu," ujar Raihan. Dion hanya menyunggingkan senyum merasa tidak mungkin.


Raihan melepas pelukannya dari temannya itu.


" Sekali lagi selamat untuk kalian," ujar Raihan lagi. Carey dan Dion sama-sama mengangguk.


Acara resepsi pernikahan selesai. Di gedung pernikahan sendiri. Terdapat beberapa kamar yang memang sudah di siapkan untuk keluarga yang belum ingin pulang.


Termasuk Nayra dan Raihan. Menginap di salah satu kamar. Nayra merasa lelah harus pulang kerumah. Dia sangat lelah jadi harus menginap dengan sang suami.


Begitu juga dengan Carey dan Dion. Mereka sudah di siapkan kamar pengantin baru yang luas.


Kamar itu di lengkapi Tempat tidur yang besar dengan seprai putih. Di atas tempat tidur terdapat kelopak mawar yang di susun menjadi love dan di dalamnya terdapat 2 handuk putih di rangkai seperti angsa yang saling berhadapan.


Kamar sendiri di penuhi lilin sebagai alat penerang. Dengan beberapa balon-balon yang di pasang di dinding ya kamar pengantin baru pada umumnya.


Carey berada di dalam kamar mandi membersihkan dirinya sebelum tidur. Sementara Dion memang sejak 1 jam yang lalu belum naik.


Mungkin masih mengobrol bersama teman-temannya. Memang Mamanya sengaja mengundang semua teman-teman Dion.


Awalnya Dion mau merahasiakan pernikahannya. Karena takut di ledekin. Eh mamanya sudah ambil kendali duluan. Jadi memang Dion sangat pasrah dengan kehidupannya.


Carey melap wajahnya dengan handuk putih di depan cermin. Dia sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur lumayan terbuka.


Carey memakai piyama selututnya lengan pendek. Ya dia memang sangat seksi. Namanya juga Carey memang awalnya dia sangat seksi. Belum lagi rambutnya yang bergelombang bagian bawahnya yang di gerainya.


Bukan bermaksud sengaja memakai pakaian seperti itu di depan Dion. Memang rata-rata piyamanya seperti itu.

__ADS_1


Dia memang berpenampilan tertutup kalau di keluar dari rumah kalau mau tidur Carey tetap biasa memakai pakaian yang biasa di pakainya untuk tidur.


Setelah mengobrol bersama teman-temannya Dion pun masuki kamar pengantin baru yang pasti harus mendapat desakan dulu dari mamanya baru mau masuk kekamar itu.


Ceklek


Saat membuka pintu kamar Dion harus disuguhkan dengan pemandangan yang membuatnya kesal. Melihat seisi kamar yang penuh hal-hal romantis. Seperti pasangan yang saling mencintai yang akan melakukan malam pertama.


" Apa-apaan ini," desis Dion kesal dengan penampakan norak di dalam kamar itu.


" Pikiran mereka terlalu pendek membuat seperti ini," umpatnya kesal menutup pintu kamar. Dion membuka jasnya membuang sembarangan dilantai.


Dion melangkahkan kakinya dengan kekesalan menuju kamar mandi sambil membuka dasinya.


Baru ingin membuka pintu kamar mandi. Pintu sudah di bukakan oleh Carey. Dion memang tidak menyadari jika ada Carey di kamar mandi.


Mata Dion tercengang melihat Carey di hadapannya dengan penampilan terbuka. Bahkan dia kesulitan menelan salavinanya.


" Kamu mau masuk?" tanya Carey yang terlihat biasa saja.


Dion membuyarkan lamunannya yang sedari tadi menatap tubuh yang indah indah itu.


" Sial," umpat Dion di dalam hatinya.


" Kau sengaja memakai pakaian seperti itu. Apa yang kau pikirkan. Apa kau berpikir seperti orang-orang yang membuat hiasan di kamar ini. Akan terjadi malam pertama, kau berpikir terlalu jauh," ujar Dion sinis.


" Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa, aku hanya mau tidur. Bukannya kamu juga mau tidur," sahut Carey dengan santai.


" Lalu kenapa kau memakai pakaian seperti itu? kau sengaja menggoda ku. Agar aku menyentuhmu iya," ujar Dion menyunggingkan senyumnya.


" Apa yang salah dengan pakaianku. Ini kamar, tidak ada orang lain dan kamu suamiku. Aku rasa tidak ada yang salah memakai pakaian seperti ini. Dan yang kamu katakan sengaja. Aku tidak sengaja. Memang semua pakaian tidurku seperti ini. Kalau kamu tidak percaya lihatlah di rumahku," sahut Carey benar-benar tidak peduli bagaimana tanggapan Dion kepadanya.


" Alasan, kau pasti berharap banyak denganku. Dengar ya pernikahan ini terpaksa di laksanakan. Aku tidak menyukaimu sama sekali jadi jangan bermimpi pernikahan itu seperti pasangan lain," tegas Dion.


" Iya aku mendengarnya. Dan aku mengatakan kepadamu. Aku tidak menyukaimu. Tetapi aku berharap pernikahan ini sama seperti orang lain. Karena menikah ibadah bukan peperangan," jawab Carey yang memang pintar membalikkan kata-kata.


" Wanita Ita benar-benar ada saja jawabannya," batin Dion semakin kesal dengan Carey yang selalu menang dalam berdebat.


" Terserahmu kau mau memakai pakaian apapun. Aku tidak akan tergoda sama sekali denganmu. Mau kau telanjang bulat sekalian aku juga tidak sudi menyentuhmu," sinis Dion dengan menekan suaranya.


" Oke," sahut Carey santai, " bisa buka jalannya aku mau lewat," ujar Carey. Dion berdecak kesal melihat Carey.


Dion pun memaksa masuk kekamar mandi dan mendorong Carey keluar dari kamar mandi menutup pintu dengan kuat.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2