Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 44


__ADS_3

Raihan mendengar kan pembicaraan Anita dan Ria. Raihan langsung bangkit dari kursinya. Dan keluar dari tenda. Raihan mengambil payung dan mencoba mencari Nayra. Di tenda dapur, pengungsian para warga, tenda medis, tenda EXlain dan di tempat pengungsian lainnya.


Raihan sama sekali tidak menemukan Nayra. Raihan semakin panik, apalagi melihat jam yang sudah jam 7 malam. Bahkan hujan semakin deras.


" Apa dia belom kembali, kenapa dia begitu bodoh," umpat Raihan yang kesal. Tetapi sangat khawatir.


*********


Di sisi lain Nayra sedang berteduh di bawah pohon yang rindang. Nayra berjongkok memeluk tubuhnya dengan erat.


Tubuhnya mengigil kedinginan. Bajunya juga basah kuyup karena berlari berusaha mencari perlindungan.


" Apa tidak ada orang di sini," gumamnya dengan bibir bergetar, melihat di sekitarnya. Dia begitu ketakutan. Karena sendirian dan tidak ada siapa-siapa.


" Kenapa Raihan tega sekali kepada ku. Kenapa dia menyiksaku seperti ini. Bagaimana aku bisa kembali, bahkan aku tidak tau jalan pulang. Bagaimana jika benar akan terjadi bencana susulan, apa aku akan berakhir di sini?," Nayra terus bergerutu berharap menemukan jalan keluarnya.


" Lagi pula jika aku mati, tidak akan ada yang akan kehilangan. Mama dan papa tidak mungkin menangis. Aku juga tidak tau hidup untuk siapa. Tetapi jika aku mati, bagaimana dengan Aliya. Aku tidak ingin Aliya bernasib sama denganku," Nayra terus berbicara sendiri. Dia pasrah akan apa yang terjadi kepadanya.


" Lagi pula, aku tidak mau mati sia-sia. Aku pasti tidak akan tenang. Raihan masih terus menuduhku yang tidak-tidak, bahkan dia membenciku karena aku memutuskannya. Aku tidak ingin mati sebelum Raihan meminta maaf kepadaku atas semua tuduhannya dan perlakuannya yang seenaknya,"


" Tapi bagaimana aku kembali. Hujannya bahkan tidak berhenti sama sekali, ini sudah sangat larut. Apa mungkin akan ada orang yang akan datang,"


Nayra hanya bisa berbicara sendiri, menemukan jawaban sendiri atas apa yang terjadi kepadanya.


**********


Beberapa jam kemudian. Hujan sudah Redah tetapi Nayra sama sekali belum kembali. Raihan masih gelisah menunggunya. Raihan mondar-mandir di depan tenda menunggu kedatangan Nayra.


" Alex," teriak Raihan dari luar tenda. Alex yang ada di dalam tenda mendengar teriakan Raihan langsung berdesis kesal dengan terpaksa keluar dari tenda.


" Iya," jawab Alex berdiri di samping Raihan.


" Kenapa wanita itu belum sampai juga?" tanya Raihan sedikit berteriak.


" Kenapa dia menayakanku, padahal dia yang menyuruhnya pergi," batin Alex dengan kesal.


" Kalau di tanya di jawab," bentak Raihan.


" Aku mana tau, kenapa kau tidak mencari sendiri saja," sahut Alex menantang. Raihan yang kesal langsung menarik kerah baju Alex.


" Berani sekali kau memerintahku, aku ini atasanmu," desis Raihan menekan suaranya mencengkram kuat kerah baju Alex.


" Santai, atasan kalau dalam bekerja. Ini sudah malam, tidak ada atasan dan bawahan. Sama kayak kau dan dia. Dari pada kau ribut tidak jelas, mending cari sana," sahut Alex yang tidak pernah takut dengan Raihan.


" Brengsek," desis Raihan melepaskan kasar kerah baju Alex.


Alex merapikan bajunya, yang lecet gara-gara perbuatan Raihan temannya.


" Ahhhhhhh," teriak Raihan mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Raihan tidak berpikir lama. Dia langsung pergi meninggalkan Alex.


" Dasar, gengsi lebih tinggi. Raihan- Raihan, kalau gengsi lebih tinggi yang ada kau tidak akan dapat apa-apa," gumam Alex yang kemudian kembali memasuki tenda.


Setelah sudah hampir 1 jam Nayra menunggu hujan. Akhirnya hujannya reda. Bajunya sudah basa kuyup dengan rambutnya. Nayra berjalan menyusuri pemukiman yang sangat sepi. Tiupan angin kencang yang membuat beberapa ranting pohon yang di lewatinya berjatuhan.


Nayra hanya memanfaatkan terangnya bulan, sebagai bahannya berjalan. Dia sangat ketakutan sendirian.


*******


Nayra kembali berjalan, dia hanya berusaha mengingat jalannya, agar bisa kembali ketempat pengungsian. Nayra yang berjalan mengigil. Nayra meletakkan ke-2 tangannya di dadanya, sambil mengusap-usap lengannya, untuk mengurangi dingin di tubuhnya.


Bibirnya sudah pucat. Tubuhnya begitu lemas. Tetapi dia tetap memaksakan kakinya melangkah menemukan tempat pengungsian dari pada menunggu diam.


" Apa ada orang di sini," teriak Nayra dengan suaranya yang serak.


" Tolong aku!"


**********


Raihan sudah lumayan jauh dari pengungsian, dia hanya menggunakan senter untuk mencari Nayra.


Raihan tiba berada di rawan bencana. Terlihat seorang bapak- bapak yang menutupi tubuhnya dengan jas hujan. Bapak- bapak itu berdiri di depan tulisan papan yang cukup besar.


Raihan menyenter sang bapak, sehingga membuat bapak tersebut menutup matanya. Karena silau dengan pancaran senter. Raihan pun langsung menghampirinya.


" Apa bapak melihat ada wanita yang lewat di sekitar sini?" tanya Raihan.


" Wanita," sahut sang Bapak bingung.


" Iya, usianya sekitar 20 tahunan, tingginya segini, rambutnya sebahu dan kulitnya putih?" tanya Raihan mengatakan ciri-ciri Nayra.


" Aduh saya tidak melihat dia kembali," jawab sang Bapak membuat Raihan bingung.


" Maksudnya tidak melihat kembali," sahut Raihan.


" Saya dari tadi siang di sini, sebelum magrib, memang ada wanita yang masuk kesana. Tetapi saya juga tidak melihat dia kembali, tetapi mungkin saya salah. Pasti dia sudah kembali," jelas Pria tersebut antara yakin dan tidak.


Raihan melihat tulisan papan tersebut.


Di larang masuk pemukiman rawan longsor


" Apa akan ada bencana susulan?" tanya Raihan yang mulai panik.


" Iya nak, akan ada bencana susulan, makanya saya pikir pasti wanita yang nak maksud sudah kembali. Karena dia pasti tau," jawab Pria tersebut.


" Team bencana semua juga sudah kembali, sebelum Magrib," lanjutnya lagi.


" Tidak mungkin, Nara masih ada di sana," batin Raihan.

__ADS_1


Bapak tersebut terus berbicara. Raihan yang semakin panik langsung bergerak melewati area bencana. Sang Pria tersebut kaget dan langsung mengejar Raihan. Pria tersebut menarik kemeja putih Raihan.


" Kamu mau kemana?" tanya Pria tersebut.


" Saya melihatnya, Nara masih ada di sana?" jawab Raihan dengan yakin.


" Sudah tidak ada orang di sana, jangan gegabah, nanti kamu celaka," sahut Pria tersebut mengingatkan.


" Lepaskan, dia masih ada di sana," berontak Raihan dengan kasar menepis tangan pria tersebut dan langsung berlari memasuki area rawan bencana.


" Hey nak," teriak Pria tersebut. Raihan tidak mempedulikannya dan terus berlari.


" Ana jaman sekarang, kalau sudah cinta nyawapun di tantang, semoga saja dia bisa menemukan wanita di carinya," gumam pria dengan geleng-geleng. Tetapi dia sangat berharap banyak.


Langkah kaki Raihan lumayan cepat, menelusuri pemukiman hanya dengan menggunakan senter saja.


" Nara," teriak Raihan dengan keras memanggil Nayra.


" Nara di mana kamu," teriak Raihan lagi. Dia sangat mencemaskan Nayra.


Raihan terus mencari sambil berteriak-teriak memanggil Nara. Wajahnya memperlihatkan kekhawatiran yang besar kepada wanita itu.


Karena kemarahannya kepada Nayra yang menganggap Angga menciumnya. Raihan malah memerintahkan Nayra yang tidak masuk akal dan sebelumnya Nayra juga sudah protes kepada Raihan dengan alasan yang memang benar.


Raihan tidak peduli dan terus memaksa Nayra. Sampai akhirnya sudah larut malam Nayra sama sekali belum kembali.


*********


" Auhhhhh, tolong!" Nayra berdesis saat terjatuh. Tangannya mengenai ranting kayu yang tajam sampai mengeluarkan darah yang banyak.


" Tolong aku!" teriaknya dengan pelan, sudah terduduk di tanah.


Di sisi lain Raihan melihat sesuatu di bawah pohon yang rindang. Catatan yang tertempel dipapan ujian. Yang tadi di lemparnya saat Nayra memberi Raihan.


Dengan cepat Raihan langsung mengambilnya.


" Nara," ujar Raihan, Raihan menyenter di sekitarnya dan tidak menemukan wanita tersebut.


" Dia pasti tidak jauh dari sini," gumam Raihan dengan yakin. Raihan kembali mencari Pria tersebut.


Raihan kembali mencari keberadaan Nayra yang dia yakini pasti berada di sekitar tempat tersebut. Raihan terus memanggil-manggil nama Nara.


Raihan berhenti sejenak dan seperti melihat sesuatu. Raihan menyenter lurus ke arah yang lurus.


Raihan terkejut saat melihat dari kejauhan. Melihat tubuh belakang seorang wanita yang terduduk melihat seorang wanita yang terduduk di tanya.


" Nara," desis Raihan langsung berlari menghampiri wanita yang di yakini adalah Nara.


...Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2