
Masa cuti Nayra berakhir. Dia kembali kekantor. Apapun itu dia harus menghadapi semua dengan profesional. Lagi pula ini jauh lebih baik. Paling tidak dia dan Raihan sudah sama-sama bicara dan sudah cukup untuk semuanya.
Dia hanya fokus bekerja. Agar mendapat uang untuk mengeluarkan mamanya dari penjara. Baru memasuki Adverb, beberapa karyawan yang berpapasan padanya langsung menatapnya sinis.
Seakan membicarakannya, Nayra tau, semua itu pasti akan terjadi. Memang dia menyayangkan kebodohannya. Tidak seharusnya orang lain tau tentang kehidupan pribadinya.
Tetapi semua sudah kadung. Untuk apa lagi menyesalinya. Toh dia sama Addrian sama-sama malukan. Jadi mereka memang benar-benar impas.
Sesampai di meja kerjanya. Nayra masih mendapat tatapan sinis dari beberapa karyawan. Dia tidak peduli dan menghidupkan laptopnya bekerja seperti biasa.
Raihan yang datang kekantor, melewati meja kerja Nayra. Raihan pun melihat Nayra yang sudah 3 hari tidak di temuinya. Dengan gayanya yang tetap Coll Raihan melangkah memasuki ruangannya.
" Nayra," sapa Alex.
" Pak Alex," jawab Nayra berdiri dan menunduk.
" Selamat bekerja kembali," ujar Alex Nayra mengangguk, " Kamu minta semua pekerjaan kamu pada Jesika. Dan lanjutkan semuanya. Kamu selesaikan semua Proyek-proyeknya!" ujar Alex langsung memberi Nayra pekerjaan tanpa ampun.
" Baik pak," jawab Nayra.
" Baik lanjut bekerja," ujar Alex lalu pergi.
Nayra kembali duduk. Nayra melihat Anita dan Ria yang didekatnya. Anita dan ria tersenyum dan mengangkat jempol memberi semangat. Nayra tersenyum tipis dan mengangguk. Keadaan seperti apa ke-2 sahabatnya tetap ada bersamanya.
Hari-hari baru Nayra jalani di Perusahaan itu. Meski menjadi sekretaris Raihan. Tetapi Nayra tidak ingin dekat-dekat dengannya. Nayra sungguh lelah. Dia capek dengan semuanya dan biarkan saja Raihan melakukan apapun yang di inginkannya.
Nayra sekarang termenung di salah satu bangku di luar Perusahaan. Dia memikirkan uang untuk membebaskan mamanya.
" Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu," gumanya yang benar-benar bingung.
Nayra membuka ponselnya, tiba-tiba dia teringat papanya. Nayra melihat kontak papanya.
" Apa aku pinjam ke papa aja. Tapi masa iya papa mau kasih," Nayra terus bergerutu dia sangat bingung bagaimana mendapatkan uang untuk mamanya. Sementara tabungannya pasti tidak cukup untuk itu.
" Ahhhh sudahlah, pusing," celotehnya langsung berdiri.
Nayra memilih kembali ke masuk ke dalam kantor. Nayra berjalan dengan membawa gelas minuman yang baru di belinya di luar tadi. Dengan terus melihat ponselnya.
Nayra berjalan tanpa melihat ke depan. Dari arah yang berlawanan. Carey yang datang dengan rantang ditangannya. Wajahnya terlihat berseri-seri sampai dia juga tidak fokus berjalan.
" Auhhhhh,"
Terjadi tabrakan antara keduanya. Minuman yang di pegang Nayra tumpah semua ke baju. Carey. Sementara makanan yang di pegang Carey berserakan di lantai.
__ADS_1
Carey dan Nayra sama-sama melebarkan matanya. Melihat ke lantai yang di penuhi makanan dan tumpahan sayur.
Carey menganga dan mengangkat kepalanya, melihat orang yang menabraknya. Orang-orang langsung kaget dan mengerumuni tempat itu. Seperti menonton pertunjukan.
" Kau," desis Carey.
Nayra kaget dengan wanita yang di hadapannya adalah orang yang pernah bersama Raihan.
" Ternyata dia," batin Nayra.
" Kau sengaja melakukannya?" tanya Carey
" Tidak, aku masih punya kerjaan, selain melakukan itu," sahut Nayra. Carey langsung mengendus mendengarnya.
" Bukannya kau wanita yang di campakkan Raihan?" ujar Carey dengan sinis. Nayra langsung tersenyum miring mendengarnya.
" Aku lupa, jika kau wanita yang sudah di PHP in selama 7 tahun olehnya, menyedihkan," sahut Nayra menyindir.
Carey tidak menyangka. Jika Nayra akan mengeluarkan kata-kata itu. Carey menatap Nayra tajam dengan kata-kata pedas dari Nayra.
" Oh tidak, maaf aku salah menyebut angkanya. Bukan 7 tahun. Tetapi dari usiamu 7 tahun," lanjut Nayra yang membuat Carey semakin panas.
Seharusnya memang Nayra melabrak wanita itu waktu pesta malam itu. Karena statusnya dan Raihan saat itu masih berhubungan. Tetapi tuhan masih baik kepadanya dan memberinya kesempatan meluapkan emosinya kepada wanita itu.
" Berani sekali kau mengataiku," teriak Carey, yang tidak terima, " Kau tidak tau siapa aku," teriak Carey.
" Sadarlah Nayra," ujar Carey menghentikan langkah Nayra, " seharusnya kau sadar akan dirimu. Jika bukan karena keluarga Addrian Admaja Wijaya, kau hanya hidup seperti gembel. Apa kau terlalu bermimpi tinggi. Anak broken home sepertimu ingin menjadi ratu. Keluargamu saja tidak menginginkanmu lagi orang lain, keluargamu yang hancur itu. Mamamu yang tukang selingkuh," ujar Carey dengan sinis meluapkan kemarahannya. Nayra yang mendengarnya mengepal tangannya. Dan langsung berbalik badan.
Plakkkkkkk
Satu tamparan melayang kepipi Carey. Semua karyawan yang melihat langsung kaget. Begitu juga dengan Carey yang telah mendapat tamparan panas itu. Carey memegang pipinya napasnya naik turun tidak terima dengan apa yang di lakukan Nayra.
" Berani sekali kau menamparku," teriak Carey.
" Aku tidak hanya akan menamparmu, aku akan menyobek mulutmu, karena berani menghina keluargaku. Seharusnya kau mengaca terlebih dahulu, memang kau berasal dari keluarga yang seperti apa. Apa kau sudah sangat sempurna. Meski keluargaku, beroken home. Paling tidak aku lahir dari rahim istri yang di nikahi secara sah. Tidak sepertimu anak yang lahir tanpa seorang ayah," ujar Nayra dengan sinis.
Carey tidak percaya, jika Nayra mengetahui siapa dirinya. Seumur hidupnya beluma ada yang menghinanya dan hari ini Nayra menghinanya.
Carey mengangkat tangannya, dia ingin menampar Nayra. Nayra memejamkan matanya saat akan tau tangan itu melayang ke pipinya.
" Carey," bentak, Raihan yang tiba-tiba muncul. Tangan Carey terhenti. Nayra kembali membuka matanya dan melihat ke arah Raihan yang berjalan menghampirinya.
Raihan memegang tangan Carey yang masing menggantung, untuk menampar Nayra.
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Raihan menurunkan tangan Carey.
" Kenapa kamu mencegahku menamparnya dia sudah menghina ku dan juga mamaku ," teriak Carey tidak terima dan ingin menarik rambut Nayra. Tetapi Raihan menghalanginya. Berdiri di depan Nayra. Seakan melindungi Nayra.
" Carey, cukup," bentak Raihan.
" Raihan, dia menghina mamaku. Yang juga teman mamamu, dan kamu malah membelanya, dia juga menamparku tadi," teriak Carey.
" Aku bilang cukup," tegas Raihan. Raihan berbalik badan dan menghadap Nayra.
" Apa kau tidak punya pekerjaan, selain membuat keributan," ujar Raihan pada Nayra.
" Dia yang memulai duluan," jawab Nayra.
" Kau masih menyalahkanku, lihat bajuku kotor, akibat ulahmu semua makanan yang kubawa, terbuang sia-sia, kau menamparku dan menghinaku. Dan kau masih menyalahkanku," sahut Carey berteriak.
" Semua itu tidak akan terjadi. Jika kau tidak datang kemari. Aku juga tidak akan menamparmu dan menghina mamamu. Jika kau tidak menghina keluargaku," teriak Nayra.
" Tapi kau yang duluan," sahut Carey.
" Kau yang duluan, siapa menyuruhmu datang kemari," sahut Nayra.
" Memangnya ini Perusahaanmu," sahut Carey.
" Ini juga bukan Perusahaan mu," sahut Nayra tidak mau kalah.
Carey dan Nayra terus saling taut-tautan. Sementara Raihan yang berada di tengah-tengah benar-benar gila dengan 2 wanita yang tidak mau kalah sama sekali.
" Cukup," bentak Raihan, " Apa kalian tidak bisa diam?" tanya Raihan. Nayra menarik napasnya, melihat di sekelilingnya, belakangan ini dirinya memang menjadi tontonan.
" Carey pulanglah," ujar Addrian. Carey menatap Raihan dengan heran. Ada rasa tidak terima ketika Raihan hanya menyuruhnya pulang.
" Dan kau ikut keruanganku," ujar Raihan menarik tangan Nayra. Namun Nayra tidak bergerak sedikitpun.
" Lepaskan tanganku, aku bisa berjalan sendiri. Kau hanya akan semakin penasaran denganku jika menyentuhku," ujar Nayra dengan sinis. Raihan pun melepas tangan Nayra dan melangkah lebih awal.
" Sebelum pulang, ingatlah membersihkan lantai itu," ujar Nayra pada Carey dengan tersenyum dan pergi menyusul Raihan.
" Sialan, aku akan membalasmu," teriak Carey yang tidak terima.
" Apa kalian liat-liat," bentak Carey melihat semua orang memperhatikannya. Karyawan menggeleng-geleng dan pergi meninggalkan Carey.
" Liat aja kau akan menerima balasan setimpal," desis Carey membersihkan bajunya dengan tangannya. Tidak menyangka dia begitu sial hari ini. Rencana ingin membawakan Raihan makanan tetapi malah bertemu Nayra.
__ADS_1
Yang dianggapnya remeh. Tetapi wanita itu menghinanya dan malah menamparnya. Lebih parahnya Raihan malah membelanya.
...Bersambung..........