
Sebelum berkunjung kerumah Eyang Farah Nayra dan Raihan mampir dulu kerumah sakit. Untuk memeriksakan kandungan Nayra yang memang hari ini jadwalnya.
Mereka tidak lama setelah selesai membahas segalanya dengan Dokter. Nayra dan Raihan langsung pergi dari rumah sakit.
Mereka memang harus mengunjungi rumah Eyang Farah. Untuk memastikan foto Sisil dengan foto yang ada di rumah eyang Farah yang beberapa waktu lalu yang sempat di katakan Amira.
Akhirnya mereka memang punya kesempatan untuk melihatnya yang kebetulan eyang Farah memang sudah pulang dari ibadah umroh. Dan mereka tidak mau menunggu-nunggu lagi. Sebelum ada terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Tidak berapa lama mobil Raihan dan Nayra pun sudah tiba di rumah besar itu.
" Semoga ya sayang apa kata Amira benar," ujar Nayra yang penuh harapan.
" Iya sayang. Kita berdoa saja. Semoga apa yang di katakan Amira benar. Agar masalah ini cepat selesai. Sudah terlalu banyak teka-teki yang membingungkan," ujar Raihan yang juga punya harapan.
Memang Vira tidak berulah lagi selama sebulan belakangan ini. Tapi dengan adanya adopsi palsu. Ramah mantan Della sebagai kakaknya . Jelas membuat mereka penasaran dan pasti ada udang di balik batu.
Kenapa Sisil mengadopsi 2 anak tersebut dan menyuruh sepasang suami istri yang sebenarnya memiliki 3 anak untuk mendekati David dan akhirnya menganggap Pria itu sebagai temannya dan tertarik untuk mengadopsi Vira.
Hal itu jelas membuat beberapa pertanyaan melintas di dalam otak mereka. Rasa curiga pasti ada dan setelah di kaitkan masalah ini bahkan berpolemik kepada semua orang.
" Ayo masuk!" ajak Raihan. Nayra mengangguk dan langsung memasuki rumah Eyang Farah tersebut.
Nayra dan Raihan sudah memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu.
" Eyang! panggil Raihan sudah sampai ruang tamu.
" Loh, Nayra, kak Raihan," sapa Andini yang menuruni anak tangga dan langsung menghampiri Raihan maupun Nayra.
" Sedang apa di sini?" tanya Andini.
" Eyang mana?" tanya Raihan.
" Lagi di kamar," jawab Andini.
" Ada apa Raihan. Kamu memanggil eyang," sahut Farah yang berada di ujung anak tangga dan langsung menuruni anak tangga dan langsung menghampiri cucu dan cucu menantunya itu.
" Eyang apa kabar?" tanya Raihan basa-basi.
" Baik," jawab Farah.
__ADS_1
" Eyang," Nayra langsung memeluk Farah.
" Bagaimana keadaan kamu?" tanya Farah pada Nayra.
" Baik eyang," jawab Nayra yang sudah melepas pelukannya.
" Kandungan kamu bagaimana?" tanya Farah lagi sembari mengusap perut Nayra.
" Sama Eyang, sangat baik?" jawab Nayra.
" Kalian datang kemari bersengaja atau ada sesuatu?" tanya Farah.
Melihat Raihan dan Nayra dengan wajah seriusnya membuatnya yakin. Jika Raihan dan Nayra datang kerumahnya pasti ada sesuatu.
" Eyang. Kami ingin melihat gudang. Apa boleh?" tanya Raihan langsung pada intinya. Membuat Farah bingung dengan apa yang di maksud Raihan. Bisa-bisanya hanya ingin melihat gudang bukan dirinya.
" Untuk apa?" tanya Farah bingung.
" Ada yang penting," jawab Raihan.
" Andini apa benar. Ada foto besar di dalam gudang. Amira bilang dia melihatnya?" tanya Nayra. Pertanyaan Nayra membuat Andini bingung dengan apa yang di maksud Nayra. Jelas Andini tidak akan mengingat hal itu.
" Eyang apa boleh kita langsung melihat gudang?" tanya Raihan to the point.
" Oh ya sudah. Sepertinya sangat penting. Sampai kalian harus datang kemari. Ayo ikut eyang," ujar Farah yang tidak mempermasalahkan hal itu. Membuat Nayra dan Raihan saling melihat dan langsung mengikuti Eyang Farah.
" Ada apa sebenarnya. Foto apa yang di maksud Nayra," batin Andini yang benar-benar bingung. Tetapi dia yang penasaran akhirnya mengikut juga.
Akhirnya Farah membawa mereka ke dalam gudang. Nayra dan Raihan pun langsung mencari-cari. Ternyata tidak lama. Nayra langsung melihat bingkai Foto besar yang seperti foto keluarga.
Nayra berjongkok dan memastikan foto wanita itu yang benar-benar mirip tanpa ada perbedaan.
" Sayang," tegur Nayra. Raihan langsung menghampiri istrinya yang duduk dengan melihat Foto itu.
Raihan berjongkok di sampingnya dan kaget melihat benar apa kata Amira. Jika ada Sisil yang berfoto di sana bersama dengan ke-2 eyangnya. Papanya. Kayla dan Putri ibu Andini sendiri.
Farah pun mendekati Raihan dan Nayra. Apa yang sebenarnya mereka lihat. Farah berdiri di belakang ke-2 pasangan suami istri itu dan melihat apa yang di lihat.
Raihan mengangkat kepalanya, melihat ke arah eyangnya.
__ADS_1
" Siapa dia eyang? kenapa ada di sini bersama Eyang?" tanya Raihan yang langsung to the point.
**********
Nayra dan Raihan sudah ada di ruang tamu bersama Eyang Farah dan juga Andini dengan bingkai foto yang mereka temukan tadi.
" Eyang pasti mengenalnya bukan?" tanya Raihan lagi yang ternyata sedari tadi belum mendapat jawaban apa-apa dari Farah.
" Iya. Dia anak tiriku," jawab Farah dengan jujur.
Hal itu membuat, Nayra dan Raihan kaget. Bahkan Andini yang juga tidak tau masalah itu langsung kaget.
Sama sekali mereka tidak tau. Jika wanita itu adalah anak tiri dari Eyangnya yang berarti saudara papanya.
" Eyang pria menikah dengan wanita lain dan mereka memiliki anak yang bernama Sisil," jelas Farah.
" Lalu kemana dia. Kenapa selama ini papa dan mama tidak mengatakan apapun?" tanya Raihan dengan panik.
" Benar Eyang. Andini juga tidak. Tau kalau mama punya sepupu, selain Tante Kayla dan Om Addrian," sahut Andini yang sama-sama schok.
" Semasa kecilnya dia memang tidak tidak tinggal bersama keluarga kita. Dia tinggal di Luar Negri. Dan ketika dia pulang usianya. Sekitar 25 tahunan. Dia membuat ulah yang mencelakai mama dan papamu juga Kayla. Masalahnya sangat besar," jelas Farah.
Karena sudah di tanyakan oleh Raihan. Farah pun. Akhirnya menceritakan dengan detail tanpa ada yang di tutupi sama sekali. Dark masalah Sisil dengan putri dan Kayla sampai masalah Zira.
Nayra, Raihan dan Andini yang mendengarkan Eyang mereka berbicara semakin kaget. Bahkan wajah kaget itu semakin besar ketika Farah menceritakan masalah kejahatan Sisil.
Yang berhubungan dengan Kayla sampai akhirnya pada Sasy yang menyebabkan Sisil di penjara selama bertahun-tahun.
" Kenapa dia jahat sekali?" sahut Andini yabg tidak menyangka jika eyangnya punya anak tiri seperti itu.
" Seperti itulah dia. Dan mungkin hukuman itu membuatnya bisa jera," ujar Farah.
" Lalu kemana dia setelah bebas di penjara?" tanya Raihan yang benar-benar penasaran.
" Eyang tidak tau. Karena memang wanita itu bukan tanggung jawab eyang. Itu adalah eyang pria yang bertanggung jawab. Tetapi tidak tau juga apa yang terjadi. Setelah Sisil di jatuhkan hukuman. Eyang Admaja kembali ke Jerman dan Eyang rasa dia tidak pernah pulang dan tidak tau bagaimana Sisil," jelas Farah.
" Kenapa kalian tiba-tiba membahasnya," tiba-tiba terdengar suara Zira yang membuat semuanya berbalik badan dan melihat Zira yang datang bersama Addrian.
" Mama," ujar Raihan.
__ADS_1
Bersambung.