
" Angga kamu mau ngapain. Kamu mau bawa aku kemana, Angga apa yang kamu lakukan, Angga, Angga kamu mendengar aku atau tidak, kamu turunkan aku. Angga dengarkan aku," ujar Della yang tampak panik dengan Angga yang diam saja dan melangkah seolah tidak mempedulikan Della yang terus memberontak untuk di turunkan.
" Angga kamu kenapa diam, dengarkan aku Angga. Angga, kenapa kamu menyebalkan sekali, Angga!" kesal Della memukul Angga dengan lembut. Tetapi Angga tetap tidak peduli dan tetap melangkah.
" Ini sudah malam dan sudah waktunya untuk kita pulang," ujar Angga menegaskan.
" Pulang-pulang tapi kamu tidak perlu menggendongku turunkan aku dan kamu bisa meletakkan ku di kursi roda ku, kamu tidak perlu memperlakukan ku seperti ini, lepaskann aku," ujar Della dengan geram.
" Kau yakin ingin di lepaskan. Jika kamu di lepaskan kamu akan jatuh ketanah dan aku tidak akan bertanggung jawab lagi," ujar Angga menegaskan.
" Ngagk jatuh di tanah juga kamu bisa mengembalikan ku ke kursi roda," ucap Della menegaskan dengan geram.
" Mana kursi rodamu!" ujar Angga, Della melihat melihat kebelakang dan melihat kosong yang seingatnya kursi rodanya tadi ada di sana dan tempat itu sekarang sudah kosong membuat kebingungan.
" Kursi rodaku. Di mana kursi roda ku. Kenapa tidak ada di sana, kenapa bisa tiba-tiba tidak ada perasaan tadi ada di sini," batin Della yang heran yang tidak melihat keberadaan kursi rodanya.
" Bagaimana kamu mau di jatuhkan di bawah?" tanya Angga.
" Kok bisa nggak ada bukannya tadi ada di situ?" tanya Della heran.
" Mana aku tau," sahut Angga menggedikkan bahunya. Della memperlihatkan ekspresi yang terlihat bingung.
" Della. Semua orang saja bisa mengerti tentang kita. Lalu kenapa kita berdua tidak mengerti tentang hubungan kita dan membiarkan begitu saja," ujar Angga membuat Della bingung.
" Apa yang kau katakan?" tanya Della.
" Orang berusaha untuk kita. Jadi kita harus berusaha untuk kita. Jadi mari pulang," tegas Angga yang langsung melangkah dan Della yang tadinya memberontak jadi menurut saja. Karena memang kursi rodanya telah hilang dan juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut.
" Apa lagi jika bukan pekerjaan mama dan juga Tante Aca," batin Angga yang sepertinya mengetahui. Jika kursi roda itu pasti sengaja di lenyap kan agar dia membawa Della pulang dengan keadaan seperti yang di lakukannya sekarang. Angga memang sudah mulai mencurigai sang mama yang mempunyai banyak cara untuk mendekatkannya dengan Della.
" Kenapa kursi rodanya bisa hilang, kok gitu sih, seperti ada yang tidak beres,"batin Della yang penuh kebingungan yang di gendongan Angga yang terlihat santai membawa Della.
__ADS_1
" Ya ampun kasihan Angga jika dia harus membawaku sampai ke Villa seperti ini. Dia pasti kelelahan ya Allah," batin Della yang terus.
" Angga apa kamu tidak lelah membawaku seperti ini?" tanya Della pelan.
" Tidak," jawab Angga santai, " Aku akan melakukan ini selamanya karena seperti yang aku katakan di awal tadi kamu adalah tanggung jawabku dan ini akan menjadi kebiasaanku," sahut Angga dengan tenang.
" Apa maksud kamu, kamu ini aneh, mana mungkin kamu melakukannya selamanya. Memangnya aku tinggal bersamamu apa makanya kamu bisa melakukannya," sahut Della geleng-geleng.
" Kita akan tinggal bersama," sahut Angga membuat Della terkejut sampai melihat Angga dengan wajah seriusnya.
" Apa maksud kamu?" tanya Della merasa ada yang tidak beres.
" Seperti yang aku katakan di awal tadi, kali ini aku tidak akan menyerah. Aku tidak menerima penolakan dari mu," ucap Angga menegaskan.
" Apa yang di katakannya, kenapa dia berbicara seperti itu. Kenapa perasaanku tidak tenang seperti ini," batin Della yang merasakan was-was dan Angga tetap santai berjalan membiarkan Della yang penuh dengan rasa penasaran.
**********
" Huhhhh, aku tidak percaya jika rencana kita benar-benar akan berjalan dengan lancar," ujar Aca dengan wajahnya yang benar-benar sangat bahagia.
" Aku juga bilang Aca. Ini memang waktu yang tepat untuk mempersatukan 2 insan yang saling memendam rasa itu," sahut Kayla.
" Semoga saja Angga dan Della bisa saling mengungkapkan isi hati mereka dan akhirnya mereka bisa bersama kembali," sahut Aca dengan penuh harapan.
" Pastilah! rencana kita benar-benar sangat sempurna. Tidak ada yang sia-sia untuk rencana kita," sahut Kayla.
" Rencana apa ma?" tiba-tiba terdengar suara Luci. Luci yang datang bersama Celina.
" Loh kok kursi roda kak Della ada di sini dan kenapa tiba-tiba mama menyuruh kami ber-2 pulang dan mama bilang biarin kak Della di sana karena ada yang mau menjemput," ujar Celine yang kebingungan yang tampaknya juga tidak mengetahui rencana mama dan Kayla.
" Benar, kenapa tiba-tiba kursi roda kak Della ada di sini," ujar Luci masih penasaran.
__ADS_1
" Lalu kak Della sama siapa tadi?" tanya Celine.
" Aku sudah bersamanya," sahut Angga yang tiba-tiba muncul dengan cepat tanpa di duga-duga. Aca dan Kayla saling melihat dengan sedikit terkejut melihat kedatangan Angga yang begitu cepat datang.
" Ya ampun kenapa Angga cepat sekali sampainya," batin Kayla tampak cemas.
Angga menghampiri mamanya dan yang lainnya dengan tetap menggendong Della dan Della kaget dengan kursi rodanya yang ada di sana.
" Kenapa kursi roda Della ada sini?" tanya Della heran Kayla dan Aca saling melihat.
" Kenapa juga Angga harus datang cepat-cepat. Malah kursi rodanya belum sempat di simpan lagi," batin Kayla yang sedikit cemas.
Jawaban Della tidak di jawab dan Angga langsung mendudukkannya di kursi rodanya.
" Mama kenapa diam. Kenapa kursi roda Della ada di sini?" tanya Della lagi.
" Hmm, kalian cepat sekali sampainya," sahut Aca yang terlihat gugup.
" Mama tidak menjawab pertanyaan Della. Kok bisa kursi roda Della ada di sini dan Luci dan Celine kenapa harus pulang. Ada apa ini?" tanya Della bingung.
" Della ini sudah malam, sebaiknya kamu istrirahat saja," sahut Aca yang mengalihkan sesuatu.
" Tante nanti dulu. Angga ingin mengatakan sesuatu," sahut Angga dengan wajah seriusnya.
" Ingin bicara apa Angga? tanya Kayla heran.
" Tante Aca Angga ingin menyampaikan. Kalau Angga ingin menikah dengan Della," ujar Angga dengan sekali tarikan napas.
Kata-kata Angga membuat Aca dan semua orang kaget, termasuk Della yang yang tidak percaya dengan kata-kata Angga yang asal-asalan yang tidak di percayai nya Angga bisa mengatakan hal itu di depan orang tuanya.
Bersambung.
__ADS_1