Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 349.


__ADS_3

Carey yang tadinya pura-pura tidur, bangun kembali ketika mendengar suara ponsel yang berasal dari ponsel suaminya. Carey menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat Dion sudah tertidur dengan telentang.


Mendengar ponsel itu berdering terus. Carey pun akhirnya bangkit perlahan. Melihat Dion yang sama sekali tidak bangun membuat Carey langsung berjalan menuju nakas di samping Dion dan melihat panggilan masuk tersebut.


" Vira," ujar Carey langsung mendengus kasar. Carey melihat jam di layar ponsel tersebut dan melihat sudah pukul 11 malam.


" Hah," terdengar suara napas berat Carey.


" Bisa-bisanya dia menelpon semalam ini apa dia tidak punya kerjaan," ucap Carey yang tampak kesal dengan Vira yang menelpon suaminya malam-malam. Carey pun akhirnya mengangkat telpon dari Vira.


" Hallo, Dion! Dion besok pagi tolong batu jemput aku di daerah tenggara. Aku soalnya nggak tau harus minta tolong sama siapa lagi, jadi aku minta tolong sama kamu ya. Aku akan share alamatnya sama kamu," ucap Vira. Carey diam saja dan langsung mematikan telponnya.


" Apa dia tidak punya orang lain selain menelpon Dion untuk meminta pertolongan. Apa dia tidak sadar jika orang yang di mintanya pertolongan itu adalah pria yang sudah beristri di mana pikirannya bisa-bisanya dia melakukan hal itu," batin Carey dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


Tidak berapa lama notif pesan datang lagi, Carey langsung membukanya dan melihat Share lokasi.


" Aku akan menunggumu Dion jadi jangan lupa datang menjemputku," tulis Vira. Carey tampak semakin kesal dan langsung menghapus pesan dan juga langsung menghapus panggilan telpon dari Vira. Carey menoleh kearah Dion.


" Tidak seharusnya Dion kamu seperti itu dengannya. Kamu tidak punya tanggung jawab Dion untuk Vira. Apa pun yang terjadi pada Vira. Itu bukan tanggung jawab kamu," batin Carey yang terus melihat suaminya. Carey meletakkan ponsel itu dan langsung mendekati Dion.


Carey menundukkan kepalanya dan mencium pipi Dion.


" Maaf kan aku sudah melakukan itu dan maafkan aku sudah menolak mu. Aku sangat berdosa. Karena menolak untuk melayanimu. Tetapi perasaanku sedang tidak baik-baik saja. Aku berharap kamu mengerti Dion bagaimana perasaanku. Aku berharap kamu tau jika apa yang kamu lakukan membuatku sakit hati. Membuatku terluka. Aku cemburu Dion dengan apa yang kamu lakukan," batin Carey yang hanya bisa menyampaikan perasaannya pada suaminya melalui hatinya.


Carey mengakui dia sangat salah atas apa yang di lakukannya. Bahkan menolak Dion yang pasti Carey tau Dion sedang ingin bermesraan pada nya.


Tetapi karena kesal dengan sikap Dion yang semakin hari semakin berubah. Yang akhirnya membuat Carey melakukan hal itu. Carey benar-benar sakit hati dengan suaminya. Sehingga dia melakukan hal itu.


Ingin membuat jarak antara suaminya dan juga Vira yang katanya suaminya hanya kasihan dengan Vira. Carey pun kembali ke tempat bagian di mana dia tidur dan memejamkan matanya dengan perlahan.


*************


Pagi hari tiba. Dion masih berbaring di atas ranjang. Pancaran sinar matahari yang menusuk dari sela-sela jendela kamar suami istri itu mampu membangunkan Dion.


Dion mengerjapkan matanya dengan memijat pelipisnya sampai matanya terbuka dan merasa silau dengan pancaran sinar mata hari yang sangat cerah itu.


" Jam berapa sekarang," ujar Dion yang mencoba untuk duduk. Dion menoleh kesampingnya dan sudah tidak ada Carey lagi. Dion mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dan melihat jam di ponsel itu.


" Jam, 8. Kenapa Carey tidak membangunkanku," ucap Dion kaget dan buru-buru bangkit dari tempat tidurnya. Dia benar-benar tidak percaya jika bangun sudah sangat siang.


Dion pun akhirnya langsung memasuki kamar mandi dengan terburu-buru. Tanpa memanggil Carey lagi yang mungkin pikirnya sedang menyiapkan sarapan untuknya.

__ADS_1


Tidak berapa lama. Akhirnya Dion sudah keluar dari kamar dengan terburu-buru sudah memakai pakaian yang bisa di katakan tidak Serapi biasa. Karena dia sangat terburu-buru. Karena ada meeting penting.


" Carey!" panggil Dion menuruni anak tangga sambil memegang dasinya.


" Carey!" panggilnya lagi. Ketika sudah berada di bawah. Tetapi sang istri tidak kunjung datang juga.


" Bapak cari Bu Carey?" tanya pelayan yang menghampiri Dion.


" Iya di mana Carey?" tanya Dion.


" Bu Carey tadi pagi pergi keluar," jawab pembantu tersebut.


" Keluar!" sahut Dion heran.


" Benar pak," sahut Bibi.


" Kemana dia?" tanya Dion.


" Tidak tau Pak, soalnya saya juga tidak tanya," jawab Bibi.


" Oh, yasudah kalau begitu," sahut Dion.


" Aneh sekali tumben-tumbe nya dia pergi tidak minta izin dan bahkan tidak membangunkanku. Kenapa Carey belakangan ini sikafnya sangat aneh. Apa yang terjadi padanya," batin Dion yang mulai merasakan ke anehan sang istri.


************


Ternyata Carey datang kerumah Nayra dan sarapan bersama dengan Raihan dan Nayra. Mungkin dia stres berada di rumah dan memili ketempat adiknya. Karena di rumah juga tidak di hargai sama sekali oleh suaminya.


" Tumben Carey, Dion tidak antar kamu?" tanya Raihan yang memang sepenglihatannya. Kalau Carey kemana-mana pasti di antar Dion.


" Dia belum bangun," jawab Carey tampak ketus. Hal itu bahkan membuat Nayra dan Raihan saling melihat seperti sadar jika sang kakak sedang ada masalah.


" Kok bisa. Memang kak Dion tidak kerja?" tanya Nayra.


" Nggak tau," jawab Carey lagi tampak ketus.


" Sayang kak Carey apa lagi ribut ya," ucap Nayra pelan pada suaminya.


" Aku juga tidak tau," sahut Raihan yang lebih memelankan suaranya.


" Kalian kenapa bisik-bisik?" tanya Carey yang minat adik dan adik iparnya itu berbisik di depannya.

__ADS_1


" Tidak. Siapa yang bisik-bisik, orang kita. Tidak ngapain-ngapain kok," sahut Nayra menggeleng cepat dengan mengelak pertanyaan kakaknya.


" Tapi kayaknya kalau aku lihat-lihat. Kamu lagi sedang ada masalah sepertinya," sahut Raihan.


" Tidak ada. Aku hanya belakangan suka lelah dan pikiran ku suka kemana-mana, makanya aku terlihat seperti ini," jawab Carey.


" Apa kakak sakit? Soalanya kakak juga terlihat sangat pucat?" tanya Nayra.


" Aku tidak apa-apa, seperti yang aku katakan tadi. Aku hanya lelah dan tidak apa-apa sama sekali," jawab Carey.


" Ohhh, begitu," sahut Nayra.


" Oh iya Nayra. Bagaimana proses persalinan kamu nanti. Apa semuanya sudah di siapkan, apa masih ada yang kurang?" tanya Carey yang memang tidak pernah absen untuk mengingatkan sang adik.


" Hmmm, sudah kakak tenang saja. Semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang kurang lagi. Hanya tinggal menunggu lahiran saja," ucap Nayra dengan wajah cerianya.


" Syukurlah jika begitu. Kamu jangan lupa ya. Jika ada apa-apa, kamu kabari kakak dengan cepat," ucap Carey mengingatkan adiknya.


" Iya kak, kakak tenang saja. Aku akan mengabari Kakak secepatnya, aku akan merepotkan kakak terus," sahut Nayra dengan wajahnya yang semakin ceria.


" Iya kakak akan senang jika harus di repotkan kamu terus," sahut Carey yang sekarang sudah mulai tersenyum.


" Makasih ya Carey kamu sudah selalu ada untuk Nayra selama aku tidak ada. Aku tidak tau bagaimana cara membalasnya," ujar Raihan.


" Apa-apaan sih Raihan kenapa harus mengucapkan terima kasih. Nayra itu adik aku dan itu sudah tugasku untuk menjaga Nayra. Jadi jangan mengucapkan terima kasih. Karena Nayra itu bukan hanya tanggung jawab kamu saja. Tetapi aku juga dan semua keluarga. Jadi kalau kamu tidak ada ya pasti kita yang akan menggantikannya untuk menjaganya. Karena aku juga takut jika mendapat Omelan dari mu. Ketika istrimu tidak di jaga dengan benar," sahut Carey dengan nada becandaan.


Menanggapi becandaan Carey membuat mereka tertawa-tawa kecil.


" Kamu benar, aku akan marah jika terjadi sesuatu pada istriku yang cantik ini," ucap Raihan menoleh kearah istrinya dengan menatapnya dalam.


" Apaan sih, kamu bikin aku malu di depak kak Carey aja," sahut Nayra malu-malu dengan melendetkan kepalanya di bahu Raihan. Katanya malu. Tapi pamer kemesraan dan Carey yang melihatnya ikut tersenyum.


" Kehidupan orang memang berbeda-beda dan jalannya pun sangat berbeda. Nayra sangat beruntung yang memiliki suami seperti Raihan. Raihan tau cara memberikan istrinya kebahagian. Tetapi sangat berbeda dengan ku. Dion sama sekali tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan. Dia bahkan lebih tau cara memberikan orang lain kesenangan di bandingkan istrinya sendiri," batin Carey yang sedih dengan keadaannya.


Melihat sang adik yang begitu di sayangi Raihan membuatnya perasaannya sangat bergejolak. Karena tidak mendapatkan itu dari suaminya.


Tetapi Carey menutupi kegalauan hatinya dengan senyum tipis di wajahnya yang pasti senyum palsu karena perasaannya yang buruk.


Bersambung.


"

__ADS_1


__ADS_2