Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 360


__ADS_3

Carey terus mengkompres suaminya dengan wajahnya yang panik. Dia tidak tau mengapa Dion tiba-tiba bisa panas tinggi seperti itu. Dion juga mengingau berbicara yang lain-lain yang tidak di mengerti Carey.


Dion Tiba-tiba memegang tangannya dengan kuat membuat Carey kaget. Dion mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Carey. Carey juga melihatnya. Melihat wajah suaminya yang pucat dan mata suaminya yang benar-benar tidak bisa di katakan entah seperti apa. Mata yang kosong dan terlihat menahan sakit.


" Kita Kerumah sakit," ujar Carey.


" Aku tidak apa-apa, kamu di sini sudah membuatku jauh lebih baik," jawab Dion dengan suara seraknya.


" Tetapi aku tidak bisa terus bersamamu. Aku masih ada pekerjaan. Jadi sebaiknya kita Kerumah sakit saja," ujar Carey yang tampaknya tidak peduli dengan Dion.


Mungkin rasa sakit di hati Carey menutup dirinya untuk mudah luluh. Dia terkesan cuek dan seakan-akan peduli. Karena masih memiliki rasa kemanusiaan. Tanpa memikirkan apa-apa lagi.


Carey pun melepas tangannya dari genggam Dion yang sangat panas dan langsung berdiri.


" Aku akan siapkan mobil," ujar Carey yang begitu dingin dan langsung pergi dan Dion yang menggigil kedinginan dengan menahan rasa sakit.


Hanya melihat kepergian Carey dalam diamnya. Carey yang benar-benar berubah 180 derajat yang tidak mempedulikan Dion walau masih suaminya.


***********


Akhirnya Carey dan Dion sampai di rumah sakit. Carey mematikan mesin mobil dan melihat ke arah Dion yang tampak lemas. Carey hanya melihat sebentar dan langsung keluar dari mobil.


Carey langsung berjalan menuju tempat Dion dan langsung membuka pintu mobil Dion dan membantu Dion keluar dari mobil. Carey memapah suaminya itu dan langsung memapah suaminya memasuki rumah sakit tanpa ada obrolan dan lebih saling diam.


" Dion," tiba-tiba sapaan seorang wanita menghentikan langkah Dion dan Carey. Mereka sama-sama membalikkan tubuh mereka dan melihat siapa yang memanggil Dion.


Ketika melihat orang yang memanggil Dion membuat Carey langsung berdecak kesal, saat melihat yang memanggil Dion adalah Vira. Ya Vira memang seperti hantu selalu ada di mana-mana dan dengan langkahnya Vira pun menghampiri Carey dan juga Dion.


" Kamu kenapa, kok bisa kemari?" tanya Vira dengan paniknya dan bahkan memegang lengan Dion.


" Kamu sakit, kamu panas sekali," ujar Vira lagi memegang kening Dion dengan punggung tangannya. Sementara Dion sudah mulai menghindar dan tidak nyaman.


Tetapi memang Vira terlihat mendesak dan sedikit memaksa. Wajah Carey jangan tanya pasti sangat kesal dan emosian tingkat dewa. Melihat kelakukan Vira yang benar-benar tidak tau diri.


" Kamu mau membawanya apa aku?" tanya Carey dengan sini yang melepas rangkulannya dari suaminya dan membiarkan Vira yang menanganinya.


" Hah, aku, aku hanya...." Vira tidak bisa menjawab dan malah gugup.


" Kamu membawanya apa aku?" tanya Carey sekali lagi.

__ADS_1


" Carey, ayo masuk, aku tidak tahan berdiri," ucap Dion dengan suara seraknya yang benar-benar lemas.


Carey melihat ke arah Vira yang diam tanpa bicara dan Carey pun kembali memapah suaminya memasuki rumah sakit membiarkan Vira yang diam tanpa ada nada bicara dan mungkin Vira juga sudah mulai merasa jika Dion mulai menghindarinya.


***********


Dion pun melakukan pemeriksaan dengan Dokter dan pasti Carey menemaninya. Tidak lama pemeriksaan, Dion sekarang sedang duduk bersama Carey dan berbicara dengan Dokter yang duduk di depan mereka.


" Bagaimana keadaan suami saya?" tanya Carey.


" Pak Dion, tidak apa-apa. Hanya saja Pak Dion kurang beristirahat, dan mungkin terlalu banyak pikiran. Di tambah cuaca yang memang tidak baik. Jadi sangat sensitif untuk demam tinggi. Tetapi untungnya Pak Dion cepat di periksakan," jelas Dokter.


" Lalu apa suami saya, perlu di rawat di rumah sakit?" tanya Carey.


" Tidak perlu Bu. Cukup di rawat di rumah saja. Karena biasanya. Suami akan cepat sembuh. Jika istri yang merawatnya," ujar Dokter sambil tersenyum.


Sementara Carey dan Dion hanya menganggapi datar perkataan Dokter. Karena hubungan mereka memang sangat dingin.


" Saya tuliskan resep ya. Silahkan di tebus," ujar Dokter.


" Iya Dok," jawab Carey. Dokter menulis cepat resepnya dan sementara Dion dan Carey hanya diam menunggu Dokter menulis dengan lincah.


" Hmmm, makasih Dok," sahut Carey mengambil resep tersebut dari tangan Dokter.


" Sama-sama," jawab Dokter.


" Kalau begitu kami permisi dulu Dok," ujar Carey pamit dan berdiri membantu Dion.


" Iya. Jangan lupa obatnya di minum ya pak Dion agar kondisi bapak cepat pulih," ujar Dokter memberi saran.


" Iya Dok. Makasih Dok, sekali lagi," sahut Dion. Dokter hanya mengangguk.


Carey dan Dion pun akhirnya ke luar dari ruangan Dokter.


" Aku akan tebus obatnya dulu. Kamu tunggu di sini saja," ujar Carey yang mendudukkan suaminya di ruang tunggu.


" Iya," jawab Dion masih dengan suara seraknya. Carey pun langsung pergi untuk menebus obat tersebut sementara Dion menunggu saja, dia juga sangat lemas. Jika harus berjalan.


**********

__ADS_1


Carey berjalan di koridor-koridor rumah sakit dengan buru-buru, agar cepat kembali menemui Dion. Karena dia tetap tidak tega. Suaminya menunggu lama.


" Astaga," ujar Carey menepuk jidatnya yang sepertinya ada sesuatu.


" Tas ku ketinggalan di ruang Dokter," gumamnya yang merasa teledor sampai tasnya bisa ketinggalan.


" Hhhhh, harus balik lagi," Carey menarik napas panjang dan geleng-geleng melihat keteledorannya sendiri dan memutuskan balik lagi. Karena dompetnya juga ada di tas. Jadi mana mungkin dia harus pergi tanpa ada uang.


Dion masih menunggu di tempatnya semula duduk dengan menyandarkan punggungnya di tembok rumah sakit. Tiba-tiba Vira datang dan duduk di samping Dion.


" Dion kamu tidak apa-apa?" tanya Vira dengan wajah cemasnya membuat Dion kaget dengan kehadiran Vira yang tiba-tiba saja sudah ada.


Dan hadirnya Vira di samping Dion. Ternyata bersamaan dengan Carey yang datang dan hanya saja Carey menghentikan langkahnya dan pasti marah melihat apa yang di depan matanya.


" Apa Vira memang tidak pernah mengerti," batin Carey yang sepertinya mulai kehilangan kesabaran.


" Kamu ngapain di sini?" tanya Dion yang menggeser dirinya dari Vira bahkan melepas tangan Vira dari genggamannya.


" Aku cemas dengan kamu, makanya aku di sini," jawab Vira.


" Tidak perlu. Kamu tidak perlu mencemaskanku. Kamu urus diri kamu sendiri saja. Ada Carey yang mengurusku. Jadi jangan mengurusiku," sahut Dion dengan wajah seriusnya.


" Maksud kamu apa?" tanya Vira heran dengan kata-kata Dion yang tampak dingin.


" Vira. Aku sudah menikah. Jadi sebaiknya kita jaga jarak. Kamu bukan tanggung jawabku. Carey istriku. Adalah tanggung jawabku. Jadi jangan menggangguku. Aku tidak mungkin terus bersamamu. Karena aku sudah memiliki istri," ujar Dion menjelaskan posisinya kepada Vira. Vira jelas kaget mendengarnya.


" Apa yang kamu bicarakan Dion. Aku tau selama ini kamu sudah menikah. Tetapi kita sahabat dan aku juga tidak ada maksud apa-apa pada hubungan rumah tangga kamu dan Carey. Kita hanya sebatas sahabat," ujar Vira yang mencoba menjelaskan pada Dion.


" Kamu dengarkan aku Carey. Tidak ada persahabatan antara wanita dan Pria. Apa lagi jika pria itu sudah menikah. Apa yang aku lakukan sama kamu terlalu berlebihan. Sampai aku harus menyakiti Carey. Jadi sebaiknya kamu menjauh dariku. Kita pasti tetap berteman. Tetapi pertemanan yang sewajarnya," ujar Dion menjelaskan dengan sedetail-detailnya.


" Apa kamu bicara seperti ini. Karena Carey juga hamil," sahut Vira dengan wajahnya yang senduh dan sedih dengan kata-kata Dion.


" Tidak. Bukan karena dia hamil. Tapi aku tidak ingin menyakiti perasaannya. Aku tidak ingin dia terluka. Dan aku melakukan semua itu selain untuk menjaga perasaannya. Juga mencintainya," ujar Dion menegaskan kepada Vira.


Carey yang berada di balik tembok mendengar hal itu langsung kaget. Dia benar-benar tidak percaya. Jika Dion mengatakan hal seperti itu.


" Jadi aku mohon jangan mendekatiku. Hargai pernikahan ku dengan Carey. Karena bagiku. Dia adalah segalanya," ujar Dion lagi lebih menegaskan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2