
Mobil Sony berhenti di rumah Nayra. Setelah kemarin bertemu dengan Vira dan mengorek-ngorek informasi. Sony langsung menghampiri rumah Raihan.
Raihan mengajak bertemu di rumahnya. Sony langsung keluar dari dalam mobil dan langsung mengetuk pintu rumah Raihan.
Setelah mengetuk sampai 3 kali akhirnya pintu terbuka dan yang membuka Nayra langsung. Karena kebetulan Nayra berada di ruang tamu.
" Sony," ujar Nayra heran melihat Sony datang kerumahnya siang-siang.
" Hay, Nay," sapa Sony.
" Tumben banget kemari," ujar Nayra.
" Mau ketemu Raihan," jawab Sony.
" Tetapi Raihan lagi nggak di rumah, masih di kantor. Kenapa tidak kekantor aja sekalian," jawab Nayra yang memang suaminya tidak ada di rumah.
" Tadi janjian di sini," sahut Sony melihat arloji tangannya.
Tiba-tiba mobil Raihan berhenti di pekarangan rumah.
" Tuh, dia," ujar Sony.
" Kok tumben janjian di rumah," gumam Nayra heran.
Nayra yang berdiri di depan pintu menunggu suaminya keluar dari mobil. Ternyata suaminya tidak sendiri ada juga Raka dan Amira yang memakai seragam sekolah. Amira begitu keluar dari mobil langsung berlari ketika melihat Tante kesayangan.
" Tante," teriak Amira yang langsung memeluk pinggang Nayra.
" Amira, kok bisa ikutan?" tanya Nayra.
" Tadi pulang sekolah di jemput papa dan Om. Tapi Amira tidak mau pulang. Amira mau main tempat Tante," jawab Amira begitu menggemaskan.
Nayra hanya tersenyum. Namun wajahnya bingung. Raka dan Raihan pun sudah sampai di depan pintu.
" Sorry Sony, nungguin," ujar Raihan merasa tidak enak.
" Nggak apa-apa, santai aja," sahut Sony.
" Ya, sudah ayo masuk," ajak Raihan.
" Sayang kamu ajak Amira keatas ya. Aku mau ngobrol sama mereka bentar," ujar Raihan.
" Iya, aku akan suruh bibi buatin minum," ujar Nayra.
__ADS_1
" Iya," sahut Raihan.
" Ayo Amira kita kekamar Tante," ajak Nayra.
" Oke Tante," sahut Amira kesenangan.
*******
Raihan, Sony dan Raka pun memasuki rumah dan mengobrol serius di ruang tamu. Bibi juga sudah menghidangkan minuman untuk para tamu itu.
Nayra memang tidak iku bergabung untuk bicara. Nayra juga tidak tau apa yang di bicarakan suami dan yang lainnya. Dia hanya berpikir mungkin suaminya sedang membicarakan bisnis.
Walau Nayra heran kenapa bicara bisnis harus di rumah. Tetapi Nayra tidak mungkin ikut di sana dan mencampuri. Jika ada yang aneh. Pasti suaminya nanti akan berbicara padanya.
Jadi Nayra hanya menemani Amira bermain di dalam kamarnya. Amira pasti sangat senanglah bersama Nayra.
Apalagi rumah Nayra sudah seperti rumah Amira. Banyak mainan dan baju-baju Amira di dalam rumah itu. Karena memang Amira sering menginap di sana. Raihan dan Nayra jelas tidak keberatan dengan hal itu.
********
Malam hari kembali tiba. Setelah memberi papanya makan. Nayra kembali menuruni anak tangga menuju dapur menemui suaminya yang ada di dapur yang menunggunya untuk makan malam.
" Papa sudah selesai makan?" tanya Raihan.
" Sudah sayang," jawab Nayra menarik kursi di samping suaminya. Nayra juga mengisi piring suaminya dengan nasi dan lauk. Raihan memang tidak akan makan jika istrinya belum ada.
" Baik, papa juga merasa jauh lebih baik. Tadi mama juga datang, dan kamu tau tidak sayang aku lihat mama tadi bantuin papa buat jalan. So sweet banget nggak sih," ujar Nayra langsung heboh bercerita pada suaminya.
" Kamu pengen banget mama dan papa baikan," tebak Raihan yang sudah bisa membaca pikiran istrinya.
" Memang nggak mungkin ya?" tanya Nayra pelan.
" Apa yang tidak mungkin di dunia ini, semuanya mungkin termasuk mama dan papa untuk bersatu," sahut Raihan yang tidak ingin mematahkan semangat istrinya.
" Tapi apa mereka akan balikan?" tanya Nayra.
" Kenapa tidak. Mereka sama-sama tidak punya pasangan. Mereka juga dulu saling mencintai. Bahkan setelah berpisah mereka juga tidak memiliki pasangan. Berarti dari dulu ke-2nya sama-sama tidak membuka hati untuk orang lain," jelas Raihan sambil makan.
" Tapi kenapa tidak ada tanda-tanda kalau mereka mau balikan?" tanya Nayra.
" Mungkin belum waktunya. Biarin aja dulu mama dan papa seperti itu. Setelah mereka sama-sama yakin. Aku yakin mereka akan bersama kembali. Kita doakan aja yang terbaik," ujar Raihan.
" Amin," sahut Nayra. Aku berharap mama dan papa benar-benar bisa bersama kayak dulu lagi," sahut Amira yang benar-benar mengharapkan hal itu. Raihan hanya mengangguk dengan tersenyum-senyum.
__ADS_1
" Oh iya sayang tadi aku sudah tanyakan tentang Vira sama papa," ujar Nayra mengingat hal yang utama yang sebenarnya ingin di sampaikannya pada suaminya.
" Oh iya, lalu bagaimana?" tanya Raihan.
" Orang tuanya masih hidup dan tinggal di Singapore. Dan Vira anak satu-satunya," jelas Amira
" Anak satu-satunya," sahut Raihan. Nayra mengangguk.
" Aneh banget nggak sayang. Masa iya orang tua kandungnya hanya memiliki dia. Tetapi di kasih di adopsi," ujar Nayra yang sedari tadi kepikiran.
" Kamu benar memang aneh. Vira juga kan seharusnya ada saudara. Tetapi dia di adopsi sendirian," gumam Raihan.
" Aku juga tidak mengerti. Aku merasa sangat aneh saja," sahut Nayra tambah bingung.
" Apa kamu tau di mana orang tuanya tinggal?" tanya Raihan.
" Nggak tau sih. Tapi tadi papa memperlihatkan foto orangtuanya sama aku," sahut Nayra.
" Lalu mana fotonya?" tanya Raihan.
" Ada di hanphone aku," jawab Nayra.
" Syukurlah kalau begitu dengan foto itu akan semakin jelas," gumam Raihan.
" Memang ada apa. Dan kak Raka dan Sony tadi apa ada hubungannya dengan Vira?" tanya Nayra.
" Iya sayang. Sony mengatakan jika Vira sempat berbicara dia tinggal sama mamanya dan alamat yang berbeda. Sama dengan informasi yang aku dapat dari panti. Jika Vira di angkat seorang wanita yang tanpa suami dan juga diangkat dengan kakak laki-laki nya," jelas Raihan.
" Tetapi siapa yang mengangkatnya sebenarnya. Teman papa atau orang yang di bilang ibu panti. Atau sebenarnya mereka orang yang sama. Atau justru berbeda?" tanya Nayra.
" Dugaan ku berbeda. Tapi besok aku akan kembali kepanti dan menunjukkan foto teman papa. Kalau memang bukan dia yang mengangkat Vira. Dan orang lain. Orang yang di maksud Sony. Yang di panggil mama oleh Vira," sahut Raihan.
" Kalau memang iya, Vira mempunyai orang tua selain papa dan juga teman papa. Bukankah itu berarti ada sesuatu," sahut Nayra merasa curiga.
" Kamu benar sayang memang ada sesuatu dari awal dan aku punya firasat. Jika ini bukan hanya tertuju kepada kamu. Tetapi banyak orang," ujar Raihan mulai mencurigai hal. Nayra mengangguk-angguk saja.
" Oh, iya tadi kamu bilang Sony. Memang Sony kenal Vira?" tanya Nayra.
" Tidak, aku menyuruhnya Mendekatinya. Kamu jangan bilang sama yang lainnya ya. Yang tau cuma aku, Raka dan Sony. Aku tidak mau anak-anak tau nanti mereka heboh," jelas Raihan mengingatkan istrinya.
" Oke, aku tidak akan bilang. Tetapi uang tutup mulutnya ada atau tidak," sahut Nayra bercanda.
" Ada, setelah kita makan malam," sahut Raihan menaikkan 1 alisnya dengan seriangi nakal di wajahnya.
__ADS_1
" Ishhhh, itu sih maunya kamu," sahut Nayra kesal. Raihan hanya tertawa-tawa dengan wajah kesal istrinya.
Bersambung....