
Setelah mengurus semuanya Vira pun akhirnya di makamkan tepat di samping makam Ramah sang kakak. Mereka mengurus semua pemakaman Vira layaknya seperti keluarga sendiri.
Dengan pakaian hitam, mereka mengelilingi kuburan yang sudah di taburi bunga-bunga itu. David juga ada di sana dia ingin mengantarkan Vira untuk yang terakhir kalinya. Di mana Vira juga sudah anggapannya sebagai putrinya.
David berjongkok di samping makam itu dengan mengusap-usap mesan itu.
" Tenanglah di sana, kamu sebenarnya wanita baik, hanya jalan yang kamu lalui yang salah. Kamu jangan khawatir anak kamu akan baik-baik saja dia akan bersama kami dia akan tumbuh menjadi anak yang baik," ujar David yang tak kuasa menahan tangisnya. Nayra mengusap pundak papanya untuk menguatkan papanya.
" Ayo pah kita pulang, ini sudah sore, biarkan Vira beristirahat dengan tenang," ujar Nayra mengajak sang papa untuk pulang.
" Hmmm, iya sayang," sahut David yang langsung berdiri bersama Nayra.
" Istirahatlah dengan tenang Vira," ucap Saski yang pasti sangat menyayangkan Vira pergi dalam keadaan seperti itu.
Dara pun mengusap-usap mesan itu dengan air matanya yang tidak henti-hentinya menetes.
" Kamu jangan khawatir aku menjaga anakmu, aku menganggapnya seperti anakku sendiri," ujar Dara yang berjanji pada Vira.
Carey, dan Della mendekati Dara dan merangkul temannya itu.
" Ayo kita pulang, dia sudah tenang di atas sana," ujar Carey. Dara mengangguk dan berat hati meninggalkan makam itu. Yang lainnya juga sudah mulai satu persatu meninggalkan makam itu.
Sementara Sony masih berdiri di depan makam itu.
" Maafkan aku Vira aku yang membuat semuanya seperti ini. Aku akan menebus kesalahanku untuk merawat anak itu. Maafkan aku. Kamu istirahatlah dengan tenang," ujar Sony dengan air matanya yang menetes yang pasti sangat menyesal dengan kejadian itu.
Lalu Sony pun memilih untuk pergi dari tempat itu. Meninggalkan makam itu di mana Vira akan beristirahat dengan tenang di sana. Semua orang sudah meninggalkan pemakaman itu.
**********
Nayra dan Raihan berada di dalam mobil yang di setiri oleh supir mereka duduk di belalang dengan Nayra memeluk suaminya.
" Aku tidak percaya, jika Vira akan pergi secepat ini," ujar Nayra.
" Itulah yang namanya azal kita tidak tau kapan itu akan tiba. Kita berdoa saja untuk dia yang tenang di alam sana," sahut Raihan.
" Iya, semoga kita yang masih tinggal di dunia ini mendapat pelajaran dari apa yang terjadi," sahut Nayra.
" Amin kita doakan yang terbaik. Termasuk Sony yang di berikan kemudahan untuk merawat bayinya," ujar Raihan.
" Iya sayang, ini juga pelajaran untuk Sony dan semoga saja dia di permudah segala urusannya dan bisa merawat dan membesarkan bayinya," sahut Nayra. Raihan mengangguk-angguk dan memeluk istrinya erat.
Dia juga tau istrinya juga sedang berduka. Karena. Vira sudah di anggap sebagai saudara sendiri dan melupakan semua masalah yang terjadi.
__ADS_1
**********
Rumah sakit
Dara berkunjung ke rumah sakit untuk melihat bayi yang lahir prematur itu. Dara berdiri di samping tabung inkubator dengan mengusap kaca itu dan tersenyum melihat bayi kecil itu.
" Sayang, kamu yang kuat ya, Tante yakin sebentar lagi kamu akan bisa keluar dari tempat ini. Kamu anak yang kuat dan anak yang sangat baik, jadi bersabar ya sayang," ujar Dara dengan matanya berkaca-kaca yang sangat haru melihat anaknya tersebut.
" Kamu jangan khawatir sayang, Tante akan selalu menjaga kamu. Tante sayang sama kamu," ujar Dara dengan tulus kepada anak tersebut.
Di tengah-tengah Dara yang berbicara dengan bayi kecil itu. Sony tiba-tiba datang ketempat itu. Sony berdiri di samping Dara dan juga melihat bayi laki-laki darah dagingnya tersebut.
" Terima kasih Dara, kamu sudah merawat dua dari dia di dalam kandungan," ujar Sony. Dara menoleh ke arah Sony.
" Aku tidak melakukan apa-apa. Apa yang aku lakukan juga tidak banyak. Lagian itu sudah tugasku dan juga sama halnya dengan amanah Vira. Aku akan merawat anak ini seperti anakku sendiri," ujar Dara dengan air matanya menetes melihat Sony. Sony mengangguk.
" Iya kamu akan merawatnya. Kamu yang pantas untuk dirinya," sahut Sony. Dara tersenyum.
" Tidak Sony, aku merawatnya bukan karena pantas atau tidak. Aku hanya bahagia jika merawatnya dan masalah pantas. Kamu juga pantas. Karena kamu adalah ayahnya," sahut Dara. Sony meraih ke-2 tangan Dara.
" Dara, aku tau aku sudah menyakitu kamu banyak sampai tidak bisa terhitung. Aku menyadari kesalahan dan ini adalah karma untukku. Dara aku tau aku tidak pantas untuk mendapatkan cintamu. Tetapi aku ingin 1 kesempatan lagi. Aku akan berubah. Aku mencintaimu Dara. Walau kesempatan itu tidak mungkin aku dapatkan," ujar Sony dengan air matanya yang menetes.
" Dara aku ingin kamu dan aku merawat anak ini. Menikahlah denganku Dara," lanjut Sony yang dengan tulus melamar Dara mantan kekasihnya.
" Aku mencintaimu Dara," ujar Sony yang langsung bersujud di hadapan Dara dengan tangan Dara yang masih di pegang.
" Apa yang kamu lakukan Sony berdirilah," sahut Dara yang langsung berjongkok mengajak Sony berdiri.
" Jangan seperti ini, apa yang kamu lakukan, kamu tidak boleh seperti ini," ujar Dara yang pada akhirnya Sony pun berdiri dengan Dara yang masih memegang ke-2 bahunya.
" Sony, untuk merawat anak kamu itu butuh seorang ibu. Karena kamu tidak mungkin bisa merawatnya sendirian dan Vira memberiku amanah untuk merawatnya. Jadi aku juga tidak akan membiarkan wanita lain untuk merawatnya. Jadi harus aku yang merawatnya yang menjadi ibunya dan bukan orang lain," ujar Dara membuat Sony mengkerutkan dahinya.
" Maksud kamu?" tanya Sony menaikkan 1 alisnya.
" Aku harus di nikahi oleh ayah bayi ini. Agar aku bisa menjadi ibunya," sahut Dara mengalihkan pandangannya membuat Sony merasa curiga.
" Apa maksud kamu. Kamu mau menikah dengan ku?" tanya Sony tidak percaya.
" Aku tidak punya pilihan lain," sahut Dara. Membuat Sony tersenyum lebar dengan mengusap wajahnya dengan raut wajahnya yang bahagia yang tidak percaya dengan Dara menerimanya.
" Makasih Dara," sahut Sony yang langsung memeluk Dara bahkan mengangkat Dara dengan memutar-mutar kan tubuh Dara saking bahagianya.
" Ihhhh, Sony lepas kamu ini ya, lepasin Sony, aku bisa jatuh," sahut Dara memukul-mukul bahu Sony. Tetapi namanya Sony sangat bahagia. Jadi wajar dia menggendong Dara dengan kebahagian hatinya.
__ADS_1
Ternyata di depan pintu Saski dan Rony ada di sana yang tadi ingin masuk namun mengurungkan niat itu karena melihat kebahagian di depan mata.
Pasangan suami istri pun saling melihat dengan tersenyum bahagia.
" Jodoh, memang tidak kemana," sahut Rony merangkul Saski.
" Kamu benar sayang. Dara wanita yang baik, tulus dan dia berbesar hati menerima putra kita. Walau putra kita sudah menyakitinya berkali-kali," ujar Saski yang merasa bahagia.
" Ayo, kita biarkan mereka. Kita doakan yang terbaik untuk mereka," ujar Rony. Saski mengangguk dan mereka langsung pergi.
**********
1 bulan kemudian.
Butuh waktu 1 bulan untuk Dara dan Sony yang akhirnya bersanding di pelaminan. Karena banyak proses yang mereka lakukan. Belum lagi untuk penyembuhan Dany bayi kecil yang lahir prematur itu yang di beri nama Dany.
Awalan huruf Dara dan akhiran huruf Sony yang mereka jadikan untuk nama bayi tampan itu. Tiba hari pernikahan itu. Hari pernikahan yang sangat lancar dari proses akad sampai sekarang resepsi.
Dara sangat cantik dengan gaun simple berwarna gold yang lurus memanjang yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan rambutnya yang yang di tata kesamping yang membuatnya sangat cantik dan elegan sementara Sony memakai jas putih dengan yang juga tidak kalah tampannya.
Teman-temannya juga ada di sana untuk memeriahkan pernikahan itu. Nayra bersama suaminya dan juga putri cantiknya. Dion bersama Carey istrinya yang hamil besar, Andini bersama suaminya Alex dan Angga bersama istinya Della.
Juga ada Raina bersama suaminya Raka dan 2 anaknya Amira dan Alan. Dan pasti ada 2 wanita cantik yang masih jomblo ya itu Celine dan juga Luci.
Pasangan pengantin baru itu berada berada di atas pelaminan yang ingin melempar bunga dengan dan orang-orang di sana berkerumunan yang ingin mendapatkan bunga pengantin itu. Termasuk Celina dan Luci yang masih jomblo. Sementara yang lainnya hanya menonton saja dan melihat kehebohan di sekitar pelaminan.
" Apa sudah siap?" tanya MC dengan suara semangatnya.
" Siap!" sahut semuanya serentak yang sudah menunggu bunga itu.
" Baik pengantin baru tolong lempar bunganya," sahut MC.
Dara dan Sony saling melihat dan mengikuti arahan MC yang menghitung 1 sampai 3 dan akhirnya Dara dan Sony melemparnya yang ternyata Celine yang mendapakannya.
" Yeeeeeeeeeee," sahut Celine melompat kegirangan. Yang membuat semua orang yang ada di sana tersenyum penuh kebahagian.
Dara dan Sony sama-sama melihat. Lalu Sony mencium lembut kening Dara. Dara memejamkan matanya.
Nayra dan Raihan saling melihat tersenyum bahagia dengan pasangan pengantin itu.
" Semoga mereka hidup bahagia," ujar Nayra.
" Amin," sahut Raihan yang tersenyum bahagia dengan kebahagian temannya itu. Semua teman-temanny juga memberikan doa yang terbaik untuk pernikahan yang penuh kebahagian itu.
__ADS_1
Bersambung