Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 58


__ADS_3

Raihan mengendus menerima tamparan itu, dia mengulum lidahnya di area pipinya.


" Berani sekali kau menamparku," ujar Raihan menekan suaranya.


" Brengsek, biadap, kurang ajar, kau sungguh bukan manusia," teriak Nayra mengumpat terus menerus.


" Jangan berteriak di depanku," teriak Raihan.


" Kenapa? kenapa kau melakukan semua ini, kau sengaja melakukannya, apa kau sengaja?" tanya Nayra berteriak dengan keras.


" Iya aku sengaja melakukannya, aku sengaja mendekatimu, agar kau jatuh cinta kepadaku. Aku sengaja mendekatimu. Tidak sulit untukku rencanaku berhasil, Bagaimana Nayra rasanya sakit bukan, sekarang kamu taukan apa yang aku rasakan selama ini," teriak Raihan. Napas Nayra naik turun, dia tidak percaya jika Raihan akan mempermainkannya.


" Kau ingin balas dendam kepadaku?" tanya Nayra memastikan.


" Baguslah jika kau sadar, semua yang aku lakukan, yang aku katakan, semuanya hanya sandiwara. Aku melakukan semua itu hanya karena ingin kau merasakan apa yang aku rasakan. Semua terjadi tanpa ada rasa sedikitpun. Karena aku tidak pernah menganggapmu ada," jelas Raihan dengan sinis.


Nayra semakin terluka mendengar kata-kata itu. Dadanya semakin sesak saat Raihan dengan entengnya berbicara seperti itu.


" Kamu sangat kampungan Raihan, kamu kampungan, cara kamu sangat murahan," teriak Nayra dengan sinis.


" Tetapi cara murahan itu, dengan mudah berhasil, dan kamu merasakan cara murahan itu," sahut Raihan.


" Apa kamu segitu membenciku, sampai kamu tega melakukan semua ini, kamu membuat kepalsuan semua ini. Selama ini kamu bersandiwara dengan ku, semuanya kamu sangat jahat, sangat jahat," teriak Nayra.


" Apa bedanya dengan dirimu, apa yang kau lakukan dulu denganku bukan sandiwara hah!," teriak Raihan.


" Aku tidak pernah bersandiwara dengan mu, aku mencintaimu dengan tulus. Dan kau tau semua itu, kau tau bagaimana perasaan ku kepadamu," ujar Nayra dia benar-benar merendahkan dirinya di hadapan Raihan.


Raihan mendengus mendengar Nayra mengucapkan kata cinta.


" Cinta kau bilang, jika kau mencintaiku, kau tidak akan selingkuh dengannya," teriak Raihan.


" Aku tidak pernah selingkuh Raihan," teriak Nayra.


" Sudahlah Nara, jangan bersikap seperti ini, aku benar- benar muak melihatmu. Kau sangat pintar mencari simpatik. Jika kau berbicara cinta pergilah dengan cintamu yang palsu itu, cinta yang sangat menjijikkan," sahut Raihan dengan dingin.


" Tega sekali kamu Raihan berbicara seperti ini kepadaku," batin Nayra tidak habis pikir.


" Keluar dari ruanganku!" usir Raihan.


" Kamu keterlaluan Raihan," ujar Nayra.


" Aku bilang keluar!" teriak Raihan.

__ADS_1


" Kamu pembohong Raihan,"


Raihan yang tidak bisa menahan emosinya. Perasaannya semakin teracak-acak jika terus dekat dengan Nayra. Raihan mencengkram tangan Nayra dengan keras dan menyeretnya keluar dari ruangannya.


Brakkkkkk. Raihan tidak bisa mengontrol dirinya sehingga membuat Nayra tersungkur di lantai.


Para karyawan menatap heran dengan apa yang terjadi. Mereka malah kasihan dengan Nayra.


" Nayra," ujar Ria yang hanya berdiri tanpa bisa melakukan apa-apa.


" Syukurin, memang enak," batin Jesika merasa puas.


Nayra mendengus dengan napasnya yang sesak. Dia sangat hina di perlakukan Raihan seperti ini. Nayra mengepal tangannya, mengangkat kepalanya dan menatap Raihan dengan tajam, menatap penuh kebencian.


" Jangan pernah menggangguku, pergilah dari sini," ujar Raihan dengan tegas. Namun ada rasa sakit dengan apa yang dia lakukan barusan.


Nayra mengusap air matanya kasar, dan langsung berdiri. Sudah terlanjur jadi harus di lanjutkan. Jika sudah basah maka harus mandi.


" Kau yang jangan pernah menggangguku," ujar Nayra menghentikan langkah Raihan.


" Kau yang datang kedalam hidupku Raihan. Mengajaku pacaran saat usia ku 14 tahun Kau juga meninggalkan ku. Dan kau juga yang kembali. Dan kau melakukan lagi meninggalkanku," ujar Nayra yang tidak peduli jika orang-orang mendengar ucapannya.


" Kau sampai tidak bisa melupakanku, sampai kau harus pulang ke Indonesia dan memainkan trikmu yang kampungan untuk membuatku jatuh kembali kepadamu. Apa kau begitu mencintaiku sampai menyusun cara itu dengan rapi," ujar Nayra dengan bibirnya yang bergetar Raihan melihat di sekelilingnya dia berubah menjadi panik, ketika tatapan para karyawan menuju ke arahnya.


" Sekarang kau menyuruhku menutup mulut. Ada apa Raihan, kau takut semua orang tau jika aku adalah mantan kekasihmu. Mantan yang sudah menghancurkan hidupmu dalam 7 tahun, mantan yang pada akhirnya membuatmu kembali kepada ku," lanjut Nayra yang tidak peduli.


" Nara," teriak Raihan... Nayra mendengus, dia tersenyum melihat kemarahan Raihan.


" Bahkan dalam keadaan seperti ini. Panggilan cinta itu masih terus kau ucapkan, kau lemah Raihan. Kau sangat lemah. Aku tidak menyangka jika orang seperti ku bisa menghancurkan hidupmu," lanjut Nayra tanpa henti.


Raihan mendekatinya dan mencengkram kuat lengan Nayra.


" Apa kau tidak tau di mana tempatmu bicara," Raihan menekan suaranya. Menatap Nayra dengan tatapan tajam. Tetapi Nayra malah tersenyum melihatnya.


" Kau begitu marah Raihan?" tanya Nayra.


" Jangan membuka masa lalu, di sini, sadarlah Nayra jika kau yang sudah meninggalkanku, bukan aku," ujar Raihan.


" Kau sangat lucu Raihan. Kau menyalahkanku dengan kehidupanmu yang hancur. Kau membalas dendam kepadaku. Kau pikir aku akan memikirkan hal ini. Kau pikir aku akan seperti dirimu. Galau selama berhari-hari, bulan, sampai bertahun-tahun. Maaf Raihan, aku tidak seperti dirimu. Bahkan aku tidak akan mengingat sedikitpun tentangmu," ujar Nayra dengan sinis. Membuat Raihan semakin panas.


" Tutup mulutmu, jangan berbicara seperti wanita yang sangat suci," desis Raihan menekan suaranya. Nayra kembali tersenyum.


" Aku cuma ingin memberi tau kepadamu. Berakhirnya hubungan kita di masa lalu. Itu semua karena dirimu yang pergi tanpa alasan," tegas Nayra.

__ADS_1


" Kau masih berani mengatakan aku pergi tanpa alasan. Sadar lah Nayra aku tidak akan pergi jika tidak meninggalkan ku demi laki-laki bajingan itu. Demi selingkuhanmu itu," teriak Raihan.


" Aku tidak pernah berselingkuh. Tapi kau selalu menuduhku," sahut Nayra tidak kalah berteriak.


" Kak Raihan Nayra," teriak Raina yang datang tiba-tiba, Raihan melangkah mendekati kakaknya. Para karyawan langsung menunduk.


" Apa yang kalian lakukan, apa kalian lupa jika ini kantor hah!," teriak Raina yang sangat emosi melihat kakaknya berprilaku seperti anak kecil.


Nayra mengontrol dirinya, beberapa kali dia menarik napasnya mencoba menenangkan dirinya.


" Kalian ber-2 sungguh tidak malu," ujar Raina menatap Raihan dan Nayra.


" Seharunya kamu mengatakan itu, kepada karyawan kesayanganmu," ujar Raihan dengan sinis.


" Maaf Bu Raina. Saya hanya tidak terima. Jika kakak ibu seenaknya dengan saya," sahut Nayra.


" Dasar bermuka dua," desis Raihan.


Nayra semakin geram melihat Raihan. Nayra memegang benda yang melekat dalam lehernya. Dengan kuat Nayra menariknya dan melemparnya pada Raihan.


Raihan sangat terkejut saat benda itu mengenai wajahnya. Ting, kalung itu bahkan menyentuh lantai.


" Kau," desis Raihan ingin kembali menerkam Nayra.


" Aku tidak sudi benda itu melekat dalam diriku. Aku peringatkan kepadamu. Aku bukan bermuka 2 dan bersandiwara sepertimu. Kau akan menyesal melakukan semua ini kepadaku. Aku tidak pernah selingkuh darimu," ujar Nayra menunjuk tepat di wajah Raihan.


" Berani sekali kau mengancamku," desis Raihan. Nayra mengambil tasnya yang jatuh di lantai.


" Mungkin 7 tahun lalu hubungan kita masih gantung. Tapi sekarang semua sudah jelas. Jika aku dan kau. Tidak pernah terikat hubungan apa-apa lagi. Jika kau menganggap apa yang kau lakukan kepadaku hanya untuk balas dendam. Maka kita impas," ujar Nayra tegas.


" Maafkan saya Bu Nayra. Saya permisi," ujar Nayra pamit, dan menundukkan kepalanya. Namun langkahnya kembali terhenti. Dan kembali berbalik arah.


" Jika kau sungguh penasaran, tentang akhir hubungan itu. Tanyalah mamamu," ujar Nayra tiba-tiba. Dan pergi dengan langkahnya yang cepat.


Raihan mengepal tangannya dan langsung memasuki ruangannya. Dengan bantingan pintu yang sangat kuat. Tadinya dia yang ingin mempermalukan Nayra.


Tetapi malah Nayra yang mempermalukannya dan membuatnya sangat rendah di hadapan semua karyawan.


Semua karyawan sekarang tau. Jika Nayra adalah mantan kekasih Raihan. Wanita yang sangat di gilai Raihan.


" Apa yang kalian tunggu, apa kalian tidak ingin bekerja?" bentak Raina.


" Bubar," teriak Raina. Para karyawan langsung berhamburan kembali ketempat duduk masing-masing.

__ADS_1


...Bersambung........


__ADS_2