Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 246


__ADS_3

Carey hari ini akan berkunjung kerumah Nayra. Bukan hanya Carey, ada juga mamanya yang ikut bersamanya untuk melihat ke adaan Nayra.


Sebelum kerumah Nayra, mereka mampir super market membeli beberapa makanan dan keperluan untuk Nayra.


Carey tampil sangat anggun dengan balutan gamis hijau botol dan jilbab segitiga yang menutup bagian dadanya.


Mendorong troli belanjaan dan mulai memilih-milih apa yang mereka ingin beli bersama Jihan sang mama.


" Untuk Raihan?" tanya Jihan melihat Carey mengambil buah Ceri


" Bukan ma, untuk Nayra," jawab Carey memasukkan beberapa cup.


" Sejak kapan Nayra mau buah Ceri?" tanya Jihan sambil memasukkan beberapa macam buah ke dalam troli. Dia juga tau anaknya itu tidak menyukai buah itu. Tetapi menantunya sangat menyukainya.


" Sejak Nayra hamil," jawab Carey.


" Mama baru tau," sahut Jihan.


" Nayra semenjak hamil memang aneh banget. Makanan yang dia tidak suka akan menjadi favoritnya. Dan timbal balik dengan Raihan. Raihan lebih parah," jelas Carey geleng-geleng melihat kelakuan adiknya.


" Maksud kamu Nayra dan Raihan, sama-sama ngidam?" tanya Jihan memastikan.


Nayra memang tidak pernah meminta apa-apa kepadanya. Jadi dia juga tidak tau apa yang di inginkan Nayra. Bahkan dia juga tidak mengetahui anaknya itu mengidam apa.


Berbeda dengan Carey yang sering mengunjungi Nayra. Jadi pasti Carey lebih tau apa-apa yang di butuhkan adiknya.


" Jadi percuma mama ambil itu," sahut Carey saat melihat mamanya ingin mengambil ceker.


" Dia juga tidak mau ini?" tanya Jihan. Carey mengangguk. Jihan tidak jadi memasukkan ceker itu kedalam troli belanjaan.


" Mama tau alasan Nayra tidak pernah datang kerumah kita semenjak dia hamil. Padahal dia tidak sibuk-sibuk amat," ujar Carey sambil terus memilih-milih.


" Kenapa?" tanya Jihan penasaran.


" Karena hidungnya tidak tahan mencium aroma bunga," jelas Carey.


" Semua bunga. Pasti tidak. Bunga liliy tidak mungkin," sahut Jihan tersenyum. Bunga favorite anaknya tida mungkin tidak di sukai.


" Lebih parah. Jadi dari pada mama sakit hati melihat bunga itu di buang. Sebaiknya bunga yang ada di mobil yang mama bawa untuk Nayra. Sebaiknya jangan di berikan. Nanti mama sakit hati lagi," ujar Carey memperingatkan sebelum terjadi. Membuat


Jihan mendengarnya mengkerutkan dahinya. Dia memang sengaja membawakan bunga liliy untuk Nayra dan sudah di letakkan di dalam mobil.


" Masa sih, Nayra seperti itu," sahut Jihan tidak percaya.


" Mama coba aja kalau tidak percaya," ucap Carey dengan santai.


" Astaga aneh-aneh saja. Dia mengandung anak perempuan atau laki-laki ya. Kenapa ngidamnya aneh-aneh," sahut Jihan malah pusing dengan Nayra.


" Entahlah, dia juga belum pernah USG kelamin," sahut Carey yang juga tidak tau.

__ADS_1


" Tetapi semoga saja. Bayinya kembar," lanjut Carey yang menginginkan hal itu.


" Terus apa yang harus di beli. Rencananya mama mau masak sup ceker. Tapi mendengar omongan kamu itu hanya akan menyiksanya," ucap Jihan menjadi lesu.


Carey hanya geleng-geleng. Nayra memang permintaannya aneh-aneh. Jadi tidak tau juga apa yang memang akan di bawa.


Carey pun hanya mengambil asal-asalan saja. Nanti juga ketahuan mana yang di sukai dan mana yang tidak.


" Ma Carey ambil nuget dulu ya," ujar Carey lupa mengambilnya tadi.


" Hmmm," jawab Jihan dengan deheman.Saat Carey berbalik badan. Dia menabrak seseorang.


" Astagfirullah, maaf," ujar Carey spontan berjongkok dan mengutip belanjaan orang yang yang ditabraknya yang jatuh ke lantai.


" Maafkan saya," ujar Carey mengangkat kepalanya. Yang ternyata wanita paru baya yang di tabraknya. Tetapi wanita itu tidak asing untuknya.


" Apa aku pernah bertemu dengannya," batin Carey berusaha mengingat-ingat.


" Bukannya kamu Carey," ujar wanita itu mengenali Carey.


Carey pun berdiri dan berhadapan dengan wanita itu.


" Kamu masih ingat sama saya tidak?" tanya wanita itu. Carey mencoba mengingat-ingat siapa wanita itu.


" Bukannya ibu ini. Ibu dari Pria itu," batin Carey.


" Bu Erin," ujar Carey mengingat wanita itu adalah orangtua dari Pria yang marah-marah kepadanya. Mamanya Dion.


" Maaf ya Bu saya tidak sengaja," ujar Carey lagi yang terus merasa bersalah.


" Tidak apa-apa," jawab Erin tersenyum mengusap lengan Carey.


" Saya senang bisa bertemu kamu lagi. Kamu apa kabar?" tanya Erin.


" Baik Bu," jawab Carey tersenyum.


" Kamu mengenalnya Carey?" tanya Jihan.


" Iya ma. Ibu ini salah satu ibu dari langganan kita," jelas Carey, " yang pernah memarahi Carey," batin Carey.


" Oh begitu, saya Jihan mamanya Carey," sahut Jihan mengulurkan tangannya.


" Erin," jawab Erin menyambut uluran tangan ini.


" Saya senang bisa bertemu dengan kamu dan juga mama kamu. Apa ini namanya takdir," ujar Erin dengan wajahnya yang terus tersenyum.


" Saya juga senang. Maafkan saya sekali lagi Bu, saya tidak bermaksud, saya sangat ceroboh," ujar Carey masih merasa bersalah.


" Kamu ini minta maaf terus saya sudah katakan iya. Tapi kamu malah meminta maaf lagi," sahut Erin yang terus kagum dengan kesopanan Carey.

__ADS_1


" Wanita ini benar-benar berbeda dengan wanita lain," batin Erin yang terus menatap wajah Carey tanpa ada bosannya.


Dia memang menyukai Carey sejak pertama bertemu. Wanita itu selalu membawa aura yang positif baginya.


*********


Setelah belanja. Akhirnya Carey dan Jihan sudah tiba di rumah Nayra. Raihan kekantor. Nayra seperti biasa di rumah di temani Amira dan Andini.


Nayra yang duduk di lantai sedari tadi membongkar apa-apa saja yang di bawa kakak dan Mamanya. Sambil mulutnya tidak berhenti memakan buah Ceri yang sudah habis 2 cup.


Bayangkan betapa banyaknya itu dan sampai saat ini mulut itu tidak berhenti juga mengunyah.


" Tante beli sedikit sekali, Nayra pasti kurang," sahut Andini yang sedari tadi memperhatikan Nayra.


" Tante mana tau Andini. Itu aja idenya Carey," sahut Jihan.


" Kak Carey?" tegur Nayra yang melihat Carey malah melamun.


" Kak," tegurnya sekali lagi.


" Hah iya kenapa?" sahut Carey malah linglung.


" Kakak kenapa kok ngelamun?" tanya Nayra heran.


" Tidak tidak apa-apa," sahut Carey yang malah kurang fokus.


" Memang tadi kamu bilang apa?" tanya Carey mencoba fokus.


" Nayra minta di beliin lagi buahnya," sahut Andini.


" Baiklah nanti kakak beliin lagi," sahut Carey tersenyum.


" Hmmmm, Nayra kamu sudah USG kelamin?" tanya Carey.


" Rencana Minggu depan?" jawab Nayra.


" Kira-kira bayinya perempuan atau laki-laki ya. Kalau aku tebak sih pasti cewek," sahut Andini menebak-nebak dengan matanya melihat kearah kandungan Nayra.


" Sok tau kamu," sahut Nayra.


" Kelihatan dari mama dan bapaknya yang manjanya kelewat batas. Jadi pasti bayinya cewek," sahut Andini dengan yakin.


" Apapun itu yang penting sehat," sahut Jihan.


" Benar kata mama yang penting itu bayinya sehat," sahut Carey. Nayra mengangguk-angguk.


" Hmmm, oh iya Nayra, kamu sudah mengunjungi papa David lagi," tanya Jihan mengingat hal itu.


" Mama tau aku sedang ada masalah?" tanya Nayra dengan wajah lesunya. Jihan mengangguk.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2