Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 373


__ADS_3

Tingnong, Tingnong


Bel rumah Nayra berbunyi membuat Nayra menuruni anak tangga yang ingin membuka pintu.


" Biar saya aja yang buka," sahut Nayra ketika melihat pembantunya yang ingin berjalan menuju pintu.


" Baik Bu," sahut Bibi dan Nayra pun langsung berjalan kearah pintu dan membuka pintu.


" Nayra," ujar Andini dengan wajah cerianya sampai-sampai melebarkan tangannya karena saking bahagianya. Sementara Nayra menanggapi biasa dan bahkan wajahnya terlihat ketus. Sampai mengubah ekspresi wajah Andini.


" Kamu kok, datar gitu wajahnya?" tanya Andini heran.


" Ngapain kamu di sini?" tanya Nayra tampak judes dengan tangannya yang di silangkan di dadanya. Bahkan tidak ingin melihat Andini.


" Kok gitu ngomongnya, ya aku pasti ingin menemui kamu lah dan juga keponakan cantik aku," sahut Andini yang masih ceria-ceria saja.


" Dia lagi tidur," jawab Nayra ketus. Membuat dahi Andini berkerut.


" Ishhh, kamu kenapa sih kok tumben gini amat, ko cuek amat sama aku?" tanya Andini Benar-benar bingung dengan sahabatnya yang tidak pernah ketus padanya.


" Tidak aku biasa aja. Kamu yang kenapa. Sampai-sampai berita besar seperti itu. Aku harus tau dari Raihan," sahut Nayra dengan nada ketusnya yang benar-benar ngambek.


" Berita besar apa?" tanya Andini yang semakin bingung.


" Apa lagi jika bukan dengan Alex. Kamu bisa-bisanya tiba-tiba nikah dengan Alex dan aku tidak di beritahu dan malah Raihan yang harus menyampaikannya," sahut Nayra yang mengeluarkan isi hatinya. Yang kecewa dengan sahabatnya yang tidak memberitahunya berita besar yang dia ingin dia yang menjadi orang pertama di beritahu.


" Ohhh, itu toh," sahut Andini yang tersenyum melihat kemarahan temannya yang ternyata masalah kabar bahagia.


" Nayra, sayang maaf, aku belum punya waktu untuk menemui kamu. Aku ingin memberitahu kamu. Tetapi aku belum ada waktu dan soal kak Raihan. Aku juga tidak memberi tahunya. Mungkin eyang yang memberi tahunya," sahut Andini mencoba untuk menjelaskan pada sahabatnya. Agar sahabatnya tidak merasa cemburu.


" Nayra, percayalah. Kamu tetap orang pertama yang aku kasih tau. Kalau kak Raihan, benar deh, aku nggak ngasih tau," sahut Andini mengacungkan 2 jarinya seakan bersumpah.


" Ayolah Nayra kamu jangan ngambek. Kamu benar-benar yang pertama," bujuk Andini lagi.


" Benar aku yang pertama?" tanya Nayra yang sudah melihat ke arah Andini. Andini menganggu dengan tersenyum.


" Ini aku sekarang, pengen minta bantuan kamu untuk pilih-pilih gaun dan pilih-pilih undangan. Pokoknya aku mau pernikahan aku semua harus kamu yang pilihan, karena selera kamu sangat bagus," ujar Andini yang benar-benar membutuhkan sahabatnya.


" Nayra, kamu maukan bantuin aku?" tanya Andini yang melihat temannya tidak merespon apa-apa. Nayra pun akhirnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Aku akan membantumu dan pasti akan membantu semuanya," sahut Nayra yang akhirnya sudah tidak ngambek lagi. Andini tersenyum ceria mendengarnya dan langsung memeluk sahabatnya itu.


" Makasih ya, kamu memang sahabat terbaikku," ujar Andini memeluk temannya itu dengan erat.


" Pokoknya kamu harus cerita kenapa bisa kamu dan Alex tiba-tiba sudah mau nikah saja," ujar Nayra yang masih penasaran dengan temannya itu.

__ADS_1


" Iya tenang saja, aku akan menceritakan semuanya tanpa ada yang kurang," sahut Andini.


" Ya sudah, ayo kita masuk!" ajak Nayra memasuki rumahnya. Andini melepas pelukan itu dan langsung memasuki rumahnya untuk membahas beberapa rencana pernikahan Andini.


************


Angga menuruni anak tangga sambil mengkancing lengan kemejanya.


" Angga!" panggil sang mama yang ternyata sedari tadi duduk di ruang tamu.


" Iya ma," sahut Angga yang menghampiri mamanya.


" Sayang, kamu tolong anterin ini ya tempat Tante Aca," ujar sang mama yang memberikan paper bag pada Angga.


" Mama nggak sempat ke sana. Karena mama harus buru-buru tempat eyang. Kamu kan tau sendiri. Mama harus bantuin Tante Putri untuk persiapan pernikahan Andini. Jadi mama minta tolong sebelum kamu bekerja antarkan itu pada Tante Aca," ujar mamanya dengan meminta tolong.


" Kamu mau ya, kalau Della juga bisa jalan. Dia pasti langsung ambil sendiri kalau mama langsung menelpon. Jadi gantian dong sekarang. Kamu yang kesana kan Della tidak bisa datang," ujar sang mama lagi.


" Ya sudah ma, nanti Angga akan mampir memberikan apa yang ingin berikan pada Tante Aca. Mama pergi saja ketempat eyang. Biar Angga yang selesaikan ini," ujar Angga.


" Makasih, ya nak," ujar Kayla.


" Iya mah, kalau begitu Anggi pergi dulu," sahut Angga mencium punggung tangan mamanya.


*************


Tidak berapa lama mobil Angga berhenti di depan rumah Della. Memang sebelum kekantor dia menyampaikan amanah sang mama terlebih dahulu.


Angga turun dari mobilnya dan membawa paper bag yang tadi di berikan mamanya yang dia juga tidak tau ala isinya. Angga berdiri di depan pintu dan mengetuk pintu.


tok-tok-tok-tok


" Tante!" panggil Angga sambil mengetuk-ngetuk pintu.


" Kenapa tidak di buka juga," batin Angga heran. Tidak mendapat sahutan dari dalam. Akhirnya Anggapun membuka pintu yang sama sekali tidak di kunci dan Angga pun akhirnya masuk kedalam.


" Tante Aca!" panggil Angga lagi. Yang sama sekali tidak mendapat sahutan.


" Apa Tante Aca ada di Restauran," batin Angga menebak-nebak.


Pranggg, prangg.


Angga tersentak kaget mendengar suara pecahan barang itu dan Angga menaiki anak tangga untuk melihat pecahan itu. Dan Angga menemukan suara itu yang berasal dari kamar dan ternyata dari kamar Della yang memperlihatkan Della dengan yang terjatuh dari kursi roda dengan pecahan kaca di di sekitarnya.


" Della!" ucap Angga yang kaget. Mendengar suara memanggil namanya Della melihat ke arah pintu dan melihat Angga.

__ADS_1


" Angga," ujar Della yang heran dengan kehadiran Angga yang tiba-tiba. Dan Angga langsung masuk.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Angga panik yang jongkok di depan Della dan memegang bahu Della.


" Aku tidak apa-apa," sahut Della yang menepis tangan Angga.


" Kamu ngapain di sini. Berani sekali kamu masuk Kerumah ku dan pakai kekamarku segala," ujar Della yang langsung marah.


" Aku ingin menemui Tante Aca dan aku tidak sengaja mendengar suara pecahan. Makanya aku datang kemari," jelas Angga.


" Ya sudah, nggak perlu masuk kamarku, sana kamu pergi," usir Della dengan ketus.


" Ayo aku bantu naik," ujar Angga.


" Tidak perlu, aku bisa sendiri," jawab Della yang tidak mau di bantu Angga.


Angga tidak peduli dan langsung menggendong Della dengan paksa, membuat Della benar-benar kaget.


" Angga, turunkan aku, turunkan aku!" berontak Della yang terus memberontak dan Angga tidak peduli dan mengangkat Della ke atas ranjang.


Karena Della yang memberontak membuat Angga tidak seimbang dan akhirnya Angga dan Della jatuh ke atas tempat tidur dan Angga sudah menindih tubuh Della.


Membuat mereka berdua saling melihat dengan wajah yang sangat dekat sampai napas mereka yang saling menerpa dan tatapan yang dalam.


Dari tatapan itu. Sangat jelas jika masih banyak cinta di antara ke-2nya.


" Aku akan selalu bergetar saat kamu sangat dekat denganku," batin Della dengan perasaannya yang tidak menentu.


" Aku tau Della kamu berpisah denganku. Kaena hanya kondisi kamu. Aku tau bagaimana perasaanmu yang sebenarnya kepadaku. Aku tau Della. Kamu hanya mencoba untuk membohongi hatimu," batin Angga.


Lama menatap akhirnya Della sadar dan mengalihkan pandangannya.


" Minggir kamu!" usir Della yang tampak gugup.


" Della, kenapa kamu selalu membohongi perasaan kamu?" tanya Angga dengan lembut. Sementara Della mengalihkan pandangannya kekanan yang tidak i


berani menatap Angga.


" Della, kenapa kamu diam, aku benarkan. Jika kami masih mencintaiku," ucap Angga dengan percaya diri.


" Kak Della," sahut Celine tiba-tiba. Suara Celine membuat Angga dan Della kaget dan refleks Della langsung mendorong dada Angga dengan ke-2 tangannya, sehingga Angga menjauh dan bangkit dari tubuhnya.


" Iya Celine," sahut Della yang mencoba duduk dan angga membantunya. Della merapikan dirinya yang benar-benar salah tingkah dengan apa yang terjadi barusan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2