Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 140


__ADS_3

Raihan terus menghajar Angga tanpa ampun dengan emosinya yang meluap. Angga tidak sanggup melawan Raihan yang di penuhi amarah. Sementara Nayra masih tetap di atas tempat tidur berbaring.


Beruntung Angga tidak mati di tangan Raihan. Karena Alex dan yang lainnya sudah tiba. Alex langsung mendekati Raihan.


" Nayra," lirih Andini yang langsung mendekati sahabatnya.


" Raihan stop, dia bisa mati," Alex berusaha menarik tubuh Raihan. Karena melihat Angga sudah babak belur.


" Dia pantas mati," teriak Raihan dengan matanya yang hampir ke luar.


" Nayra bangun," Andini menggoyang-goyangkan pipi Nayra yang sama sekali tidak meresponnya.


Della juga sampai di lokasi tersebut. Luci tidak ikut. Jujur Luci sangat takut. Karena bayangan Carey saat menyiksa Nayra membuatnya sedikit trauma akan ha itu dan takut.


Della melihat Angga yang tersungkur lemah dengan wajah babak belur.


Andini mencoba membangunkan Nayra. Mata Nayra masih terbuka. Tetapi tidak sadarkan diri. Della mendekati tempat tidur duduk di samping Nayra. Dan langsung mengecek nadi Nayra.


Alex masih berusaha menenangkan Raihan yang terus mencoba menghajar Angga.


" Raihan kendalikan diri kamu. Ini tidak ada gunanya," ujar Alex terus menenagkan.


" Kita harus membawanya ke rumah sakit!" sahut Della yang melihat kondisi Nayra yang semakin memburuk.


Mendengar hal itu, Raihan langsung mendekati Nayra. Memegang lengan Nayra, tubuh Nayra malah sangat dingin.


" Nara, bertahanlah," lirih Raihan memegang pipi Nayra. Wajah Nayra memucat. Sampai akhirnya mata Nayra tertutup.


" Nara," teriak Raihan memeluk Nayra dengan erat.


Andini bahkan meneteskan air mata saat melihat betapa hancurnya sahabatnya. Tidak tau bagaimana Nayra bertahan dalam hal ini.


************


Rumah sakit.


Akhirnya Nayra di larikan ke rumah sakit. Kondisi Nayra yang semakin memburuk. Sehingga membuatnya berada di ruang UGD dalam ke adaan kritis.


Sementara di depan ruangan UGD. Andini, Alex dan Raihan menunggu dengan gelisah. Rasanya waktu lama sekali berputar.


Della yang juga ikut ke dalam memeriksa kondisi Nayra. Karena kebetulan Della bertugas di rumah sakit itu.


Raihan tidak henti-hentinya mondar-mandir, beberapa kali mengusap wajahnya kasar. Dia begitu mencemaskan ke adaan Nayra.


Dia adalah orang yang patut di salahkan atas apa yang terjadi. Dia kembali merasa gagal karena tidak bisa menepati janjinya ke pada Nayra. Untuk menjaga Nayra.


Dia telah membiarkan Nayra terluka parah. Hampir di perkosa oleh sepupunya sendiri. Raihan tidak tau apa yang akan terjadi jika dia terlambat sedikit saja.


" Semoga saja Nayra baik-baik saja," batin Andini yang sedari tadi meneteskan air mata. Duduk dengan penuh kepanikan. Dia mencemaskan sahabatnya yang mengalami nasib sial.


" Semua akan baik-baik saja," Alex mengusap pundak Andini. Andini mengangguk.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Dokter ke luar dari ruangan UGD. Raihan langsung dengan cepat menghampiri Dokter Pria itu.


" Bagaimana ke adaannya?" tanya Raihan panik.


" Pasien masih dalam keadaan kritis, luka fisik yang di alaminya cukup parah. Bukan hanya itu, daya tubuhnya semakin lemah karena pengaruh alkohol di dalam tubuhnya," jelas Dokter memberi keterangan mengenai Nayra.

__ADS_1


" Alkohol, maksud Dokter?" sahut Raihan kaget.


" Sepertinya tubuhnya di paksa untuk menerima Alkohol. Sehingga menyebabkan luka di bagian tenggerokannya dan paru-parunya," jelas Dokter lagi. Membuat Andini schock sampai menutup mulutnya.


Jika Nayra sampai separah itu di perlakukan. Raihan mengepal tangannya mendengar perkataan Dokter.


" Tapi dia pasti akan sembuhkan Dok?" tanya Alex yang coba berpikir positif.


" Kita berdoa saja, semoga dia bisa melewati masa kritisnya. Tetapi kemungkinan besar pasien akan mengalami trauma berat," jelas Dokter lagi.


" Baiklah, saya tinggal dulu," ujar Dokter pamit.


Alex mengangguk sementara Raihan masih mengepal tangannya dengan kuat. Setelah kepergian Dokter. Raihan meluapkan emosinya dengan memukul tembok.


" Ahhhhhhhhhhh," teriak Raihan dengan punggung tangannya yang sudah berdarah.


" Raihan sudah jangan menyakiti diri sendiri. Tidak ada gunanya," bentak Alex.


" Semua ini salahku, aku tidak bisa menjaganya," teriak Raihan terduduk lemas menyalahkan dirinya sendiri. Raihan bahkan memukul-mukul kepalanya mendengar kondisi Nayra.


Alex hanya bisa menghembuskan napasnya melihat ke adaan Raihan yang juga hancur. Alex mengerti dengan posisi Raihan pasti tidak mudah.


Terkadang melihat orang yang dicintai menderita. Itu adalah hal yang menyakitkan dan jalan satu-satunya menyalahkan diri sendiri.


Andini berlutut di lantai dan merangkul Raihan mencoba menenagkan sang kakak sepupu.


" Kak, sudah. Ini bukan salah kakak saja. Andini juga salah. Jadi jangan menyalahkan diri sendiri. Percayalah Nayra baik-baik saja," ujar Andini menenangkan Raihan.


" Kenapa mereka sejahat itu," lirih Raihan dengan matanya yang berusaha menahan air matanya.


Raihan langsung berdiri dan pergi dengan langkah yang cepat.


" Kak Raihan, kakak mau kemana?" panggil Andini yang tidak di respon oleh Raihan.


Andini yang ingin mencegah kepergian Raihan langsung dihentikan Alex.


" Biarkan saja, kita tunggu Nayra sadar saja," ujar Alex. Andini mengangguk setuju.


************


Mobil Carey berhenti di depan rumah Raihan. Hari ini Carey terlihat sangat bahagia. Bagaimana tidak Raihan akan menjadi miliknya.


Rumah Raihan lumayan rame hari ini. Karena Oma dan Opa Raihan kembali datang untuk membahas pernikahan Carey dan Raihan. Selain itu ada juga Kayla dan Ilham yang datang kerumah Zira.


Sementara Jihan juga sudah terlebih dahulu datang. Carey memang mengatakan akan terlambat datang karena ada urusan penting.


Sebelum ke luar dari mobil Carey memperbaiki riasannya. Dia ingin terlihat cantik di depan semua orang.


" Aku sudah tidak sabar untuk menikah denganmu Raihan," gumamnya tersenyum penuh kemenangan.


Carey pun membuka pintu mobil dan ke luar dari mobil langsung berjalan menuju rumah Raihan.


Di dalam rumah Raihan dengan wajah bahagianya Carey berbincang-bincang dengan semua orang-orang.


Carey sedikit terlihat malu karena di goda Oma dan Opa ya bahwa dia akan menikah.


Sementara Zira dan Addrian hanya berekspresi biasa. Tetapi Raina yang juga ada di ruang tamu itu hanya fokus pada hanphone.

__ADS_1


Telinganya bahkan sakit saat mendengar pembahasan itu. Belum lagi melihat Carey yang begitu kecentilan dan sok manis di depan semua orang.


Yang ada di dalam otak Raina hanya penjilat. Ya Carey lebih cocok menjadi penjilat.


" Apa kamu benar-benar siap menikah Carey?" tanya Jihan yang memastikan putrinya.


" Pasti dong ma, bukankah impian mama juga melihat Carey menikah," sahut Carey dengan senyum cengengesan.


*********


Mobil Raihan berhenti di depan rumahnya. Raihan memang mengetahui Carey berada di rumahnya.


Dengan membuka pintu mobil dengan kuat dan membanting stir pintu mobil. Raihan berjalan dengan langkah yang cepat memasuki rumahnya.


" Careyyyyyyy," teriak Raihan sudah berada di depan pintu.


Teriakan Raihan mengagetkan semua orang dan dengan serentak kepala manusia itu mengarah ke arah kerasnya suara teriakan itu.


" Raihan," lirih Carey yang melihat Raihan melangkahkan kakinya dengan langkah cepat.


Tatapan mata Raihan penuh dengan Amarah. Bak seorang Monster yang akan menerkam. Tatapan mata itu tertuju pada Carey.


Tanpa ampun setelah berada di depan Carey. Raihan menarik tangan Carey dan menghempaskan kasar Carey sampai Carey melayang dan menyenggol guci sehingga pecah.


Semua orang tersentak kaget dan serentak berdiri. Ada yang membulatkan matanya sempurna, ada yang menutup mulutnya yang menganga melihat Carey yang sudah terduduk di lantai dengan pecahan kaca di sekitarnya dan ke -2 tapak tangan Carey yang menyentuh lantai.


" Raihan apa yang kamu lakukan," bentak Addrian tidak habis pikir dengan perlakuan kasar Raihan.


" Kamu gila Raihan," sahut Zira yang langsung menghampiri Carey dan berjongkok di samping Carey mencoba membantu Carey.


Hal yang sama juga di lakukan, Kayla dan Jihan.


" Kamu sadar tidak dengan apa yang kamu lakukan," teriak Zira.


" Sadar mama bilang, seharunya dia yang sadar dengan apa yang di lakukanya," teriak Raihan menujuk Carey.


" Apa maksud kamu?" tanya Zira.


" Wanita gila ini telah menyiksa Nara. Memukul Nayra dengan keji, mencekoki Nara degan minuman keras. Bahkan berkerja bekerja sama dengan Angga. Dan tante Kayla tau apa yang di lakukan Angga. Angga ingin memperkosa Nayra. Dan itu rencana wanita gila itu," teriak Raihan pada Carey yang bicara terang-terangan tanpa ampun.


Semua orang kaget mendengar kata-kata apa yang ke luar dari mulut Raihan dan langsung melihat ke arah Carey.


" Dan mama harus tau. Jika Nara sekarang sedang kritis di rumah sakit," tegas Raihan dengan mata yang bergenang.


Jika menyebut nama Nara. Hatinya akan sakit mengingat penderitaan yang di alami kekasihnya.


🌹🌹🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹🌹🌹



Para readers yang setia Mampir ya ke novel terbaru aku masih sepi nih. Detak Love story' School


Tentang percintaan persahabatan Mutid SMA. Murid yang memiliki banyak karakter dan memiliki kisah masing-masing dalam pencarian cinta di masa SMA nya.


...Aku tunggu like, koment, vote kalian di sana ya. ...


...Terima kasih para readers love you ...

__ADS_1


__ADS_2